
Halo PTB Lovers jangan lupa Pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya dan jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah, Agar kalian Tidak ketinggalan BAB selanjutnya Ketika Karya ini Update, selamat membaca.
LEADER Mempersembahkan
*Pangeran Tanpa bakat*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa Jam yang lalu, Ziz yang sedang duduk di Singgasananya mulai bersiap untuk menyerang Dugeon tempat tinggal para Elf untuk yang kedua lainya.
“Red, persiapkan pasukan, aku akan menyerang Para Elf itu lagi.” Perintah Ziz pada Red
“Bukankah Energi sihir tuan Ziz belum pulih sepenuhnya?.” Tanya Red sedikit ragu.
“Yah, tapi jika kita menunggu lebih lama lagi, para kesatria Elf yang berhasil mengimbangiku juga akan pulih sepenuhnya.” Sahut Ziz dengan Nada santai.
Ziz mengetahui bahwa Bangsa Elf memiliki Kemampuan dan fasilitas Medis yang sangat hebat, bahkan mereka bisa mengobati orang yang sudah sekarat sekalipun hanya dalam rentan waktu Beberapa hari saja, dan itu membuat Ziz harus bergegas sebelum ketiga pendekar Elf yang menghalanginya berhasil pulih sepenuhnya.
Sudah dua hari berlalu sejak pertempuran dahsyat yang terjadi antara Ziz melawan seluruh bangsa Elf dengan tujuan untuk mendapatkan Mata Air Kehidupan, namun Ziz belum juga pulih sepenuhnya setelah pertempurannya itu.
Walaupun belum pulih sepenuhnya, Ziz tetap akan berangkat untuk menyerang Dugeon tempat tinggal para Elf sekali lagi.
Salah satu pintu masuk dugeon telah di temukan oleh bawahan Red yang bertugas mengumpulkan informasi, Anehnya pintu itu hanya bisa di masuki oleh Ziz saja.
Karena keadaan itu, Ziz terpaksa harus menaklukkan Dugeon itu seorang diri, pasukannya hanya bisa menunggu di depan gerbang saja.
Setelah Persiapan pasukan selesai, Ziz berangkat menuju pintu masuk Dugeon dan di ikuti oleh para prajuritnya yang mengawalnya dari belakang.
“Ayo kita berangkat.” Seru Ziz memerintahkan pasukannya.
Karena pintu masuk dogeon berada tak jauh dari tempat peristirahatan Ziz, mereka sampai hanya dalam hitungan menit saja.
“Kalian tunggulah di sini.” Ucap Ziz sembari melangkah masuk menuju dugeon.
“Baiklah Tuan.” Sahut Red sedikit membungkuk.
Di sisi lain, Kepala desa, Erik, Marco, Tian dan Ricardi sedang berbincang tentang Mata Air kehidupan yang menjadi tujuan Ziz mendatangi dunia Manusia.
“Tunggu tunggu, Bukankah Mata air kehidupan dapat memberikan kekuatan yang luar biasa pada orang yang meminumnya?.” Tanya Marco sedikit bingung.
“Yah benar sekali.” Sahut Ricardi.
“Lalu kenapa salah satu diantara kalian tidak meminumnya untuk melawan Iblis itu?.” Marco Kembali bertanya.
__ADS_1
“Sebenarnya beberapa orang leluhur kami ada yang pernah mencoba meminumnya, namun mereka langsung mati setelah meminumnya, kemudian tak lama setelah mereka mati, air itu Kembali ke kelopak pohon itu.” Jelas Ricardi Pada Marco.
“Begitu yah.” Ucap Marco dengan nada lemah.
Di tengah perbincangan mereka, tiba tiba Getaran yang cukup kuat mengguncang dugeon itu.
“Apa yang terjadi?.” Ucap Kepala Desa sedikit bingung.
“Entahlah.” Sahut Ricardi yang juga bingung.
Tak lama kemudian, Seorang tantara datang dan mendekati mereka dengan tujuan untuk melapor pada Ricadi.
“Tuan Ricardi, Iblis itu Kembali menyerang.” Ucap Prajurit yang datang menghadap.
“Apa?” Ucap Ricardi sangat terkejut.
Tanpa pikir Panjang, Ricardi, kepala desa, Erik, Marco dan Tian langsung bergegas menuju tempat Ziz mengacau.
Ketika mereka sampai, Ziz terlihat sedang di kelilingi oleh tantara berpakaian lengkap yang bertugas menjaga keamanan di dugeon tempat tinggal para Elf.
Satu persatu tantara maju dan melawan Ziz, Namun Ziz berhasil mengalahkan tantara yang berjumlah puluhan itu dengan sangat mudah, bahkan dia tidak terlihat Lelah sedikitpun.
“Siapa orang itu?.” Tanya Erik Sambil berlari.
“Dia Adalah Iblis yang menyerang kalian.” Sahut Ricardi
Mendengar perkataan Ricardi membuat Erik, Kepala desa, Marco dan Tian sempat kaget seakan tidak percaya.
Pasalnya monster yang hampir saja membuat mereka kehilangan nyawa mempunyai tubuh yang sangat besar dan mengerikan, sedangkan yang berdiri di medan tempur adalah seorang pria yang cukup tampan.
Namun mereka menjadi yakin bahwa dia memang monster yang menyerang mereka setelah melihat Ziz mengepakkan keempat sayap hitamnya.
Ketika berada cukup dekat, Erik langsung menggunakan sihir penciptaan Api dan membentuk sebuah busur raksasa, seperti saat melawan kelelawar raksasa Ketika dalam perjalanan menuju desa Cemara.
Setelah sihir milik Erik siap, diapun melepaskan sihir miliknya kearah Ziz.
“Burning Bow.” Ucap Erik Sembari Melancarkan serangan sihir tingkat tinggi miliknya.
Sebuah Busur api raksasa meluncur dengan kecepatan yang cukup tinggi kearah Ziz dan meledak Ketika mengenainya.
Ledakan yang cukup besar terjadi Ketika Busur api itu mengenai Ziz, bahkan beberapa Prajurit yang mengelilingi Ziz sempat terdorong kebelakang, bahkan ada yang terpental Ketika ledakan itu terjadi.
Kepala desa, Ricardi, Erik, Marco dan Tian pun berhenti setelah mereka sampai ke tempat Ziz mengamuk.
__ADS_1
“Berhasil kah.” Ucap Ricardi setelah melihat ledakan yang cukup dahsyat terjadi di depannya.
Ketika kobaran api akibat ledakan busur yang mengenai Ziz mulai menghilang, Bayangan Ziz mulai terlihat berdiri tegak di tengah ledakan itu.
Alangkah terkejutnya mereka Ketika melihat Ziz masih baik baik saja, bahkan tidak tergores sedikitpun setelah terkena serangan yang sangat dahsyat itu.
“A’apa apaan orang itu.” Ucap Erik yang sangat terkejut Ketika melihat Ziz baik baik saja.
“Sulit di percaya, dia tidak terluka sama sekali setelah menerima serangan seperti itu.” Ucap Kepala Desa sangat terkejut.
“Sial, apa kita bisa menang melawan monster seperti dia.” Ucap Marco yang mulai ragu.
Ziz yang berdiri tegak tanpa luka setelah menerima serangan Erik langsung menatap sinis kearah mereka dan langsung mengeluarkan aura intimidasi yang sangat pekat.
Seketika prajurit prajurit yang mengepung Ziz langsung jatuh terduduk karena takut, bahkan keringat dingin bercucuran dari muka mereka.
Erik, Kepala desa, Marco dan Tian Kembali terpaku ke bumi dan tidak bisa bergerak akibat intimidasi tersebut.
“HOLY CIRCLE.”
Tiba tiba sebuah lingkaran sihir berwarna putih terang mengelilingi tempat itu, lingkaran sihir itu mencakup daerah yang sangat besar, sampai mengelilingi semua orang ada di sana.
Lingkaran sihir itu adalah sihir Holy Circle milik Ricardi, sebuah sihir yang dapat menghilangkan Efek negatif yang di berikan oleh musuhnya.
Seketika, pasukan yang tadinya terduduk lemas ketakutan, kini Kembali mendapatkan kepercayaan diri mereka dan langsung mengambil sikap siaga untuk melawan Ziz Kembali.
“Cih, Orang yang sangat menyusahkan muncul yah.” Decak kesal Ziz setelah aura intimidasinya di patahkan oleh Ricardi.
-Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah, dan jangan lupa bahagia :D
Pembaca: Thor, Lu kok lama banget UP nya?.
Author: Eh iya nih gan, ada beberapa factor sih, salahsatunya karna pekerjaan yang mulai menumpuk lagi gan, jadi di maklumi yah hehe.
Pembaca: terus kita yang setia baca mau di Ghosting gitu thor?.
Author: yah enggak, Author usahain UP terus kok percaya deh.
Pembaca: Yaudah di tungguin yah.
__ADS_1
Author: Ashiap, di tunggu yah, See You
-Leader