Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 59 GERBANG ROH


__ADS_3

Ditengah Pertarunganku dengan Ziz, aku tiba-tiba merasakan sakit di sekujur tubuhku, hal tersebut adalah Efek samping dari kekuatan yang kudapatkan secara instan tersebut, sekujur tubuhku seakan membengkak dan ingin meledak, akibatnya aku sedikit kesulitan untuk bergerak dalam pertarungan dan membuat Ziz berhasil mendapat kesempatan untuk mendaratkan pukulannya yang dilapisi dengan sihir ledakan tepat di kenginku.


Ketika Ziz berhasil Mendaratkan Pukulannya padaku, aku pun terlempar cukup jauh dan menghantam lalu menghancurkan beberapa bangunan, hingga akhirnya aku terhenti setelah menabrak dinding sebuah rumah, akibatnya Seluruh tubuhku terutama punggungku serasa hancur, beberapa Tulangku retak dan ada juga yang patah, darah pun mulai menetes dari keningku akibat terkena pukulan Ziz.


Setelah terhenti, aku pun mulai mengerang kesakitan, aku mulai mengusap darah dari keningku yang mulai menetes ke mataku.


“Ah sial, Sakit sekali.” Gumamku yang mengerang kesakitan.


Ketika aku melihat bangunan yang ku tabrak tadi, aku pun mulai berpikir bahwa kenyataan bahwa aku masih hidup dan masih sadar adalah sebuah keajaiban, pasalnya jalur yang kulewati ketika terhempas menjadi hancur lebur, beberapa rumah pun roboh karena hantamanku.


“Ap- untunglah aku masih hidup.” Ucapku yang cukup kaget ketika melihat beberapa rumah yang roboh.


Setelah mengatur nafasku kembali, aku pun mencoba untuk berdiri dan menjauhkan beberapa puing bangunan yang terseret ketika aku terlempar, hal yang sangat aneh kembali terjadi pada tubuhku, aku kembali mendengar suara tulang tulangku yang bergesekan seakan mengatur posisinya masing masing, beberapa suara tulang yang patah dari tubuhku pun kembali tersambung, bahkan pundakku yang terkilir, perlahan kembali ke posisinya semula, luka pada tubuhku mulai menutup dan tetesan darahku pun terhenti.


Tak lama setelah aku bangkit, luka dikening dan tubuhku telah Sembuh sepenuhnya, bahkan tidak ada bekas luka sama sekali pada keningku. seluruh tubuhku kembali bungar dan tidak ada kendala sama sekali, hal itu membuatku menyimpulkan bahwa aku memang memiliki kekuatan regenerasi super cepat, namun tetap saja, rasa sakit ketika tubuhku hancur masih terasa, walapun tubuhku bisa sembuh dengan sendirinya, namun aku tetap saja merasakan sakit yang luar biasa ketika terluka, ditambah rasa sakit akibat efek samping dari kekuatan yang kudapatkan masih terasa, bahkan semakin bertambah.

__ADS_1


Walaupun tubuhku dipenuhi rasa sakit yang luar biasa, entah kenapa aku bisa tetap tenang dan tidak memperdulikannya sama sekali, sepertinya mentalku sudah terbiasa dengan rasa sakit seperti ini ditambah aku lebih takut jika Ziz menghancurkan tempat ini dan membunuh semua teman temanku daripada takut akan kondisi tubuhku sendiri.


Setelah Tubuhku bisa ku gerakkan dengan Bebas, aku pun kembali menemui Ziz, kali ini kepercayaan Diriku benar benar sudah matang berkat regenarasi super cepat yang aku dapatkan entah dari mana, aku yakin dengan regenasi yang aku miliki, aku akan sanggup mengulur waktu hingga Luka yang kuberikan pada Ziz menjadi parah dan memaksanya untuk mundur, bahkan aku berharap bisa mendaratkan beberapa pukulan tabahan padanya.


Disisi lain, Balze, Yue dan Aqua menjadi sangat Cemas dengan Keadanku dan Erik, Pasalnya mereka tidak bisa membuka gerbang Roh yang tersambung dengan kami.


“Apa maksudnya ini, Kenapa kami tidak bisa membuka gerbang Roh yang menghubungkan kami dengan Erik dan AL.” Gumam Blaze yang kebingungan.


Karena merasakan guncangan akibat seranga Ziz beberapa waktu lalu, Blaze, Yue, Aqua, Paman Roy dan Ellaine menjadi sangat cemas dengan kondisiku dan Erik, ditambah Yue dan Aqua merasakan firasat buruk ketika guncangan itu terjadi, namun ketika Yue ingin menyusulku menggunakan Gerbang Roh, Anehnya Yue Tidak Bisa membuka Gerbang yang terhubung Padaku, mereka hanya bisa membuka gerbang menuju dunia Roh saja, namun tidak bisa membuka gerbang menuju tempatku berada, hal yang serupa terjadi pada Blaze, Setelah mencoba membuka Gerbang Roh yang menghubungkannya dengan Erik, Blaze juga tidak berhasil membukanya, hal itu membuat mereka semakin cemas.


Berkat Kontrak yang terikat padaku dengan Yuki dan Aqua, harusnya Mereka berdua bisa membuka Gerbang Roh yang terhubung dengan tempatku berada sekarang, begitupun dengan Blaze yang terikat kontrak dengan Erik. Tapi entah mengapa, Blaze, Yue dan Aqua sudah beberapa kali mencoba membuka gerbang yang terhubung denganku, sayangnya gerbang tersebut tidak terbuka sama sekali.


Karena para Roh kontrak memiliki batasan waktu tertentu ketika berada di dunia manusia, Akhirnya Blaze, Yue dan Aqua telah kembali ke dunia Roh, sayangnya saat ini mereka bertiga justru tidak bisa kembali ke dunia manusia karena mereka hanya bisa melakukannya jika menggunakan gerbang Roh yang terhubung dengan kontrak mereka, sayangnya saat ini mereka tidak bisa membuka gerbang tersebut dan mereka bertiga tidak tahu penyebabnya.


“Tidak sama Sekali, aku tetap tidak bisa membuka gerbang yang menghubungkanku dengan Erik.” Ucap Blaze menjawab pertanyaan Yue.

__ADS_1


Mendengar jawaban Blaze, Yue hanya bisa tertunduk diam, di ikuti oleh Aqua yang hanya bisa merangkul Yue tanpa bisa berbuat apa apa.


Ditengah kebingungan mereka, Seorang Roh Lelaki dengan rambut panjang datang menemui mereka, dia adalah sang Roh Halilintar yaitu Rayden. Rayden telah memperhatikan mereka bertiga yang menunjukkan raut muka cemas setelah mereka kembali dari dunia manusia, namun mereka bertiga tidak pernah sedikitpun mengatakan penyebab kecemasan mereka pada Rayden, karena Rayden penasaran dengan tingkah mereka, Rayden pun memutuskan untuk mendatangi mereka bertiga dan menanyakan apa yang terjadi pada mereka.


“Blaze, Yue, Aqua, apa yang terjadi, kalian tampak Cemas.” Tanya Rayden setelah mendekati mereka.


Mereka bertiga sempat Terkejut ketika Rayden tiba tiba datang dan bertanya pada mereka, mereka bertiga terlalu cemas dengan keadaanku dan Erik sehingga mereka tidak menyadari bahwa Rayden sudah berada di samping mereka. Di sisi lain, setelah Blaze melihat Rayden, Blaze tiba tiba menjadi sedikit lega, Blaze pun segera menceritakan apa yang telah terjadi dan apa yang menyebabkan mereka bertiga sangat cemas kepada Rayden sembari Berharap Bahwa Rayden tahu penyebab mereka tidak bisa membuka gerbang roh dan bagaimana cara mengatasinya.


“Untunglah Kak Rayden datang, Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Ucap Blaze dengan raut uka yang sedikit Lega.


Melihat Ekspresi Blaze, Rayden sedikit tersenyum sebelum membalas Ucapan Blaze


“Boleh, kau ingin menanyakan Apa?” Ucap Rayden yang sedikit tersenyum.


Blaze pun menceritakan kejadian ketika guncangan terjadi di dunia manusia yang membuat mereka bertiga sangat cemas, ditambah kerika mereka ingin menyusulku dan Erik, mereka tidak bisa membuka gerbang roh dan tidak tahu penyebabnya.

__ADS_1


Ketika mendengar cerita Blaze, Rayden sempat terdiam karena ini kali pertama hal itu terjadi, sampai akhirnya Rayden mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan gerbang Roh yang menghubungkan Blaze, Yue, Aqua dengan aku dan Erik.


Bersambung...


__ADS_2