
Flash back kejadian setelah Elyas dari ruangan Tuan Manoj hari kemarin.
“ Pa … ! “ Roy mengusap wajahnya kasar. Ia tidak habis pikir dengan apa yang di katakan papa tirinya.
“ Ahh!! “ Roy menghela nafanya. “ Kenapa papa mengajukan permintaan seperti ke Elyas ? Bukankah papa tadi sudah melihat rekaman cctv jika tidak terjadi apa – apa di antara mereka di lift tadi ? “ tanya Roy. Hatinya merasa berat menerima rencana tuan Manoj.
Ada rasa tak rela yang menelusup di dalam relung hatinya. Padahal dia sadar, siapa dirinya, dan siapa Selsa. Tidak akan mungkin baginya untuk memiliki Selsa setelah ibunya dan papa Selsa menikah.
Tuan Manoj nampak menghela nafasnya lelah dan pasrah. Ia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya sesaat sebelum menjawab pertanyaan Roy.
“ Papa tidak tahu harus berbuat apa. Iya, papa tahu mereka tidak mungkin melakukan sesuatu yang salah. Apalagi Elyas. Tidak mungkin ia melakukan hal yang melanggar aturan agama. Justru itu, papa memintanya menikahi Selsa. “ tuan Manoj menjeda omongannya sebentar.
“ Kenapa harus dia pa ? “ tanya Roy lirih.
“ Lalu siapa ? Tidak mungkin kan, papa memintamu menikahinya ? Jika dulu papa mengetahui perasanmu terhadap putriku, maka papa pasti akan mengalah dan tidak menikahi mamamu. Papa justru akan sangat senang jika Selsa berjodoh denganmu. “ sahut tuan Manoj.
Roy sangat terkejut dengan penuturan papa tirinya. Bagaimana papanya tahu tentang perasaannya terhadap Selsa. Padahal selama ini, ia tidak pernah mengatakannya kepada siapapun.
“ Maaf, nak. Papa terlambat mengetahuinya. “ lanjut tuan Manoj kala melihat wajah terkejut Roy.
“ Kamu pasti bertanya – tanya bagaimana papa bisa tahu. Yah, hati seorang ayah tidak akan tidak tahu bagaimana hati anaknya. Mungkin kamu tidak pernah mengatakan kepada siapapun tentang perasaanmu. Tapi papa selalu memperhatikanmu. “
Roy tertunduk diam. “ Maaf, pa. “ lirih Roy.
“ Dan sekarang papa tidak punya pilihan lain selain Elyas. Papa merasa Elyas seorang laki – laki bertanggung jawab yang bisa di andalkan. “ ujar tuan Manoj.
“ Tapi kita tidak tahu bagaimana perasaan Elyas, pa. “
“ Perasaan akan timbul seiring berjalannya waktu. “
“ Bagaimana jika Elyas sudah punya calon istri ? “
__ADS_1
“ Masih calon kan ? Berarti dia masih bujang. Belum terikat pernikahan dengan siapapun. Maka tak masalah. Papa akan melakukan apapun untuk membuat Elyas mau menikahi Selsa. Semua papa lakukan demi Selsa. Demi kebaikannya. “ jawab tuan Manoj. Dan Roy hanya bisa terdiam.
“ Hanya ini satu – satunya jalan yang terlintas dalam benak papa supaya papa tidak harus menolak permintaan tuan Max. Selama ini papa masih belum memberikan jawaban kepada tuan Max atas lamarannya untuk putranya. Papa tahu, bagaimana kelakuan putra tuan Max. Dia tidak beda jauh dari adikmu. Keluar masuk klub malam, minum – minuman keras. Apa yang bisa di harapkan dari laki – laki macam itu ? Sedangkan papa ingin Selsa berubah menjadi pribadi yang baik. “ tutur tuan Manoj. “ Seperti dulu. “ lirihnya.
Roy nampak manggut – manggut. Ia mengerti ketakutan papanya.
“ Kemarin tuan Max menemui papa lagi. Ia kembali mengatakan ingin meminang Selsa untuk putranya. Dan dia bilang ingin secepatnya mengadakan pesta pertunangan mereka. Dan Tuhan langsung memberikan jawaban atas doa – doa papa. Menjawab semua keresahan hati papa. “ lanjut tuan Manoj. “ Tanpa di duga, ada kejadian yang menguntungkan bagi papa hari ini. Kenapa papa tidak mempergunakannya ? “
“ Jika memang menurut papa ini yang terbaik, maka Roy akan membantu papa. “ sahut Roy meskipun hatinya amsih terasa berat.
“ Sekali lagi, papa minta maaf. Papa harap, kamu juga segera menemukan calon istri untuk dirimu. “ tuan Manoj menepuk pundak Roy sambil berdiri hendak kembali ke mejanya.
Sedangkan di ruangan yang lain.
Elyas melempar balpoin ke atas meja, lalu melepas kaca matanya. Ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya karena ia sedang galau dan resah. Ia masih terngiang apa yang di katakan dirut perusahaan ini.
Dirinya kembali mengingat kejadian beberapa waktu yang lama.
“ Nikahi putriku. “ suara tuan Manoj kembali membuyarkan suasana hening itu.
“ Pak .. “
“ Nikahi putriku. “ ulang tuan Manoj memotong ucapan Elyas.
“ Tapi, bukankah bapak sudah mendengar cerita yang sebenarnya ? Saya tidak melakukan apapun ke nona Selsa, Pak. Saya bersumpah. “ jawab Elyas.
“ Mungkin. Tapi meskipun begitu, bagaimana anggapan orang lain terhadap putriku. Mungkin kalian tidak melakukan apapun. Tapi semua orang di kantor ini, dengan jumlah ratusan orang, menganggap kalian telah melakukan hal yang tidak pantas di tempat umum. Jika sampai orang luar tahu, bagaimana image putriku ? Bagaimana image perusahaan. Hal ini pasti akan sangat berdampak banyak bagi perusahaan. “ tegas tuan Manoj.
“ Pak .. “
“ Apa kamu siap mengganti ganti rugi jika saham perusahaan turun ? “ desak tuan Manoj.
__ADS_1
Glek
Elyas menelan salivanya dengan susah payah. Bagaimana ia bisa mengganti rugi ? Sedangkan nilai saham 1 % saja perusahaan ini ratusan juta.
“ Pak, saya … Saya sudah punya rencana mengkhitbah seorang gadis. “ jawab Elyas dengan suara sedikit bergetar. Siapa yang tidak takut jika di hadapkan dengan hal seperti ini ?
“ Baru rencana kan ? Belum kejadian ? “ terang tuan Manoj.
“ Malam ini, saya akan ke rumah gadis itu bersama umi saya. “ jawab Elyas.
“ Baru juga mau mengkhitbah. Belum mengucap ijab qabul kan ? “ desak tuan Manoj.
Elyas menghela nafas berat sambil memejamkan matanya. Cobaan apa ini Ya Allah ? tanya Elyas dalam hati. Sedangkan Roy, masih duduk diam sambil mendengarkan.
“ Memang belum, pak. Tapi saya sudah berjanji kepada dia untuk datang bersama umi saya malam ini untuk mengkhitbah. Bukankah orang di percaya karena mulutnya ? “ Elyas memberanikan diri menatap tuan Manoj.
“ Kamu benar. Tapi, kamu mengenal saya kan ? Saya bisa memecatmu dari sini jika kamu tidak menikahi putriku. Menjaga nama baiknya juga nama baik perusahaan. Dan bahkan, saya bisa membuatmu tidak mendapatkan pekerjaan di manapun. “ kembali Tuan Manoj berucap yang membuat nyali Elyas tiba – tiba menciut.
Elyas terdiam. Dia bingung harus menjawab apa.
“ Kembalilah ke ruanganmu, dan pikirkan apa yang aku katakan. Aku tunggu kamu dan orang tuamu di rumah malam ini. “
Itulah ucapan-ucapan tuan Manoj yang masih terngiang di telinga Elyas sampai sekarang.
Elyas hanya bisa menghela nafas berat mengingat pembicaraan tadi. Mana mungkin dia berani menikahi Ratna jika pekerjaan saja dia tidak punya ? Pikirnya. Dan bagaimana juga dia bisa menikahi Ratna jika dia harus menikahi Selsa demi mempertahankan pekerjaannya ? Bagaimana ini ???
Elyas sungguh di buat bingung dan pusing. Ia memijit pelipisnya berkali – kali. Memiikirkan apa yang harus ia lakukan.
Tiba – tiba ia teringat dengan sang ibu. Bagaimana aku bisa menghidupi umi jika aku sampai kehilangan pekerjaan ? Aku tidak boleh egois bukan ?
‘ Bismillahirrohmanirrohim … ‘ ucap Elyas dalam hati. Ia beranjak berdiri, lalu meraih jaketnya dan keluar dari dalam ruangan. Ia memutuskan untuk pulang lebih awal dan berbicara dengan umi.
__ADS_1
Flash back off
Bersambung