
Ketika aku berhasil memberikan beberapa serangan pada Ziz, aku pun mulai bersemangat karena saat ini aku mempunyai kesempatan untuk mengalahkan mahluk itu ditambah energiku sihirku rasanya menggebu gebu, namun di saat yang tidak tepat bala tentara milik Ziz datang, ratusan Kelelawar raksasa dan dua ekor Wivern ditambha seseorang yang mempunyai energi sihir yang cukup kuat muncul dan mengelilingi langit seperti sebuah tornado raksasa.
“Sial, sepertinya aku dalam bahaya.” Gumamku setelah melihat pasukan dengan jumlah yang sangat banyak itu.
Walaupun saat ini aku mampu mengimbangi Ziz, tapi beda halnya jika aku melawan pasukan sebanyak itu sekaligus.
Ketika itu, aku sempat berpikir untuk melarikan diri dari tempat itu dan mencari bala bantuan, namun di sisi lain aku sadar bahwa seluruh jalan kaburku telah di blokir oleh mereka, Saat itu satu-satunya pilihan untukku adalah terus bertarung hingga darah penghabisan.
Di sisi lain hati kecilku melarangku untuk Lari dari pertarungan itu walaupun tubuhku gemetar, awalnya aku mengira tubuhku gemetar karena takut, tapi aku sadar bahwa yang kurasakan saat ini bukanlah sebuah ketakutan, bahkan aku sangat ingin tertawa. Rasanya Adrenalinku terpacu, jiwa pengecutku sekarang telah menghilang sepenuhnya, padahal aku tahu bahwa melawan pasukan sebanyak itu sama saja dengan bunuh diri, ditambah Ziz dan Red mempunyai kekuatan yang mampu mengimbangiku, tapi aku tetap saja merasa sedikit senang.
Tak Lama kemudian, kelelawar raksasa yang mengelilingi langit langsung menyerangku, aku pun langsung menggunakan salah satu sihir tingkat tinggi andalanku untuk menghantam mereka.
“Tornado Blow”
Seketika aku dikejutkan oleh Sihirku sendiri, aku tidak menyangka bahwa kekuatannya akan sedahsyat itu, kekuatannya jauh melebihi kekuatan saat pertama kali aku menggunakannya, bahkan bebatuan yang ada di sekitarku yang ukurannya cukup besar ikut terbawa oleh Pusaran angin yang keluar dari tinjuku, benar benar sihir penghancur yang sangat dahsyat.
__ADS_1
Sejauh ini aku tidak pernah mengeluarkan sihir serangan dengan skala besar karena takut akan menghancurkan dugeon tempat para Elf tinggal, walaupun Alana berkata bahwa Dugeon itu berada sejauh 10.000 meter di kedalaman tanah, namun aku tetap saja takut jika seranganku menghancurkan atap dugeon dan membuatnya Runtuh.
Setelah melihat ratusan Kelelawar itu tersapu oleh sihirku, dadaku semakin berdebar dan semakin bersemangat, aku benar benar tidak bisa menahan rasa senangku karena mempunyai kekuatan yang sangat mengerikan seperti ini, sekarang aku benar benar bukan si pangeran payah lagi, sekarang aku mempunyai kekuatan besar untuk melindungi orang orang yang aku sayangi dan entah kenapa aku tiba-tiba terbayang wajah Rasya ketika mendorongku ke dalam jurang. Tidak bisa di pungkiri, tapi sekarang rasa dendamku tiba tiba muncul ketika aku mendapatkan kekuatan besar seperti ini.
“Menarik sekali.” Gumamku sambil tersenyum.
Di sisi lain ratusan kelelawar raksasa yang tadinya terhempas oleh seranganku sekarang kembali mengerumuni langit dan membuatnya kembali menjadi gelap, aku tidak pernah mengira bahwa serangan sihir sedahsyat itu hanya bisa membuat mereka menjauh sementara, tapi beberapa diantara mereka tidak kembali lagi karena sayapnya patah akibat serangan itu.
“Apa ini, menarik sekali.” Ucapku sambil tertawa lepas.
Ketika sekawanan Kelelawar raksasa itu kembali menyerangku, aku kembali mengeluarkan salah satu sihir tingkat tinggi milikku untuk melawan mereka.
“Tornado Fortex”
Jika dibandingkan dengan sihir Wind Fortex, Sisih tornado Fortex mempunyai durasi yang lebih lama, walaupun efek serangannya tidak Sekuat Wind fortex, tapi serangan itu membuatku berpikir bagaimana jika aku menciptakan tornado lebih dari satu buah, aku pun kembali mengeluarkan sihir itu dan terciptalah 3 buah tornado raksasa dengan kekuatan yang mampu memporak porandakan satu negara sekaligus, Sihir itu benar benar terlihat seperti bencana yang siap menghancurkan apa saja, batang pohon dan bebatuan ikut terangkat karena angin itu, aku menamai sihir itu dengan nama Tempest.
__ADS_1
Karena kekuatan Tempest sangat kuat Aku menggunakan sihir Wind Shield untuk melindungiku agar aku tidak terkena efek serangan milikku sendiri, dan di sisi lain aku melihat Ziz yang menciptakan sebuah pelindung dari api hitam agar tidak terkena serangan tersebut dan dibelakangnya berdiri seseorang yang sebelumnya menyerangku dengan tendangan api yang cukup kuat.
DI sisi lain tubuhku mulai merasakan efek samping karena menggunakan kekuatan sihir yang telalu banyak aku memang sudah bersiap menerima resiko itu karena bagaimanapun tubuhku memang belum terlatih untuk menggunakan energi sihir yang sangat besar seperti itu, Namun Anehnya, aku merasa bahwa energi sihirku pulih dengan sendirinya, aku mulai berpikir apakah ini hal yang sama dengan Kekuatan Regenasi yang ku miliki? Aku mulai berharap bahwa semoga saja hal itu benar karena artinya aku tidak perlu menghemat energi sihirku.
Karena terlalu fokus dengan sihir yang baru saja ku ciptakan, tanpa ku sadari dua ekor Wivern yang awalnya bersama rombongan kelelawar itu ternyata berhasil lolos dari serangan sihir milikku, mereka pun mulai menyerangku dari belakang, untungnya aku mendengar suara kepakan sayap milik mereka dan langsung mengumpulkan energi sihir pada kedua tinjuku untuk menyerang mereka.
Ketika mereka mendekat untuk menyerangku, aku langsung melompat dan memukul dada salah satu dari mereka dan betapa terkejutnya aku ketika seranganku langsung menghancurkan dadanya hingga membuat lobang besaryang menembus seluruh tubuh mahluk itu. Aku sempat bingung dengan apa yang terjadi karena serangan itu hanyalah serangan kecil bagi Ziz bahkan tidak mampu memberikan luka berarti untuknya, dan setahuku Wivern adalah mahluk yang kekuatannya hampir sama dengan seekor naga, itu artinya mereka adalah mahluk yang sangat kuat, tapi kenyataannya aku bisa langsung menghancurkan tubuh mereka dengan satu serangan saja.
Aku pun menghilangkan lapisan sihir pada kedua tanganku karena pemandangan itu sangatlah mengerikan, setidaknya aku ingin mengalahkan Wivern yang satunya lagi tanpa menghancurkan tubuhnya.
Ketika Wivern yang satunya lagi menyerang, aku langsung bergerak cepat ke belangnya dan menyerangnya dengan sihir menengah yang ku punya.
“Shock Wave”
Seketika Tubuh Wivern itu langsung hancur lebur akibat gelombang kejut milikku, di ikuti oleh permukaan tanah yang terlihat seperti dihantam oleh sesuatu yang sangat berat, melihat hal itu membuatku semakin terkejut, aku mulai bertanya tanya, sebenarnya sejauh apa peningkatan kekuatan yang ku miliki, bahkan sihir tingkat menengah saja bisa menghancurkan tubuh seekor Wivern dengan sangat mudah, aku tidak terlalu terkejut ketika Pukulan yang kulapisi dengan sihir seperti serangan Ziz mampu menembus tubuh seekor Wivern dengan mudah, karena memang tehnik itu tergolong kedalam sihir serangan tingkat tinggi, bahkan sihir itu lebih kuat dari sihir Full Enhance, tapi kenyataan bahwa sihir tingkat menengah saja bisa menjadi sekuat itu telah membuatku faham bahwa Ziz benar benar mahluk yang sangat mengerikan karena aku baru bisa mengimbangi kekuatannya setelah menjadi sekuat ini, jika seekor naga bisa menjadi ancaman untuk sebuah kerajaan, maka kekuatan Ziz saat ini mungkin setara dengan seratus ekor naga atau lebih, itu artinya Ziz adalah ancaman untuk dunia, begitupun denganku saat ini, sepertinya aku telah memiliki kekuatan yang menjadi ancaman untuk dunia
__ADS_1
Besambung...