Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 68 AKHIR YANG TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Ketika melihat Blaze, Yue dan Aqua datang, Ziz sempat menatap tajam ke arah mereka, Ziz langsung mengetahui bahwa mereka bertiga adalah Roh sihir karena energi sihir yang meluap luap dari tubh mereka.


“Tuan Ziz, sepertinya akan berbahaya kalau kita melanjutkan pertempuran ini.” Ucap Red yang berdiri di belakang Ziz.


Ziz dengan sangat tenang membenarkan perkataan Red. walau bagaimanapun, Roh sihir adalah mahluk yang mempunyai energi sihir yang bahkan bisa melampaui energi sihir milik bangsa Iblis, apalagi Ziz cukup kaget ketika melihat Energi Yue dan Aqua yang sangat luar biasa, bahkan energi sihir milik Ziz yang dalam keadaan paling baik sekalipun masih lebih lemah dari Yue dan Aqua.


“Yah, Memang memalukan tapi kita tidak punya kesempatan menang jika harus melawan mereka sekaligus, apalagi dua gadis muda itu, sepertinya mereka berdua adalah Roh Sihir tingkat atas.” Ucap Ziz dengan nada datar.


Di sisi lain Yue langsung melompat dan memelukku yang lumayan babak belur di susul oleh Aqua yang melakukan hal yang sama, mereka berdua sangat senang karena akhirnya bisa menyusulku, di sisi lain mereka sangat lega karena aku baik-baik saja walaupun melawan Ziz yang kekuatannya sangat menakutkan,


“Sukurlah kau baik baik saja.” Ucap Yue sembari melompat dan memeluku.


Aku pun langsung tersenyum ketika melihat tingkah manja Yue dan Aqua, agak memalukan untuk mengatakannya, tapi aku cukup rindu dengan tingkah mereka yang manja dan suka berbuat seenaknya, rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan mereka, padahal aku baru berpisah dengan mereka beberapa hari yang lalu.


“Terima kasih sudah menghawatirkanku Yue, Aqua.” Ucapku sembari mengusap kepala mereka.


Di sisi lain Blaze segera berjalan kedepanku sembari mengatakan padaku bahwa bukan saatnya untuk bersantai karena musuh yang kami hadapi bukanlah musuh sembarangan.


“Sekarang bukan saatnya untuk bersantai, dia bukanlah musuh sembarangan, aku merasakan energi sihir yang sangat menakutkan darinya.” Ucap Blaze sembari menatap tajam pada Ziz.


“Yah aku tahu, lagipula aku sudah dibuat babak belur berkali kali olehnya.” Ucapku pada Blaze.

__ADS_1


Aku pun berjalan ke samping Blaze untuk bersiap menghadapi Ziz dan Red, sayangnya hal yang sebelumnya sangat kutunggu kini terjadi, karena melihat kekuatan tempur Blaze, Yue dan Aqua yang sangat besar, ditambah tujuannya melakukan penyerangan yaitu untuk merebut Mata Air kehidupan sudah tidak bisa terpenuhi, Ziz pun berencana untuk mundur dari pertempuran itu karena sudah tidak ada alasan lagi bagi Ziz untuk melanjutkan pertempuran itu.


“Sepertinya bala bantuanmu sangat merepotkan yah.” Ucap Ziz padaku.


Aku pun tersenyum mendengar ucapan itu dari Ziz, aku mulai berpikir bahwa sepertinya Ziz bisa melihat energi sihir Blaze, Yue dan Aqua dengan jelas, Aku sendiri yang sudah cukup lama kenal dengan mereka sangat terkejut dengan energi sihir yang menyelimuti mereka bertiga, sebelumnya aku hanya bisa merasakan kekuatan sihir mereka yang besar saja, namun sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas, bahkan aku tidak menyangka bahwa energi sihir mereka bertiga ternyata sebanding bahkan melebihi energi sihir milik Ziz.


“Begitulah, sekarang aku punya pasukan dan kekuatan untuk mengalahkanmu beserta pasukanmu, jadi persiapkan dirimu.” Ucapku sambil tersenyum.


Setelah aku mengatakan hal itu, Ziz langsung memejamkan matanya, perlahan energi sihir Ziz yang menggebu gebu mulai menghilang, Ziz mulai menekan energi sihir miliknya, aku pun mulai beranggapan bahwa dia akan melarikan diri dari pertempuran ini.


“Kau, jangan bilang kau akan melarikan diri dari pertempuran ini.” Ucapku sambil menatap tajam pada Ziz.


“Karena alasanku menyerang dugeon itu sudah hilang, maka aku sudah tidak punya alasan untuk melanjutkan pertempuran ini.” Ucap Ziz dengan santainya.


Ketika Ziz mengatakan bahwa dia akan mundur, seketika aku langsung naik pitam, darahku serasa mendidih, padahal sebelumnya dia begitu menikmati penyiksaannya padaku dan setelah aku mempunyai kekuatan untuk membalasnya dia malah memilih mundur.


Tepat setelah Ziz menyelesaikan perkataannya aku langsung memusatkan seluruh energi sihirku untuk memperkuat tubuhku dengan Sihir Full Enhance, memaksimalkan kecepatanku dengan sihir langkah angin dan melapisi tinjuku dengan energi sihir. Aku dengan sangat cepat menyerang Ziz, bahkan kecepatanku tidak mampu dilihat oleh Erik dan yang lainnya, namun sayangnya seranganku yang penuh amarah itu malah berhasil ditahan oleh orang yang sedari tadi berdiri di belakang Ziz, padahal seranganku mampu menggetarkan tanah dan membuatnya retak tanpa menyentuhnya, namun orang itu tetap saja berhasil menahannya.


Walaupun kedua lengannya memar setelah menahan serangan penuh milikku, tapi tetap saja hal itu membuatku sangat terkejut, aku tidak pernah mengira bahwa Ziz mempunyai pengawal yang sangat kuat seperti dia.


Walaupun tubuhku sudah babak belur dan staminaku sudah menurun karena pertarungan sebelumnya, namun seranganku itu bukanlah serangan yang bisa dihentikan oleh sembarangan orang, tapi kenyataannya orang itu mampu menahan seranganku. Aku pun mulai berpikir, sebenarnya siapa orang itu, apakah dia juga salah satu dari sepuluh jenderal iblis?

__ADS_1


Tepat setelah Red menahan seranganku, Ziz dengan sangat cepat melancarkan serangan padaku, namun aku bisa melihatnya dengan jelas, aku pun seger melompat kebelakan agar tidak terkena serangan itu.


“Cih, Jangan lari kau sialan.” Ucapku dengan wajah yang sangat marah.


Walapun tatapanku padanya sangatlah tajam, Ziz tetap saja tidak memperdulikanku. Ziz mulai mengibaskan sayapnya dan dengan sangat cepat terbang ke atas kami, Ziz mengeluarkan sebuah sihir berbentuk bola hitam kecil di tangannya kemudian mengatakan bahwa itu adalah hadiah perpisahan darinya.


“Aku akan meladenimu lain kali, jadi tidak perlu terburu buru. Ini adalah hadiah perpisahan dariku cobalah untuk menghentikannya.” Ucap Ziz lalu menjatuhkan bola hitam kecil itu.


Setelah Ziz menjatuhkannya, Seluruh pasukan kelelawar yang yang mengerumuni kami langsung menjauh seakan sangat takut dengan serangan Ziz, Red juga segera menyusul Ziz yang mulai terbang menjauh dari medan tempur.


Ketika aku ingin beranjak dari sana dan mengerjar mereka berdua Blaze segera menghentikanku, Blaze mengatakan padaku bahwa bisa saja itu sebuah jebakan yang dipersiapkan untukku, ada baiknya jika kami tidak mengejar mereka untuk saat ini, Blaze juga mengatakan bahwa kondisi tubuhku saat ini sedang tidak baik baik saja, sebaiknya aku merawat tubuhku dulu sebelum berakibat fatal.


Memang benar, saat ini tubuhku terasa sangat sakit karena mengeluarkan energi sihir yang sangat banyak, walaupun aku memiliki regenerasi yang sangat cepat, tapi tidak ada yang menjamin bahwa tubuhku sekarang baik baik saja.


“Nona Alana, apa kau bisa memindahkan kita semua kembali ke dalam dugeon?” Ucap Blaze pada Alana.


“Ya, aku akan melakukannya.” Jawab Alana Singkat.


Seketika kami pun berpindah tempat kembali kedalam dugeon dengan menggunakan sihir Teleportasi milik Alana, kami berpindah tepat sebelum sihir milik Ziz menyentuh tanah dan meledak, ledakan yang sangat dahsyat hingga membuat sebuah lubang raksasa yang menghancurkan hampir 30% area hutan Kaliergo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2