Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 35 KELELAWAR RAKSASA


__ADS_3

Halo PTB Loovers jangan lupa pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya, jangan lupa pencet tombol Favorit juga biar kalian dapat notifikasi jika karya ini Update, selamat membaca.


LEADER Mempersembahkan


*Pangeran Tanpa bakat*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“AL, apa kau yakin ingin terus menyembunyikan jati dirimu pada mereka?.” Tanya Erik tiba tiba


Perjalanan dari kediaman kakek Roy menuju ibu kota kerajaan Whale memakan waktu sekitar empat hari jika hanya berjalan kaki seperti biasa, dan membutuhkan waktu sekitar dua hari saja jika mengendarai kuda.


Kami harus mengelilingi sebuah lembah yang sangat besar dan melewati beberapa desa sebelum kami sampai ke ibu kota kerajaan.


“Enggak kok Rik, aku berencana memberitahukan pada mereka. Hanya saja, aku membutuhkan waktu yang pas untuk memberitahu mereka.” Jawabku pada Erik.


“Begitu yah.” Ucap Erik singkat.


Di tengah perjalanan kami, aku tiba tiba mendengar teriakan minta tolong, dari suaranya mungkin dia seorang anak kecil.


“Eh Rik bentar.” Ucapku menghentikan langkah kami.


“Ada apa AL.” ucap Erik bersiaga karna melihat ekspresi mukaku yang tegang


Setelah memfokuskan pendengaran ku, aku pun memastikan arah suara itu dan segera berlari ke sana.


“Dari arah sana Rik, Ayo.” Ucapku lalu berlari


Erik pun mengikuti ku dan berlari tepat di sampingku.


Setelah berlari sejauh beberapa ratus meter, kami melihat seorang gadis kecil yang di bawa terbang oleh kelelawar raksasa, gadis itu menjerit minta tolong tapi tidak terlihat seorang pun datang untuk menolongnya.


“Mahluk apa itu AL?.” Tanya Erik setelah melihat kelelawar raksasa itu.


“Siapa peduli, pertama tama kita selamatkan dulu anak itu.” Ucapku lalu mempercepat langkahku dan meninggalkan Erik


Berkat sihir Langkah Angin yang baru saja ku kuasai, aku pun bisa berlari sangat cepat mengejar kelelawar raksasa itu.


Aku memadatkan udara sekitar kakiku agar aku mempunyai pijakan untuk mengejar kelelawar raksasa yang sedang terbang tinggi itu.


Karna gerakan ku yang hampir tidak bersuara, kelelawar itu sama sekali tidak menyadari kedatanganku.


Aku sempat ingin membunuh kelelawar raksasa itu dengan satu serangan besar, tapi Karna takut anak itu ikut terlempar, aku hanya menggunakan lapisan Full Enhance pada tinjuku untuk memukul leher kelelawar raksasa itu.


Kelelawar raksasa itu pun terlempar jauh, untunglah kelelawar itu melepaskan cengkramannya pada gadis kecil itu setelah aku mengagetkannya dengan pukulan keras.

__ADS_1


Setelah gadis kecil itu terjatuh, aku bergegas menyelamatkannya, karna gerakan ku menjadi sangat cepat karna sihir Langkah angin, di tambah aku bisa memadatkan udara sebagai pijakan, aku pun berhasi menyelamatkan gadis kecil itu jauh sebelum mencapai daratan.


“Hei, kau tidak apa apa.?” Tanyaku Lembut karna tidak ingin dia takut padaku.


Bukannya menjawab pertanyaanku, gadis kecil itu justru memeluk leherku dengan sangat erat, lalu berbisik padaku.


“Bisakah kita turun ke daratan terlebih dahulu, aku takut ketinggian”


Karna baru tersadar bahwa kami masih berada pada ketinggian yang memang sangat menakutkan untuk seorang anak kecil, aku pun menepuk jidat ku karna heran pada diriku sendiri, kemudian aku pun membawa gadis itu turun ke tanah secara perlahan.


(* beberapa menit yang lalu Di tempat yang tak jauh dari tempat AL sekarang)


Erik yang tidak memiliki kecepatan yang bisa mengimbangi AL hanya bisa menyusul AL dari belakang.


“Sial, Kenapa AL bisa secepat itu.” Gumam Erik sedikit kesal karna tidak bisa mengejar AL


Erik pun menggunakan sihir penciptaan api untuk membuat sepasang sayap Api, lalu terbang untuk menyusul AL yang berlari keatas langit.


Tak lama setelah Erik terbang, tiba tiba seekor kelelawar raksasa terjatuh dan mengarah pada Erik.


Melihat Kelelawar yang jatuh ke arahnya, Erik pun kaget dan segera menghindar dengan cepat.


“Oy AL, kau mau membunuhku yah.” Teriak Erik karna kaget.


Di hadang oleh Erik dengan sayap Apinya yang menyengat serta Intimidasi yang di keluarkan Erik, membuat kelelawar itu mengurungkan niatnya untuk membalas AL dan bersiap untuk bertempur dengan Erik.


Karna tidak ingin membuang waktu, Erik langsung mengeluarkan busur api raksasa dengan menggunakan sihir penciptaan api miliknya.


“Burning Bow”


Erik pun melepaskan anak panah Api dan melesat cepat mengarah pada kelelawar itu, karna tidak bisa menghindari serangan Erik, kelelawar itu terbakar tak bersisa hanya dalam waktu beberapa detik saja.


(*Di tempat yang tak jauh dari Erik)


Setelah mendarat, aku pun kembali bertanya pada gadis kecil itu.


“Hei kau tidak apa apa?, apa ada yang terluka?” tanyaku lembut.


“Enggak kok kak, Aku baik baik saja, terimakasih sudah menolongku.” Ucap gadis kecil itu sambil menghapus sisa sisa air matanya.


Melihat ekspresinya sudah sedikit tenang, aku pun melanjutkan pertanyaanku.


“Oh iya, nama kamu siapa?.”


“Namaku Dian kak.” Jawab gadis itu sedikit tersenyum.

__ADS_1


Tepat setelah Dian mengatakan namanya, Erik pun datang pada kami.


“AL, apa kau baik baik saja” teriak Erik dari kejauhan


“Ya, bagaimana denganmu.” Jawabku pada Erik


“Aman, tenang saja.” Jawab Erik singkat.


Setelah sampai ke dekat kami, Erik kembali bertanya


“Apa gadis kecil ini yang di bawa oleh Kelelawar tadi?.” Tanya Erik penasaran.


“Yah, Namanya Dian. Oh iya Dian, apa rumahmu berada jauh dari sini?.” Lanjutku bertanya


“Enggak kok kak, aku tinggal di desa cemara yang tak jauh dari sini.” Ucap dian yang sudah tenang.


“Kalau begitu naiklah ke punggung kakak, kami akan mengantarmu pulang.” Ucapku lalu membungkuk.


Dian pun langsung mengangguk senang tanda setuju, lalu bergegas naik ke pundakku.


Karna hari sudah menjelang malam, aku dan Erik berangkat lewat udara agar perjalanan kami lebih cepat.


“pegangan yang erat yah Dian, kita akan terbang lagi, tapi tidak terlalu tinggi kok.” Ucapku lalu berangkat.


Agar Erik tidak tertinggal, aku hanya berlari di udara dengan menggunakan sihir Full Enhance, bukan sihir langkah angin.


“Tapi yah, sayapmu itu benar benar hebat yah Rik.” Ucapku dalam perjalanan


“Benarkah, tapi menurutku yang hebat itu kecepatanmu AL, walaupun Blaze sudah menjelaskan bahwa karakteristik sihir angin bertumpu pada kecepatan dan api bertumpu pada daya serangan, tapi kecepatanmu tadi benar benar di luar bayanganku.” Ucap Erik sedikit takjub.


“Benarkah, Hmm tapi yah, setiap elemen sihir sama sama memiliki kelebihannya sih” Jawabku Polos.


Tak lama setelah kami berangkat, kami pun sampai ke desa Cemara, tempat tinggal Dian.


-Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, Author Doain semoga kalian sehat selalu dan rezekinya di lancarkan aamiin.


Cuman mau bilang makasih banyak udah mampir dan natikan kelanjutannya yah


See You


-Leader

__ADS_1


__ADS_2