Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 48 KEMBALINYA 3 JENDERAL


__ADS_3

Halo PTB Lovers jangan lupa Pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya dan jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah, Agar kalian Tidak ketinggalan BAB selanjutnya Ketika Karya ini Update, selamat membaca.


LEADER Mempersembahkan


*Pangeran Tanpa bakat*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sebuah ledakan yang sangat dahsyat terjadi tepat setelah Sihir Disintegration Burst milik Ziz mengenai Ricardi.


“Sial, tidak sempat.” Ucap Anwar yang ingin melindungi Ricardi namun tidak sempat.


Erik, Marco, Tian dan Anwar berada cukup jauh dari tempat Ricardi terkena serangan sihir milik Ziz dan terpaksa hanya melihat kejadian yang sangat mengerikan terjadi di depannya tanpa bisa berbuat apa apa.


Kejadian yang sangat mengerikan itu membuar Erik, Marco, Tian dan Anwar langsung patah semangat seakan tidak memiliki kesempatan menang.


Tiba tiba Dari arah ledakan itu terdengar teriakan seseorang.


“Jangan lengah.” Ucap Orang itu.


Erik, Marco, Tian dan Anwar Sempat kaget dan bingung dengan keadaan mereka alami saat ini, padahal Sudah jelas Ricardi terkena serangan yang sangat dahsyat dari Ziz, namun seluruh bangsa Elf yang ada di sana hanya tersenyum dan tetap Fokus dalam pertarungan.


Anehnya lagi, suara Ricardi terdengar baik baik saja dari arah ledakan itu.


Setelah asap ledakan mulai menghilang sedikit demi sedikit, Bayangan seseorang mulai terlihat dari dalam asap itu, perlahan asap ledakannya menghilang dan akhirnya Terlihat jelas bahwa Ricardi masih berdiri kokoh tanpa Luka di Hadapan mereka.


Erik, Marco, Tian dan Anwar langsung tersenyum lega melihat Ricardi yang masih berdiri kokoh tanpa luka, di sisi lain mereka juga bingung karena Ricardi baru saja Lolos dari serangan sihir yang luar biasa Dahsyat.


“Syukurlah kau selamat, tapi bagaimana bisa?.” Tanya Anwar penasaran.


“Coba perhatikan baik baik di sekeliling kalian.” Ucap Ricardi Sembari tersenyum tipis.


Di sekeliling mereka terdapat sebuah barrier yang berwarna bening, Jika tidak di perhatikan dengan teliti maka barrier itu tidak akan terlihat sama sekali, yang membuatnya bisa terlihat hanyalah pantulan pantulan cahaya kecil yang terdapat di beberapa sudut, hal itupun harus di perhatikan dengan sangat jeli untuk melihatnya.


“Apa itu?, kenapa benda seperti itu dapat menahan serangan yang sangat dahsyat seperti tadi?.” Anwar Kembali bertanya.

__ADS_1


“Itu adalah salah satu sihir khusus milik bangsa Elf.” Sahut Ricardi singkat.


Barrier tersebut adalah salahsatu tehnik khusus yang di miliki oleh bangsa Elf, tepatnya Barrier itu adalah bagian dari sihir Space Of Eternity.


Erik, Marco, Tian dan Anwar hanya bisa menatap kagum ke arah Ricardi karena mempunyai Tehnik sihir yang sangat hebat seperti itu.


“Cih, kalian Benar benar mahluk yang menyebalkan.” Decak kesal Ziz setelah serangannya sama sekali tidak membuahkan hasil.


Walaupun hal itu adalah kali kedua Ziz mengalaminya, Namun Ziz masih saja kesal dengan tehnik sihir bangsa Elf.


“Untuk pertarungan jarak dekat kami bergantung pada kalian Loh.” Ucap Ziz menyemangati Erik, Marco, Tian dan Anwar.


Pada dasarnya bangsa Elf tidak memiliki Skill bertarung, walaupun Energi sihir mereka sangat banyak.


Bangsa Elf hanya ahli dalam sihir pertahanan dan sihir pendukung, walaupun ada beberapa di antara mereka yang bisa bertarung seperti ketiga jenderal Elf yang sedang terbaring di ruang perawatan.


Karena saat ini Ketiga Jenderal Elf sedang tidak bisa bertarung, Artinya saat ini Bangsa Elf hanya bisa mengandalkan Erik, Marco, Tian dan Anwar untuk bertarung di garis depan.


“Dengan ini Sekarang kita bisa Fokus bertarung.” Ucap Erik mulai semangat.


“Jangan salah Faham, dengan kemampuan bertarung seperti itu, Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkanku.” Sahut Ziz yang terlihat lebih tenang.


Walaupun Erik, Marco, Tian dan Anwar menang jumlah dan Sihir bangsa Elf sudah meningkatkan kemampuan mereka sampai melebihi batas, namun kekuatan mereka masih belum bisa mencapai Level Ziz yang memang sangat Tinggi.


Namun Hal itu Tidak membuat mereka berkecil hati, Mereka tetap tenang walaupun berhadapan dengan fakta mengerikan yang memang tidak bisa dibantah.


Atmosfer disekitar Ziz mulai berubah, Udara disekitar mereka juga terasa berat.


Gelombang energi sihir yang sangat pekat terlihat menyelimuti Tubuh Ziz, Energi sihir yang berwarna Merah pekatbagaikan api yang sedang berkobar dan menyelimuti Tubuh Ziz.


Namun Hal itu tidak membuat Mereka gentar Marco dan Tian Kembali membuka pertarungan dengan sihir tanah milik mereka.


TARING BUMI


Ketika Marco dan Anwar menepuk Tanah, Tiba tiba Area disekitar Ziz mengeluarkan bongkahan tanah berbentuk taring yang menyerang Ziz secara langsung.

__ADS_1


Sayangnya sihir milik Marco dan Anwar terlalu lemah untuk bisa menyentuh Ziz, Sihir mereka langsung hancur bahkan sebelum menyentuh tubuh Ziz dikarenakan energi sihir yang terpancar dari tubuh Ziz teramat sangat kuat.


“Sial, dia benar benar seorang monster.” Ucap Anwar yang mulai Panik.


Ziz perlahan berjalan kearah mereka berempat, serangan sihir beruntun dilancarkan oleh Erik dan Tian, namun sama sekali tidak mampu mengenai Ziz, sihir mereka akan langsung hancur sebelum menyentuh tubuh Ziz karena Aura sihir yang Ziz keluarkan teramat sangat tebal untuk ditembus oleh sihir mereka.


“Sudahlah, lebih baik kalian menyerah saja.” Ucap Ziz dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.


Kaki Marco, Tian dan Anwar mulai gemetar Ketika Ziz berada tepat di depan mereka, walaupun fisik dan mental mereka sudah di perkuat oleh sihir milik bangsa Elf, tetap saja Mereka tidak bisa menyangkal bahwa mereka hanya bagaikan semut kecil yang sedang berhadapan dengan monster.


Bahkan Erik yang kemampuannya di atas mereka juga merasakan tekanan Luar biasa Ketika Ziz berada tepat di depannya.


“Sial, apa apaan monster ini.” Gumam Erik dalam hati.


Ziz mulai mengangkat tangannya, sekali lagi Ziz akan mengeluarkan bola sihir yang sangat dahsyat miliknya untuk menyerang mereka, namun tepat sebelum Ziz melancarkan serangan sihirnya, sebuah Busur angin raksasa melesat kearah Ziz dan berhasil menggores wajah Ziz.


Walaupun busur angin itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, namun Sihir itu hanya mampu memberikan sedikit goresan pada wajah Ziz.


Luka di wajah Ziz awalnya mengeluarkan sedikit darah sebelum akhirnya Kembali sembuh.


“Heh, Aku sudah menunggu kalian.” Ucap Ziz dengan nada santai.


Busur angin itu adalah sihir yang dikeluarkan oleh salah stu dari tiga jenderal yang saat ini berdiri tidak jauh dari tempat mereka bertarung.


“Sudah kuduga, Kalian bangsa Elf memang sangat merepotkan, karena itu aku akan memusnahkan kalian hari ini.” Ucap Ziz yang terlihat lebih serius dari sebelumnya.


Walaupun mereka bertiga belum pulih Sepenuhnya, namun saat ini mereka harus ikut bertarung melawan Ziz walaupun hal itu akan mengancam nyawa mereka.


-Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah, dan jangan lupa bahagia :D


See You

__ADS_1


-Leader


__ADS_2