Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 65 BANTUAN YANG DITUNGGU


__ADS_3

Di Hutan Kaliergo dinamana aku sedang menghadapi ratusan kelelawar raksasa, dua ekor Wivern yang telah kubunuh secara menganaskan dan dua orang dengan kekuatan yang sangar mengerikan.


Aku menggunakan salah satu sihir tingkat tinggi andalanku yang telah ku kembangkan untuk menyerang sekawanan kelelawar raksasa yang mengelilingiku, sihir itu sangatlah kuat, bahkan aku sendiri bisa saja terkena dampaknya jika tidak segera menciptakan perisai angin untuk menlindungiku.


Di sisi lain Ziz menyelimuti tubuhnya dengan sihir Api hitam miliknya, dia ditemani seseorang yang sebelumnya menyerangku, dia mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk memberikan luka serius padaku.


Ketika Ziz menciptakan sebuah pelindung dengan sihir api hitam miliknya, aku pun mengira bahwa dia melakukan hal itu karena tidak ingin terkena dampak dari sihir Tempest Milikku, disisi lain sebenarnya bukan itu tujuan Ziz melakukan hal tersebut, Ziz menutupi hampir seluruh sisi tubuhnya agar bawahannya tidak melihatnya dalam keadaan terdesak, karena menurutnya itu akan membuat wibawahnya sebagai atasan jatuh, Ziz hanya membiarkan sebangian kecil dari arah depannya agar dia bisa melihatku dan berjaga jaga jika aku menyerang secara tiba tiba.


Tanpa aku sadari Ziz mulai merasakan sakit pada Luka di dadanya akibat busur sihir yang aku ciptakan, karena itu Ziz meminta agar Red mendekat padanya dan membungkus mereka berdua dengan sihir api Hitam agar Red bisa memberikan obat pada Ziz sembari menyembunyikan fakta bahwa Ziz sedang terluka parah dan butuh perawatan secepatnya.


“Sebenarnya siapa anak muda itu, kenapa dia bisa membuat anda terluka seperti ini.” Ucap Red sembari memberikan Ramuan penyembuh pada Luka Ziz.


Disisi lain Ziz juga ingin mengatakan hal yang sama seperti apa yang dikatakan Oleh Red, pasalnya Ziz sangat memandang rendah diriku dan telah memastikan bahwa aku tidak akan pernah bisa membuatnya terluka sedikitpun ketika pertama kali dia bertemu denganku, Ziz tidak menyangka sama sekali bahwa aku bisa menjadi sangat kuat seperti sekarang ini dalam waktu yang sangat singkat.


“Entahlah.” Ucap Ziz singkat.


Setelah memberikan Ramuan penyembuh pada Luka Ziz, Red pun membalutnya dengan perban yang kemudian ditutupi baju oleh Ziz agar bawahan dan lawannya tidak melihat dirinya dalam keadaan lemah.

__ADS_1


Setelah perawatan yang dilakukan oleh red selesai, Ziz pun melepaskan sihir pelindung yang dia pasang, lalu mengeluarkan sebuah bola ledakan raksasa dan menghantamkan sihirnya dengan sihir Tempest milikku.


“Disintegration Burst”


Ketika Sihir milik Ziz meledak, sihir milikku pun langsung terhenti akibat tekananan dari ledakan sihir milik Ziz, tiga buah tornado raksasa yang kuciptakan langsung menghilang seketika, telihat ratusan kelelawar yang berputar diudara akibat seranganku, sekarang bisa mengontrol gerakannya, ada beberapa diantara yang tersangkut di pepohonan dan beberapa tersungkur ke tanah.


Tak lama kemudian kawanan kelelawar raksasa itu kembali mengerumuni langit dan membuatnya kembali menjadi gelap, walaupun jumlahnya berkurang, namun berkurangnya sangatlah sedikit dan itu membuatku sedikit bingung, pasalnya aku telah mengeluarkan sihir yang sangat dahsyat tapi mereka bisa bertahan dengan sangat mudah.


Setelah membatalkan Sihir tempest milikku, Ziz secara perlahan berjalan ke arahku, dia mengibaskan ke empat sayapnya yang dilapisi api hitam yang membara, kemudian dia mengatakan padaku bahwa semua seranganku akan percuma karena Seluruh bawahannya mempunyai kekebalan terhadap sihir angin dan Api.


Mendengar perkataan Ziz membuatku sempat terdiam, aku mulai mengerti alasan kenapa kelelawar itu terasa sangat kuat karena bisa bertahan dari sihir tingkat tinggi milikku, bahkan mereka bisa bertahan dari sihir dahsyat buatanku.


Aku mulai berpikir jika mereka mempunyai daya tahan yang besar untuk melawna sihir angin dan api, itu artinya aku bisa menggunakan sihri air untuk memusnahakan mereka, sayangnya di sisi lain aku tidak mempunayai sihir air yang mampu memusnahkan mereka semua dalam waktu singkat, ditambah sepertinya aku tidak mempunayi waktu untuk mengalahkan mereka karena bosnya sudah berjalan ke arahku, itu artinya aku harus melawan monster itu sembari menghindari serangan dari bawahannya.


“Oh iya, aku belum mengetahui namamu.” Ucapku sembari mengulur waktu agar bisa memikirkan langkahku selanjutnya.


Jika aku hanya melawan Mahluk itu seorang diri, maka aku masih mempunyai kesempatan menang, namun kesempatan menang itu tidak akan ada jika aku melawannya bersamaan.

__ADS_1


“Hooh, benar juga, aku akan memperkenalkan diriku, Aku adalah Ziz aku dikenal dengan sebutan Lord of The Sky, dan aku adalah Jenderal Iblis yang menduduku posisi tiga teratas.” Ucap Ziz memperkenalkan dirinya.


Ketika dia mengatakan jenderal iblis, aku langsung teringat dengan mimpiku ketika bertemu dengan 3 dewa yang bertarung melawan Kaisar Iblis, aku pun mulai mengingat ketika pertama kali aku melihat Ziz yang rasanya sangat Familiar bagiku, dalam mimpi itu aku melihat sesosok mahluk raksasa dengan empat buah sayap yang berdiri di sisi Kaisar iblis bersama sembilang mahluk mengerikan lainnya ketika sedang melawan ketiga dewa itu, aku tidak pernah menyangka bahwa mahluk yang sedang kuhadapi saat ini adalah salah satu dari mahluk yang berhasil memukul mundur para dewa itu, aku mulai mengerti kenapa Ziz bisa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat seperti itu, bahkan dia masih bisa memojokkanku padahal kondisi tubuhnya sedang teluka parah.


Disela sela percakapanku dengan Ziz, aku secara tidak sengaja mendengar detak nadi Ziz yang telah kembali Normal, itu artinya Lukanya telah diobati dan akan sangat berbahaya bagiku jika terus melawannya, tapi disisi lain baik Ziz telah sembuh dari luka itu atau tidak, keadaanku saat ini memang sudah sangat berbahaya karena aku tidak bisa menandingi jumlah dan kekuatan mereka, aku bisa memastikan bahwa aku tidak akan selamat lagi jika tetap memaksa untuk melawan mereka.


Ketika aku bersiap untuk melawan Ziz beserta seluruh bawahannya, hal yang sangat kunantikan pun akhirnya datang, sebuah serangan sihir gabungan dari api dan angin muncul di depanku dan membakar Ziz beserta seluruh bawahannya.


“Giga Inferno Fortex”


Sihir itu adalah sihir gabungan antara sihir api milik Blaze dan sihir angin milik Yue, aku menyadari kedatangan mereka setelah mendengar beberapa langkah kaki dari kejauhan beberapa saat lalu, karena itu aku berusaha mengulur waktu. tapi aku sendiri tidak menyangka bahwa yang datang adalah Blaze, Yue, Erik dan yang lainnya, aku merasa sungguh beruntung.


“Sepertinya akan ada pertempuran besar besaran.” Gumamku sambil tersenyum.


Setelah terbebani dengan jumlah cukup lama, akhirnya aku bisa merasa sedikit lega setelah Erik, Blaze, Yue, Aqua, Marco, Anwar, Ricardi dan Alana datang, sekarang aku telah mendapatkan bala bantuan yang cukup untuk melawan mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2