Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 11 ROH API PHOENIX


__ADS_3

(* di sebuah hutan yang tak jauh dari kediaman kakek Roy)


“Erik, Rusa itu berlari ke arahmu,” ucapku yang sedang mengejar rusa.


Kami sedang berlatih sebuah sihir yang diajarkan oleh kakek Roy, sihir itu adalah lanjutan dari sihir Penguatan. Sihir itu bernama “Full Enhance”.


Seperti namanya, sihir ini meningkatkan seluruh panca indra dan anggota tubuh. Baik dari segi kekuatan maupun kecepatan.


Bahkan sihir ini membuat mata dan telinga penggunanya menjadi sangat tajam.


“Teruslah mengajarnya AL, aku akan memberinya serangan kejutan.” Teriak erik sambil berlari dan mengubah posisi berjaganya.


Aku pun terus mengejar rusa itu, ketika hampir mendekati tempat erik tadi berjaga, rusa itu tiba tiba berbelok.


Mungkin dia mendengar teriakan erik ketika menyuruh ku tetap mengejar.


Tak jauh setelah rusa itu berbelok, erik pun muncul dari dalam semak dan langsung meringkus leher rusa itu.


Karna sihir Full Enhance yang dia gunakan, dia berhasil membuat rusa itu tidak bisa melawan,


Kami pun membawa Rusa itu ke rumah kakek Roy dalam keadaan hidup.


Dalam latihan ini, kakek Roy menyuruh kami untuk menangkap rusa dalam keadaan hidup dengan tangan kosong saja.


“Owaaahhh, kau sangat hebat yah erik, bisa mengalahkan seekor rusa dalam adu kekuatan” ucapku pada Erik ketika kami dalam perjalanan membawa rusa itu pulang.


“Hehe, kau juga sangat hebat AL, apa apaan kecepatan itu?. kau bahkan bisa mengimbangi kecepatan rusa ini.” Jawab Erik dengan nada heran


Padahal beberapa pekan yang lalu, aku masih membantu Erik untuk berlatih membawa pulang bola besi, sama seperti awal latihanku.


Waktu itu, setelah kami pulang dari ibu kota, aku dan Erik menceritakan tentang apa yang terjadi pada kakek Roy.


“Rumit juga yah, keadaan Kerajaan Mangrove.” Ucap kakek Roy pada kami.


“Baiklah, aku akan membantu kalian. Lagi pula, aku cukup dekat dengan ayah Erik.” Lanjut kakek Roy.


“apa kau mengenal ayahku?” tanya Erik pada kakek Roy.


“Tentu saja, dia adalah raja yang sangat baik dan sangat di kagumi oleh rakyat. Aku masih mengingat dengan jelas kebaikannya itu. Sayang sekali jika rakyat tidak bisa mengingat beliau.” Jawab kakek Roy.


Keesokan harinya, kakek Roy pun melatih kami.


Latihanku adalah menggunakan sihir penguat untuk melemparkan bola besi itu ke dalam hutan. Dan Erik menggunakan sihir yang sama untuk mebawanya pulang.


Berbeda denganku, erik bisa menyelesaikan latihan ini dalam waktu singkat.


“Orang berbakat memang beda yah.” Gumamku dalam hati.


Kami berlatih dengan pola seperti itu selama tiga pekan, dan erik pun sudah mencapai titik di mana dia sudah bisa meleparkan bola itu juga.

__ADS_1


Kakek bahkan pernah menyuruh kami melakukan lempar tangkap menggunakan bola itu, dan menurutku itu latihan terberat yang pernah ku jalani selama ini.


Kakek meberikan kami waktu istirahat selama dua hari setelah latihan kami itu.


Kemudian dia pun kembali melatih kami dengan sihir yang baru, yaitu “Full Enhance”.


Setelah beberapa hari berlatih, kami berhasil menguasai sihir itu.


Kadang kami melakukan pertarungan kecil agar kami bisa menggunakan sihir itu untuk waktu yang lama, kemudian latihan terkahir kami adalah menangkap se ekor rusa dewasa dalam keadaan hidup, dan hanya menggunakan sihir itu.


Setelah membawa rusa itu ke rumah, kami pun memasaknya bersama sama.


“baiklah, karna kalian sudah menguasai sihir Full Enhance, hari ini kalian akan ku biarkan untuk istirahat” ucap kakek Roy.


Aku dan Erik pun saling memandang lalu berkata.


“Akhirnyaa” ucap kami serentak sambil bernafas lega.


(*di sisi lain)


Di sebuah ruangan, dalam istana kerajaan Whale tepatnya dikamar Rasya, ratu Anastasia dan raja Walter sedang duduk di dekat Rasya yang masih terbaring pingsan.


“Mmmmm, dimana aku,?” taya Rasya yang baru saja terbangun.


“Rasya kau sudah sadar.” Ucap Ratu Anastasia sambil memegang tangan Rasya


Raja Walter pun menceritakan kejadian ketika Rian Datang ke istana untuk mencari bantuan, dan ketika raja walter berangkat untuk menolong Rasya dia sudah menemukan Rasya dan naga itu terbaring di medan pertempuran.


“Oh iya aku ingat.” Ucap Rasya sambil memegang kepalanya.


Rasya pun meceritakan kejadian waktu itu kepada raja Walter Dan Ratu Anastasia.


Sebelum bercerita, tiba tiba terdengar suara pintu yang di ketuk.


“tok tok tok”


“Masuklah.” Sahut raja walter.


Ketika pintu terbuka, ternyata yang datang adalah Kakek, Nenek, Rian, Lilanana, ratu Camelia, Ratu Reena dan ratu Riana.


Mereka datang ke kamar Rasya Setelah mendengar kabar dari prajurit, bahwa Rasya sudah sadar.


Setelah mereka duduk, Rasya pun menceritakan kejadiannya.


Ketika Rian berangkat ke istana untuk mencari batuan, Rasya bertarung melawan naga itu sendirian.


Walaupun sudah menggunakan sihir “Full Enhance" , dan di kobinasikan dengan sihir serangan tingkat menengah. Rasya tetap tidak bisa mengimbangi kekuatan naga itu.


(*Rasya mempelajari Sihir Full Enhance dari kepala sekoah sihir kerajaan whale yang saat itu menjadi guru pribadi Rasya dan Rian)

__ADS_1


Setalah bertarung beberapa lama, Rasya yang sudah kelelahan hanya bisa menghindar dari serangan serangan naga itu sembari menunggu batuan dari kerajaan.


Karna kelelahan, tubuh Rasya sudah terasa sangat berat untuk di gerakkan.


Ketika naga itu menyerang menggunakan cakarnya, Rasya melindungi dirinya dengan cara menangkis serangan itu.


Hasilnya Rasya kehilangan tangan kanannya, dan terlempar sangat jauh.


Rasya pun terbaring dan kehilangan kesadarannya.


Waktu itu Rasya bertemu dengan seorang pemuda berambut biru.


“Yo, kau sudah bangun.” Sapa pria itu.


“Diamana aku?, apa yang terjadi,? Dan siapa kau.?” Ucap Rasya yang kebingungan


“Aku adalah roh api, namaku Phoenix. Aku berbicara denganmu melalui ruang bawah sadarmu.” Ucap roh api.


“Hah.? Roh api.?” Rasya masih bingung.


“Apa kau tidak tau tentang roh Elemen.?” Tanya roh api pada Rasya.


“Tidak, baru kali ini aku mendengarnya.” Rasya sudah mulai tenang.


“heeeh, lupaka saja itu. Hei buatlah kontrak denganku, dan aku akan memberimu kekuatan untuk mengalahkan naga itu.” Ucap roh api pada Rasya.


“kenapa kau ingin membuat kontrak denganku, Memangnya apa untungnnya bagimu jika menjalin kontrak denganku.?” Tanya Rasya pada roh api.


“Mmmm tidak ada, hanya saja kau orang yang sangat menarik, aku sudah lama memperhatikanmu. Sayang sekali jika kau mati di sini.” Lanjut roh api.


“Baiklah, jika memang hanya itu yang kau inginkan.” Jawab Rasya yang menerima penawaran roh api.


Roh api pun mendekati Rasya, dia memegang pundak Rasya, kemudian muncul lingkaran sihir di bawah mereka. Perlahan lingkaran sihir itu bergerak keatas dan menghilang ketika melewaati kepala mereka.


Ketika Rasya terbangun, dia merasakan energi sihirnya meluap luap, tubuhnya terbakar oleh api biru, lukaya mulai sembuh dan tangannya ber-regenerasi.


“Inikah kekuatan yang di maksud oleh orang itu” gumam Rasya.


Dari kejauhan, naga yang sedang di lawan oleh Rasya sedang bersiap menyemburkan api yang memusnahka seluruh pasukan.


Sontak Rasya berlari mendkati naga itu sembari menghindari semburannya.


Ketika berada tepat di depannya, Rasya mengeluarkan sihir api tingkat tinggi dan menghantam naga itu.


“Maximum Inferno” teriak Rasya sambil melancarkan sihir api tingkat tinggi pada naga itu.


Sihir itu berhasil menembus kulit naga yag sangat keras itu. Bahkan sihirnya berhasil menembus dada naga itu dan membuat luka yang sangat besar.


Naga itu pun tersungkur ke tanah, di ikuti oleh Rasya yang juga tersungkur dan Pingsan karna kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2