
Di sebuah singgasana yang sangat mewah, terlihat seorang iblis yang sedang duduk sambil menyandarkan dagu ke tangannya, dia ditemani oleh 7 orang permaisurinya yang sangat cantik, dia mempunyai rambut berwarna putih yang lumayan panjang, mata berwarna merah dengan pupil mata berwarna emas, postur tubuhnya tidak terlalu besar, bahkan dia hanya terlihat seperti seorang manusia biasa, walaupun penampilannya tidak menakutkan, tapi dia adalah sang kaisar iblis yang sedang duduk di singgasana yang berada di istana dunia Iblis. tak lama kemudian Ziz ditemani oleh Red yang berjalan di belakangnya datang untuk melaporkan bahwa misinya untuk mendapatkan mata air kehidupan yang telah gagal, namun sebelum Ziz berbicara, sang kaisar Iblis sudah menyapanya terlebih dahulu.
“Ada apa Ziz, Kenapa kau bisa babak belur begitu?” Ucap sang kaisar Iblis dengan wajah tanpa ekspresi.
Ziz hanya bisa terdiam dalam keadaan yang masih menunduk untuk memberi hormat pada kaisar Iblis, Ziz terlalu takut untuk mengatakan bahwa dia telah gagal untuk membawa pulang mata air kehidupan yang menjadi misinya.
“Begitu yah jadi kau gagal mendapatkannya.” Ucap Kaisar iblis kembali.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Kaisar Iblis sudah mengetahuinya dari sikap Ziz yang ketakutan saat menghadap padanya, di sisi lain kaisar iblis sudah menduga hal itu karena dia pernah membaca sebuah prasasti dimana air itu akan di minum oleh seseorang yang akan menguasai dunia.
Setelah mengatakan hal itu, kaisar iblis pun bangkit dari singgasananya lalu berjalan melewati Ziz dan Red yang masih menunduk di depan singgasananya, Kaisar Iblis berjalan menuju jendela tempat ia sering memandangi dunia iblis, setelah berdiri beberapa saat, tiba tiba energi sihir milik kaisar iblis meluap luap dan membuat ruangan itu seakan diterpa badai yang sangat dahsyat, petir hitam menyambar ke segala arah di ruangan itu dan membuat perabotan disana hancur lebur, Ziz hanya bisa terdiam dan gemetar ketakutan ketika melihat hal itu terjadi, bahkan Ziz sangat takut untuk mengangkat kepalanya dan melihat ke arah kaisar iblis.
Tak lama kemudian amukan sihir milik kaisar iblis pun mereda, kaisar iblis kembali berjalan menuju singgasananya dan melewati Ziz dan Red yang masih menunduk.
“Pergilah.” Ucap Kaisar iblis pada mereka berdua.
__ADS_1
Ziz sangat lega ketika kaisar iblis mengatakan hal itu, pasalnya Ziz sudah memastikan bahwa dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat setelah gagal dari misinya itu, di sisi lain Kaisar iblis memang sedikit kesal karena tidak bisa mematahkan ramalan dalam prasasti itu, hanya saja dia merasa tidak adil jika harus menghukum bawahannya yang gagal dalam misi yang memang hampir mustahil, kaisar iblis sangat tahu bahwa misi itu hampir tidak memiliki kemungkinan sukses karena prasasti itu ditulis oleh para dewa, kaisar iblis sangat tahu bahwa walaupun dia yang menjalankan misi itu, belum tentu dia akan berhasil mendapatkannya.
Di sisi lain aku baru saja terbangun dan sekarang berada di tempat tidur, aku langsung memegangi kepalaku yang serasa ingin meledak, aku mengingat kembali saat aku terjatuh pingsan tepat setelah kami melakukan teleportasi untuk kembali kedalam dugeon, sepertinya tubuhku sangat terbebani dalam pertempuran itu sehingga aku langsung pingsan setelah merasa semuanya telah berakhir.
Ketika aku ingin bangkit dari tempat tidurku, aku merasakan nyeri di sekujur tubuhku, namun aku melihat energi sihir yang mengalir pada tubuhku telah benar benar stabil, sepertinya aku memang benar benar berhasil menahlukkan kekuatan mata air kehidupan seperti yang dikatakan oleh Ziz dalam pertarunganku, aku mulai berjalan keluar kamar untuk menemui yang lainnya, tapi sebelum aku keluar dari kamar itu, aku sempat melihat ke sebuah cermin, sulit dipercaya tapi tinggi dan postur badanku memang sedikit berubah, bahkan wajahku juga sedikit berubah, bisa dibilang aku bertambah tampan saja, aku mulai berpikir bahwa ini adalah efek samping dari kekuatan yang diberikan oleh air mata kehidupan itu.
“Howa, ternyata tubuhku benar benar berubah yah.” Ucapku sambil memandangi cermin.
Tak lama setelah aku memandangi cermin, pintu kamar tiba tiba terbuka, ternyata Yue datang untuk melihat keadaanku.
Aku sempat terkejut karena Yue membuka Pintu kamar secara tiba tiba, hal itu juga membuatku bingung dan bertanya tanya, ada dengan pendengaranku yang tajam itu, bahkan sekarang aku merasa bahwa pendengaranku sudah tidak tajam lagi, rasanya pendengaranku sudah seperti manusia pada umumnya.
“Oh Yue yah, kau membuatku kaget saja.” Ucapku singkat.
Yue segera mendekatiku dan memegang kedua tanganku, Yue dengan sangat cepat menanyakan keadaanku sambil mendesakku hingga terbentur ke dinding.
__ADS_1
“Yue tenanglah, aku baik baik saja.” Ucapku ketika punggungku membentur dinding.
Setelah aku mengatakan itu, Yue langsung lompat ke dadaku dan mememelukku, aku hanya bisa tersenyum dan mulai mengusap kepalanya, aku sangat senang ketika Yue melakukan hal itu karena itu membuatku yakin bahwa Yue benar benar menghawatirkanku dari lubuk hatinya.
Tak lama setelah aku mengusap kepala Yue, Aqua pun datang dan langsugn berteriak setelah melihat kami.
“Kakak, bukannya kau hanya ingin melihat keadaan AL saja?” Teriak Aqua setelah melihat kami.
Aqua segera berjalan ke arah kami dan memaksa Yue untuk melepaskan pelukannya dariku, setelah Yue melepaskan pelukannya, dia langsung bertengkar dengan Aqua, tanpa sadar aku langsung tertawa setelah melihat tingkah mereka yang kekanak-kanakan itu. entah kenapa, tapi aku merasa ada beban berat yang terangkat dari lubuk hatiku, aku sangat senang karena bisa melihat tingkah mereka berdua.
“Maaf mengganggu pertengkaran kalian, tapi aku sedang lapar, tolong antar aku ke meja makan.” Ucapku sambil merangkul Yue dan Aqua.
Aku segera memeluk leher mereka berdua dan menyeretnya keluar dari kamar, aku bahkan sempat tertawa lepas ketika melakukan itu, aku merasa entah kenapa, bukan hanya fisikku saja yang berubah, tapi kepribadianku juga ikut berubah, aku mejadi sangat tenang dan percaya diri, bahkan aku sendiri bingung dari mana rasa percaya diri ini datang dan kenapa aku bisa sesantai ini saat merangkul mereka berdua, biasanya ketika aku dipeluk oleh mereka beruda mukaku akan memerah dan jantungku berdebar keras, namun kali ini aku bisa berinteraksi dengan mereka seperti sedang berinteraksi pada adikku Liliana.
ketika memikirkan itu, aku kembali terbayang wajah ibundaku dan wajah Liliana, mungkin itulah yang dinamakan perasaan rindu, lagipula sudah 2 tahun aku tidak bertemu dengan mereka dan perjalananku kali ini adalah untuk bertemu dengan mereka, hanya saja aku malah terlibat masalah dengan mahluk mengerikan yang hampir merenggut nyawaku dan akhirnya aku bisa melewati itu semua.
__ADS_1
Besambung....