Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 66 TELEPORTASI


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu di dunia Roh, Ray sedang mencari cara agar Blaze, Yue dan Aqua bisa membuka gerbang Roh agar bisa menemuiku dan Erik, setelah berpikir agak lama, Ray pun mencoba menggunakan sihir telepati untuk berbicara dengan orang yang memasang penghalang tersebut.


Ray ingin berbicara dengan orang itu agar dia mau melepaskan penghalangnya untuk sementara sampai Blaze berhasil membuka gerbang roh, disisi lain Alana cukup terkejut ketika Koneksi telepati yang sebelumnya tertuju pada Erik, sekarang malah tertuju padanya. Karena sebelumnya Erik terlihat cukup Akrab ketika terhubung dengan Blaze, maka Alana pun membiarkan sambungan telepati itu lolos dan terhubung padanya.


“Kau yang tadi berbicara dengan Erik bukan, Ada apa?” Ucap Alana setelah mereka terhubung. 


Ray sedikit terkejut ketika Alana membiarkannya terhubung dengan sangat mudah, Ray pun segera memperkenalkan diri pada Alana sebelum menjelaskan maksud dan tujuannya menggunakan telepati pada Alana.


“Perkenalkan namaku Rayden, aku ingin mengucapkan terima kasih karena membiarkan sambungan telepatiku terhubung padamu.” Ucap Rayden pada Alana.


Alana sedikit terkejut karena ternyata orang yang menghubunginya ternyata sangat sopan, Alana kembali bertanya Pada Ray tentang apa tujuan Ray menghubunginya dengan sihir telepati.


“Aku Alana, lalu apa tujuan anda menghubungiku lewat telepati?” Ucap Alana sedikit dingin.


Sejak masih kecil, Alana diajari oleh ayah dan keluarganya yang lain agar tidak mudah percaya apalagi akrab dengan orang yang baru dia kenal karena itu akan sangat berbahaya baginya dan hal itu sudah menjadi kebiasaan Alana sejak kecil karena itu Alana dikenal sebagai Elf yang kurang ramah dan dingin, tapi di sisi lain Aku sendiri adalah pengecualian, Entah kenapa Alana merasa nyaman ketika berbicara denganku dia merasakan aura yang hangat mengalir padaku, karena itu dia cukup terbuka walaupun itu pertemuan pertama kami.


Ketika Alana menanyakan hal itu, Ray pun segera menjelaskan pada Alana bahwa yang sebelumnya berbicara dengan Erik adalah Adik Angkatnya yaitu Blaze, dan tujuannya menggunakan telepati pada Alana adalah untuk meminta Alana melepaskan sihir pelindung yang ia ciptakan agar Blaze, Yue dan Aqua bisa membuka gerbang Roh untuk menyusulku dan Erik agar mereka bisa membantu melawan monster yang dikatakan oleh Erik.

__ADS_1


Ketika Ray mengatakan bahwa Blaze dan yang lainnya ingin menyusul untuk membantuku, Alana menjadi sangat senang karena menurutnya saat ini aku dan Erik sangat membutuhkan bantuan untuk melawan Ziz, namun di sisi lain Alana tidak bisa melepaskan sihir pelindung miliknya karena jika dia melakukannya maka pasukan Ziz yang berdiri di pintu masuk dugeon akan bisa memasuki dugeon tersebut dan kemungkinan terburuk mereka akan menghancurkan seluruh dugeon itu.


“Aku sangat senang jika kalian bisa datang dan membantu AL, hanya saja aku tidak bisa melepaskan sihir itu untuk sekarang karena di gerbang masuk dugeon ini terdapat sebuah pasukan besar dengan aura jahat yang sangat pekat, kemungkinan mereka adalah pasukan milik monster yang sedang dilawan oleh AL saat ini.” Ucap Alana pada Ray.


Mendengar hal itu sempat membuat Ray terdiam karena tidak tahu harus berbuat apa, tak lama kemudian Ray berhasil menemukan solusi lain dan Ray pun segera mengatakannya pada Alana.


“Kalau begitu apakah nona Alana bisa membuat Erik menjauh keluar area sihir itu?” Ucap Ray kembali.


“kalau itu aku bisa, kebetulan tipe sihirku adalah sihir ruang, aku bisa  memindahkannya ke tempat yang tidak terjangkau oleh sihir pelindung milikku.” Jawab Alana.


“Kalau begitu, apa anda juga bisa memindahkan AL dan Mahluk yang dia lawan ke tempat yang jauh dari tempat itu? Karena itu akan membuat tempat itu aman dari kehancuran akibat pertarungan mereka.” Jelas Ray pada Alana.


Mendengar Ide itu dari Ray, Alana langsung tersenyum girang, dia tidak menyangka bahwa ternyata ada cara yang sangat mudah seperti itu, selain bisa melindungi dugeon, Alana juga bisa memanggil bala bantuan untuk membatu dalam pertarungan itu.


“Ide bagus, aku akan segera melakukannya.” Ucap Alana singkat.


Seketika Alana langsung menyusun formula sihir teleportasi miliknya, ketika Alana meminumkan Mata Air Kehidupan padaku, Alana sempat Menempelkan sebuah formula sihir pada lenganku agar Alana bisa mengetahui lokasiku, tapi justru formula sihir itu jauh lebih berguna dari yang Alana kira, Alana pun mengendalikan formula itu dari jarak jauh dan menyusun ulang formulanya untuk menciptakan sebuah tehnik sihir teleportasi Area, di sisi lain aku dan Ziz terlalu fokus dengan pertarungan kami dan tidak menyadari adanya sebuah formula sihir yang mulai mengelilingi kami dan memindahkan kami ke hutan Kaliergo.

__ADS_1


Setelah berhasil memindahkanku dan ZIz, Alana segera mencari lokasi Erik dan menggunakan sihir teleportasi untuk menysulnya.


“Apa kalian masih bisa bertarung?” Tanya Alana pada Anwar dan yang lainnya.


Ketika mendengar perkataan Alana, Marco sempat mengepalkan tangannya karena sangat ingin bertarung bersamaku untuk melawan Ziz, namun di sisi lain Marco sadar Bahwa dia dan yang lainnya hanya akan menjadi beban bagiku dalam pertarungan itu.


“Aku sangat ingin melakukannya, tapi memangnya apa yang bisa kami lakukan di depan mahluk yang sangat mengerikan seperti itu.” Ucap Marco sambil mengepalkan tangannya dengan erat.


Melihat sikap marco yang benar benar tulus itu membuat Alana langsung tersenyum, Alana pun segera menjelaskan bahwa yang akan mereka lawan bukanlah Ziz melainkan pasukannya yang saat ini berada di depan pintu masuk dugeon, Alana yakin bahwa mereka pasti akan menyusul tuannya yang baru saja dia pindahkan ke dalam hutan Kaliergo, karena itu mereka yang masih bisa bertarung akan sangat berguna dalam pertempuran itu.


Mendengar perkataan Alana membuat Marco, Tian dan Anwar menjadi sangat bersemangat, mereka dengan cepat mengatakan bahwa mereka dengan senang hati ikut dalam pertempuran itu, ditambah Ricardi yang mendengar perkataan Alana dari kejauhan langsung meminta untuk ikut dengan mereka, walaupun dia bukan Elf tipe petarung namun iya memastikan bahwa Sihir pendukung yang dia miliki akan sangat berguna untuk pertempuran itu.


Setelah mengatakan hal tersebut, Alana pun segera memegang tangan ayahnya sambil tersenyum lalu menciptakan sebuah lingkaran sihir teleportasi Area untuk memindahkan mereka ke tempat Erik.


Erik yang sedang berlari menuju tempatku bertarung dengan Ziz dikejutkan oleh Alana dan yang lainnya yang tiba tiba muncul di hadapannya, Marco langsung menarik tangan Erik dan menyeretnya masuk ke dalam lingkaran sihir teleportasi milik Alana dan membuat mereka berpindah tempat dalam sekejap ke tempat yang tidak jauh dariku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2