
Ketika aku di ejek oleh Ziz, entah kenapa amarahku tiba tiba meluap, aku pun mengerahkan seluruh kekuatan yang aku punya karena sangat geram dan ingin memberinya beberapa pukulan tepat di wajahnya.
“Lihat saja, Aku akan menghapus senyumanmu itu.” Ucapku dengan nada percaya diri.
Namun bukannya berhasil menghajar Ziz, aku justru membuat tubuhku terbebani karena menggunakan energi sihir berlebihan, akibatnya tubuhku tersentak dan berhenti bergerak, bahkan aku sempat memuntahkan darah, Ziz pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menghajarku habis habisan.
Seketika aku tersadar bahwa aku tanpa sadar telah menjadi seseorang yang Sombong, aku dengan percaya diri berpikir bahwa aku bisa menghajar Ziz dan justru membuatku berada di ujung tanduk. Aku mulai berpikir bahwa mungkin memang sudah saatnya aku menyerah, namun ketika aku benar benar ingin menyerah dan menerima kematianku, aku tiba-tiba terbayang wajah orang orang yang berharga buatku. Aku terbayang wajah teman temanku dan orang orang berharga yang harusnya ku lindungi, Ibundaku, Erik, Kakek Roy, Kakek Rob, Ellaine, Yue, Aqua dan yang lainnya.
Ketika aku terbayang wajah mereka, aku yang tadinya ingin menyerah tiba tiba membatalkan niatku, semangatku yang tadinya hampir padam tiba tiba bertahan di titik terlemah, ketika Ziz memberikan pukulan penutup yang membuatku terhempas jauh dengan kondisi tubuh yang hancur, aku mulai berpikir jika aku tidak berusaha mengubah takdirku yang dilahirkan sebagai orang tidak berguna, maka aku akan tetap menjadi orang yang tidak berguna selamanya. Setelah dihantui oleh perasaan tersebut, aku mulai membulatkan tekadku agar terus bertambah kuat untuk bisa melindungi orang orang yang berharga bagiku.
Aku tahu bahwa mewujudkan semua itu bukanlah hal yang bisa dicapai dengan tekad yang setengah setengah, aku harus bisa menghadapi takdir kejam yang menantiku, walaupun tulangku patah Berulagn kali, tubuhku hancur berulang kali, melewati hari hariku dengan kesengsaraan, aku harus bisa menempuh semua itu.
Tepat setelah semangatku berkobar kembali, tubuhku yang hancur kembali pulih, bahkan lebih cepat dari sebelumnya, rasa sakit yang seakan akan membuatku meledak perlahan menghilang, aku merasakan beberapa perubahan pada tubuhku, tinggi badanku bertambah dan ototku seakan mengencang, tubuhku menjadi lebih kuat dari sebelumnya, rambutku tumbuh memanjang dan energi sihirku meluap luap, dugeon tempatku bertarung dengan Ziz bergetar, angin disekitarku berkumpul dan mengelilingiku, aku merasa tubuhku menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya tubuhku bahkan menjadi semakin ringan dan gerakanku semakin cepat, melihat fenomena yang terjadi padaku membuat Ziz terkejut sekaligus marah besar, setelah melihat kekuatan yang aku dapatkan Dari Mata Air kehidupan menyatu sepenuhnya dengan tubuhku, Ziz pun menyadari bahwa aku telah meminum Mata Air kehidupan yang menjadi tujuannya di dugeon ini.
__ADS_1
“Sialan, jadi kau meminum air itu.” Ucap Ziz yang terlihat marah besar.
Mendengar Ziz menyebut kata Air itu membuatku sedikit bingung karena aku sama sekali tidak tahu menahu tentang Mata Air kehidupan yang telah memberiku kekuatan besar.
“Air itu, Apa maksudmu?” Tanyaku Pada Ziz.
Bukannya menjawab pertanyaanku, Ziz justru langsung menyerangku dengan sihir ledakan, karena kaget, aku tidak sempat menghindar dan hanya bisa menyilangkan tanganku untuk melindungi tubuhku dari sihir ledakan itu, namun bukannya terluka, aku justru tidak bergeming sama sekali, energi sihir yang meluap luap melapisi seluruh tubuhku dan membuat Sishir Ziz sama sekali tidak berefek padaku.
Melihatku yang masih berdiri kokoh tanpa Luka sedikitpun membuat Ziz berdecak kesal dan melepaskan seluruh energi sihirnya.
Setelah mengetahui bahwa Mata Air kehidupan yang menjadi tujuannya ke dugeon itu ternyata telah ku minum, Ziz menjadi marah besar, Ziz yang tadinya tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawanku, sekarang justru melepaskan seluruh kekuatannya dan berniat memusnahkanku dan seluruh dugeon.
Di sisi Lain aku masih dibingungkan dengan Air yang dimaksud oleh Ziz, tak lama kemudian aku teringat ketika aku tersendak dan terbangun dari kondisiku yang buruk, aku ingat bahwa saat itu aku seperti menelan sesuatu dan Alana sendiri sedang berada di posisi menciumku seakan telah meminumkan sesuatu padaku melalui mulutnya.
__ADS_1
Setelah mengingat kejadian itu, aku pun menyimpulkan bahwa sumber kekuatan yang tidak kuketahui ini pastilah dari air yang dimaksud oleh Ziz, dan aku meminumnya secara tidak sengaja, lebih tepatnya Alana membuatku meminumnya dan membuatku mendapatkan kekuatan sihir yang sangat besar ini.
Namun di sisi lain aku kembali bertanya tanya, kenapa bukan ayah Alana atau temannya saja yang meminum air itu untuk mendapatkan kekuatan agar bisa melawan Ziz, karena di lihat dari manapun aku bukanlah orang yang tepat karena aku bahkan tidak mengenal mereka sama sekali dan itu akan menimbulkan kerugian besar pada mereka karena kekuatan yang harusnya menjadi milik mereka justru jatuh ke tangan orang asing.
“Begitu Rupanya, Jadi air yang dimaksud oleh Monster itu adalah yang membuatku tersendat setelah Alana menciumku.” Guamku dalam hati.
Disisi Lain Energi sihir Ziz meningkat secara drastis, Api hitam yang mengelilinginya semakin membesar dan terasa sangat panas, aku pun segera membuat Lapisan energi sihir air untuk memblokir panas yang dihasilkan oleh ledakan energi sihir milik Ziz.
Seketika yang terlihat di depanku hanyalah mahluk yang sangat menakutkan dengan api hitam yang mengelilinginya, padahal aku berada di tepat yang sedikit jauh darinya, namun lapisan sihir air yang ku buat perlahan menguap karena panas yang dihasilkan oleh energi sihir yang mengelilingi Ziz, rerumputan dan Pohon yang ada di dekat kami menjadi layu seketika, sialnya lagi, udara sekitar mulai menipis dan membuat tempat itu menjadi sedikit sesak, untunglah udara yang mengelilingiku cukup banyak dan aku pun bisa menstabilkan udara di sekelilingku.
Ketika aku bersiap menghadapi serangan Ziz, Aku justru dikejutkan oleh hal yang tidak terduga, padahal sebelumnya aku berada di dugeon bawah tanah dengan kondisi sekitar yang telah hancur akibat pertarunganku dengan Ziz, namun sekarang aku sedang berada di tengah hutan dengan pepohonan raksasa, kemudian tepat dibelakang Ziz ada sebuah lubang raksasa di tanah, telihat seperti telah terjadi ledakan dahsyat di tempat itu, seketika aku tersadar bahwa Hutan tersebut adalah Hutan Kalliergo dan lubang dibelakang Ziz adalah tempat pertama kali aku di serang oleh Ziz dengan sihir ledakan yang sangat dahsyat.
“Cih, Apa maksudnya ini.” Decak Ziz yang tiba tiba berpindah Tempat.
__ADS_1
Awalnya aku juga sangat bingung dengan apa yang telah terjadi, namun setelah aku mengingat beberapa hal, aku pun mengingat bahwa aku mengenal seseorang yang memiliki sihIr tipe ruang yang bisa melakukan teleportasi dalam sekejap, aku pun menyimpulkan Bahwa Alana telah memindahkanku dan Ziz agar dugeon tempat tinggal Para Elf tidak hancur akibat pertarunganku dengan Ziz.
Bersambung...