Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 08 PERTEMUAN


__ADS_3

(*beberapa hari kemudian)


Ketika aku bangun di pagi hari, aku pergi ke ruang makan, dan di sana aku melihat ellie dan roh angin sedang berbincang. Aku pun menyapa mereka


“selamat pagi ellie, selamat pagi roh angin.”


”Selamat pagi AL” jawab mereka.


Setelah menyapa mereka, aku pun duduk di sebelah mereka.


“sebenarnya sudah lama aku ingin menanyakannya, apa kau punya nama.?” Aku bertanya pada roh angin.


“tentu saja, namaku Yue. Mulai sekarang kau harus memanggilku Yue, mengerti.?” Jawab roh angin.


“ah iya, aku memang berencana memanggilmu dengan namamu.”


Tak lama kemudian, kakek roy datang, dan dan kami pun sarapan bersama.


Seperti biasa, di pagi hari, kami pergi ke hutan untuk berburu, kemudian aku menggunakan waktu yang tersisa untuk melatih fisik dan sihirku.


Aku sudah menguasai beberapa sihir angin tingkat rendah, Salah satunya adalah sihir pembentukan angin, “Wind Arrow”. Aku pun sudah bisa melapisi senjataku dengan sihir, agar senjata itu menjadi lebih kuat. Dan sekarang pun aku sedang mempelajari sihir angin tingkat menengah, sihir itu bernama “Wind Blow”, sihir yang membuatku bisa memukul dari jarak yang jauh.


Walaupun sihir ini tergolong tingkat menengah, tapi sihir ini bisa menumbangkan sampai sepuluh pohon dalam sekali serang. Menurutku ini adalah sihir yang sangat hebat.


Setelah bahan sehari hari yang kami butuhkan terkumpul, kami pun kembali ke rumah.


Saat perjalanan pulang, kakek roy berkata padaku.


“Oh iya AL, hari ini ellie ingin ke ibu kota kerajaan mangrove untuk berbelanja, sepertinya kakek tidak bisa menemaninya, hari ini kakek harus mencari tanaman obat yang hanya tumbuh di dasar jurang tempatku menemukanmu. Maukah kau menemaninya menggantikan kakek.?”


“emang kakek yakin.?” Tanyaku agak ragu.


“apa maksudmu,?” jawab kakek roy


“tidak, maksudku, aku tidak yakin bisa menjaga ellie dengan benar kek, apalagi yang akan kami datangi kan ibu kota, setahu ku banyak penjahat dan preman yang memanfaatkan kepadatan penduduk ibukota untuk menyembunyikan kejahatan mereka.” Jelasku pada kakek roy.


“tidak apa apa, kau pasti bisa mengatasinya. Dan aku juga ingin kau membeli beberapa perlengkapan, seperti busur, pisau dan lain nya, Nanti aku akan memberikanmu daftar barangnnya. Kau bisa meminta ellie untuk menunjukkan tempat yang biasa ku kunjungi untuk berbelanja. Katakan saja padanya bahwa aku yang menyuruhmu.” Ucap kakek roy


“baiklah kek,” jawabku


Setelah sampai ke rumah, kakek roy pun memberitahukan pada ellie, bahwa yang akan menemaninya ke kota adalah aku, karna dia harus mencari tanman obat yang hanya tumbuh di jurang tempat kakek Roy menemukan arsyil.

__ADS_1


“cie cie, ada yang mau ngedate niee.” Ucap yue yang barus saja muncul entah dari mana.


Karna Yue terus menggoda kami, aku pun mengalihkan pembicaraan


“Oh iya, apa kau mau ikut bersama kami yue,?” tanyaku sambil mengalihkan pembicaraan


“Mmmm gimana yah, sepertinya menyenangkan, aku ikut deh.” Jawab Yue


Setelah mempersiapkan beberapa barang, kami pun berangkat ke ibu kota kerajaan mangrove.


Walaupun Tempat tinggal Kami masih berada dalam lingkup kerajaan whale, tapi kami tinggal di hutan blantara dekat perbatasan antara kerajaan whale dan kerajaan mangrove.


Jarak yang kami tempuh jika ingin ke ibu kota kerajaan mangrove jauh lebih dekat, daripada jarak ke kota terdekat yang ada di kerajaan whale.


Ku dengar dari kakek roy, bahwa kota terdekat yang ada di kerajaan whale dari tempat kami tinggal adalah kota angin.


Kota angin adalah tempat dimana kastil angin berada, atau tempat dimana kakek dan nenekku tinggal.


(* Di tengah jalan menuju ibu kota kerajaan mangrove)


“Oh iya yue, Aku tidak pernah melihatmu saat malam, memangnya kau pergi ke mana.?” tanyaku agak penasaran,


“Oh, ketika malam aku kembali ke dunia roh. seorang roh hanya bisa tinggal di dunia manusia selama 12 jam. Dan itu hanya bisa di lakukan oleh roh yang menjalin kontrak dengan manusia.”


Tiba tiba, kami mendengar suara pertarungan. Aku pun bergegas mendekatinya.


“Aku akan kesana duluan, kalian jangan mendekat ke pertarungan itu yah,” ucapku sambil berlari meninggalkan mereka.


Setelah mendekat, ternyata ada pedagang yang sedang di serang oleh bandit. Aku pun bergegas menolong pedagang itu.


Setelah mengalahkan bandit bandit itu, aku pun menghampiri pedagang itu.


“Apa paman baik baik saja,?” tanyaku pada pedagang itu.


“Oh, aku baik baik saja nak, terima kasih telah menolongku.” Ucap paman pedagang itu


“Kau kuat juga yah, siapa namamu.?” Tanya seorang pemuda yang tadi betarung bersamaku.


Pemuda itu umurnya sebaya denganku, dia memiliki rambut berwarna orange dan menutup mukanya dengan masker. Dia adalah seorang pengawal yang dibayar oleh paman pedagang.


“Namaku AL, Kau juga sangat hebat tadi.”

__ADS_1


“Oh, namamu AL yah, namaku Erik, aku adalah pengawal bayaran yang sedang mengawal paman pedagang ini, terima kasih sudah membantuku tadi,” ucap pemuda itu.


“Oh iya, sama sama,”


“ngomong ngomong, apa kau sendirian,? apa yang kau lakukan di hutan seperti ini.?” Tanya erik agak penasaran


“Oh aku tidak sendiri, aku bersama dua temanku, kami sedang menuju ibu kota kerajaan mangrove, mungkin mereka akan sampai sebentar lagi.”


Tak lama kemudian, ellie dan yue pun sampai ke tempat kami.


“AL, apa kau baik baik saja.?” Tanya ellie yang ngos ngosan karna berlari.


“Iya, aku baik baik saja kok, lihatlah tidak ada goresan sama sekali.”


“Whoaaa, enak banget yah, di temani oleh dua bidadari sekaligus,” sahut Erik sambil merangkul pundakku.


(* Yue Mengubah ukuran tubuhnya menjadi seperti manusia pada umumnya.)


“Dia siapa AL.?” Tanya ellie


“Oh, dia Erik, dia adalah pengawal yang mengawal paman pedagang itu. Erik, Perkenalkan, Dia Adalah temanku Ellaine, dang yang bersamanya adalah Yue,” ucapku sambil memperkenalkan mereka.


Kemudian kami membantu paman pedagang untuk membereskan barang bawaannya yang berantakan akibat pertarungan tadi.


Ternyata paman pedagang itu adalah pemilik toko yang akan aku tempati untuk membeli perlengkapan yang kakek roy minta.


“Eh, bukannya anda pemilik toko senjata yang sering di kunjungi kakek.?” Tanya ellie pada paman pedagang itu.


“Oh Ellie yah, Apa kau sedang menuju ibu kota.?” Tanya paman pedagang.


“iya paman, aku sedang menuju ibukota untuk berbelanja.”


“kalau begitu, naiklah ke kereta paman, anggap saja sebagai ucapan terimakasih paman karna temanmu sudah menolong paman.”


Kami pun setuju untuk menumpang di kereta kuda paman itu.


“Oh iya Ellie, apa kakek roy baik baik saja, kenapa dia tidak ikut bersamamu.?” Tanya paman itu pada ellie


“Kakek baik baik saja paman, dia sedang pergi ke lembah untuk mengumpulkan tanaman obat. karna itu Yue dan AL lah yang menemaniku, oh iya paman, kakek ingin memesan beberapa peralatan di toko Paman, ini daftar pesanannya.”ucap ellie sambil meminta daftar pesanan kakek padaku


Setelah aku memberikan daftar pesanan itu, paman itu pun berkata akan menyiapkannya setelah sampai ke ibu kota.

__ADS_1


Setelah menempuh satu jam perjalanan, kami pun sampai ke ibu kota kerajaan Mangrove.


__ADS_2