
(* beberapa meit yang lalu)
Setelah keluar dari gua tempat kami dan warga desa berlindung tadi, kami memutuskan untuk menunggu beberapa menit dan berharap mereka akan berubah fikiran dan mau ikut dengan kami.
Setelah beberapa lama menunggu warga desa, kakek Roy pun mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka dan mengantar Hana dan kakaknya terlebih dahulu.
“Bagaimana kek, apa kita akan menunggu mereka lebih lama lagi?,” Ucapku yang menunggu keputusan kakek Roy.
“Cukup berbahaya jika terlalu lama berada di sini, Sebaiknya kita antar Hana dan kakanya pulang terlebih dahulu ke desa, setelah itu barulah kita menyusun rencana agar mereka mau mempercayai kita setelah sampai ke desa.” Ucap kakek Roy.
Kami pun bersiap untuk berangkat.
“Oh iya. Nama kamu siapa.?” Tanya Yue pada kakak Hana.
“Bener juga, kita bahkan belum tanya namanya.” Sahut Erik memotong pembicaraan.
“Namaku Azalie.” Jawab kakak Hana.
(* BTW nama Azalie terinspirasi dari nama bunga gan yah tepatnya bunga “Azalea” dan umur Azalie saat ini adalah 17 tahun, Sama seperti Ellie dan Yue)
“Wah, nama yang indah yah, seperti orangnya” Ucap Erik sambil senyum manis.
Aku pun memotong pembicaraan mereka.
“ Bukan waktunya gombalin anak orang oy. Bahaya tinggal di sini lama lama.”
“Heh. Bilang aja iri,” Balas Erik
“Sudah sudah, bercanda mulu.” Ellie akhirnya angkat bicara.
“Jadi anak muda memang enak yah.” Sahut kakek Roy.
“Kaakeek, Jangan di ladenin.” Ellie pun mulai cemberut.
Hana dan Azalie yang tadinya hanya tegang dan ketakutan, akhirnya tersenyum setelah melihat kelakuan kami, dan Kami pun membalas senyuman mereka
“Pokoknya kita berangkat saja, nanti kita kembali ke sini setelah menyusun rencana, sekaligus membawa makanan untuk mereka.” Ucap kakek Roy.
Ketika kami hendak pergi, tiba tiba ada seorang warga yang keluar dari gua dan menghentikan kami.
“Tunggu,” Ucap orang itu.
Dia adalah Razel ayah Hana dan Azalie, tak lama setelah Razel muncul, warga lain pun terlihat kluar dari gua mengikuti Razel.
“Izikan kami ikut dengan kalian.” Ucap Razel sambil mendekati kami.
__ADS_1
Kami yang mendengar ucapan Razel pun tersenyum senang.
“Baiklah, ikutlah dengan kami.” Ucap kakek Roy.
Kami pun mulai berjalan menuruni gunung, tapi untuk jaga jaga, kami melewati jalan memutar yang bertolak belakang dengan jalan yang biasa di lewati warga desa.
Walaupun jalannya cukup jauh, setidaknya jalan itu akan lebih aman jika di bandingkan jalan yang sering di lalui warga desa untuk ke gunung ini.
Dalam perjalanan, aku cukup bingung karena tidak mendengar suara para monster itu sedikitpun, biasanya aku bisa mendengar suara salah satu dari mereka walaupun sedang berada di kaki gunung kerucut ini.
“Ini cukup aneh kek, walaupun kita sudah berjalan cukup lama, tapi aku tidak mendengar sedikit pun suara monster monster itu.” Ucapku dalam perjalanan.
“Benar juga, keheningan ini memang agak menggangguku.” Sahut kakek roy.
“Oh iya AL, sebenarnya aku sudah lama penasaran, bagaimana bisa kau mendengar suara yang sangat jauh itu.?” Tanya Erik padaku.
“Enatahlah Rik, aku juga tidak tau.” Jawabku.
“Ohem, aku tau loh.” Sahut Yue dengan nada sombong.
“Heh, Benarkah,? Ucapku dengan Erik serentak.
“benar juga, aku juga sedikit penasaran.” Ucap kakek Roy yang sedang memandu jalan.
“Jadi begini loh, karna aku sepenuhnya sudah menjadi milik AL, dia yang awalnya tidak memiliki energi sihir tipe angin, sekarang bahkan memiliki sihir tipe angin yang sangat besar.” Ucap Yue.
“ Gini loh AL, Sihir angin sendiri mempunyai beberapa perubahan, contohnya sihir getaran dan sihir suara.” Lanjut Yue
“Nah, yang terjadi pada AL adalah efek dari perubahan sihir angin menjadi sihir suara, sebenarnya aku juga cukup kaget, karna sihir itu adalah tipe sihir tingkat tinggi, namanya dalah “Sound Detections” sihir deteksi tingkat tinggi dengan mengandalkan pendengaran penggunanya.” Jelas Yue pada kami.
Rasa penasaran kami pun terpecahkan oleh penjelasan Yue.
“Begitu rupanya.” Ucap kami serentak.
“Artinya kakek Roy juga bisa melakukannya yah, karna tipe sihir kakek roy adalah angin.” Tanyaku kembali.
“Mmmm, entahlah, tapi hanya beberapa orang yang bisa menciptakan perubahan element sihir.” Ucap Yue.
“Memang benar, aku sudah mencoba beberapa cara untuk merubah tipe sihir anginku, tapi belum juga berhasil sampai saat ini.” Sahut kakek Roy.
“Tapi, jika di lihat lagi, sihirmu itu belum sempurna AL, nanti aku akan melatihmu agar bisa menyempurnakannya.” Ucap Yue padaku,
“Aku tidak akan membiarkanmu tidur malam ini,” ucapnya sambil memeluk lenganku dan mendekatkan bibirnya ke telingaku.
Sontak wajahku memerah karna malu.
__ADS_1
“A’apa maksudmu,” ucapku sambil melepaskan tanganku dari Yue.
“Sudah ku bilang bukan, aku akan melatihmu.” Ucap Yue sambil terseyum manis.
“Bisakah kau mengatakanya dengan cara biasa biasa saja.” Ucapku yang mulai tenang.
Yue hanya tersenyum tanpa membalas perkataanku.
“Ini bukan waktunya untuk bermesraan bukan, kita sedang dalam masalah loh.”. Ucap Ellie agak cemberut.
“Cie cie, ada yang cemburu nie, tapi ingat loh Kita adalah Saingan, siapa cepat dia dapat.” Yue mulai menggoda Ellie.
Ellie yang tadinya tenang tiba tiba salah tigkah dan wajahnya mulai memerah.
“Hah.? Siapa..”
“Berhenti.” Ucapku sambil memotong pembicaraan mereka.
Aku memotong pembicaraan mereka sebelum Ellie sempat menyelesaikan perkataan nya karna aku mendengar suara monster yang sangat menakutkan sedang menunggu kami di depan sana.
“yag benar saja, Apa apaan suara itu.” Gumamku dalam hati
Aku pun terdiam sejenak, keringat dingin mulai mengalir di wajahku.
“Ada apa AL,” tanya kakek Roy.
“Yue Ellie, bawa para warga menjauh dari sini,” ucapku yang masih kaku dan berkeringat dingin.
“Memangnya ada apa AL.” Kakek roy kembali bertanya.
“Di depan sana ada monster yang sangat mengerikan sedang menunggu kita kek, bahkan aku hanya mendengar suara nafasnya saja, tapi dia sudah berhasil mengintimidasi ku.” Jelasku pada kakek Roy.
“Cih, padahal desanya sudah sangat dekat, bersiaplah.” Decak kakek Roy.
Tiba tiba kami tanah mulai bergetar, sedikit demi sedikit getaran itu semakin terasa. getaran itu di akibatkan oleh monster yang berjalan mendekati kami.
“A’apa apan monster itu.” Ucapku yang membatu karna kaget melihat monster yang sangat besaar itu.
“begitu rupanya, Monster itu di sebut “Troll” kabarnya Troll adalah moster yang berasal dari dunia Iblis.” Ucap kakek Roy.
“Tapi apa yang di lakukan monster seperti itu di tempat ini kek” taya Erik pada kakek Roy
“Entahlah,” jawab kakek roy.
“Ellie, Yue, bawa mereka menuju rumah, itu akan lebih aman daripada melanjutkan perjalanan ke desa.” Lanjut kakek Roy.
__ADS_1
“Baik kek, ayo lewat sini,” Sahut Yue sambil menunjukkan jalan pada warga desa.
Setelah mereka pergi menuju rumah kakek Roy yang bersebrangan dengan desa Jerami, Aku Erik dan kakek Roy pun kini berhadapan langsung dengan Troll itu.