Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 39 KERA BERSAYAP


__ADS_3

Halo PTB Loovers jangan lupa pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya, jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah biar kalian dapat notifikasi jika karya ini Update, selamat membaca.


LEADER Mempersembahkan


*Pangeran Tanpa bakat*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di tengah perjalanan kami menuju puncak gunun yang di jadikan sebagai sarang oleh kelelawar raksasa, tiba tiba kami di cegat oleh suara suara aneh.


“Semuanya bersiap untuk bertempur.” Ucap Kepala desa yang memimpin pasukan


Seluruh pasukan mengikuti komando kepala desa dan mengambil posisi melingkar dan saling membelakangi.


Dari suaranya mereka berjumlah sebanyak dua ratus ekor, aku bisa mengetahuinya karna pendengaaranku yang sangat tajam.


Walaupun aku mengetahui jumlah mereka, aku tidak bisa memberitahu mereka karna takut ada yang mengenali suraraku, dan menurutku informasi itu tidak terlalu berguna untuk kami.


Karna pepohonan yang sangat lebat dan tinggi di hutan itu, cahaya matahari hanya tembus sedikit dan membuat hutan itu menjadi cukup gelap, di sela sela pepohonan terlihat banyak sekali mata berwarna merah yang menyala dalam kegelapan, mereka adalah mahluk yang mengepung kami.


Di dalam keheningan, tiba tiba ada sesorang yang membuka pertempuran dengan sihir kecil


“FIRE BALL”


Sihir itu mengarah ke satu sisi yang berada di belakangku, sihir itu di keluarkan oleh salah satu anggota yang di pimpin oleh Marco.


Seketika mahluk mahluk itu terpecah untuk menghindari sihir itu, mereka yang tadinya tidak terlihat karna berada dalam kegelapan justru mendekat kea rah kami dan hendak menyerang.


“Mahluk Apa itu.” Ucap Marco yang kaget melihat bentuk mahluk itu


“Entahlah, aku belum pernah melihat mahluk seperti itu sebelumnya.” Sahut kepala desa


Mahluk mahluk itu memiliki postur tubuh seperti kera, namun mereka memiliki sayap, Mereka cukup besar sampai berukuran melebihi manusia dewasa.



Segera kami bersiap menghadapi mahluk mahluk itu.

__ADS_1


Aku mengeluarkan pedang yang berada di pinggangku lalu melapisinya dengan sihir angin, mahluk mahluk itu tidak terlalu kuat, aku bisa memotong sayap atau lehernya hanya dengan satu kali tebasan saja.


Di sisi lain Erik melakukan hal yang sama denganku, melihat Erik Bertarung menggunakan pedang yang di lapisi Api membuatku berfikir bahwa Erik sangatlah hebat, dia bagaikan menari di dalam kerumunan monster monster kera itu.


Karna jumlah mereka yang cukup banyak, pasukan kami kewalahan menghadapi mereka, untunglah Kepala desa, Tian dan Marco merupakan kesatria yang sangat hebat, Tian memiliki sihir Elelmen Angin sama sepertiku, kepala desa memiliki sihir elemen Tanah dan marco juga memiliki sihir elemen tanah sama seperti kepala desa, bahkan gaya bertarung Marco dan kepala desa terlihat sangat mirip buatku.


Satu per satu mahluk itu berhasil kami kalahkan, agar jangkauan pedang ku semakin luas, aku menciptakan sebuah pedang Panjang yang berasal dari sihir elemen air bertekanan tinggi.


(* Sebuah alat pemotong yang bernama water jet bahkan bisa memotong material keras seperti besi hanya dengan air saja loh;)


Beberapa pasukan kami adalah kesatria kesatria yang cukup hebat, tapi beberapa diantaranya juga tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk bertahan hingga akhir, mereka hanya bisa mengalahkan beberapa monster itu jika hanya bertarung satu lawan satu, tapi karna jumlah monster itu yang cukup banyak, beberapa dari pasukan kami sempat terluka cukup parah.


Kami yang masih memiliki kekuatan yang cukup besar berusaha melindungi seluruh pasukan, dan hasilnya kami bisa memenangkan pertempuran tanpa adanya korban jiwa.


Meski begitu beberapa di antara pasukan kami terluka cukup parah dan terpaksa akan di pulangkan ke desa untuk mendapat perawatan.


Walaupun pasukan kami hanya berkurang sedikit, tapi banyak diantara mereka yang sudah sangat kelelahan akibat pertarungan tadi.


Melihat keadaan kami yang kurang menguntungkan, aku mendekati kepala desa yang duduk agak jauh dari pasukan dan berbincang dengannya.


“Bagaimana Ini paman? Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan kita Dengan pasukan yang sudah kelelahan seperti ini.” Ucapku agak pelan


Karna melihatku berbincang dengan kepala desa, Marco mendekati kami dan bermaksud untuk Menyusun strategi.


“Siapa sangka ada monster lain selain kelelawar raksasa itu.” Ucap Marco memotong pembicaraan kami


“Marco yah, Kemarilah.” Ucap Kepala desa memanggil Marco mendekat


Marco pun mendekat ke arah kami dan kami mulai berbincang.


“Sebelumnya aku ingin bertanya padamu, Siapa Namamu?.” Tanya Marco Padaku


Ekspresinya lebih bersahabat daripada Ketika pertama kali kami bertemu, dan itu membuatku berfikir mungkin aku bisa akrab dengannya.


“Namaku AL, dan yang di sana itu temanku Erik.” ucapku menunjuk kea rah Erik yang membantu merawat pasukan yang terluka Bersama Tian.


“AL yah, aku ingin minta maaf karna sempat meragukanmu.” Ucap Marco sambil menunduk

__ADS_1


“Tidak apa, kau tidak salah, kami memang masih sangat muda untuk terjun ke medan perang.”


Sepertinya setelah melihat ku dan Erik bertarung tadi, Marco mulai menaruh harapan besar pada kami berdua


“Tidak, Ayah ku benar, Mungkin kau lebih Hebat dariku.” Ucap Marco sedikit ragu


“Ayah?.” Tanyaku agak heran


“Oh iya, aku belum memperkenalkan diriku yah, Namaku Marco Anwar, aku adalah anak dari pak Anwar, atau lebih kalian kenal dengan kepala desa Cemara.” Ucap Marco memperkenalkan diri


“Hah, Jadi kau anaknya kepala desa?.” Ucapku Heboh sendiri


Mendengar pernyataan Marco barusan tentu saja membuatku sangat kaget dan bingung, pasalnya mereka tidak terlihat seperti ayah dan anak pada umumnya, tapi di sisi lain itu menjawab pertanyaanku tentang gaya bertarung dan elemen sihir mereka yang sangat mirip.


“Memangnya kami tidak terlihat seperti ayah dan anak?.” Ucap Kepala desa sedikit heran


Sontak aku menjawab bahwa mereka memang tidak seperti itu, mereka lebih mirip seperti teman


“Daripada ayah dan anak, kalian lebih terlihat seperti teman bagiku.” Ucapku polos.


“Ahahah, begitu yah, memang banyak orang yang bilang begitu.” Ucap Kepala desa tertawa kecil


“Oh iya, kita bahas itu nanti saja, bagaimana langka selanjutnya paman?, menurutku lebih baik kita mundur dan Menyusun rencana lebih matang lagi.” Ucapku agak serius


“Aku setuju dengan gagasan AL, Beberapa anggota kelompok ku juga sangat kelelahan akibat pertarungan tadi.” Ucap marco membenarkan


“Kurasa Kalian Benar, sepertinya memang lebih baik kita mundur untuk sementara.” Ucap kepala desa


Setelah Kepala desa mengatakan itu, Aku dan Marco memberi arahan pada pasukan untuk bersiap karna kita akan mundur sementara dan Menyusun rencana lebih matang lagi, bahkan jika perlu kami akan mencari bantuan dan pasukan yang lebih banyak dan lebih kuat lagi


-Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah, dan jangan lupa bahagia :D


Oh iya, Author juga ingin mengucapkan terimakasih banyak buat kalian yang udah ngasih support dan membuat Author makin semangat untuk Update

__ADS_1


See You


-Leader


__ADS_2