Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 24 JADILAH MILIKKU


__ADS_3

Setelah pertandingan yang menegangkan antara Glovian melawan tiga orang Gladiator selesai, pembawa acara mengumumkan pertunjukan terakhir mereka.


“Itulah tadi, pertarungan yang sangat mendebarkan antara petarung kita Glovian, melawan tiga Gladiator sekaligus. berikan tepuk tangan yang meriah pada petarung kita, Glovian.” Seru pembawa acara Colosseum.


Tepuk tangan dan sorakan untuk Glovian pun menghujani Colosseum dengan sangat meriah.


“para penonton di harapkan untuk tetap di kursi masing masing, karna kami masih mempunyai satu pertunjukan lagi,” Lanjut pembawa acara Colosseum.


Penonton yang tadinya riuh karna memberi sorakan dan tepuk tangan pada Glovian, tiba tiba terdiam karna penasaran dengan acara penutupnya.


Para penonton mulai berbisik dan menanyakan tentang acara penutup yang di maksud.


Biasanya di Colosseum kerajaan Whale, pertarungan Glovian akan menjadi pertarungan penutupan, tapi kali ini ada pertarungan tambahan.


“Dua hari yang lalu kami berhasil menangkap seekor serigala raksasa di dekat gunung, dan hari ini kami akan menampilkan kekuatannya, Inilah dia si monster serigala Bardock“ sorak pembawa acara.


Berbeda ketika yang di panggil adalah para gladiator, kali ini yang terdengar di kursi penonton hanyalah pertanyaan.


“Eh,monster, apa maksudnya.?”


“kenapa monster.?”


“apa maksudnya ini.”


Kemudian sebuah gerbang besi yang sangat besar terbuka, dan keluarlah seekor serigala raksasa yang sangat besar.


(* Monster ini sama dengan monster serigala yang dilawan Erik dan Arsyil)


“Apa maksudnya ini, kenapa ada monster di sini.?” Tanya Rasya pada pelayan yang berdiri di sampingnya.


“Kami menemukan monster itu di hutan dekat perbatasan antara kerajaan whale dan Kerajaan Mangrove pangeran, kemudian kepala Colosseum memerintahkan kami untuk menangkapnya lalu menjadikannya bahan pertunjukan.” Ucap pelayan yang di tugaskan melayani Rasya


Rasya hanya terdiam setelah mendengar jawaban itu, lalu Rasya memutuskan untuk melihat apa yang akan terjadi.


“Lalu yang akan menjadi lawannya adalah seorang Gladiaor pemula, inilah dia, gladiator dengan wajah cantik, Amanda.” Lanjut Pembawa acara.


Seorang gadis muda pun di seret menuju arena pertarungan, seakan di paksa untuk bertarung.


Dia adalah gadis yang sangat cantik, rambut hitam yang di ikat ke belakang membuatnya terlihat lebih kuat dan menawan.


Tapi rantai budak di lehernya membuat orang orang memandang rendah gadis itu, yang telihat hanyalah tawa yang menghina gadis itu.


“Oy kenapa lawannya seoran gadis lemah.?” Tanya Rasya agak kaget.


“Sebenarnya ini bukanlah sebuah pertarungan melainkan sebuah pembantaian pangeran. pemilik Colosseum sudah merencanakannya sejak kemarin, dengan tujuan untuk menunjukan keganasan monster itu ” Ucap pelayan yang berdiri di dekat Rasya.


“Begitu rupanya.” Ucap Rasya yang terlihat tidak senang.


Tak lama kemudian, Phoenix kembali ke Colosseum karna sudah lelah menunggu Rasya yang belum juga datang.

__ADS_1


“Apa pertandingan nya belum selesai.?” Tanya Phoenix yang baru datang.


“Phoenix yah, coba lihat, apa kau tau sesuatu tentang monster itu.?” Tanya Rasya penasaran.


Phoenix pun mendekat untuk melihat ke dalam arena pertarungan.


Di dalam arena pertarungan terlihat seorang gadis yang sedang berusaha melarikan diri dari seekor monster serigala yang sangat besar.


“A’. Kenapa monster dunia iblis bisa ada di tempat ini.?” Ucap phoenix yang kaget melihat monster itu.


“Iblis.?” Ucap Rasya penasaran.


Phoenix pun duduk kembali ke kursinya yang tadi sudah di tinggalkan, lalu Phoenix menceritakan semua yang dia tau tentang serigala raksasa itu pada Rasya


“Monster serigala itu adalah salah satu monster tingkat rendah yang berada di dunia iblis, biasanya mereka akan hidup berkelompok dan mempunyai pemimpin dengan level jauh diatas mereka.” Jelas Phoenix pada Rasya.


“Tapi kenapa monster seperti itu berada di sini.?” Tanya Rasya semakin penasaran.


“Entahlah, aku tidak tahu pasti, Tapi harusnya hal itu tidak mungkin terjadi.” Lanjut Phoenix agak Bingung.


“Apa maksudmu.?” Rasya kembali bertanya.


Phoenix pun menceritakan bahwa ada beberapa dunia yang berbeda, yaitu dunia manusia, dunia iblis, dunia Roh dan dunia dewa.


Masing masing penghuninya tidak bisa berpindah ke dunia lain jika hanya melalui keinginan pribadinya saja.


Kecuali ada yang melakukan kontrak secara khusus khusus, seperti yang di lakukan Phoenix dan Rasya.


Sedangkan monster serigala itu hanya tergolong sebagai monster tingkat rendah, artinya tidak mungkin dia melakukan kontrak dengan manusia agar bisa berpindah dunia.


“Itu adalah pengetahuan umum di dunia Roh” Lanjut phoenix setelah menjelaskan


“Tapi yang lebih mengejutkanku adalah wanita itu.” Ucap Phoenix polos.


“Memangnya ada apa dengan wanita itu.?” Tanya Rasya.


“Dia memiliki Energi sihir yang sebanding denganmu sebelum kita membuat kontrak, hanya saja dia belum bisa memaksimalkan potensinya.” Lanjut Phoenix.


“Benarkah, bagaimana kau bisa tau.?” Tanya Rasya yang terkejut karna perkataan Phoenix


“Semua Roh mepunyai mata yang bisa melihat jumlah sihir seseorang.” Jelas Phoenix


“heeh, wanita yang cukup menarik.” Ucap rasa sambil tersenyum kecil.


Sementara itu, gadis yang sementara bertarung di dalam arena melawan monster serigala sudah terluka cukup parah, tapi dia tidak terlihat akan menyerah sedikit pun.


Entah kenapa di kursi penonton banyak yang menikmati momen pembantaian itu, tapi banyak juga yang pergi karna tidak tertarik.


Di tengah kejamnya dunia pada gadis itu, dia tidak pernah menunjukan ekspresi menyedihkan sedikitpun, Mata yang seakan bersiap untuk melawan dunia itu berhasil membuat Rasya terpukau.

__ADS_1


Gadis yang berjuang keras untuk hidup melawan kejamnya dunia itu terus melawan walaupun tidak mempunyai kesempatan menang.


“Heh, sangat menarik. Hei kau, berika aku sebuah pedang.” Ucap Rasya pada pelayan di dekatnya


“Kau ingin melakukan apa.?” Tanya Phoenix penasaran.


“Aku ingin menjadikan gadis itu milikku.” Ucap Rasya yang tersenyum lalu melompat ke dalam arena.


“Hah.?” Ucap Phoenix kebingungan


Sementara itu, gadis Gladiator itu sudah terpojok dan sudah tidak sanggup melarikan diri.


Namun matanya tetap terlihat tidak ingin menyerah, dan itu membuat Rasya semakin kagum padanya.


Ketika monster serigala itu mengayunkan cakarnya, gadis itu meletakkan pedangnya ke bahunya untuk melindungi tubuhnya, karna dia sudah tidak sanggup lagi untuk menghindar.


Seketika kobaran api biru yang sangat besar terlihat memotong leher serigala itu. Monster serigala itu langsung mati seketika.


Seorang pria tampan datang entah darimana untuk menyelamatkan gadis itu.


Pria itu berdiri di hadapan gadis itu dengan api biru yang seakan membakar tubuhnya.


Seketika gadis itu jatuh cinta pada orang yang telah menyelamatkan hidupnya itu, tapi karna status mereka yang tidak sebanding, dia memendam perasaannya itu.


Perlahan api biru itu mulai padam dari tubuh pria itu, kemudian pria itu mengulurkan tangannya seraya berkata.


“Hei kau, jadilah milikku.” Ucap Rasya sambil mengulurkan tangannya.


Wajah gadis itu mulai merona, mata yang tadinya tajam dan tangguh berubah menjadi lembut dan lega.


Gadis yang baru saja di selamatkan oleh Rasya itu langsung meraih tangan Rasya tanpa pikir panjang, seraya berkata


“Baik, wahai pangeran ku.” Ucap gadis itu dengan nada lemah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author:


"Ellie, sini bentar deh"


Ellaine:


"Ada apa sayang?"


Author:


"Ellie, Jadilah milikku malam ini"


Ellaine:

__ADS_1


"Iya, dengan senang hati :)"


Author: >///<


__ADS_2