Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 25 SEKERTARIS PRIBADI


__ADS_3

Ketika Rasya membunuh monster serigala dengan satu tebasan saja, seisi Colosseum langsung bersorak takjub melihat kehebatannya itu.


“Wow, apa yang baru saja terjadi hadirin, tiba tiba ada seseorang yang melompat kearena dan membunuh monster itu dengan sekali serang saja.” Sorak riuh Pembawa acara.


Pemilik Colosseum tidak tau bahwa Rasya lah yang membunuh monster itu, sampai akhirnya dia di beritahu oleh salah satu bawahannya.


“Wow, saya baru saja mendapatkan kabar bahwa pangeran Rasya lah yang melakukan hal luar biasa itu, kita baru saja menyaksikan seorang legenda beraksi di depan kita.” Lanjut pembawa acara memeriahkan Kejadian itu.


Penonton semakin ribut dengan sorakan, semua orang memuji kehebatan Rasya.


“Pangeran memang luar biasa,”


“Hidup pangeran Rasya.”


Setelah menutup acara, Pemilik Coloseum pergi untuk menghampiri Rasya.


“Anda memang sangat hebat pangeran,” Ucap pemilik Colosseum.


“Hei paman, aku ingin membeli gadis ini.” Ucap Rasya menghiraukan pujian pemilik Colosseum.


“Tentu saja pangeran, mari kita bicara di ruangan ku.” Ucap Pemilik Colosseum


Rasya dan gadis itu kemudian mengikuti Pemilik Colosseum menuju ruangannya, Phoenix yang melihat mereka pergi, juga bergegas untuk menyusul Rasya.


Setelah mereka sampai ke ruangan Pemilik Colloseum, Rasya dan pemilik Colosseum pun melakukan negosiasi.


“Seperti yang anda tau pangeran, gadis itu cukup berharga bagi kami,” Ucap Pemilik Colosseum


“Aku tahu, kau tidak perlu melanjutkan perkataan mu. Bagaimana dengan seribu keping koin emas, termasuk ganti rugikarna aku membunuh monster itu?” Ucap Rasya tanpa basa basi.


Pemilik Colosseum sangat kaget dengan perkataan Rasya barusan, biasanya seorang budak hanya mempunyai harga paling tinggi sebanyak lima koin emas, dan penghasilan Colosseum sendiri hanya bisa mencapai paling banyak seratus koin emas dalam sebulan.


“A’ apa anda tidak salah ucap pangeran?” ucap pemilik Colosseum yang kehabisan kata kata.


“Yah, aku akan mengirimnya setelah sampai ke istana.” Lanjut Rasya sebelum meninggalkan tempat itu.


Pemilik Colosseum yang masih kaget dengan negosiasi barusan sudah tidak bisa berkata kata lagi.


“Ayo kita pergi” ucap Rasya pada Amanda sambil beranjak pergi.


“Baik” ucap Amanda lembut


Setelah keluar ruangan, Phoenix terlihat sedang menunggu mereka di luar.


“Terus, apa yang akan kau lakukan pada gadis itu.?” tanya Phoenix yang besandar di tembok.


“Entahlah, aku akan memikirkannya nanti.” Ucap Rasya polos.


Setelah mereka keluar dari Colosseum, mereka terlebih dahulu mengunjungi toko pakaian untuk mendandani Amanda.

__ADS_1


“Kemarilah, aku akan melepaskan kalung itu.” Ucap Rasya pada Amanda


Amanda pun mendekat, kemudian Rasya melepaskan kalungnya dengan kunci yang diberikan oleh kepala Colosseum.


Mereka pun masuk ke sebuah toko pakaian yang paling terkenal di ibukota kerajaan Whale, pekerja yang berjaga di sana dengan sigap menghampiri Rasya dan memberikan pelayanan terbaik mereka.


“Apa ada yang bisa kami bantu pangeran,?” ucap salah satu pelayan di toko itu.


“Aku ingin kalian meberikan pakaian yang bagus untuknya, sekalian rias dia.” Ucap Rasya sambil memegang tangan Amanda.


Setelah Rasya mengatakan itu, para pelayan di toko itu pun mebawa Amanda ke ruang ganti, tapi pertama tama Amanda membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Setelah menunggu selama kurang lebih tiga puluh menit, Amanda pun keluar dari ruang ganti.


Seketika mata orang orang yang ada di sana hanya tertuju pada Amanda, wanita yang tadinya sangat kotor dan membuat kecantikannya redup itu, tiba tiba berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik.


Bahkan Rasya sendiri sempat mengira bahwa dia orang lain.


“Kau sangat cantik dengan pakaian itu, sekarang ayo kita kembali ke istana.” Ucap rasya sambil menggandeng tangan Amanda.


Amanda hanya bisa tersipu karna pujian Rasya.


Dalam perjalanan mereka sempat berbincang.


“Namamu Amanda bukan,?” tanya Rasya polos sambil memegang tangan Amanda.


“Kenapa mereka menjadikanmu bahan percobaan untuk monster serigala itu,? maksudku tidak biasanya seorang budak yang cukup cantik sepertimu di jadikan tumbal.” lanjut Rasya bertanya.


“Itu karna aku selalu menolah melayani orang yang memperbudak ku, jika mereka akan menyentuhku, aku lebih memilih mati daripada di sentuh oleh sampah sampah seperti mereka.” Ucap Amanda yang terlihat serius.


“Begitu rupanya.” Sahut Rasya yang acuh tak acuh.


(* sebenarnya Rasya terkejjut dan kagum dengan penyetaan amanda tadi, tpi Rasya bisa mengendalikan ekspresianya.)


“Maaf jika aku lancang pangeran, tapi aku ingin bertanya sesuatu.” Ucap Amanda Lembut.


“apa itu.?” Jawab Rasya.


“Kenapa pangeran mau menyelamatka budak sepertiku.?” Tanya amanda penasaran.


“Entahlah, mungkin karna kau cukup menarik.” Jawab Rasya yang masih tanpa ekspresi itu.


Amanda yang mendengar perkataan Rasya langsung tersipu, mukanya mulai merona.


Setelah di istana, Rasya meminta ayahnya agar menjadikan Amanda tamu istimewah, dan Raja Walter pun menyetujui permintaan Rasya.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Rasya yang sedang berjalan menuju taman istana, tiba tiba melihat Amanda sedang di rudung oleh tiga Putri bangsawan,


(* ketiga putri bangsawan itu merupakan anak dari adik raja Walter, gampangnya mereka adalah sepupu Rasya.)

__ADS_1


Mereka merudung Amanda setelah tahu bahwa amanda hanyalah budak yang di beli oleh pangeran Rasya.


Melihat hal itu Rasya dengan sigap langsung mendekati dan menghentikan perbuatan mereka.


“Apa yang kalian lakukan.” Ucap Rasya yang terlihat kesal.


“si budak ini baru saja menumpahkan minuman ke gaunku pangeran, aku hanya memberinya pelajaran.” Salah satu diantara mereka berdalih.


“Benarkah itu Amanda.?” Tanya Rasya pada Amanda.


“Tidak pangeran, Mereka sendiri yang membuatku terjatuh ketika aku sedang membawa minuman untuk Putri Liliana di taman.” Ucap Amanda sambil menunduk.


Amanda bisa saja melawan mereka dengan kekerasan, tapi amanda tidak ingin mempermalukan nama pangeran Rasya hanya karna keinginan pribadinya.


“Apa katamu, para budak memang jago berbohong yah.” Ucap salah seorang gadis bangsawan itu sambil menedang Amanda.


Sembelum tendangan gadis itu mengenai amanda, Rasya menarik bahu gadis itu dan membuat tendangannya tidak sampai pada Amanda.


“Apa kau ingin Ku beri hukuman.?” Ucap Rasya yang terlihat Marah.


Melihat tatapan Rasya yang dingin itu, membuat ke tiga purti bangsawan tadi menjadi takut dan ingin pergi dari tempat itu.


Sebelum mereka pergi, salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk bertanya.


“Kenapa kau lebih membela budak itu daripada kami.” Ucap salah satu diantara mereka.


“Karna aku lebih menyukai wanita yang menjunjung tinggi harga dirinya walaupun dia hanyalah budak, dari pada sampah sampah kalangan atas seperti kalian.” Ucap Rasya dengan tatapan dinginnya.


Mendengar itu, ketiga sepupu Rasya langsung pergi tanpa kata.


“Ikutlah denganku Amanda, jangan khawatir tentang Liliana aku akan mengurusnya nanti.” Ucap Rasya singkat.


Amanda pun mengikuti keinginan Rasya.


Rasya membawa Amanda menuju ruang tahta, di mana Raja Walter sedang duduk di singgasananya.


Setelah mereka berdua sampai ke depan raja Walter, mereka pun memberi hormat.


“ada perlu apa Rasya,?” tanya raja Walter.


“Ayah, aku ingin meinta idzin untuk menjadikan gadis ini sebagai sekertaris pribadiku.” Ucap Rasya singkat.


“Apa kau yakin.?” Ucap raja Walter sedikit terkejut.


“Aku yakin ayah,” lanjut Rasya meyakinkan ayahnya.


“Baiklah kalau itu keinginanmu.” Sahut Raja Walter setelah melihat Keseriusan Rasya.


Amanda pun resmi menjadi Skertaris pribadi Rasya.

__ADS_1


__ADS_2