Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 50 PERTEMPURAN YANG BERAT SEBELAH


__ADS_3

Ziz yang cukup kesal karena konsidi yang dialaminya saat ini kurang memihak padanya langsung mengeluarkan aura membunuh yang terasa sangat pekat, energi sihir yang memancar dari tubuhnya terlihat sangat tenang namun terasa begitu menakutkan. Hal itu membuat ketiga Jenderal Elf sempat terdiam karena baru kali ini mereka melihat kekuatan yang sangat menakutkan seperti itu. Bahkan pada pertarungan mereka sebelumnya, Energi sihir yang memancar dari tubuh Ziz hanyalah energi yang menggebu-gebu seakan ingin menghancurkan apapun yang ada di depannya, Pancaran energi sihir itu memang terlihat lebih dahsyat dari pancaran Energi sihir yang di keluarkan Ziz saat ini, namun Kali ini Energi sihir yang terpancar dari tubuh Ziz terasa jauh lebih berat dan lebih menakutkan dari sebelumnya.


“Energi yang Sungguh menakutkan, sebenarnya seberapa besar energi sihir yang dia miliki.” Ucap Riku yang Mulai terlihat tegang.


Dolf dan Fals juga terlihat menunjukkan ekspresi yang sama seperti Riku, mereka terlihat sangat tegang karena tekanan yang diberikan oleh Ziz. Pada pertarungan sebelumnya, Ziz terlalu meremehkan mereka bertiga, Ziz tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan Mereka, akibatnya Ziz terpaksa harus mundur karena berhasil dilukai dan didesak oleh ketiga jenderal Elf.


“Maaf saja, pertarungan kali ini akan sangat berbeda dari sebelumnya, kali ini aku benar benar akan menghancurkan kalian.” Ucap Ziz dengan senyuman dan tatapan tajamnya.


Mendengar pernyataan Ziz sempat membuat Dolf kaget, dia tidak menyangka bahwa Ziz yang sebelumnya mereka lawan belum mengeluarkan seluruh kemampuannya, padahal pertarungan sebelumnya sudah sangat berat bagi ketiga Jenderal Elf.


“Yang benar saja, jadi dia belum serius dengan pertarungan yang sangat berat itu.” Ucap Dolf sambil meneguk Liurnya.


Erik yang kekuatannya paling lemah diantara mereka berempat juga mulai meragukan kemenangan mereka, ditambah Keringat dingin mulai terlihat di pipi mereka berempat menandakan Bahwa Intimidasi milik Ziz sudah mengganggu mental mereka.


“Sial, apa tidak ada cara untuk mengalahkan mahluk ini.” Gumam Erik dalam Hati.

__ADS_1


Tepat setelah Erik berkedip, Kepalan tangan kanan Ziz sudah berada tepat di depan wajahnya. Erik bahkan tidak sempat bereaksi terhadap serangan Ziz karena serangannya terlalu cepat. Ziz berniat mengabisi Erik terlebih dahulu agar orang yang mengganggu pertarungannya berkurang, namun tepat sebelum pukulan Ziz menyentuh wajah Erik, Kaki Riku yang diselimuti api merah tua berhasil menghempaskan lengan Ziz ke atas. disisi lain Dolf sudah berada di belakang Ziz dan mengayunkan kakinya tepat mengarah ke rahang Ziz, dan Fals sudah berada Di dekat Erik dan menarik bajunya untuk menjauhkannya dari Ziz. Ledakan dahsyat pun terjadi kala itu, Tinju Ziz yang dilapisi dengan Sihir ledakan bereaksi ketika Riku menendangnya dengan kaki yang dilapisi sihir api yang berwarna merah tua, hal itu membuat Sihir milik Ziz meledak dan menghasilkan kabut asap singkat. Dolf yang kakinya hampir menyentuh rahang Ziz juga langsung terhempas kebelakang karena di pukul oleh Ziz dengan tangan Kirinya. Peristiwa yang terjadi kurang dari satu detik itu membuat Erik terduduk Lemas, Erik tidak menyangka bahwa kecepatan tempur mereka benar benar berada di level yang sangat jauh.


Marco, Tian dan Anwar yang berada DI luar Area pertempuran hanya bisa menganga Heran karena mata mereka tidak bisa mengikuti kecepatan tempur Ziz dan ketiga Jenderal, bahkan yang mereka Lihat hanyalah Sebuah ledakan yang terjadi secara Tiba tiba, hal itu membuat mereka menjadi sangat bingung dan bertanya-tanya.


“Sebenarnya Apa yang baru saja terjadi?” Ucap Marco dengan nada bingung.


Karena Ricardi bisa melihat pertarungan itu dengan Jelas, Ricardi pun menceritakan Pada mereka apa yang baru saja terjadi, namun Ricardi menceritakan hal tersebut dengan raut wajah yang sangat cemas. Setelah menceritakan apa yang baru saja terjadi, Ricardi mengatakan Bahwa Kecepatan Ziz saat ini jauh lebih Cepat dari pertarungan sebelumnya.


“Sulit mengatakannya, tapi jika dibandingkan dengan pertarungan mereka sebelumnya, saat ini Monster itu jauh lebih cepat.” Ucap Ricardi dengan raut wajah cemas.


“Sungguh tidak bisa dipercaya, Lalu apa kita punya kesempatan menang?” Tanya Anwar dengan nada ragu.


Ricardi hanya terdiam sambil menatap ke arah pertarungan sedang berlangsung, keringat dingin membanjiri wajahnya, Ricardi seakan ingin menangis saja waktu itu, hanya saja Ricardi tidak ingin memperlihatkan sikap Lemahnya pada Bangsa Elf yang lain, dengan nada yang lemah, Ricardi mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai sedikitpun kemungkinan untuk menang.


“Ma-Maaf, tapi yang kulihat hanyalah kehancuran bagi kita, Bahkan ketiga Jenderal Elf pun bukan tandingan mahluk itu, hanya masalah waktu saja untuk menemui kehancuran kita.” Ucap Ricardi dengan nada Lemah.

__ADS_1


Ziz dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya dan kondisi ketiga Jenderal Elf yang belum pulih sepenuhnya membuat pertarungan menjadi berat sebelah. Ricardi sangat sedih dan marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa di depan kekuatan Ziz yang terlalu besar membuatnya hampir merasa putus asa, untunglah Riku yang berada Di medan tempur menyadari hal tersebut dan memberikan Semangat Pada Ziz.


“Jangan menunjukkan wajah menyedihkan seperti itu Kakak, Kami tidak akan Kalah semudah itu.” Ucap Riku menyemangati Ricardi.


Mendengar perkataan Riku membuat Ricardi sedikit semangat, dalam hatinya mulai muncul rasa tenang, dalam hati Ricardi mulai berpikir bahwa pasti ada cara untuk mengalahkan Ziz.


“Benar juga, Lagipula tidak ada waktu untuk bersedih.” Ucap Ricardi yang sedikit semangat.


Di sisi lain Erik yang masih terduduk Lemas hanya bisa menatap lemas terus dibayangi oleh pikiran bahwa dia tidak berguna sama sekali, namun ada sepenggal semangat dalam hatinya untuk tidak menyerah begitu saja, tiba tiba terlintas di pikirannya bahwa apapun yang terjadi, Dia tidak boleh mati disini, dia harus melewati rintangan ini apapun yang terjadi. jika tidak, dia tidak akan bisa menyelamatkan negerinya yang sangat ia Cintai. Hal itu membuat Erik mampu kembali berdiri dan keluar dari keterpurukannya, walaupun harus memaksakan diri, namun mau tidak mau Erik harus tetap melawan Ziz.


Dolf yang terhempas Oleh Ziz Sempat muntah darah karena Pukulan Ziz berhasil mengenai Ulu hati Dolf dan membuat kondisinya semakin parah, Untunglah Sihir Space Of Eternity mampu meringankan dampak yang diterima Oleh Dolf dan membantu penyembuhannya walaupun tidak bisa membuat mereka sembuh secara total.


Riku dengan Sigap bergerak untuk melindungi Dolf karena Saat ini Dolf akan Rentan terhadap serangan, sedangkan Fals tetap berada disamping Erik untuk melindunginya dari serangna selanjutnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2