
(* Beberapa menit yang lalu,)
“Semoga mereka baik baik saja,” gumam kakek Roy yang sedang berlari menuju Desa Jerami.
Tiba tiba Kakek Roy Berhenti setelah merasakan kekuatan sihir yang luar biasa besar mengarah kepadanya.
“A’apa ini.?” Ucap Kakek Roy sambil menghindari sebuah pusaran api raksasa yang mengarah padanya.
“Apa ini perbuatan monster.?” Lanjut kakek Roy yang heran melihat kejadian itu.
Setelah kejadian itu, Kakek Roy bergegas menuju desa jerami karna khawatir dengan keadaan Erik dan Arsyil.
Setelah sampai ke desa, kakek Roy melihat Erik yang sedang berjalan sebuah rumah yang sudah hancur, saat itu Erik terlihat sangat lemah dan kelelahan, cara jalannya pincang, seakan sudah tidak kuat lagi berjalan.
Kakek Roy yang melihat hal itu kemudian bergegas mendekati Erik lalu memapah nya.
“Erik apa kau baik baik saja,?” Ucap kakek Roy sambil memegang pundak Erik.
“Kakek Roy yah. Tolong AL kek, dia berada di dalam rumah itu.” Ucap Erik sebelum akhirnya pingsan.
“Bertahanlah Erik,” ucap kakek Roy Lalu menaruh Erik ke tanah.
Setelah menaruh Erik ke tanah, kakek Roy bergegas mencari AL karna pesan Erik seakan AL jauh lebih parah darinya.
dan benar saja Kakek Roy sangat terkejut dan panik ketika melihat keadaan AL yang terluka sangat parah.
“AL,” ucap kakek Roy yang panik setelah melihat AL yang sudah mandi darah.
Kakek Roy sontak memeriksa denyut nadi dan nafas nya.
“Syukurlah dia masih hidup,” ucap kakek Roy dengan nada lega.
Tak lama kemudian, kakek Roy mendengar suara warga yang datang dari arah ibu kota, kakek Roy bergegas meminta bantuan mereka untuk merawat Erik dan AL yang terluka.
“Ibas, aku butuh bantuanmu.” Ucap kakek Roy pada salah seorang dari mereka.
(* Ibas adalah nama kepala Desa, di desa Jerami)
“Oh kakek Roy yah, Tentu, apa yang harus kami lakukan,” jawab Kepala desa.
__ADS_1
“Tolong siapkan peralatan medis, Kedua muridku sedang terluka parah.” Lanjut kakek Roy.
“Oh baiklah, kami ke sini niatnya memang untuk membantu mereka berdua.” Ucap kepala desa.
Kepala desa kemudian memerintahkan beberapa orang untuk menyiapkan peralatan medis, sedangkan dia dan beberapa orang lain nya membantu kakek Roy untuk membawa AL dan Erik ke dalam rumahnya.
“beberapa diantara Kalian siapkanlah obat obatan dan peralatan medis, lalu bawa itu ke rumahku. kita akan merawat mereka berdua di sana. Sisanya ikutlah denganku untuk membantu membawa murid murid kakek Roy.” Ucap kepala desa pada warga nya
“Terima kasih, aku tertolong,” ucap kakek Roy lalu bergegas ke tempat Arsyil dan Erik.
Setelah mereka membawa Arsyil dan Erik kerumah Kepa Desa Jerami Untuk di rawat, kakek Roy pun mulai mengobati dan merawat luka luka mereka.
Tapi luka yang di alami Arsyil sangat parah, dia kehilangan banyak darah karna luka di dadanya dan harus segera melakukan transfusi darah.
“Sial, Apa ada diantara kalian yang golongan darahnya O,?” tanya Kakek Roy pada warga desa.
“Sayang sekali, tapi diantara kami tidak ada orang dengan golongan darah itu.” Ucap kepala desa
(* Golongan darah O kebanyakan hanya di miliki oleh golongan kalangan atas atau lebih di kenal dengan kata bangsawan.)
“Sial, golongan darah Erik sama dengan AL, tapi jika aku mengambil darah Erik, justru itu akan membahayakan nyawanya. ” uccap kakek Roy kebingungan.
“Oh iya, apa kau bisa menjemput Ellie, dia dan beberapa warga sedang mengungsi di rumahku.” Ucap kakek Roy pada kepala desa.
“Baiklah, aku akan menjemput mereka.” Sahut Kepala desa.
Kepala desa pun bergegas menyiapkan kuda untuk menjemput Ellie di rumah kakek Roy.
“Semoga saja AL bisa bertahan.” Gumam kakek Roy.
(* jarak rumah kakek Roy dengan desa Jerami bisa di tempuh dengan perjalanan tiga puluh menit jika mengendarai Kuda, artinya butuh sekitar satu jam agar Ellie sampai ke tempat AL di rawat)
Sementara itu di sebuah Coloseum kerajaan Whale.
“Hei bukankah itu Pangeran Rasya si Dragon Slayer.” Bisik seseorang dengan kelompok nya ketika Rasya sedang berjalan masuk ke Coloseum.
“Iya benar juga, apa yang di lakukan pangeran mahkota di sini.?” Ucap temannya yang lain.
Seketika suasana Coloseum yang tadinya biasa bisa saja, mendadak menjadi riuh setelah Rasya hadir di tempat itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian, pemilik Coloseum datang menemui Rasya setelah mendengar kabar kedatangan Rasya.
“Wah wah, pantas saja tempat ini menjadi sangat ribut, ternyata ada pangeran Rasya di sini. mohon maaf, apa ada yang bisa saya bantu Pangeran.? Ucap pemilik Coloseum dengan sangat hormat.
“Aku ingin menonton pertandingan di sini, siapkan kursi untuk ku dan temanku.” Ucap Rasya Polos.
(* Rasya datang ke coloseum bersama dengan Phoenix)
“Di mengerti yang mulia. Silahkan, ikutlah denganku.” Ucap pemilik Coloseum.
Pemilik Coloseum pun mengantar Rasya dan Phoenix menuju kursi khusus yang berada lantai paling atas Coloseum.
Setelah Rasya dan Phoenix duduk, Pemilik Coloseum menyuruh beberapa orangnya untuk berdiri di dekat Rasya, agar dia bisa melayani keinginan Rasya.
Setelah menyuruh beberapa orangnya untuk melayani Rasya dan Phoenix, Pemilik Coloseum mengambil alih kursi moderator dan menjadi pembawa acara pada hari itu.
“Hadirin sekalian, di tenga tengah kita telah hadir seoang yang sangat hebat, dia adalah Putra mahkota kerajaan Whale, Rasya Whale sang Dragon Slayer.” Ucap Pemilik Coloseum yang mengumumkan kehadiran Rasya
Seketika suasana Coloseum menjadi meriah, sorakan penonton menjadi semakin riuh.
“Memangnya apa yang membuatmu tertarik dengan tempat ini Rasya.?” Tanya Phoenix pada Rasya
“Mmmm Entahlah, aku hanya mengikuti keinginan hatiku saja.” Jawab Rasya polos.
Para Gladiator yang akan tampil di Coloseum yang saat ini berada di ruang persiapan ikut menjadi riuh setelah mendengar pengumuman bahwa Rasya hadir di tempat itu.
Banyak di antara mereka berharap akan di angkat menjadi pengawal kerajaan jika mampu membuat Rasya terpukau.
“Hoh, sepertinya menarik, aku akan menunjukkan kehebatanku pada pangeran, mungkin saja dia akan mengangkatku sebagai pengawal pribadinya.” Ucap salah seorang Gladiator di antara mereka.
“Hooh, Kau terlalu percaya diri, maaf saja tapi akulah yang akan di angkat jadi pengawal pribadi oleh Pangeran Rasya.” Ucap yang lain.
Keadaan di ruang persiapan menjadi semakin rusuh karna perdebatan diantara mereka, bahkan sudah ada yang bertarung dan saling melukai satu sama lain hanya karna perdebatan mereka yang tidak berarti itu.
Untunglah ada salah seorang dari mereka yang berhasil melerai pertengkaran itu hanya dengan kata katanya saja.
“Hei kalian, kalau ingin bertarung lakukanlah di dalam arena, jika kalian masih ingin mencari keributan, aku akan membunuh kalian semua.” Ucap salah seorang Gladiator yang sedang mempersiapkan perlengkapannya.
Orang itu adalah Glovian, dia adalah Gladiator terkuat di Coloseum kerajaan Whale.
__ADS_1
Seketika suasana menjadi hening setelah perkataanya itu.