
(* Beberapa menit yang lalu)
Setelah Ellie dan Yue mengobati warga yang terluka, kami pun memberikan beberapa makanan untuk mereka.
Walaupun tidak banyak, tetapi kami berharap mereka akan mempunyai tenaga yang cukup untuk menuruni gunung setelah memakan makanan itu.
Setelah mereka makan, kami menjelaskan rencana untuk mengawal mereka pulang.
“Baiklah, kami akan mengantar kalian pulang dengan selamat.” Ucap Erik pada mereka.
“Selamat katamu.” Gumam salah seorang yang dari tadi hanya duduk termenung.
Tiba tiba dia bangkit dari tempat duduknya, kemudian mendekati dan menarik kerah baju erik.
“Tenang paman.” Ucapku sambil memegang orang itu dari belakang.
“Kau bisa mengatakannya semudah itu karna kau tidak melihat monster monster itu secara langsung”. Lanjut orang itu dengan nada keras, sambil menetekan air mata.
“Para prajurit kerajaan saja di habisi dalam sekejap, memangnya apa yang bisa di lakukan anak kecil sepertimu.” Ucapnya sambil mengusap air matanya.
Setelah mengatakan itu, dia pun berhasil menenangkan dirinya, kemudian melepaskan genggaman nya dari kerah baju Erik.
Kami tidak menegur orang itu karna kami tahu bahwa dia mengalami trauma yang sangat dalam karna kejadian ini.
Keadaan kami sempat menjadi hening setelah kejadian itu, beberapa orang hanya bisa menundukkan kepalanya karna tidak bisa berbuat apa apa, termasuk aku.
Tiba tiba kakek Roy angkat bicara dan memecah keheningan itu.
“Jika kalian ikut dengan kami, aku akan menjamin keselamatan kalian. Tapi jika kalian lebih memilih untuk menyerah dan mati di sini, itu terserah kalian. Aku hanya akan mengantar Hana dan kakanya saja pulang ke desa Jerami” tegas kakek Roy pada mereka.
Walaupun perkataan kakek Roy berhasil memecahkan keheningan, tapi kata kata itu tidak mampu membuat mereka yakin bahwa kami bisa menyelamatkan mereka.
Melihat ekspresi mereka yang putus harapan itu, kakek Roy sempat berdecak kesal.
“Cih. Kalau begitu ayo kita pergi, tinggalkan saja orang orang tidak berguna itu.” Ucap kakek Roy sambil menggendong Hana.
Berbeda dengan para warga, Hana dan kakanya mempercayai kami sepenuhnya. Karna itu mereka mau mengikuti kami.
__ADS_1
“Apa ini yang terbaik kek.?” Tanyaku dengan nada lemah.
“Entahlah, tapi aku berharap mereka mau mengubah niatnya dan ikut bersama kita.” Jawab kakek agak datar.
“Pokonya kita tunggu saja mereka di luar. Jika mereka tidak berubah pikiran, maka kita fikirkan cara untuk meyakinkan mereka setelah mengantar Hana pulang.” Lanjut kakek Roy
Setelah sampai ke sisi luar gua, kami pun istirahat sejenak dan menunggu orang orang itu untuk beberapa saat.
(* sementara itu di dalam gua terjadi perdebatan antara ayah Hana dan warga lain.)
“Apa kalian yakin tidak ingin ikut dengan mereka.?” Tanya Razel pada orang orang itu.
(* Razel adalah nama ayah Hana, dia salah seorang yang cukup terpandang di desa Jerami.)
“Mau bagaimana lagi bukan, bukankah Kau lihat sendiri saat para prajurit itu di bantai oleh para monster monster itu. Memangnnya apa yang bisa kita harapkan dari anak anak itu.?” Ucap salah seorang warga
“Iya betul itu” warga lain pun membenarkan
“Hei Razel, ketika kita menuju tempat ini, kita yakin dan bisa mempercayakan nyawa kita pada kepala prajurit, karna memang mereka bisa di andalkan. Orang tua itu mungkin terlihat hebat, tapi dia hanya bersama empat orang anak anak saja, bahkan dua orang diantara mereka adalah perempuan. Memangnnya apa yang bisa kita harapkan dari mereka.” Ucap warga yang lainnya.
Orang orang yang ada di dalam pun setuju dengan pendapat itu.
“kalian salah, Aku ke sini karna aku yakin pada kemampuanku untuk menyelamatkan kalian. bukan karna mempercayakan nyawaku pada kepala prajurit itu.” Sahut Razel di tengah keributan itu.
“Ketika aku ke sini, aku tidak tahu bahkan tidak terlintas sedikitpun dalam benakku bahwa aku akan berhadapan dengan monster yang sangat menakutkan itu, karna itu lah aku berani datang ke tempat ini. Jujur saja aku sangat takut sampai sampai tidak ingin melangkah keluar lagi.” Razel melanjutkan ucapannya.
“Tapi mereka berbeda, Pasti Hana sudah menceritakan tentang monster itu pada mereka. Aku tahu karna merka tidak terkejut sama sekali setelah aku menceritakan tentang monster monster itu itu pada mereka. Bahkan mereka tidak merasa takut sedikitpun dan yakin bisa mengantar kita pulang. Jika itu aku, aku akan lebih memilih menghindar dan mencari bantuan orang yang lebih kuat, tapi mereka tidak melakukan itu. Mereka lebih memilih berangkat untuk menyelamatkan kita, walaupun tahu bahaya yang akan mereka hadapi.” Jelas Razel pada teman temannya.
“Aku akan ikut dengan mereka. Ini mungkin agak sulit bagi kalian, tapi aku akan mempercayakan nyawaku pada anak muda itu.” Tegas Razel yang ingin menyusul Kakek Roy.
(* Di saat yang sama di desa Jerami)
Ting. Ting. Ting. Ting. Ting. Ting. Ting....
Lonceng tanda bahaya berbunyi keras di gerbang desa.
Tak lama kemudian, terdengar suara ledakan.
__ADS_1
“BOOM”
Gerbang desa pun hancur lebur karna ledakan itu debu beterbangan dimana mana dan menutupi pandangan.
Di balik debu yang beterbangan itu, muncul sebuah banyangan mahluk yang sangat besar.
Tak lama kemudian, jeritan warga pun terdengar di mana mana.
Kepala desa yang tadinya tertidur, tiba tiba terbangun karna kaget.
“Ada apa ini.” Gumam kepala desa yang terbangunkarna kaget.
Dia pun bergegas untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Setelah sampai ke halaman rumahnya, tiba tiba dia terduduk lemas setelah melihat apa yang terjadi di desa Jerami.
“A’Apa apan ini.? Apa yang sebenarnya terjadi?”. Ucap kepala desa yang terduduk lemas setelah melihat empat ekor serigala raksasa menghancurkan desa.
“Kepala desa, cepat lari dari sana,” teriak seorang warga yang berlari menyelamatkan diri.
Tanpa Arsyil dan yang lainnya sadari, ternyata monster yang selama ini menghuni gunung sudah menyerang pemukiman warga di desa jerami.
Keadaan desa jerami sangat menganaskan, banyak mayat warga yang tergeletak di jalan karna serangan monster monster itu dan beberapa rumah warga sudah hancur karna ulah mereka.
Kebakaran dimana mana, di sebabkan serangan bola api yang berasal dari mulut ke empat serigala itu.
“Semuanya, berlarilah ke arah ibu kota, selamatkan diri klian masing masing dan jangan pedulikan barang barang kalian.” Teriak kepala desa pada warga.
Warga desa pun berlari menuju arah yang di tunjuk oleh kepala desa dalam keadaan panik, tapi ada juga beberapa warga pemberani yang memilih untuk melawan monster itu.
“apa yang kalian lakukan, cepat lari dan selamatkan diri kalian.” Teriak kepala desa dengan nada takut.
Tiba tiba terdengar teriakan seseorang.
“Wind Blow”
Dan “BOOM.”
__ADS_1
Serigala itu terpental jauh, dan tidak sempat membunuh warga yang ingin melawan.