
Ceklek
Elyas membuka handle pintu kamar Selsa dengan perlahan. Dengan penuh keraguan, Elyas melangkah pelan masuk ke dalam kamar. Kamar itu sudah menampakkan sinar lampu yang temaram. Sepertinya yang punya kamar sudah terlelap.
Klek
Elyas kembali menutup pintu kamar dengan perlahan. Ia meneruskan langkah kakinya dengan perlahan. Sampai di dekat ranjang, ia menoleh. Terlihat, istrinya sudah terlelap dalam mimpinya di balik selimut tebal. Ia menghela nafas lega. Paling tidak, malam ini ia tidak perlu memikirkan bagaimana jika istrinya itu mengajaknya menunaikan ibadah malam pertama.
Ia lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Sekejab, ia merasa rendah diri. Apakah ia akan mampu membahagiakan Selsa seperti yang Roy minta.
Kamar Selsa begitu luas. Mungkin luasnya sama dengan luas ruang keluarga di rumahnya. Kembali Elyas menghela nafasnya.
Lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling guna mencari tas yang tadi di bawanya dari rumah. Apakah tas yang berisi bajunya itu di bawa masuk ke kamar ini atau tidak.
Lalu arah pandangannya menemukan obyek yang ia cari tadi. Tas yang di bawanya itu berada di atas sofa. Ia berjalan mendekati sofa, lalu membuka tas pakaiannya dengan perlahan. Sengaja ia tidak membawa banyak baju karena rencananya setelah acara resepsi esok lusa, ia akan kembali ke rumahnya.
Elyas mengeluarkan sebuah kaos dan sebuah sarung, juga sebuah boxer dari dalam tas. Ia berniat membersihkan tubuh sekaligus berganti pakaian yang lebih nyaman untuknya tidur. Perlahan, ia berjalan menuju pintu tertutup yang ia yakini adalah kamar mandi.
Tak membutuhkan waktu lama, Elyas selesai dengan acara mandinya dan kembali keluar. Ia melipat baju kotornya tadi, dan memasukkannya ke dalam tas. Ia berencana akan membawa pakaian kotornya pulang ke rumah besok.
Lalu ia mengedarkan pandangannya ke ranjang. Dengan perlahan, ia berjalan mendekat ke ranjang. Ia melihat Selsa bergerak berpindah posisi yang semula membelakangi Elyas, kini tidur dengan telentang. Ia yang memang senang memakai piyama tidur dengan bahan satin dengan model tali spageti, memperlihatkan dadanya yang putih bak susu.
Elyas menghentikan pergerakannya yang hendak menyingkap selimut di samping Selsa. Ia menelan salivanya dengan susah payah kala melihat pemandangan yang menyejukkan. Halal kan, jika dirinya melihat pemandangan itu ? Selsa, gadis pemilik dada itu adalah istrinya yang sah untuk dia apakan saja, tidak hanya sekedar ia lihat.
Tapi Elyas segera sadar. Ia langsung memalingkan wajahnya, dan urung menyingkap selimut tadi. Ia menghela nafas panjang guna menetralkan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya. Ia memang seorang yang alim. Tapi ia tetaplah lelaki normal. Melihat pemandangan yang indah dari ciptaan Tuhan, membuatnya mupeng.
Elyas segera beranjak dari samping ranjang menuju sofa. Ia memutuskan akan mengistirahatkan tubuhnya di sofa saja biar lebih aman pikirnya.
Hah. Elyas menghembuskan nafasnya kasar. Ia merebahkan tubuhnya di atas sofa, dengan berbatalkan lengan sofa. Menutup kedua matanya dengan lengannya berharap ia segera terlelap.
Berkali – kali mencoba menutup matanya, dengan berpindah posisi berulang kali, masih tetap matanya enggan terpejam. Entah kenapa ia tidak bisa tidur. Akhirnya ia kembali duduk. Ia mengambil ponselnya yang sedari tadi ia letakkan di atas meja dekat sofa.
Amir. Satu nama yang tertera di ponselnya mengiriminya banyak pesan.
__ADS_1
Selamat atas pernikahanmu, mas bruuuhhh !!!
Maaf aku nggak dateng ke acara nikahanmu tadi. Kagak di undang mo gimana lagi dong.
Amir
Aku masih nggak percaya, kamu akhirnya menikah dengan Selsa. Anak pemilik perusahaan besar dan terkenal.
Amir
Kamu beruntung banget. Bisa jadi menantu orang tersohor dan kaya raya. Untungmu dobel dobel.
Amir
Wah, kagak di bales nih chatku.
Amir
Oh iya, lupa. Kamu pasti lagi sibuk belah duren sama istri kamu ya. Sorry udah ganggu. Jangan lupa, besok kalau ketemu, ceritain gimana belah durennya. Enak nggak belah duren rasa sultan ? Eh, jangan lupa, kalau masih mau bersenang – sennag dulu tanpa harus di repotin anak, pakai pengaman.
Kedi
Udah unboxing apa belum kawan ?
Sebuah pesan melipir di ponsel Elyas kembali.
Kedi
Enak nggak rasanya ? Pasti enak lah, kan ya ? apalagi kalau dapet yang ori.
Kedi
Ah, loe yang nikah, yang unboxing, kenapa jadi gue yang kepikiran dan ngebayangin ? Kenapa jadi gue ikutan nggak bisa tidur ?
__ADS_1
Jika bukan berada di kamar orang dan malam telah larut, Elyas pasti sudah tertawa terbahak – bahak membaca pesan dari para sahabatnya. Elyas hanya bisa tersenyum sambil menggeleng – gelengkan kepalanya membaca pesan dari sahabatnya itu.
Elyas ke Kedi dan Amir
Semoga kalian segera mendapatkan hidayah. Biar otak kalian jadi bersih.
Tak lama, ponsel Elyas kembali berbunyi ramai kala ia selesai mengirim pesan yang di tulisnya tadi.
Kedi
Udahan, bro ? Masih jam segini masak udahan ? Wah, perlu minum obat kuat nih sepertinya.
Amir
Eh, pengantin baru baru nongol. Pasti lagi kecapekan, nunggu ronde kedua. Hahaha ….
Amir
Astagfirullahaladzim. Kenapa habis kamu doain, otak aku makin kotor yas ? Jadi ngebayangin indahnya malam pertama.
Elyas
Makanya, mendingan bangun, terus tahajudan sana. Biar otaknya kinclong. Nggak pada ngeres.
Lalu ia sengaja mematikan ponselnya sambil tersenyum miring. Ia yakin, sahabatnya itu pasti mengiriminya pesan lagi. Dan di saat pesannya hanya bercentang satu, para sahabatnya pasti semakin berpikiran kemana – mana.
Elyas kembali merebahkan tubuhnya setelah sebelumnya ia kembali melirik ke arah ranjang dan sepertinya Selsa sudah merubah posisi tidurnya dengan kembali membelakanginya.
Elyas kembali memejamkan kedua matanya setelah beberapa kali ia menguap. Rasa kantuk mulai menyerang. Dan tak lama, ia sudah terlelap ke dalam dunia mimpi. Mungkin menyusul Selsa, atau malah mungkin menyusul Ratna.
Bersambung
^^^Garing nggak si guys, ceritanya ? Jujurly, othor kurang bisa masuk ke cerita jadi mungkin ceritanya agak garing. Nggak seperti ceritanya babang Julio sama neng Dhara.^^^
__ADS_1
^^^Kalau ada yang mau kasih saran atau masukan, cerita si Elyas sama Selsa mau di bawa kemana, bisa lah. Othor pertimbangkan. Siapa tahu bisa othor kembangin.^^^