Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 41 BENTURAN


__ADS_3

Halo PTB Lovers jangan lupa pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya dan jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah, Aagar kalian Tidak ketinggalan bab selanjutnya Ketika Karya ini Update, selamat membaca.


LEADER Mempersembahkan


*Pangeran Tanpa bakat*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di tengah persiapan kami yang akan mundur sementara dan Menyusun rencana lebih matang lagi untuk menyerang monster monster kelelawar yang bersarang di puncak gunung, tiba tiba kami di hadang oleh monster yang sangat besar dan mengerikan, walaupun monster itu masih berada cukup jauh di atas kami, tapi kami sudah merasakan tekanan yang yang sangat menakutkan.


Beberapa pasukan kami sudah terduduk lemas dan pasrah akan takdir yang berada di depan mereka, bahkan Baru kali ini aku melihat muka Erik menjadi setakut itu


“Sudahlah, kita tidak mungkin menang melawan mahluk itu.” Ucap salah satu prajurit yang terduduk lemas


“Sampai di sini saja yah.” Ucap yang lain


Mendengar keluhan mereka, Aku sangat ingin memberikan semangat pada para prajurit yang sudah pasrah itu, tapi intimidasi dari monster itu terlalu kuat untuk di patahkan hanya dengan kata kata saja.


Aku sendiri sebenarnya sudah tahluk pada kekuatan itu, keringat dingin mulai bercucuran di wajah ku dan tubuhku terasa sangat berat untuk di gerakkan, tapi di hati kecilku terdapat sebuah keinginan kuat untuk terus melawan hingga akhir.


keinginan itulah yang membuatku tidak merasakan ketakutan yang yang di alami oleh pasukan lain, tpi jika hanya bermodalkan tekad, aku tidak akan bisa melawan monster itu


“Sial, apa yang harus ku lakukan.” Gumamku dalam hati


Monster itu terlihat terbang dengan ke empat sayapnya dan menutupi matahari, Tak lama kemudian, monster itu terlihat sedang mengumpulkan sebuah energi sihir yang sangat besar, sebuah bola sihir raksasa terbentuk di depan monster itu dan membuat kami merasakan tekanan yang lebih berat lagi.


“A’apa apan energi sihir itu, sebenarnya mahluk apa dia aitu” Ucap Marco Terkejut setengah mati

__ADS_1


“Entah sihir macam apa itu, tapi aku merasakan sebuah firasat buruk dari sihir itu.” Sahut Kepala desa


Monster itu mengeluarkan sebuah bola sihir yang tidak pernah ku lihat sebelumnya, sihir yang sungguh luar biasa menakutkan, bahkan tekanan sihirnya membuat pepohonan menjadi bergoyang karna tekanan yang datang dari energi sihir itu.


Setelah cukup besar untuk menghancurkan sebuah desa sekaligus, mahluk itu melepaskan sihirnya dan mengarahkannya pada kami.


Sebuah sihir berskala Besar yang bentuknya seperti bola energi yang sangat meluncur ke arah kami yang sedang berada di tengah hutan.


Kami hanya bisa menyaksikan bola sihir itu mengarah pada kami tanpa bisa melakukan apa apa, kami hanya terpaku dan tidak bisa bergerak, menghindar pun takan sempat karna serangannya yang begitu besar.


“Sial, Bagaimana sekarang, aku harus melakukan sesuatu, jika kitak kami semua akan mati. Ayo Berfikir lah Arsyil.” Gumamku dalam hati


Ketika bola sihir itu menyentuh pepohonan, pohon pohon itu langsung hangus dan hancur.


Di sekeliling ku hanya tertelihat muka cemas dan pasrah, mereka seakan terpaku ke bumi dan tidak bisa melakukan apa apa, aku berencana untuk menghalau dan menahan serangan sihir itu, tapi bahkan aku tidak tau sihir macam apa yang menuju kea rah kami dan bangai mana cara menahannya.


Tanpa sadar sihir itu sudah sangat dekat dengan kami, bahkan bebatuan dan tanah di sekitar kami mulai bergetar.


Tanpa sadar tubuhku seakan bergerak sendiri. tanpa berpikir lagi, aku langsung menggunakan sihir Langkah angin dan dengan sangat cepat langsung berada di depan bola itu.


Aku merasakan energi sihir yang luar biasa kuat, Bahkan sihir Full Enhance yang ku gunakan untuk melindungi tubuhku serasa akan retak karna tekanan sihir itu.


Aku langsung mengeluarkan seluruh sihir yang ku miliki, cincin angin dan air muncul dan mulai mengelilingi tubuhku, kemudian aku mengumpulkan hampir seluruh energi sihir yang ku miliki saat ini lalu aku memadatkannya pada kepalan tinju di tangan kananku.


Setelah sihir itu berada tepat di depanku, aku langsung memukulnya sekuat tenaga, akibatnya terjadilah benturan yang sangat dahsyat yang terjadi antara bola sihir itu dan pukulan ku yang sudah ku lapisi dengan hampir seluruh energi sihir yang ku miliki.


Tanah di sekitar kami menjadi berhamburan di ikuti dengan batu batu yang ikut hancur bahkan pohon pohon raksasa yang berada di dekat kami juga ikut tumbang.

__ADS_1


Walaupun jarak antara aku dan seluruh pasukan hanya berkisar lima belas meter saja, tapi seluruh pasukan itu berada tepat di bawahku, karna itu mereka tidak terlalu merasakan dampak dari benturan antara aku dan bola sihir itu.


Aku menggunakan sedikit sihirku untuk memadatkan udara sebagai pijakan agar bola sihir raksasa itu tidak sampai mengenai mereka.


Walau begitu, mereka tetap merasakan tekanan yang luar biasa dan hembusan angin yang sangat kuat akibat benturan pukulan ku dan sihir itu.


Untunglah pukulanku cukup kuat untuk mengnentikan sihir itu sebelum menghancurkan kami, tapi jika terus seperti ini tubuhku akan hancur dan sihir ini akan tetap menghancurkan kami dan seluruh hutan.


Aku bahkan bisa mendengar suara tulang patah dari lengan dan jari jariku, tapi jika aku menyerah sekarang maka usahaku hanya akan menjadi sia sia saja.


Untunglah aku masih bisa menggerakkan tubuhku berkat sihir Full Enhace, tapi beberapa bagian tubuhku mengalami luka yang cukup parah karna sihir yang melindungiku menipis akibat hampir seluruh sihir yang ku miliki ku gunakan untuk memukul bola sihir raksasa itu.


Tulang rusuk ku juga ikut patah akibat menahan serangan dari monster itu, tapi aku masih belum boleh menyerah, setelah memaksakan tubuhku dan menggunakan seluruh sihir yang ku miliki untuk menahan sihir itu, aku pun berhasil memantulkannya dan mengembalikan serangan sihir itu pada pemiliknya, namun sihir itu meledak sebelum mencapai monster itu.


Bola sihir raksasa itu meledak cukup jauh dari ku tapi menghasilkan sebuah tekanan angin yang sangat kuat dan berhasil menghempaskanku yang sudah babak belur ke tanah.


Tubuhku yang sudah babak belur, beberapa tulangku patah dan energi sihirku hampir tak bersisa membuatku sudah tidak bisa melakukan apa apa lagi dan aku kehilangan kesadaranku sebelum mencapai tanah


-Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah, dan jangan lupa bahagia :D


Oh iya, Author juga ingin mengucapkan terima kasih banyak buat kalian yang udah ngasih support dan membuat Author makin semangat untuk Update


See You

__ADS_1


-Leader


__ADS_2