Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 14 PENYELAMATAN


__ADS_3

(*Satu pekan kemudian, setelah kepulangan Arsyil, Erik dan Kakek Roy dari Desa Jerami)


Di dalam hutan, yang tempatnya yak jauh dari gunung kerucut. terlihat seorang gadis kecil yang sedang berlari karna ketakutan.


(*gadis itu ber umur 7 tahun)


Bajunya compang camping dan terlihat sangat lusuh.


Setelah lama berlari, dia tersandung kemudian terjatuh. Karna sangat kelelahan, dia pun pingsan.


“Tolong aku.” Ucap gadis kecil itu dengan suara yang sangat kecil sebelum dia pingsan.


(* di sisi lain)


“Hei AL, ayo kita lanjutkan latihan kita mengitari gunung itu,” Ucap Erik padaku.


“ayok”.


Kami pun berangkat latihan setelah menyelesaikan pekerjaan sehari hari kami.


Dalam perjalanan, kami melewati banyak rintangan, seperti melewati sungai, rawa, bebatuan dan rintangan rintangan alam yang lainnya.


Karna sudah terbiasa, kami bisa melalui rintangan rintangan itu dengan mudah.


Tiba tiba di tengah perjalanan kami, aku melihat seorang anak kecil yang terbaring tak jauh dari rute berlari kami.


“Erik bentar,” ucapku sambil menghentikan Erik


“ada apa AL.” Jawab Erik.


“Lihatlah, ada anak kecil terbaring di sana.” Ucapku sambil menunjuk ke dasar tebing


“Oh iya, ayo kita kesana AL,”sahut Erik yang sangat terkejut.


Kami pun menuruni beberapa tebing untuk sampai ke tempat gadis kecil itu.


“Dia masih hidup AL, ayo kita bawa dia ke rumah” Ucap Erik sambil menggendong gadis kecil itu.


Kami pun membawa gadis kecil itu ke rumah.


Setelah tiba, kami meminta Ellie Dan Yue untuk merawat anak itu.


“Yue, cepatlah rawat anak ini,” ucapa Erik yang baru saja sampai sambil menggendong gadis kecil itu.


“Eh, cepat bawa dia ke kamar Ellie, aku akan mengobati lukanya,” sahut Yue yang sangat terkejut.


Setelah Ellie dan Yue mengganti pakaian dan mengobati luka gadis kecil itu, mereka pun membiarkannya istirahat, tapi saat ini dia belum juga sadarkan diri.


Keesokan harinya, aku terbangun karna mendengar suara ribut di pagi hari.


Aku pun segera bangun dan pergi untuk memeriksa keadaan.


“Eh, Rik, bangun woy.” Ucapku sambil membangunkan Erik.


Setelah membangunkannya, aku pun pergi ke sumber keributan itu.


Suara ribut itu berasal dari kamar Ellie, aku sampai ke depan pintu kamar Ellie bersamaan dengan kakek Roy.

__ADS_1


“Apa yang terjadi Kek.” Ucapku yang baru sampai.


“Entahlah,” jawab kakek Roy.


Tok Tok Tok.


Kakek Roy pun mengetuk pintu kamar Ellie.


“masuklah,” jawab Ellie.


“Ellie, Yue, ada apa.?” Tanya kakek Roy.


Gadis itu berteriak dan terlihat sangat ketakutan sambil memeluk Ellie dengan erat.


Setelah Beberapa lama menenangkan gadis kecil itu, Ellie dan Yue berhasil menenangkannya.


“Ada apa sih AL.” Tanya Erik yang baru saja bangun,


“Eh, Rik, ambilin bubur yang ada di meja makan gih.” Ucap Yue.


“Eeeehhhh,” keluh Erik sebelum pergi.


Setelah Erik membawa buburnya, Ellie pun memberi makan gadis kecil itu.


“Makan dulu yah, biar kamu gak kelaparan.” Ucap Ellie sambil menyuapi gadis kecil itu.


Setelah selesai makan, Ellie bertanya pada gadis kecil itu.


“Hei, siapa namamu.” Tanya Ellie dengan lembut.


“Namaku Hana kak.” Jawab gadis itu.


“Oh iya kak, tolong aku, kakak ku sedang di kejar oleh monster mengerikan di hutan.” Ucap gadis itu sambil menangis.


“Apa kau bisa menceritakan apa yang terjadi Hana.?” Lanjut Ellie menanyai gadis kecil itu.


Hana pun menceritakan kejadiannya pada kami.


Dua hari setelah kepulangan kami dari Desa Jerami, Kepala Desa pun kembali membawa beberapa pasukan dari Kerajaan.


Kemudian, Warga bersama pasukan dari kerajaan itu berangkat ke gunung untuk mencari orang orang yang hilang.


Tapi sudah lima hari semenjak mereka pergi, dan belum juga ada kabar dari mereka.


Karna itu,Hana dan kakanya pergi untuk mencari ayah mereka yang ikut bersama pasukan kerajaan untuk mencari orang orang yang hilang.


Setelah mereka hampir sampai ke gunung, mereka bertemu dengan monster serigala setinggi dua meter.


Mereka berdua pun lari sekuat tenaga karna ketakutan.


Tapi mereka berhasil di susul oleh serigala itu. kakak Hana melawan serigala itu agar Hana bisa pergi menyelamatkan diri.


“Pergilah Hana, aku akan menyusulmu setelah mengalahkan monster ini.” Ucapk kakak Hana sambil menyuruh Hana pergi.


“Janji yah kak, jangan mati yah.” Ucap Hana sebelum meninggalkan kakanya.


Hana pun berlari sekuat tenaga tanpa arah dan tujuan, sampai dia terjatuh karna kelelahan dan akhirnya dia pingsan.

__ADS_1


Saat itulah Arsyil dan Erik menemukan Hana di hutan.


“ Tolong selamatkan kakak” ucap Hana yang masih berkaca kaca.


“Erik, AL, persiapkan perlengkapan kalian. Kita akan berangkat ke gunung itu.” Ucap kakek Roy pada kami.


“Kalau begitu kami juga ikut.” sahut Ellie


“Bahaya loh Ellie,” ucapku yang terkejut dengan perkataan Ellie.


“aku tau kalau itu bahaya, tapi kalian membutuhkan orang yang bisa mengobati bukan, bisa saja banyak orang yang selamat diatas gunung tapi mengalami banyak luka.” Lanjut Ellie yang ngotot ingin pergi.


“jangan hawatir AL, aku akan melindungi Ellie.” Sahut Yue.


Setelah beberapa saat berfikir, kakek Roy pun setuju membiarkan Ellie ikut.


“Baiklah, kau boleh ikut, ayo kita berangkat.” Ucap kakek Roy


Setelah mempersiapkan senjata dan perlengkapan medis, kami pun berangkat ke gunung.


“Kalian gunakan lah sihir Full Enhance, kita harus sampai ke gunung secepat mungkin, Ellie naiklah ke punggung AL,” ucap kakek Roy sebelum pergi.


”Eh,!” aku sangat terkejut dengan perkataan kakek sampai tidak bisa berkata kata.


“Cie cie,” ucap Yue yang menggoda kami.


“sekarang bukan saatnya untuk bercanda bukan, baiklah AL merunduk lah” tegas Ellie pada kami.


“a’ah, benar juga.” Ucapku sambil jongkok dan bersiap menggendong Ellie.


(* Ellie karakter yang dewasa yah gan hehe, BTW dia sebenernya menyukai Arsyil loh, kakek Roy tau dan ingin jodohin mereka hehe)


“kalau begitu aku akan menggendong Hana.” Sahut Erik sambil jongkok juga.


Kami pun berangkat dengan kecepatan penuh.


Di tengah jalan Ellie bertanya. “A’apa kau berat AL,?” ucapnya agak malu,


“Enggak kok, malah ku fikir kau terlalu ringan. Apa kau makan dengan benar Ellie.?”


“Oh, begitu yah, syukurlah,” jawabnya dengan pipi sedikit memerah.


“Eh, aku kan bertanya apa dia makan dengan benar, apa dia tidak dengar yah?, ya sudah” gumamku dalam hati.


Setelah berlari selama 15 menit, kami pun hampir mencapai puncak gunung, tiba tiba aku mendengar suara seseorang.


“kek berhenti kek,” ucapku sambil menghentikan mereka.


“Ada apa AL” tanya kakek penasaran.


Kami pun berhenti, dan Ellie turun dari punggungku.


“Aku mendengar sesuatu kek, bentar” aku pun memfokuskan pendengaran ku,


“sebelah sana kek, ayo.” Ucapku pada mereka.


Kami pun berlari ke arah yang aku tunjukkan.

__ADS_1


Setelah sampai, ternyata suara itu berasal dari dalam gua.


Kami pun memasuki gua itu, dan di dalam sana kami bertemu dengan penduduk Desa yang selamat.


__ADS_2