
Dalam pertarungan yang berat sebelah tersebut, Ziz baru saja memberikan serangan telak pada Riku dan Dolf, serangan yang membuat mereka berdua terpental jauh.
Semua orang yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa melongo tanpa tahu apa yang baru saja terjadi, kecepatan Ziz saat ini berada jauh diluar nalar, bahkan gerakannya tidak mampu di ikuti oleh mata sama sekali.
“Ap- Apa yang baru saja terjadi?” Ucap Anwar yang membatu bingung.
Di sisi lain Fals ikut membatu setelah sadar bahwa Dolf juga telah terpental jauh bahkan sebelum Fals sempat berkedip.
“Apa apaan itu, aku tidak kehilangan fokusku sedikitpun, namun tetap saja aku tidak mampu melihat gerakannya.” Gumam Fals dalam hati.
Keringat dingin mulai bercucuran deras di wajah Fals, sesosok Iblis dengan empat sayap hitam dan dikelilingi oleh api hitam yang sangat menakutkan sedang berdiri tak jauh darinya. bahkan dimata Fals, dia seakan melihat malaikat maut yang datang menjemputnya.
Di sisi lain Riku dan Dolf sudah tidak mampu bangkit setelah terhempas jauh akibat terkena serangan Ziz, bahkan mereka sudah muntah darah dan sudah tidak mempunyai kekuatan untuk bangkit lagi.
Erik bahkan tidak sempat bereaksi setelah melihat kejadian tersebut, Pikirannya menjadi kosong dan tidak tahu harus berbuat apa. Fals yang terpaku ketakutan berusaha memaksa tubuhnya untuk bergerak dan segera menjauh dari Ziz.
“Bergeraklah, Kumohon.” Gumam Fals dalam hati.
Ketika Ziz mulai bergerak dan berjalan perlahan untuk mendekati Fals, Akhirnya Fals berhasil mengatasi ketakutannya dan bergerak ke arah Erik. Namun hal itu tidak berarti apa-apa, bahkan saat ini yang terlihat diwajah Fals hanyalah wajah putus asa, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan, isntingnya sudah memastikan bahwa hari ini hidupnya akan berakhir.
Ziz berjalan perlahan ke arah Fals dan Erik Sembari mengumpulkan sebuah sihir ledakan di tangan kanannya, Ziz berencana meledakkan mereka berdua sekaligus untuk mengakhiri pertempuran. Ketika Ziz mengangkat tangannya, sebuah bola ledakan raksasa muncul dan siap menghantam Fals Dan Erik.
__ADS_1
“Menyenangkan sekali, Terima kasih sudah menghiburku, selamat tinggal.” Ucap Ziz sembari bersiap menyerang Fals dan Erik.
Ketika Ziz ingin meluncurkan serangan Ledakan Miliknya, tiba tiba hal yang tidak terduga terjadi sebuah busur air yang berlapis angin berhasil melukai dan menembus dada Ziz, seketika Ziz langsung memuntahkan darah di ikuti dengan munculnya suara gemuruh yang terdengar sangat menakutkan tepat setelah Busur air itu menembus dada Ziz.
Serangan kejutan yang datang entah dari mana berhasil membuat luka Fatal pada tubuh Ziz, dan membuat Ziz terpaksa membatalkan sihir ledakan miliknya dan langsung jatuh tertunduk.
“Sial, apa maksudnya ini?” Gumam Ziz dalam hati.
Semua orang yang ada disana kembali terdiam bingung, tanpa mereka sadari dinding Space Of Eternity Jebol akibat serangan dari luar sekaligus berhasil memberikan luka fatal pada Ziz. Semua orang yang melihat kejadian tersebut di bingungkan dengan apa yang baru saja terjadi, tiba tiba Sebuah busur kombinasi Air dan Angin datang entah dari mana dengan kecepatan yang bahkan melebihi kecepatan suara.
Beberapa menit yang lalu, aku yang masih berada di ruang perawatan tiba tiba terbangun karena tersendak, ketika aku terbangun aku melihat seorang wanita cantik berambut perak dengan telinga yang panjang sedang duduk di perutku dan mencium bibirku, Dia adalah seorang Gadis Elf, sepertinya dia sedang meminumkan sesuatu padaku hingga membuatku tersendak.
Ketika aku membuka mataku, aku sempat bingun dengan kejadian itu, namun setelah aku sadar sepenuhnya aku segera memegang pundak wanita itu dan membuatnya terlepas dariku, ketika aku membuatnya terlepas dariku, Gadis Elf itu perlahan menoleh kesamping dengan wajah merona sembari mengatakan sesuatu.
Aku yang baru saja tersadar masih belum bisa memahami apa yang telah terjadi, hal itu membuatku hanya bisa terpaku diam sembari memegangi pundak wanita itu dengan keras.
“To-tolong lepaskan peganganmu.” Ucapnya kembali.
Perlahan aku melepaskan peganganku yang cukup kuat dari gadis Elf itu karena merasa bahwa dia bukanlah orang yang jahat, kemudian aku meminta maaf kepadanya karena telah berlaku kasar.
“Ma-maafkan aku.” Ucapku sembari melepaskan tanganku dari pundaknya.
__ADS_1
Tepat setelah aku melepaskan tanganku dari pundaknya, Gadis Elf itu langsung menggelengkan kepalanya lalu segera meminta tolong kepadaku.
“Aku tahu ini egois, tapi aku butuh pertolonganmu.” Ucap Gadis Elf itu sembari memegangi pundakku.
Gadis Elf itu terlihat sangat serius ketika meminta tolong padaku, raut wajahnya membuatku merasa bahwa dia benar benar butuh pertolongan.
“Baiklah, tapi sebelumnya apa kau bisa turun dari tubuhku?” Ucapku padanya.
Sulit bagiku untuk mengatakannya, tapi tubuhku yang sedang terluka tidak mampu menopang gadis Elf itu lebih lama lagi.
“A’ Maaf.” Ucapnya sembari menjauh dariku.
Wajah Gadis Elf itu kembali merona karena malu, namun aku tidak memperdulikannya sama sekali. Aku segera bangkit dari kasur tempatku dirawat, ketika itu aku mendengar suara tulang belulangku yang serasa bergesekan. Anehnya, perlahan sel-sel yang ada ditubuhku mulai bekerja dengan sangat cepat, tulangku seakan bergerak sendiri dan memperbaiki tata letaknya, perlahan rasa sakit yang ada di tubuhku seakan menghilang, jari tangan kananku bisa ku gerakkan, padahal seingatku jari serta tulang tangan kananku hancur akibat menahan serangan dari seekor mahluk yang sangat menakutkan.
Dalam hati aku bertanya tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, seakan tubuhku memiliki kekuatan regenerasi super cepat dan membuat seluruh lukaku sembuh seketika, energi sihir di tubuhku juga perlahan memulih, bahkan meluap dan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ketika aku menatap kedua tanganku karena bingung, Gadis Elf itu segera menarik tanganku dan menyuruhku untuk ikut dengannya.
“Kita tidak punya banyak waktu, Tolong ikutlah denganku.” Ucap Gadis Elf itu Sembari menarikku keluar dari tempat perawatan tersebut.
Aku mengikutinya tanpa bertanya apa yang sebenarnya terjadi karena dia terlihat sangat takut dan gelisah, hal itu membuatku berpikir bahwa ada sesuatu yang sangat gawat diluar sana.
Ketika aku keluar dari ruangan tersebut, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara ledakan yang sangat keras, Gadis Elf itu segeta berpeluk padaku karena kaget dan takut akan ledakan itu, sedangkan aku sendiri sontak menutup telingaku karena ledakan tersebut membuat gendang telingaku hampir pecah, pendengaranku yang sangat tajam karena memiliki sihir elemen suara ternyata menjadi pedang bermata dua bagiku, bahkan aku sempat merasakan sakit pada telingaku akibat suara tersebut.
__ADS_1
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi?” Ucapku yang Mengekang gigiku sembari memegangi telingaku yang sakit.
Ledakan tersebut adalah ledakan yang terjadi ketika Ziz Menghantam Riku dan membuatnya terpental dan setelah suaranya mereda, Gadis Elf yang bersamaku mengatakan padaku bahwa tak jauh dari sana teman-temanku dan beberapa bangsa Elf sedang melawan Iblis yang sangat menakutkan, seketika aku langsung terbayang sosok iblis yang membuatku menderita luka yang sangat parah, iblis yang mempunyai kekuatan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dia adalah Ziz, mahluk yang sebentar lagi akan bertarung denganku.