
Ditengah pertarungan ku dengan Ziz, kami berdua tiba-tiba langsung berpindah tempat ke tengah hutan Kaliergo, padahal sebelumnya kami sedang bertarung di dalam dugeon tempat para elf tinggal.
Aku menduga bahwa kami dipindahkan oleh Alana dengan menggunakan sihir teleportasi miliknya, pasalnya hanya dia orang yang ku kenal mempunyai tipe sihir seperti itu.
“Sial, Apa maksudnya ini.” Gumam Ziz setelah kami berpindah tempat.
Di sisi lain aku cukup diuntungkan kerena tidak perlu lagi menghawatirkan kerusakan yang akan terjadi jika kami mengeluarkan seluruh kekuatan kami dalam pertarungan ini.
“Bagus sekali Alana, ini akan lebih memudahkan ku untuk bertarung.” Gumaku dalam hati.
Ketika Ziz menatap ku dengan tatapan tajam, aku pun bersiap untuk menghadapi serangan yang akan dia lancarkan pada ku, Energi sihir yang berbentuk api hitam di sekelilingnya mulai mengamuk dan membakar pepohonan raksasa yang ada di dekat kami, aku pun mulai meningkatkan energi sihir milik ku yang sekarang sudah meningkat jauh lebih besar dari sebelumnya.
Aku pun melawan ledakan energi sihir milik Ziz dengan Ledakan Energi sihir milik ku, Ketika ledakan energi sihir ku dan ledakan energi sihir milik Ziz bertabrakan, hembusan angin beserta udara panas membuat tumbuhan di sekitar kami menjadi kering dan terhempas, benturan energi sihir milik kami bernar benar dahsyat hingga terasa seperti sebuah badai angin dan api, permukaan tanah disekitar kami hancur dan banyak sekali pohon tumbang dan terbakar.
__ADS_1
Setelah tubuh ku mengalami perubahan dan mampu menampung energi sihir yang aku peroleh dari mata air kehidupan, aku pun berhasil mengimbangi kekuatan Ziz yang sangat besar itu, bahkan setelah dia serius.
“Boleh juga kau bocah, siapa namamu.” Ucap Ziz ketika energi sihir ku mampu mengimbangi energi sihir miliknya.
Aku pun tersenyum ketika Ziz mengatakan hal itu, rasanya sangat lega setelah dia mengakui ku, padahal sebelumnya dia hanya menganggap ku sebuah mainan dan menghajar ku dengan sangat mudah.
“Namaku Arsyil, Arsyil Whale, Putra sulung dari kerajaan Whale.” Ucapku padanya.
Tepat setelah aku menjawab pertanyaannya, kami pun langusng bergerak untuk menyerang, bahkan kali ini kecepatan yang ku miliki sedikit mendominasi dibandingkan kecepatan milik Ziz, sayangnya aku kalah dalam aspek pengalaman bertarung sehingga Ziz masih lebih unggul dariku sehingga dia masih bisa memberikan beberapa serangan padaku dan membuat ku kewalahan.
Setelah bertarung selama beberapa menit, menangkis dan menghindari serangan serangan Ziz serta berusaha memberikan serangan balasan padanya, aku pun berhasil mendaratkan serangan ku dan berhasil memukul wajah Ziz dengan cukup keras, tidak hanya itu, aku memanfaatkan kesempatan itu untuk melanjutkan pukulan ku dan memberikan pukulan bertubi tubi padanya, namun Ziz berhasil menahan hampir seluruh pukulan ku dan yang mengenainya hanya beberapa pukulan saja.
Walaupun aku tidak bisa memberikan serangan besar yang mampu memberikan luka padanya, namun beberapa pukulan ku yang mengenainya berhasil memberikan luka kecil yang cukup efektif untuk membuat gerakannya menjadi kacau, hal itu membuat semangat ku semakin meningkat karena sekarang aku punya kesempatan untuk mengalahkannya.
__ADS_1
Ketika Ziz menerima beberapa serangan dari ku, Ziz pun melompat kebelakang untuk mengambil jarak karena tertekan oleh ku, hal itu membuat ku sangat senang karena sejauh ini hanya aku yang ditekan dan dihajar olehnya tanpa mampu membalas sedikitpun, namun sekarang kekuatan kami telah seimbang, aku hanya perlu memberikan beberapan serangan tambahan sembari membuat luka di dadanya semakin parah, jika sebelumnya aku berharap untuk bisa menekannya agar dia mundur, sekarang aku justru berharap bisa mengalahkannya agar dia tidak menyusahkan ku atau orang lain di kemudian hari. Secara, monster sepertinya akan sangat berbahaya jika aku membiarkannya lolos begitu saja.
Tanpa aku sadari, Luka di dada Ziz sudah mulai membuatnya terganggu, lukanya mulai sakit dan harus segera diobati, namun Ziz tahu betul bahwa aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja, karena itu Ziz berencana mendaratkan sebuah seragan besar agar dia memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
“Sial, Luka di dadaku mulai sakit, aku harus segera mengobatinya.” Gumam Ziz dalam hati.
Setelah jarak kami sedikit berjauhan, aku mulai mengumpulkan sihir angin dan air untuk melapisi tangan dan kakiku, aku melakukan hal itu karena terinspirasi dari pukulan ledakan milik Ziz, lebih tepatnya aku meniru jurusnya.
Ketika aku bersiap menyerang, tiba tiba seseorang muncul menyerangku dari atas dengan tendangan api yang berkobar dan sangat besar, untunglah aku sempat menghindari serangan itu, dan membuatnya hanya berhasil menyerang tanah, seketika tanah yang terkena serangannya langsung hancur lebur dan membuat sebuah lubang yang cukup dalam, walaupun serangan itu tidak sekuat serangan milik Ziz, namun jika aku terkena serangan itu, maka pasti aku akan terluka cukup parah.
Tak lama setelah orang itu menyerang ku, tiba-tiba langit mulai menjadi gelap, ketika aku menoleh ke arah langit, aku melihat sekawanan kelelawar raksasa mengitari tempat kami bertarung, kelelawar raksasa itu adalah pasukan Ziz yang telah membuat resah dan menculik beberapa warga Desa cemara belakangan ini, sekaligus tujuan kami membentuk pasukan dan berangkat ke hutan Kaliergo. seketika langit mulai terlihat gelap karena tertutupi oleh sekawanan kelelawar raksasa itu, mereka terlihat seperti sebuah tornado raksasa yang siap menghancurkan apa saja dan ditengah tengah mereka terdapat 2 mahluk raksasa yang mempunyai energi sihir yang jauh lebih kuat dari kelelawar raksasa itu, kedua mahluk itu adalah Wivern, walaupun tidak sekuat naga, namun Wivern adalah mahluk yang setidaknya butuh sekitar 80 prajurit untuk menumbangkannya.
“Sial, sepertinya situasiku saat ini dalam bahaya.” Gumamku dalam hati sambil menggigit bibirku.
__ADS_1
Aku mulai berdecak kesal, Padalah sedikit lagi aku bisa mengalahkan Ziz dan setidaknya aku bisa menahannya dan membuatnya dipenjara untuk selamanya jika tidak membunuhnya, sayangnya saat ini kesempatan itu telah musnah karena bala bantuan telah datang untuk membantunya.
Bersambung...