
Ziz yang berencana menyerang Erik, Marco, Tian dan Anwar dengan sihir tingkat tinggi miliknya, tiba-terhenti ketika terkena busur angin yang di lancarkan oleh dua orang dari tiga jenderal Elf, hal itu membuat Ziz tersenyum dengan tatapannya jauh lebih tajam dari sebelumnya.
Erik yang menyaksikan ekspresi Ziz secara langsung hanya bisa meneguk liurnya karena gemetar akan aura yang memancar dari Ziz, bahkan Erik hampir merasa putus asa karena menyadari bahwa Dia dikalahkan dengan sangat mudah oleh Ziz walaupun Ziz belum serius.
“Apa-apaan mahluk ini. Sial ternyata dia belum serius ketika melawan kami, apa kami memang tidak memiliki kesempatan menang?” Gumam Erik dalam hati.
Ketiga Jenderal Elf yang baru saja tiba ke medan perang langsung berjalan menuju area Space Of Eternity untuk bergabung dengan Erik dan yang lainnya. Erik, Marco, Tian dan Anwar sempat terkejut ketika ketiga Jenderal Elf dengan santainya berjalan menembus barrier Space Of Eternity, padahal Serangan dahsyat Milik Ziz tidak mampu menggoresnya sedikitpun.
Space Of eternity Sendiri adalah sihir yang membiarkan apapun yang berasal dari luar untuk memasukinya dan tidak membiarkan apapun yang berada di dalamnya untuk keluar, bahkan sihir dahsyat milik Ziz sendiri tidak mampu menembus Pertahanan dari sihi itu, itulah sebabnya Ketiga Jenderla Elf bisa masuk ke area Space Of Eternity dengan sangat mudah.
“Maaf karena membuatmu menunggu lama.” Ucap salah satu dari tiga Jenderal.
Ketiga jenderal tersebut di pinpin oleh Elf yang bernama Riku. Riku adalah adik laki-laki dari Ricardi, Seorang Elf yang bisa di bilang masih muda Muda namun memiliki skil sihir petarung elemen api. Kemudian Riku di ikuti oleh dua orang Elf yang terlihat lebih dewasa dari Riku, mereka bernama Dolf dan Fals. Dolf dan Fals sama-sama memiliki sihir tipe angin dan busur angin yang menghantam Ziz sebelumnya adalah sihir gabungan yang mereka berdua ciptakan.
Riku sempat melihat sekeliling untuk memastikan sejauh mana keadaan saat ini, di sana terlihat Erik, Marco, Tian dan Anwar yang sudah babak belur karena bertarung melawan Ziz, hal itu membuat Riku merasa sangat bersalah karena harus membuat mereka berempat terluka untuk menggantikan tugasnya.
“Maaf jika kehadiran kami terlambat, dan terima kasih karena telah membantu melindungi desa kami.” Ucap Riku pada Erik.
Erik mulai berjalan kedepan dan sejajar dengan posisi Riku dan kedua Jenderal Elf lainnya.
“Tidak masalah, tapi sebaiknya percakapan kita di lanjutkan nanti saja, karena tentunya dia tidak akan memberikan kita kesempatan untuk berbincang.” Ucap Erik sambil menatap tajam ke arah Ziz.
__ADS_1
Mendengar perkataan Erik sempat membuat Riku tersenyum, dalam Hati Riku kagum dan menganggap Erik sebagai orang yang sangat menarik.
“Benar Juga, sebaiknya kita selesaikan dulu urusan yang ada di depan kita.” Ucap Riku sambil tersenyum.
Seelah Riku mengatakan Hal tersebut, Dolf dan Fals mulai melebarkan jarak dari Riku, Awalnya Erik cukup bingung dengan apa yang mereka lakukan, sebelum akhirnya Mereka bertiga melepaskan energi sihir yang sangat dahsyat.
Erik, Marco, Tian dan Anwar sangat terkejut ketika melihat ketiga jenderal Elf melepaskan energi sihirnya. energi sihir mereka sebanding Dengan energi sihir milik AL.
“Aura yang sangat Luar biasa.” Ucap Anwar yang takjub melihat aura sihir ketiga jenderal Elf.
“Yah, paman Benar, dengan ini kita pasti bisa mengalahkan mahluk itu.” Ucap Erik yang juga takjub melihat aura sihir mereka.
Setelah ketiga jenderal Elf melepaskan Energi sihir mereka, Ziz sempat tertawa sebelum akhirnya ikut melepaskan Energi sihirnya yang sangat mengerikan.
Seketika admosfer di sekeliling Ziz berubah, aura sihirnya yang tadinya menggebu-gebu kini berubah menjadi aura tenang yang pekat, walaupun auranya terlihat jauh lebih tenang dari sebelumnya, namun intimidasi yang Ziz berikan jauh lebih berat dari intimidasi sebelumnya, Bahkan aura sihirnya terasa jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.
Jika saja Erik, Marco, Tian dan anwar tidak berada Dalam lingkaran Space Of Eternity, pasti mereka sudah pingsan karena tekanan intimidasi yang dikeluarkan oleh Ziz yang terlalu berat untuk mental mereka.
“Sungguh Aura yang sangat mengerikan.” Ucap Erik dengan tatapan heran.
“Yah, Dia adalah monster diatas monster, bahkan aku tidak pernah menyangka ada mahluk yang mempunyai energi sihir yang sangat mengerikan seperti itu.” Sahut Riku membenarkan ucapan Erik.
__ADS_1
sebelum memulai pertempuran, Riku mengatakan pada Marco, Tian dan Anwar untuk Keluar dari Area Space Of eternity agar tidak terkena dampak dari pertempuran yang akan terjadi, karena bagaimanapun juga, mereka bertiga hanya akan menjadi beban dalam pertempuran itu, Level mereka berada sangat jauh di bawah untuk ikut serta dalam pertempuran dahsyat yang akan terjadi.
“Maaf jika aku tidak Sopan, tapi sebaiknya kalian bertiga tidak ikut serta dalam pertempuran ini.” Ucap Riku sembari menatap ke arah Marco, Tian, dan Anwar.
Karena sadar dengan kenyataan bahwa memang mereka hanya akan menjadi beban dan tidak akan berguna dalam pertarungan ini, mereka pun membenarkan ucapan Riku tanpa berpikir sedikitpun, lagipula hal itu memang satu satunya jalan terbaik saat ini.
“Sulit mengatakannya, tapi kau memang benar, kami bertiga memang tidak akan bisa mengimbangi kalian, Level kita terlalu jauh.” Ucap Anwar dengan wajah tegang akibat suasana mencekam.
Tanpa protes sedikitpun, Marco dan Tian mengangguk tanda setuju dengan Ucapan Anwar, tepat setelah Mereka mengangguk, Ricardi pun memanggil mereka bertiga dan menyuruhnya mendekat agar Ricardi bisa mengeluarkan mereka dari Area Space Of Eternity.
“Kalian bertiga kemarilah, aku akan mengeluarkan kalian.” Ucap Ricardi pada mereka.
Marco, Tian dan Anwar segera mendekati Ricardi agar mereka bertiga bisa keluar dari Lingkaran sihir tersebut, Ricardi menjelaskan bahwa satu satunya cara agar bisa keluar dari lingkaran sihir Space of Eternity adalah melakukan kontak Fisik dengan orang yang berada di luar, sehingga orang yang berada di luar bisa menariknya. tanpa banyak berpikir, Marco, Tian dan Anwar langsung menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan Ricardi, Ricadi pun menarik mereka bertiga keluar sekaligus. di sisi lain, Ziz sangat geram karena hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa, pasalnya Jika Ziz menyerang mereka bertiga terlebih dahulu, keempat orang yang tersisa tidak akan tinggal diam, mereka berempat sudah pasti langsung menyerang Ziz, dan hal itu akan menjadi kerugian besar bagi Ziz karena Fokusnya akan terbagi dan membuat penjagaannya kendor.
Setelah Marco, Tian dan Anwar berhasil keluar dari lingkaran Space Of Eternity, Riku pun menatap Ziz sembari tersenyum, Riku menepukkan tinjunya sebagai syarat akan dimulainya pertempuran antara mereka.
“baiklah, Bagaimana Jika kita mulai saja?” Ucap Riku sembari menepuk tinjunya.
Ziz yang cukup geram dengan kondisi yang ia alami saat ini mulai menenangkan pikirannya dan bersiap melawan Erik, Riku, Dolf dan Fals.
“Maaf saja, tapi hari ini adalah akhir bagi kalian, aku akan mengakhiri riwayat kalian disini.” Ucap Ziz dengan senyuman Sinis disertai aura membunuh yang sangat pekat terpancar dari tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung...