Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 55 GEMURUH


__ADS_3

Aku yang baru saja tersadar dari kondisi parah setelah dirawat oleh bangsa Elf kini dibingungkan oleh kejadian yang terjadi saat ini, ditambah sebuah suara ledakan yang sangat dahsyat menggema hingga membuat gendang telingaku serasa mau pecah, setelah keadaanku sedikit membaik, aku pun bertanya pada gadis Elf yang sedari tadi bersamaku.


“Hei, apa kau bisa menjelaskan tentang apa yang terjadi di sini?” Ucapku pada gadis Elf itu.


Dia pun segera melepaskan tangannya yang memeluk pundakku karena kaget dengan ledakan tadi, kemudian mulai meletakkan kedua tangannya pada pipiku.


“Maaf aku akan memperlihatkan keadaan sekitar padamu, tolong pejamkan matamu.” Ucap Gadis Elf itu sembari meletakkan kedua tangannya di pipiku.


Aku sempat bingung dengan apa yang dia katakan, namun Aku percaya begitu saja dan memejamkan mataku setelah dia meletakkan tangannya ke pipiku. Tepat setelah dia ikut memejamkan matanya, energi sihir seolah mengalir kedalam kepalaku. Aku yang tadinya tidak melihat apa apa sekarang sedang melihat sekelompok orang yang mengelilingi sesuatu seperti sedang melihat pertunjukan. Gadis Elf itu mulai menjelaskan padaku tentang apa yang kulihat, dia terlebih dahulu memperkenalkan dirinya padaku sebelum lanjut menjelaskan tentang kejadian yang telah terjadi saat aku berada di ruang perawatan.


“Aku adalah Alana Ricardi, aku Putri dari kepala suku bangsa Elf. Yang sedang kau lihat adalah medan tempur yang terjadi tak jauh dari tempat kita saat ini, aku bisa melakukan ini berkat tipe sihirku yang dapat mengendalikan ruang dan waktu.” Ucap Alana sembari menjelaskan padaku.

__ADS_1


Dia kembali menjelaskan tentang pertarungan yang terjadi selama aku dirawat, kemudian pemandangan yang aku lihat perlahan mendekat sehingga aku bisa melihat mereka dengan jelas. Disana terlihat banyak sekali bangsa Elf yang mengelilingi seorang Pria dengan empat sayap hitam, Pria itu dikelilingi oleh energi sihir yang sangat tenang tapi menakutkan kemudian kembali dilapisi oleh api hitam yang menyerupai spiral yang berputar, melihatnya saja bisa sangat mengintimidasi dan membuat mental menjadi lemah, dia terlihat dikurung oleh Lingkaran sihir yang sangat besar dan kuat, sihir itu adalah sihir Space of Eternity dan diluarnya terlihat orang yang aku kenal yaitu Anwar, Marco dan Tian. Tak lama kemudian aku melihat Erik yang sedang berdiri dibelakang seorang Elf dan terlihat sangat ketakutan, bahkan Elf yang berdiri di depan Erik juga terlihat sangat ketakutan. Ketika pria dengan empat sayap hitam itu mulai berjalan dan menciptakan sebuah sihir ledakan yang tidak asing bagiku, aku langsung tersentak kaget. Dalam pikiranku aku langsung menebak bahwa dia adalah mahluk yang menyerang kami sebelumnya walaupun wujudnya kali ini tampak berbeda. Ketika aku melihatnya ingin menyerang Erik dengan bola sihir ledakan yang membuatku terluka parah, aku menjadi panik dan melepaskan tangan Alana dariku hal itu membuat pandanganku terputus dari mereka.


“Kita harus bergegas menolong mereka.” Ucapku yang panik karena tahu bahwa Erik sedang berhadapan dengan kematian.


Seketika pikiranku menjadi kacau, aku tahu bahwa secepat apapun diriku, pasti tidak akan sempat menyusul untuk menyelamatkan Erik. Untunglah di sela sela kepanikanku itu, sebuah ide muncul dalam pikiranku. Aku kemudian menciptakan sebuah panah angin raksasa karena aku berpikir bahwa aku bisa membuat serangan yang dapat mengalihkan perhatian monster itu sembari mengulur waktu. Aku menciptakan sebuah busur air dengan tekanan tinggi, busur yang dapat menembus besi sekalipun kemudian melapisinya dengan sihir angin agar kekuatannya menjadu lebih kuat. Aku mengumpulkan kekuatan sihir sebanyak mungkin pada busur itu karena aku tahu bahwa aku membutuhkan sesuatu yang sangat dahsyat agar bisa mengalihkan perhatian mahluk itu. Ketika aku memejamkan mataku dan memfokuskan pendengaranku unntuk mendeteksi keberadaan mereka, aku tidak menyadari bahwa busur sihir yang aku buat menjadi sangat kuat karena energi sihirku kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Saat itu aku belum menyadari bahwa kekuatanku telah bertambah 10 x lipat dari sebelumnya dan membuat sihirku menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Setelah memastika bidikanku mengarah tepat pada monster itu, aku pun langsung melepaskan busur itu lalu membuka mataku.


Seketika mataku terbelalak karena kaget. Tanah yang dilewati oleh busur itu seketika berhambur dan diikuti oleh Suara gemuruh yang sangat menakutkan. Yang lebih gila lagi adalah kecepatan lesat dari busur itu bahkan melebihi suaranya sendiri, suara gemuruh serta hamburan tanah yang dilewatinya terlihat setelah busur itu telah melesat jauh. Aku sempat teroaku heran dengan serangan yang baru saja ku lesatkan itu, pasalnya aku sama sekali tidak tahu bahwa aku memiliki kekuatan sihir sedahsyat itu. Disisi lain Alana sempat terpukau akan serangan itu, dalam hatinya merasa sedikit melihat harapan. Alana langsung berfikir bahwa mungkin saja aku bisa mengalah Ziz dan menyelamatkan mereka.


“Ayo Alana kita kesana.” Ucapku sembari mengajak Alana untuk menyusul mereka.


Ketika aku berlari dengan kecepatan penuh, aku sempat dikagetkan oleh kecepatanku yang luar biasa, bahkan jauh melebihi kecepatanku sebelumnya padahal aku hanya menggunakan kombinasi sihir Full Enhance dan Langkah Angin seperti biasanya, namun Kecepatanku saat ini berada jauh diluar perkiraanku. Hal tersebut membuatku sangat bingung dan bertanya tanya tentang bagaimana dan apa yang telah terjadi padaku sehingga aku bisa memiliki kekuatan sehebat ini.

__ADS_1


Aku yang berlari dengan dengan pikiran yang bingung meninggalkan Alana jauh dibelakang tanpa sadar, Aku baru menyadari bahwa aku telah jauh meninggalkan Alana ketika aku telah hampir sampai ke lokasi pertarung.


“Eh tunggu dulu, ah sial, tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkan itu, aku harus bergegas membantu Erik dan yang lainnya, Aku akan meminta maaf pada Alana nanti.” Gumamku setelah mengingat bahwa aku telah meninggalkan Alana jauh di belakang.


Setelah berlari dengan kecepatan penuh selama beberapa saat, akhirnya aku berhasil sampai ke medan tempur, hal pertama yang ku lihat adalah Ziz yang terluka parah akibat seranganku serta tanah yang hancur dan membentuk garis lurus akibat serangan itu.


Seketika aku menjadi sangat bingung, aku pun menyimpulkan bahwa saat ini aku telah memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya dan semoga saja aku bisa mengalahkan monster yang sedang dilawan oleh Erik dan yang lainnya dengan kekuatanku saat ini.


Satu hal yang membuatku sedikit lega adalah serangan yang kuharapkan bisa mengalihkan perhatian Ziz justru berhasil Memberikan luka yang sangat Fatal baginya, hal itu akan membuat kekuatannya melemah walau hanya sedikit.


Ketika aku sampai ke medan tempur, aku disambut oleh orang orang yang ada disana dengan wajah yang sangat bingung seolah berkata bagaimana bisa aku berada disini sekarang, hal yang sebenarnya juga membuatku sangat bingung dan bertanya tanya, pasalnya seingatku Sekujur tubuhku mengalami luka yang sangat parah dan tidak akan mungkin sembuh dalam waktu yang singkat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2