Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 27 SESUATU YANG SANGAT PENTING


__ADS_3

(*desa Jerami, keesokan harinya)


Setelah di berikan perawatan penuh, Erik yang pingsan sejak kemarin akhirnya telah sadar.


Ketika Erik sadar, dia berada di sebuah kamar dan tidak ada seorang pun di sana kecuali AL yang terbaring di dekatnya.


“Di mana ini, Oh iya, dimana AL.?” Ucap Erik yang panik ketika bangun.


Setelah melihatnya terbaring di dekatnya, di tambah luka luka AL yang sudah di rawat total, Erik akhirnya bernafas lega, seakan seluruh beban yang ada di pundaknya gugur seketika.


“syukurlah mereka segera merawat AL” ucap Erik sambil bernafas Lega.


Karna lelah akibat pertarungan kemarin, perut Erik langsung meronta ronta seakan cacing di dalamnya sedang berperang memperebutkan sesuap nasi.


“Cari makan dulu lah,” gumam Erik sambil memegangi perutnya yang keroncongan.


Sebelum Erik beranjak bangun dari tempat tidur, tiba tiba sebuah bola api besar muncul di depan Erik, dan itu membuatnya mengambil sikap siaga karna terkejut.


Ketika bola api itu perlahan mulai menghilang, terlihat Blaze sedang berdiri di hadapan Erik.


“Ternyata Blaze yah, kau membuatku kaget saja.” Ucap Erik dengan nada kecewa.


“Maaf jika aku mengagetkan mu, apa tubuhmu sudah enakan?.” Tanya Blaze.


“Yah, lumayan, Ngomong ngomong, apa Roh juga butuh makan.?” Tanya Erik pada Blaze.


“Yah, kami juga makan kok.” Ucap Blaze.


“Kalau begitu cari makan yok.” Lanjut Erik sambil beranjak untuk membuka pintu kamar.


Ketika Erik dan Blaze sampai ke ruang makan, mereka melihat kakek Roy, Yue, kepala desa dan Ellie sedang makan di sana.


Tiba tiba Yue menepuk meja dan berdiri seraya berkata.


“Kenapa kakak Blaze ada di sini.?” Ucap Yue terlihat sangat kaget.


Mendengar hal itu Erik, Ellie, dan Kakek Roy langsung berteriak karna ikut terkejut


“Haaah, kakak.?” Teriak mereka serentak.

__ADS_1


“Yo,” sahut Blaze sambil tersenyum.


Kakek Roy pun langsung menyuruh Blaze untuk duduk, dan mulai mengintrogasi Blaze.


“Ehem, apa kalian tidak melupakan sesuatu,” ucap Erik yang merasa sudah di lupakan.


“Oh, Erik, kau sudah sadar yah,” ucap Yue sambil tertawa kecil.


“Eh iya, karna terkejut dengan kehadiran kakak Yue, kami sampai melupakanmu, maaf yah.” Sahut Ellie yang tersenyum.


Melihat kelakuan mereka yang seakan tidak peduli dengan Erik, membuat Erik terdiam dan tidak bisa berkata kata lagi.


“Sudah sudah, Erik duduklah, kau pasti lapar bukan, kita lanjutkan pembicaraan setelah makan.” Ucap kakek Roy.


Erik pun duduk dan ikut makan bersama yang lainnya.


Setelah mereka makan, Erik, Kakek Roy, Ellie, Yue, dan Blaze berkumpul di ruang tamu rumah kepala desa, kemudian kakek Roy mulai bertannya pada Erik, pertanyaan yang sejak kemarin ingin di tanyakan oleh kakek Roy.


“Pertama tama, aku ingin mendengar ceritamu Erik, bagaimana AL bisa terluka sangat parah dan apa yang terjadi selanjutnya.”


Erik pun mulai bercerita kepada mereka, ketika AL dan Erik menggabungkan kekuatan untuk mengalahkan tiga monster serigala yang bertabrakan akibat menyerang secara bersamaan.


Karna merasa sudah menang, Erik menjadi lengah dan tidak menyadari serangan monster serigala lain.


“Ketika aku sempat ingin menyerah, tiba tiba aku berada di suatu tempat, dan Blzae berdiri tepat di depanku.” lanjut Erik bercerita.


Saat itulah Erik dan Blaze membuat kontrak, dan Erik mendapatkan kekuatan yang sangat besar sehingga dapat mengalahkan ke empat moster serigala itu dengan sekali serang.


“Setelah aku mengeluarkan sihir yang sangat besar itu, tiba tiba kepalaku serasa berputar, dan aku mulai muntah darah.” Ucap Erik Menyelesaikan kalimat nya.


“Mungkin itu adalah efek samping karna kau terlalu banyak menggunakan sihir di luar batasan tubuhmu saat ini.” Ucap Kakek Roy.


“Baiklah, secara garis besar, AL terluka parah karna menyelamatkanmu dan kau bisa mengalahkan monster monster itu sendirian karna membuat kontrak dengan Blaze, benar begitu.?” Lanjut kakek Roy.


“Benar kek, Eh ngomong ngomong tadi Yue memanggil Blaze dengan sebutan kakak bukan.” Ucap Erik penasaran.


“Oh itu, sejak aku kecil kak Blaze sudah menemani dan merawat ku, karna itu aku sduah menganggapnya seperti kakak kandungku sendiri.” Sahut Yue.


“Hah.? Itu artinya kau juga Roh.?” Tanya Erik yang terlihat sangat bingung.

__ADS_1


“Iya lah, memangnya selama ini kau tidak tau.?” Ucap Yue agak heran.


“A’apa hanya aku yang tidak tau.?” Lanjut Erik yang masih kebingungan.


Mendengar perkataan Erik semua mengangguk karna sudah mengetahui hal itu.


“padahal aku sudah lama bersama kalian, tapi kalian tidak pernah mengatakannya.” Ucap Erik sambil menepuk jidatnya.


“Kau sendiri yang tidak pernah bertanya bukan.?” Ucap Ellie memotong pembicaraan.


“Iya benar sih, lalu Yue terikat kontrak dengan Ellie.?” Lanjut Erik bertanya.


“Bukan Ellie, tapi aku membuat kontrak dengan AL.” Sahut Yue.


“Hah,? Tapi energi sihir AL hanya sedikit lebih besar dariku, padahal aku mendapatkan kekuatan yang sangat besar setelah menjalin kontrak dengan Blaze.” Ucap Erik sedikit bingung.


“Oh, AL pernah pingsan gara gara tidak bisa mengendalikan energi sihirnya sendiri, energi sihirnya terus terusan keluar dan itu bisa membahayakan nyawanya, karna itu aku dan kakek Roy menyegel sejumlah besar sihirnya sampai tubuhnya benar benar sanggup menerimanya.” Jelas Yue pada Erik.


“Eh, apa itu juga akan terjadi padaku.?” Erik kembali bertanya.


“Tentu tidak, kondisi tubuhmu dengan AL itu berbeda, Dari awal kau sudah memiliki energi sihir yang cukup besar, dan itu membuat tubuhmu mampu menampung energi sihir yang lebih besar lagi.” Jelas kakek Roy yang juga memotong pembicaraan.


Setelah kakek Roy dan Yue menjelaskan bahwa AL memiliki fisik yang tidak terbiasa dengan sihir besar, dan itu membuat mereka harus menyegel sihirnya sampai tubuh Arsyil Benar benar kuat untuk menampung sihir yang luar biasa banyak itu, tiba tiba Hana dan Azalie datang berkunjung dan Ingin melihat kondisi Arsyil


(*Singkatnya Erik bisa langsung menguasai sihir besar yang berasal dari kontraknya dan Blaze di karenakan Erik sudah memiliki bakat sejak lahir, dan AL Membutuhkan usaha lebih untuk menguasai sihir yang besar karna AL tidak memiliki bakat seperti Erik)


Tok tok tok


“Selamat siang,” ucap Hana sambil mengetuk pintu.


Ellie pun segera beranjak dari tempat duduknya untuk mebukakan pintu untuk Hana.


“Hana, Azalie, silahkan masuk.” Ucap Ellie yang terlihat senang dengan kedatangan mereka.


“Kami ingin menjenguk Kak AL.” Ucap Hana polos.


“Tentu, ikutlah denganku, aku akan mengantar kalian pada AL.” Sahut Ellie lalu mengantar mereka ke kamar AL.


(*Sementara itu di ruang tamu)

__ADS_1


“Maaf karna memutus pembicaraan kalian, tapi aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.” Ucap Blaze dengan na serius.


Melihat Mata Blaze yang sangat serius itu membuat suasana dalam ruang tamu menjadi hening.


__ADS_2