
Ruby terlihat menghela nafas beratnya. Membuat Elyas semakin di Landa rasa canggung.
Sepertinya mama tahu sesuatu. batinnya
" Ma, Selsa pergi dari rumah dan tidak bilang sama Elyas dulu. Elyas khawatir, karena tadi pagi dia sedang tidak sehat. Dia muntah-muntah terus. " Elyas menjeda omongannya sebentar sebelum melanjutkannya.
" Elyas pulang dari kantor lebih awal karena khawatir. Dia Elyas telepon tidak diangkat dan Pesan Elyas pun tidak di balas. Elyas benar-benar khawatir. " lanjutnya.
" Selsa baik-baik saja. Dia sedang istirahat di kamarnya. " jawab Ruby.
" Sebenarnya, ada masalah apa nak? Sehingga membuat Selsa pulang kesini, tanpa pamit sama kamu, suaminya. " tanyanya.
Elyas termenung sebentar. Ia mencoba mengingat kembali apakah ada yang salah. Tapi sekeras apapun dia mengingat, semuanya baik-baik saja. Hubungan mereka sangat baik-baik saja semenjak malam pertama yang tertunda dulu. Malahan hubungan mereka sangat romantis. Mereka tidak pernah terlibat kesalahpahaman ataupun masalah rumah tangga yang lain.
Elyas menggeleng. " Seingat dan setahu Elyas, kami baik-baik saja ma. Kami juga tidak pernah bertengkar. Jika ada masalah, kami selalu membicarakannya baik-baik. "
Elyas menarik nafas dalam-dalam. " Sungguh, ma. Demi Allah. Elyas merasa rumah tangga kami baik-baik saja. " ucapnya penuh keyakinan.
Mama Ruby mengangguk - anggukan kepalanya. Ia melihat keseriusan dan kejujuran di mata menantunya itu. Apakah yang terjadi hanya kesalahpahaman? Tanyanya dalam hati.
" Ya sudah, lebih baik kamu pulang saja dulu. Biarkan Selsa di sini dulu sementara. " ucap Ruby.
Elyas terperanjat dengan ucapan mama Ruby.
" Tapi ma. Elyas ingin bertemu Selsa. " kekeh Elyas.
" Elyas, mama saat ini belum tahu mana yang benar dan mana yang salah. Atau semuanya hanya kesalahpahaman. Tapi mama minta, biarkan istri kamu menenangkan hati juga pikirannya. Ijinkan dia tinggal di sini dulu bersama kami. " sahut Ruby.
" Ma, jika memang di antara kami ada kesalahpahaman, maka ijinkan Elyas untuk bertemu dengan Selsa. Ijinkan kami membicarakan masalah kami. Biar tidak makin berlarut-larut. " pinta Elyas.
__ADS_1
" Percuma, nak. Percuma kalian berbicara sekarang. Hatinya masih belum siap. Yang ada, kalian malah akan bertengkar. Lebih baik, kalian berpisah dulu untuk sementara. Saling merenung tentang semuanya. Entah itu ucapan atau perbuatan yang mungkin pernah kamu atau dia lakukan di masa lalu hingga bisa berakibat pertengkaran di antara kalian. Renungkan lah terlebih dahulu. " ucap mama Ruby lembut.
" Ta... "
" Pulanglah terlebih dahulu. " potong Ruby. " Renungkan semuanya. Mama yakin, kalian akan baik-baik saja. Biarkan Selsa bersama kami untuk sementara. " lanjutnya.
" Pulanglah, sebelum papa ataupun Roy pulang dan melihat kamu di sini dengan keadaan seperti ini. Mama yakin, jika mereka melihatmu saat ini dengan kondisi rumah tangga yang seperti ini, mereka pasti akan marah besar. Karena Selsa adalah kesayangan mereka. Biar mama dan Selsa yang menjelaskan perlahan ke mereka kenapa Selsa ada di sini sekarang. " imbuhnya yang membuat Elyas diam seribu bahasa.
Benar apa yang mama Ruby bilang. Jika papa sama pak Roy tahu kalau Selsa pulang ke rumah ini karena ada masalah denganku, maka semuanya akan semakin ruwet. Lebih baik aku pulang dulu. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
" Baiklah ma. Elyas pulang dulu. Tolong sampaikan ke Selsa, saya kesini. Dan saya juga minta tolong sama mama, tolong titip Selsa. Jaga Selsa ma. " pinta Elyas.
" Pasti. Mama pasti akan menjaganya sepenuh hati. Kamu tidak perlu khawatir. " jawab mama Ruby.
.
.
.
" Iya umi. Alhamdulillah. " jawab Selsa di seberang dengan air mata yang berlinang. Hamil membuatnya menjadi lebih melow. Ia menjadi terlalu perasa.
" Jaga dia baik-baik nak. " ucap umi.
" Pasti umi. Selsa pasti akan menjaganya dengan sepenuh hati. Karena dia adalah anak Selsa, darah daging Selsa. Cucunya umi. " jawab Selsa.
Umi pun tak kalah terharu. Beliau juga menitikkan air matanya ketika mendengar ucapan Selsa yang mengatakan jika dirinya sekarang tengah berbadan dua.
" Tapi Selsa minta sama umi. Jangan kasih tahu mas Elyas terlebih dulu soal kehamilan Selsa ini ya umi. Selsa ingin menenangkan hati dulu. Nanti, Selsa pasti akan memberitahunya sendiri jika waktunya sudah tepat. " pintanya
__ADS_1
" Baiklah nak. Umi tidak akan mengatakannya. Karena berita kehamilan itu lebih afdol jika istrinya sendiri yang memberitahukannya. " jawab umi.
" Oh iya, tadi Elyas pulang-pulang terus nyari kamu. Umi bilang kalau kamu ke rumah papa kamu. Dan dia langsung berangkat ke rumah tuan Rakesh. Apa kalian sudah bertemu? " tanya umi.
" Tidak umi. Selsa belum siap bertemu mas Elyas. " jawab Selsa sendu. " Mama Ruby yang menemui mas Elyas tadi. Dan sekarang, mas Elyas sudah pulang kok umi. " jawab Selsa. Dan umi menghela nafas panjang.
" Umi, Selsa minta maaf. Belum bisa menjadi menantu yang baik buat umi. Maaf umi, Selsa masih banyak kekurangan. "
" Tidak nak. Kamu adalah menantu terbaik yang umi punya. Umi sayang sama kamu. " jawab umi cepat.
" Terima kasih umi. Tapi maaf, Selsa belum bisa pulang. Ijinkan Selsa tinggal di sini ya umi. " pinta Selsa.
Umi tersenyum. " Iya nak. Tapi jangan lama-lama ya. Segeralah pulang kesini. Umi merindukanmu. " jawab umi.
" Insyaa allah umi. Semua tergantung bagaimana sikap mas Elyas. Selsa pasti akan segera pulang jika mas Elyas bisa memperbaiki pemikirannya dan tidak lagi menyakiti perasaan Selsa. " sebuah jawaban yang ambigu.
" Baiklah nak. Ingat, jaga baik-baik diri kamu, juga kandungan kamu ya? " pinta umi.
" Tentu umi. " jawab Selsa.
Setelah obrolan antara menantu dan mertua itu usai, terdengar deru motor memasukkan pekarangan rumah umi.
" Assalamualaikum... " Sepertinya Elyas sudah sampai rumah..
" Waalaikum salam. " jawab umi. " Sudah pulang kamu nak? " tanya umi sambil menerima uluran tangan Elyas.
Elyas mengangguk. " Elyas ke kamar dulu umi. " pamitnya. Terlihat wajah Elyas begitu sayu. Dia juga terlihat tidak bersemangat. Umi sebenarnya tidak tega melihat putranya seperti itu. Tapi beliau ingin, Elyas merasakan akibat dari kesalahannya terlebih dahulu.
" Umi pasti akan mengatakannya kepadamu nak. Tapi tidak untuk sekarang. " gumam umi sambil menatap punggung anaknya yang kian menjauh.
__ADS_1
bersambung