
Sebelum pertarungan dengan Ziz dimulai, Ziz sempat bertanya padaku Karena penasaran denganku yang tiba tiba mendapatkan kekuatan yang sangat besar sehingga mampu mengimbangi Ziz bahkan memberinya Luka yang cukup parah.
Walaupun aku sendiri tidak tahu tentang bagaimana dan dari mana aku mendapatkan kekuatan ini, namun aku tidak ingin mengatakannya pada Ziz karena bisa saja kekuatan yang aku dapatkan ini bisa berpindah tangan dan aku takut jika ternyata Ziz mengetahui sesuatu tentang kekuatan ini dan cara mengatasinya karena itu aku memutuskan untuk tidak berbicara tentang kekuatan ini pada Ziz.
Yang aku pikirkan hanyalah apapun yang terjadi aku tidak boleh membahas tentang kekuatan ini dengan Ziz sampai aku berhasil mendapatkan informasi tentang kekuatan ini dan cara mengendalikannya.
Ketika aku menolak untuk menjawab pertanyaan Ziz, Ziz sempat tertawa kecil sebelum akhirnya menyerangku dengan pukulan yang dilapisi sihir ledakan miliknya, untungnya aku bisa melihat gerakannya yang sangat cepat sehingga aku berhasil menghindari serangannya.
Ketika aku berhasil menghindari serangannya, Ziz kembali tersenyum dan melanjutkan serangannya padaku. Dia melancarkan pukulan bertubi-tubi padaku dan berhasil membuatku kewalahan.
Ketika aku kewalahan untuk menghindari semua serangnnya, aku sempat membenturkan pukulanku yang kulapisi dengan sihir angin dengan pukulannya, hal itu akan jauh lebih baik daripada membiarkan Ziz mengenai bagian tubuhku yang lain, ketika pukulanku bersentuhan dengan pukulannya, seketika Sihir ledakannya aktif, hal itu membuatku terpental sejauh beberapa meter.
Untunglah aku berhasil menghindari luka serius berkat sihir angin yang kugunakan untuk melapisi seluruh tubuhku terutama pada tanganku, namun tetap saja Ziz berhasil memberikan beberapa goresan padaku dengan satu pukulan saja, hal itu berhasil membuatku sedikit gentar dan takjub akan kekutannya.
“Apa-apaan mahluk ini, kenapa dia bisa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat seperti itu.” Gumamku dalam hati.
Walaupun saat ini aku telah menjadi semakin kuat, namun tetap saja, Ziz bukanlah mahluk yang bisa ku kalahkan dengan hanya kekuatan sebatas ini, aku merasa kekuatanku saat ini masih belum cukup untuk mengalahkannya, ditambah aku merasakan sakit di beberapa tubuhku yang terasa seperti ingin meledak, aku merasa bahwa mungkin ini adalah efek samping dari kekuatan yang kudapatkan secara instan ini.
__ADS_1
“Ada apa anak muda, apa hanya sebatas itu kekuatannmu?” Ucap Ziz setelah berhasil mendaratkan serangannya padaku.
Sulit mengatakannya, tapi kurasa batasanku memang hanya sampai disini, aku bisa melukai Ziz karena seranganku yang memang datang secara tiba-tiba, ditambah dia sedang fokus dengan musuh yang ada di depannya dan tidak meyangka akan ada serangan dari luar yang mampu melukainya.
Awalnya aku berpikir bahwa kekuatan yang kudapatkan memang hanya sebatas ini dan tidak akan cukup untuk bisa mengalahkan Ziz, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Nyatanya energi sihirku makin meningkat seiring berjalannya waktu dan membuat tubuhku menerima efek samping dari peningkatan sihir tersebut. rasanya tubuhku seperti mengembang sedikit demi sedikit dan membuatku merasa kesakitan, hal itulah yang membuatku tidak bisa bergerak leluasa untuk memberikan serangan balasan pada Ziz saat ini aku hanya bisa menghindari dan menahan serangannya saja.
Walaupun rasa sakit pada tubuhku sedikit mengganggu, namun aku merasa tidak boleh mengeluh pada rasa sakit ini, aku harus bisa menahannya dan berusaha menghiraukannya agar aku bisa bergerak dan mengimbangi Ziz sembari berharap akan ada peluang agar aku bisa memberikan serangan yang akan membuatnya terpaksa mundur untuk sementara waktu.
Lagipula sepertinya Ziz juga hanyalah mahluk hidup, tentu saja Luka yang kuberikan sebelumnya akan membuatnya semakin melemah dan akan membuatnya terpaksa mundur untuk sementara agar bisa mengobati lukanya, aku hanya perlu bertahan dan menunggu momen tersebut.
aku berencana melepaskan busur itu ketika Ziz kembali menyerangku, karena saat itu Ziz akan fokus untuk menyerangku, hal itu akan membuat membuat pertahanannya melemah.
Ketika Ziz kembali melapisi kedua tangannya dengan sihir ledakan miliknya, aku pun bersiap dalam posisi bertahan sembari mengarahkan busur angin yang aku ciptakan dengan energi sihirku untuk menyerang Ziz, aku membuat busur angin itu sepadat dan setipis mungkin agar kecepatannya tidak berkurang karena udara sekitar dan suaranya juga akan menjadi sembangin kecil ketika aku melepaskannya, hal itu akan membuat busur itu akan menjadi lebih tajam dan akan lebih akurat.
Ketika Ziz bergerak menyerangku, aku dengan sigap lepaskan busur angin yang sudah kusiapkan untuk menyerangnya, sayangnya seraganku tidak berjalan sesuai keinginanku, rupanya Ziz telah menyadari rencanaku dan akhirnya Ziz berhasil menghindari busur angin itu dengan sangat mudah.
“Sayang sekali, rencanamu terlalu mudah dibaca.” Ucap Ziz sembari menghindari busur itu.
__ADS_1
Padahal aku sangat percaya diri dengan kekuatan dan kecepatan busur itu, namun Ziz berhasil menghindarinya dengan sangat mudah. Tidak bisa dipungkiri, kecepatan gerak Ziz memang sangat luar biasa, bahkan hal yang seperti itu bukan apa apa baginya.
Setelah menghindari busur tersebut, Ziz kembali menyerangku dengan beberapa pukulan beruntun, seperti sebelumnya aku berusaha menghindari semua pukulan itu. Anehnya gerakanku juga menjadi semakin cepat sehingga aku berhasil menghindari pukulan yang sebelumnya tidak bisa kuhindari.
Dalam pertarungan ini aku berhasil beradaptasi dengan kecepatan serangan Ziz, bahkan saat ini aku bisa menghindari serangan Ziz sepenuhnya.
“Apa maksudnya ini, Dia bertambah cepat seiring berjalannya waktu.” Guam Ziz dalam hati setelah aku berhasil menghindari semua serangannya.
Ditengah serangan beruntun Ziz, yang terpikirkan olehku hanyalah aku harus bisa membuat jarak dengan Ziz tanpa membuat pukulannya mengenaikau agar aku bisa fokus meikirkan cara untuk menyerangnnya, sayangnya Ziz tidak memberiku kesempatan untuk berpikir jernih, untuk menghindari serangannya saja, aku harus memutar otakku dan memfokuskan seluruh panca indraku, Ziz sama sekali tidak memberiku ruang untuk memikirkan hal yang lain apalagi memberiku ruang untuk membalas pukulannya.
Serangan demi serangan datang menghantamku, bahkan Ziz mampu meberikan 100 serangan dalam 1 detik saja, benar benar kecepatan yang mengagumkan sekaligus menakutkan. Di sisi lain tubuhku menjadi semakin sakit akibat efek samping dari kekuatan yang kuterima secara spontan ini, setelah menghindari serangan Ziz selama beberapa detik, Tubuhku sempat tersentak karena sakit dan akhirnya Ziz berhasil mendaratkan pukulannya tepat di keningku.
Ketika Ziz berhasil mendaratkan pukulannya dikeningku, seketika pukulannya meledak dan membuat keningku serasa hancur, aku terpental cukup jauh, membuatku menabrak dan menghancurkan beberapa bangunan dengan punggungku.
Setelah menghancurkan beberapa bangunan, aku pun terhenti setelah menabrak sebuah dinding rumah, darah mulai bercucuran memenuhi wajahku, punggungku serasa remuk dan aku kesulitan untuk bergerak, jika dilihat dari Lintasanku terpental, kenyataan bahwa aku masih hidup adalah sebuah keajaiban.
Bersambung...
__ADS_1