
Halo PTB Loovers jangan lupa pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya, jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah biar kalian dapat notifikasi jika karya ini Update, selamat membaca.
LEADER Mempersembahkan
*Pangeran Tanpa bakat*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di sebuah kaki gunung yang di kelilingi oleh hutan tropis yang sangat lebat, aku dan dan seluruh pasukan yang di pimpin oleh kepala desa cemara sedang menuju puncak gunung untuk membasmi kawanan kelelawar raksasa, yang menurut info dari warga desa, mereka berkumpul tepat di puncak gunung.
“Howa, hutannya lebat banget yah AL.” ucap Erik yang melihat kesana kemari karna heran dengan hutan itu.
“Benar sekali Rik, Bahkan Hutan dekat Gunung kerucut bukan tandingan hutan ini.”
Hutan yang kami lewati mempunyai tanaman yang sangat besar, rata rata pohon di sana bahkan membutuhkan setidaknya tiga puluh orang untuk bisa melingkarinya, pohon pohon di sana terlihat sangat tinggi sampai menjulang ke langit.
(* Biar gak penasaran Leader kasih tau deh, tinggi pohon di sana rata ratanya adalah 300 meter, pohon tertinggi di dunia aja cuman 115 doang, kebayang gak tuh.)
Menurut Kepala desa, Cuaca di hutan ini memang agak aneh, tumbuhan di hutan ini bisa tumbuh sampai sepuluh kali lipat lebih Cepat dari tumbuhan yang berada di luar hutan ini. Karna itu hutan ini di beri nama hutan “Kalliergo”
(* Dalam Bahasa Yunani, Kalliergo berarti tumbuh)
“Apa hutan ini memang mempunyai keistimewaan paman.?” Tanyaku penasaran.
Untuk menjawab pertanyaanku tadi, kepala desa Cemara menceritakan sebuah legenda sekelompok mahluk yang bersahabat dengan alam, mereka memiliki energi sihir untuk menumbuhkan hutan hanya dalam satu malam.
Menurut beberapa orang, sekelompok mahluk itu tinggal di dalam hutan ini, tapi kebanyakan hanya menganggapnya sebagai cerita lama yang hanya di buat buat, pasalnya sudah banyak sekali orang yang keluar masuk dari hutan ini tapi tidak pernah bertemu dengan salah seorang pun diantara mereka.
Kami terus menyusuri jalan menuju sarang para kelelawar itu, di sekeliling kami hanya terlihat pohon pohon raksasa saja, jika saja warga desa tidak memandu kami, mungkin kami hanya akan tersesat dalam hutan ini.
“Hei paman, bagaimana warga desa bisa menghafal jalan jalan yang sangat rumit ini.?” Tanyaku pada kepala desa
__ADS_1
“Entahlah, mungkin karna factor kebiasaan, Di hutan ini banyak tumbuhan yang sangat Langkah, baik tumbuhan obat, atau tumbuhan penuh manfaat lainnya. Karna itu warga desa sering ke hutan ini untuk mencari tanaman tanaman Langkah itu.” Jawab kepala desa.
Setelah berjalan selama beberapa menit, kami sampai ke sebuah pohon yang berbeda dengan pohon lainnya, pohon itu memiliki tangkai yang tersusun rapih dan membentuk seperti anak tangga.
Warga desa menjadikan pohon ini sebagai Menara pengawas karna pohon itu adalah pohon tertinggi di hutan ini.
“Waktu kami berangkat untuk mencari ternak kami, kami hanya melihat lokasi kerumunan kelelawar raksasa dari atas pohon ini saja, dan kami mengurungkan niat kami setelah melihat monster yang sangat mengerikan sedang tertidur di antara kelelawar raksasa itu.” Ucap salah satu warga yang menjadi penunjuk jalan.
Untuk memastikan lokasi tempat para kelelawar itu bersarang, kepala desa memutuskan untuk naik ke puncak pohon dan melihatnya, tapi Mengingat kami harus menaiki pohon yang tingginya lebih dari tiga ratus meter, hanya beberapa orang yang bisa menggunakan sihir Full Enhance saja yang di izinkan ikut naik ke pohon itu agar kami bisa sampai lebih cepat.
“Untuk menghemat waktu kita, orang orang yang bisa menggunakan sihir Full Enhance saja yang ikut naik ke pohon ini.” Ucap Kepala desa.
Aku, Erik, kepala desa, Marco dan Tian pun menjadi perwakilan seluruh pasukan untuk melihat keadaan dan lokasi tempat kelelawar raksasa berkumpul.
Kami menaiki pohon dengan cukup cepat mengingat kami ber lima menggunakan sihir full Enhance yang bisa membuat kami bergerak jauh lebih cepat dari manusia pada umumnya.
“Pohon Ini benar benar Hebat yah AL.” ucap Erik yang heran dengan pohon ini.
“Iya Rik, hebat banget malah.”
Setelah beberapa lama berlari untuk menaiki pohon itu, akhirnya kami sampai ke puncak pohon, di puncak pohon terdapat sebuah bangunan kecil yang di bangun oleh warga desa, angin terasa sangat kuat di puncak pohon itu dan awan terasa begitu dekat.
Ketika kami melihat ke arah puncak gunung, terlihat di sana sekawanan kelelawar raksasa sedang beterbangan kesana kemari, mereka terlihat seperti sebuah angin tornado yang hitam.
“A’apa apan kelelawar itu, Bukankah kelelawar tidur di siang hari.?” Ucap Tian heran.
Sebenarnya aku juga sangat terkejut dengan pemandangan itu.
“apa apaan itu, bukankah kelelawar mahluk nokturnal yang tidur di siang hari?.” Gumamku dalam hati.
Tapi entah kenapa yang terlintas dalam fikiranku hanyalah bahwa kelelawar itu adalah salah satu mahluk yang berasal dari dunia Iblis yang tentu saja berbeda dengan kelelawar pada umumnya.
__ADS_1
“Bukankah ada monster yang lebih mengerikan dari mereka?” ucap Marco memotong keheningan diantara kami
“Benar juga, tapi tidak ada apa apa di sana selain kelelawar yang beterbangan.” Ucap Erik membenarkan
Jika di lihat lihat lagi, di puncak gunung hanya terlihat kelelawar raksasa saja yang beterbangan kesana kemari, kami tidak melihat sosok pemimpin dari mereka seperti yang di katakana warga desa.
“Entahlah, semoga saja warga desa hanya salah melihat.” Ucap Kepala desa Terlihat bingung
Setelah memastikan keberadaan mereka, kami pun turun dari pohon dan melanjutkan perjalanan kami.
Dalam perjalanan, Aku berusaha agar tetap diam dan tidak banyak bicara karna takut salah satu pasukan kerajaan mengenali suaraku, dan aku juga sudah menjelaksannya pada Erik, karna itu Erik jarang mengajakku bicara Ketika berada cukup dekat dengan pasukan kerajaan.
Karna ingin menghemat sebanyak mungkin kekuatan kami, kami berusaha agar sebisa mungkin tidak tergesa gesa untuk sampai ke tempat mereka.
Setelah kami cukup dekat dengan sarang mereka, tiba tiba kami di cegat oleh suara suara aneh.
Dari suaranya, jumlah mereka cukup banyak dan telah berhasil mengepung pasukan kami.
“Berhenti, Kita sedang di kepung, semuanya bersiaplah untuk bertempur.” Ucap kepalala desa menghentikan pasukan
Seluruh pasukan termasuk aku dan Erik dengan sigap mengambil posisi bertarung, kami mengambil posisi melingkar dan saling membelakangi agar kami bisa saling melindungi dari belakang dan bisa berfokus melawan musuh yang ada di depan kami.
-Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah, dan jangan lupa bahagia :D
maaf nih yah karna lama update, soalnya kerjaan numpuk, tpi mulai up lagi kok, di tunggu yahh.
Oh iya, untuk menanggapi request dari salah satu pembaca, bab selanjutnya aku usahain up sebelum pukul 23.00 wib deh
__ADS_1
See You
-Leader