
(* di sisi lain)
Hari ini aku dan Erik sedang mempelajari sihir serangan jarak jauh.
Kakek Roy berkata bahwa aku dan Erik harus berlatih semaksimal mungkin, jika ingin merebut kembali tahta kerajaan.
Karna aku hanya menguasai satu sihir serangan jarak jauh, yaitu “Wind Blow”, kakek Roy berkata bahwa itu masih jauh dari kata cukup.
Mengingat kami akan melawan iblis, kami membutuhkan kekuatan yang sangat besar agar kami bisa menang.
Jika tidak, maka itu sama saja dengan mengantarkan nyawa kami pada iblis itu.
Dalam hal sihir, Erik jauh lebih hebat dariku, karna itu dia akan berfokus untuk melatih fisik dan staminanya, agar bisa menggunakan sihir yang kuat selama mungkin
Aku mempelajari beberapa sihir tingkat menengah dari Yue dan Kakek Roy.
Tapi menurut kakek Roy, itu sama sekali belum cukup.
“Karna kita tidak mengetahui kekuatan lawan kita, kau setidaknya harus menguasai satu sihir tingkat tinggi agar kita bisa menggapai kemenangan”. Ucap kakek Roy.
“Tapi fisik dan stamina Arsyil belum memeandai untuk menggunakan sihir tingkat tinggi kek, jika dia memperlajari sihir tingkat tinggi sekarang, itu hanya akan mebuat tubuhnya hancur.” Ucap Yue.
Aku hanya bisa terdiam kaget ketika mendengar perkataan Yue tadi
“Kalau begitu latih lah fisik dan staminamu bersama Erik terlebih dahulu.” Sahut kakek Roy
aku pun melatih fisikku terlebih dahulu Bersama Erik.
Setiap pagi, aku dan Erik pergi ke hutan berburu dan mencari sayuran, Sedangkan kakek Roy melakukan pekerjaan lain. seperti mencari obat obatan dan hal lainnya.
Ketika aku dan Erik melakukan tugas sehari hari, kakek menyuruh kami menggunakan sihir “Full Enhace” secara terus menerus.
Awalnya, aku dan Erik hanya mampu menggunakan sihir itu selama sepuluh menit saja, setelah itu kami harus istirahat selama beberapa jam agar bisa menggunakannya lagi.
Tapi lama kelamaan, kami pun bisa mempetahankan sihir “Full Enhance” selama dua jam tanpa henti.
Menurut kakek Roy, itu adalah perkembangan yang luar biasa dari kami, mengingat sihir “Full Enhcane” adalah salah satu sihir tingkat tinggi.
Setelah mengerjakan tugas sehari hari kami, kami berlatih untuk meningkatkan stamina kami dengan berlari mengitari gunung kerucut yang berada tak jauh dari kediaman kakek Roy.
Setelah beberapa hari mengitari gunung itu, aku mendengar suara raungan yang sangat menakutkan.
“Erik, apa kau mendengar suara itu.?” Tanyaku pada erik.
__ADS_1
“suara apa.?” Jawab Erik agak heran.
“Apa cuman firasatku saja yah”. Ucapku agak ragu.
“sudah sudah, mungkin kau hanya lelah,?. Sahut Erik.
Seperti biasa, setelah berlari mengitari gunung kerucut. Aku dan Erik langsung istirahat sarna sangat kelelahan.
Mengingat kami mengitari gunung yang sangat besar, itu membuat stamina kami banyak terkuras.
(* panjang jalan yang di lalui Arsyil dan Erik adalah sejauh 25 KM)
Keesokan harinya.
seperti biasa, setelah menyelesaikan tugas sehari hari kami, Aku dan erik melanjutkan latihan dengan cara mengitari gunung kerucut.
Tapi kali ini agak berbeda.
Kali ini kami menggunakan gelang gravitasi milik kakek Roy.
Karna gelangnnya hanya satu pasang saja, kami hanya menggunakan masing masing satu gelang saja.
Ketika mencapai pertengahan jalan, aku kembali mendengar suara menakutkan itu.
“Aku tidak mendengar apapun AL, memangnnya kau mendengar suara apa,” tanya Erik
Kami pun berhenti berlari.
“Aku mendengar suara raungan hewan buas yang sangat menakutkan Erik, suranya memang terdengar agak samar, tapi ku rasa suara itu berasal dari puncak gunung ini.” Aku pun menjelaskan semuanya pada Erik.
“Entahlah AL, sebaiknya kita ceritakan kejadian ini terlebih dahulu pada kakek.” Jawab Erik.
Kami pun bergegas pulang ke rumah.
Setelah kami makan malam bersama kakek Roy, Ellie dan Yue, aku pun menceritakan apa yang ku dengar di gunung kepada kakek Roy.
“Kek, saat aku dan Erik sedang berlari mengitari gunung kerucut, aku mendengar suara aneh. Suara itu terdengar seperti suara hewan buas yang sangat menakutkan. Dari suaranya, mungki ada sekitar empat atau lima ekor.” Ucapku ketika selesai makan.
“Anehnya hanya AL yang mendengarnya, aku sendiri tidak mendengar apa apa.” Sahut Erik melanjutkan ucapanku.
“Benarkah,? Aku mendengar kabar dari desa sebelah, bahwa ada beberapa warga yang tidak kembali ke desa setelah berburu ke gunung itu.” Sahut kakek roy.
“Kalau begitu kita harus menyelidikinya kek.” Ucapku dengan nada agak keras.
__ADS_1
“Bukan kah itu sangat berbahaya,?” tanya Ellie pada kami.
“Jangan hawatir Ellie, aku akan melindungi AL.” Ucap Erik agak semangat.
“A,ah. Aku mengandalkanmu.” Ucapku agak ragu
“Kalian istirahatlah, besok kita akan pergi ke gunung itu untuk mencari tahu.” Sahut kakek Roy.
Kami pun pergi ke kamar masing masing.
Keesokan harinya, kami pun membahas tentang rencana penyelidikan kami.
“Setelah kalian mengumpulkan kebutuhan sehari hari, kita akan berangkat ke desa jerami untuk mencari informasi tentang warga yang tidak kembali setelah berburu ke gunung kerucut itu.” Ucap kakek Roy
(* Desa jerami adalah desa yang terletak di kerajaan Mangrove, desa itu adalah desa terdekat dari kediaman kakek roy.)
Setelah aku dan Erik mengumpulkan kebutuhan sehari hari kami, kami pun berangkat ke desa jerami dengan tujuan mencari informasi tentang kejadian itu.
Dlam perjalanan, kami mendengar banyak gosip tentang kejadian yang akhir akhir ini terjadi di desa jerami.
Ada yang berkata bahwa orang orang yang menghilang di gunung telah di makan oleh monster penjaga gunung, Bahkan ada yang berkata bahwa mereka di bunuh oleh iblis.
Setelah sampai ke desa. Aku, Erik dan kakek Roy memasuki sebuah bar untuk mencari informasi.
Karna kami berkata bahwa kami adalah kesatria bayaran yang ingin menyelidiki kejadian ini, paman penjaga bar itu memberikan kami informasi secara suka rela.
Dari informasi yang kami dapatkan, sudah ada sepuluh orang yang menghilang di gunung itu, Awalnya ada dua orang yang katanya ingin berburu rusa ke gunung kerucut.
Tapi setelah dua hari keberangkatan mereka, mereka belum juga kembali.
Keluarga mereka pun melaporkan kejadian ini pada kepala desa.
Kemudian kepala desa menyewa delapan orang yang mempunya keahlian masing masing untuk mencari ke dua warga itu.
Delapan orang itu berangkat ke gunung lima hari yang lalu, tapi belum ada sedikitpun tanda tanda bahwa mereka akan kembali.
Setelah kejadian ini, kepala desa hendak melapor dan meminta bantuan pada kerajaan, tadi pagi, kepala desa bersama dua orang warga berangkat menuju ibu kota kerajaan untuk mencari bantuan.
Setelah mendapatkan informasi itu, kami bertiga sepakat untuk tidak ikut capur dalam masalah ini.
Kami pun kembali ke kediaman kakek roy.
Dalam perjalanan pulang kakek roy berkata. “Baiklah, karna kepala desa sudah berangkat ke ibu kota untuk meminta bantuan Raja, kita bisa menyerahkan masalah ini pada mereka. Dan kalian bisa fokus menyelesaikan latihan kalian.”
__ADS_1