Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 15 KEMUNCULAN MONSTER GUNUNG


__ADS_3

(*Beberapa Menit Yang Lalu)


Setelah kami mendekati puncak gunung, aku mendengar suara seseorang.


“Erik, kakek, Yue, berhenti.” Ucapku menghentikan mereka.


Aku pun berhenti, Ellie turun dari pundak ku, dan kami pun berkumpul.


“Ada apa AL.?” Tanya kakek Roy.


“Aku mendengar suara orang kek.”.


“Benarkah,?” lanjut kakek Roy.


“Sebentar, aku akan memastikannya.”


Aku pun mulai mendengarkan keadaan sekitar.


dan benar saja, Aku mendengar suara beberapa orang yang sedang berbicara.


“Suara itu berasa dari arah sana kek, mungkin mereka orang orang yang selamat setelah ke gunung ini.” Ucapku sambil menunjuk arah.


“Kalau begitu ayo kita ke sana.” Ucap kakek Roy.


Setelah berjalan sejauh sekitar dua ratus meter ke arah yang ku tunjukkan, kami melihat sebuah gua.


“Tidak salah lagi, suara itu berasal dari dalam gua ini, Ayo kita ke dalam.” Ucapku sambil mengajak mereka.


Gua itu memiliki jalan yang cukup kecil dan panjang, sehingga kami harus menunduk agar bisa melewati gua itu.


Setelah beberapa meter kedalam gua itu, kami pun melihat cahaya.


“Lihatlah, ada cahaya di sana, mungkin mereka orang orang yang kita cari.” Ucap Erik sambil menunjuk ke arah cahaya itu.


Kami pun bergegas pergi ke arah cahaya itu.


“Ayah, kakak.” Teriak Hana setelah kami sampai.


“Hana.” Sahut mereka serentak dengan wajah kaget.


“Apa yang kau lakukan di sini.?” Tanya kakak Hana sambil mendekat.


“Kakek dan kakak kakak ini akan menolong kita kak,” ucap Hana dengan wajah sangat senang.


Berbeda dengan bayanganku, mereka terlihat tidak terlalu senang, bahkan ada yang hanya duduk menunduk tanpa semangat sedikitpun.


“Ellie, obatilah terlebih dahulu orang orang yang terluka.” Ucap kakek Roy pada Ellie.


“Baik kek, Tolong bantu aku Yue.” Sahut Ellie

__ADS_1


Elli dan Yue pun menyiapkan obat obatan dan alat medis. Keadaan mereka terlihat kurang baik, bahkan ada yang kehilangan satu lengannya.


“Apa kau bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi.?” Tanya kakek Roy pada Ayah Hana.


“Iya bisa.” Jawab ayah Hana.


Ayah Hana pun menceritakan semua yang terjadi.


Dua hari setelah kepergianku dari desa Jerami bersama erik dan kakek, Kepala desa kembali dengan membawa sepuluh orang pasukan dari kerajaan.


Di hari itu pula, tentara kerajaan berangkat ke gunung kerucut bersama beberapa warga desa, dengan tujuan untuk melakukan pencarian.


(* Warga yang ikut dalam pencarian berjulah lima orang, Termasuk Ayah Hana)


Ketika mereka mencapai puncak gunung, mereka amat sangat di kejutkan dengan apa yang mereka lihat.


Di Sana terlihat empat ekor serigala raksasa setinggi dua meter, dan yang paling menakutkan adalah monster yang memimpin mereka.


Monster yang sangat mengerikan itu mempunyai tubuh setinggi empat meter. Dia memiliki postur tubuh seperti manusia raksasa, gigi taringnya menjulang keluar dari mulutnya, dan dia membawa sebuah gadah yang terbuat dari batu.


“K’kenapa ada monster yang sangat mengerikan di hutan ini.” Ucap salah satu prajurit kerajaan.


“Semuanya lari.!” teriak salah seorang yang memimpin perjalanan mereka.


Mereka pun berlari sekuat tenaga untuk menuruni gunung.


Tapi, perjuangan mereka sia sia, mereka berhasil di susul oleh dua ekor serigala raksasa itu.


(* Warga yang terluka itu kehilangan satu lengannya)


Ketika salah satu serigala itu hendak membunuh warga yang telah berhasil di tangkapnya, tiba tiba kepala prajurit yang memimpin perjalanan mereka menyerang serigala itu dengan tombak.


Serigala itu pun melompat ke belakang karna kaget.


(* Saat menyerang, kepala prajurit menggunakan sihir penguatan, dan melapisi senjatanya dengan energi sihir)


“Kalian pergilah, aku akan mengulur waktu untuk kalian.” Ucap kepala prajurit yang memimpin perjalanan.


“Tapi bagaimana denganmu,” tanya seorang warga.


“Akulah yang memimpin kalian, Keselamatan kalian adalah tanggung jawabku, karna itu jangan pedulikan aku dan pergilah.” Tegas kepala prajurit itu.


“Jangan begitu kapten, aku akan menemanimu hingga akhir.” Ucap salah seorang prajurit.


“Haaah, mau bagaimana lagi kan, kami juga ikut kapten.” Ucap prajurit lain.


“Kalian dengar bukan. Pergilah dan jangan sia siakan nyawa kami.” Tegas kepala prajurit pada Warga yang ikut.


Karna tidak bisa berbuat apa apa, ke lima warga yang ikut terpaksa meninggalkan ke tujuh prajurit yang tersisa.

__ADS_1


Setelah lama berlari, tiba tiba ada suara yang memanggil mereka.


“Hey, kemarilah” ucap orang itu.


Orang itu adalah salah satu warga yang menghilang setelah berburu ke gunung kerucut.


Tanpa pikir panjang mereka pun mengikuti orang itu hingga akhirnya sampai ke gua.


Untuk bertahan hidup, sesekali mereka menyelinap keluar untuk mencari makanan. Tapi mereka takut untuk kembali ke desa dan lebih memilih untuk menunggu bala bantuan.


Selang beberapa hari, ketika mereka sedang keluar untuk mencari makanan di dekat gua, mereka tiba tiba mendengar suara orang yang di kejar oleh salah satu serigala itu.


Tanpa pikir panjang, mereka mencari tau dan berniat ingin meyelamatkan orang itu.


Orang yang yang ingin di selamatkan itu ternyata adalah putri tertua dari salah seorang warga yang terperangkap di gunung itu, dia adalah kakak perempuan Hana.


Bermodalkan batu dan telur busuk yang mereka dapatkan di hutan, ayah Hana dan teman temannya berhasil mengecoh serigala raksasa itu dan menyelamatkan Anaknya.


Mereka pun kembali ke gua untuk bersembunyi.


“Begitu yah, Pasti sangat berat yah,” Ucap Erik yang sangat sedih ketika mendengarkan cerita mereka.


Kami pun hanya bisa menunduk sedih setelah mendengarkan cerita mereka.


Dengan ini, hanya sembilan orang warga yang selamat, termasuk Hana dan kakak perempuannya dari dua puluh tujuh orang yang berangkat ke gunung kerucut.


“Sudah tidak ada harapan untuk kita,” ucap salah seorang warga dengan nada lemah.


“Mungkin Ini terdengar sulit, tapi harusnya kalian tidak mengorbankan nyawa kalian hanya demi kami,” Sahut ayah Hana pada kami,


“Jangan hawatir, kami akan mengantar kalian sampai ke desa dengan selamat.” Ucap erik sambil menyemangati mereka.


“Kalian bisa berkata seperti itu karna kalian tidak melihat monster itu secara langsung. Sudahlah, memangnnya apa yang bisa di lakukan anak kecil sepertimu.” Teriak warga yang sedari tadi hanya duduk menunduk sambil meneteskan air mata.


Kami pun langsung diam tertunduk karna perkataannya.


Tiba tiba kakek Roy angkat bicara.


“Lalu kalian akan menyerah begitu saja dan mati sia sia,?” tegas kakek Roy pada mereka.


“Jika memang iya, aku hanya akan membawa pulang Hana dan kakaknya saja.” Lanjut kakek Roy.


Kakek pun menggendong Hana dan meninggalkan mereka, kami hanya bisa mengikuti kakek karna sudah kehabisan kata kata.


“Apa ini benar benar yang terbaik kek,?” Tanyaku pada kakek.


“Entahlah, setidaknya kita tunggu saja mereka di luar, kakek harap mereka mau berubah fikiran dan ikut dengan kita.” Jawab kakek Roy


Setelah menunggu beberapa menit, tidak seorang pun dari mereka yang keluar dari gua.

__ADS_1


“Ayo, kita berangkat. Kita fikirkan cara meyakinkan mereka setelah mengantar Hana pulang.” Ucap kakek pada kami,


Kami pun bersiap puntuk berangkat dan meninggalkan mereka.


__ADS_2