Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 18 KAKEK ROY VS MONSTER TROLL


__ADS_3

(* Beberapa menit yang lalu)


“Apa apaan suara monster itu.” Gumam Ku dalam hati.


Aku pun terdiam tubuhku serasa berat, keringat dingin mulai mengalir di sekujur tubuhku.


“Ada apa AL.” Tanya kakek Roy padaku.


“Di depan sana ada monster yang sangat mengerikan kek, bahkan aku sudah terintimidasi walaupun hanya mendengar suara nafasnya.” Kelasku yang yang membatu ketakutan.


“Kuatkan dirimu AL, jangan mau dikalahkan oleh ketakutan mu.” Ucap kakek menyemangati ku.


Tak lama kemudian, Tiba tiba tanah bergetar dan membuat percakapan kami terputus. Getaran itu di sebabkan oleh monster yang berjalan mendekatpada kami.


“Bersiaplah, dia mendekat.” Ucap kakek Roy pada kami.


“A’apa apaan monster itu.” Ucapku yang terpaku kaget setelah melihat wujudnya yang sangat menakutkan.


Persis seperti yang di katakan warga, monster itu setinggi empat meter dan memiliki tubuh yang mirip seperti manusia gendut, gigi taring bawahnya menjulang keluar dari mulutnya dan dia membawa sebuah senjata berbentuk gadah yang terbuat dari batu.


“Sungguh monster yang sangat mengerikan.” Lanjutku yang masih gemetar.


Warga desa yang menyaksikan wujud monster itu hanya bisa ketakutan dan berlindung di belakang kami.


“Begitu rupanya, jadi ini monster yang di maksud oleh warga desa” Ucap kakek Roy


“Apa kakek tau tentang monster itu.?” Tanya Erik yang sejak tadi hanya terdiam.


“Monster itu bernama Troll, kabarnya monster itu berasal dari dunia iblis, pantas saja mereka sangat ketakutan.” Jelas kakek Roy pada kami.


“Tapi bagaimana bisa, monster dari dunia iblis ada di sini.?” Tanyaku yang sudah tenang.


“ Entahlah, pokoknya kita lawan saja dulu, dilihat dari energi sihirnya, kita masih bisa menang melawannya.” Jawab kakek Roy


“Ellie, Yue, bawa mereka ke rumah, mereka akan lebih aman jika menuju ke sana daripada melanjutkan perjalanan ke desa jerami.” Ucap kakek Roy pada mereka.


Ellie dan Yue pun bergegas mengantar warga desa menjauh dari kami dan berjalan menuju kediaman kakek Roy yang jalan nya bertolak belakang dengan jalan menuju desa Jerami.


“Bersiaplah bantu aku.” Ucap kakek Roy pada kami.


“Baik kek.” Ucapku dan Erik Serentak.


Troll itu mulai menyerang kami dengan senjatanya yang terbuat dari batu, kami pun sigap menghindari serangannya.


Pukulan yang dia lancarkan nya sangat kuat, sampai sampai tanah yang terkena pukulannya itu berhamburan dan menghalangi pandangan kami.


Segera aku menghempaskan tanah yang berhamburan itu dengan sihir angin agar kami bisa melihat setiap gerakannya.


Untunglah gerakannya tidak terlalu cepat sehingga kami bisa mengunggulinya dari segi kecepatan.


Untuk menghemat energi sihir kami, kakek Roy menyuruh kami untuk tidak menggunakan sihir “Full Enhance terlebih dahulu, dan hanya mengandalkan kekuatan fisik kami.


Kakek khawatir dengan adanya musuh lain yang lebih kuat, dan jika di lihat lagi, kami memang tidak terlalu membutuhkan sihir itu untuk mengalahkannya, mengingat kami menang jumlah dan monster itu memang tidak terlalu kuat untuk mengalahkan kami bertiga sekaligus.

__ADS_1


Dari segi kekuatan, mungkin aku masih lebih lemah jika di bandingkan dengan monster itu, tapi kami mempunyai kakek roy yang kekuatannya masih diatas level monster itu.


Setelah menghindari serangannya, aku pun melancarkan serangan balik.


“Wind Blow”.


Aku cukup terkejut ketika serangan angin milikku hanya membuatnya terpukul mundur.


“Kuat sekali,” gumamku dalam hati.


“Erik, serang matanya dengan sihir apimu,” ucap kakek Roy.


Sontak Erik menyerang sesuai arahan kakek Roy.


“Fire Ball”


Sihir api milik Erik sempat ditahan dengan senjata oleh monster itu, tapi erik melanjutkan serangannya dan memberikan serangan api berturut turut sambil berlari mengelilingi monster itu.


Ketika serangan Erik berhasil mengenai mata Monster itu, kakek Roy pun menggunakan sihir Full Enhance dan memukul perut monster itu.


Berbeda dengan seranganku tadi, serangan milik kakek berhasil membuat monster itu terjatuh.


Di tengah tengah pertarungan ini, aku tiba tiba mendengar jeritan warga desa yang panik.


“Seriusa loh” gumamku dalam hati.


“Kek, sepertinya monster lain menyerang desa kek.” Ucapku pada kakek Roy.


“Tidak salah lagi, desa Jerami juga di serang.” Jelasku memastikan.


“Kalau begitu kalian bergegaslah dan selamatkan mereka.” Ucap kakek Roy pada kami.


“Tapi bagaimana dengan kakek.?” Tanya Erik yang sedang fokus pada monster di depannya.


“Sudahlah, kalian pergi saja, aku akan mengatasi yang satu ini.” Tegas kakek roy pada kami.


“Baiklah kek, jangan sampai kalah.” Ucapku sambil meninggalkan Kakek Roy.


“Kau masih terlalu cepat untuk menghawatirkanku.” Ucapnya sambil tersenyum.


Aku dan Erik pun berlari menuju desa Jerami, agar kami bisa segera sampai, kami meningkatkan kinerja tubuh kami dengan menggunakan sihir Full Enhace.


“Erik, aku akan melompat ke sana menggunakan sihir angin, cepatlah menyusul.” Ucapku sambil mengumpulkan tekanan angin di kakiku.


“Baiklah.” Jawab Erik.


Aku pun segera meledakkan sihir angin yang ku kupulkan di telapak kakiku agar membuatku melesat ke desa dengan cepat.


“Jadi itu monster serigala yang dimaksud Hana, menurut informasi, monsterserigala itu lebih lemah dari Troll tadi” Gumam Ku dalam hati yang melihatnya dari kejauhan.


Setelah semakin dekat, aku melihat beberapa orang yang berusaha melawan mereka, segera aku menyerang serigala itu dengan sihir jarak jauh yag ku punya agar dia tidak sempat melukai para warga.


“Wind Blow”. Ucapku sambil melancarkan sihirku.

__ADS_1


Seranganku berhasil mengenai serigala itu dari samping, dan dia terpental jauh dan merusak rumah warga.


Tak lama kemudian aku pun mendarat di depan mereka, berkat sihir Full Enhance aku berhasil mendarat dengan selamat.


“Apa kalian baik baik saja.?” Tanyaku yang baru sampai pada mereka.


“Yah, terikasih telah menolong kami,” ucap salah seorang dari mereka.


“Kau anak muda yang bersama kakek Roy bukan?, aku adalah kepala desa di sini”. Lanjutnya.


“Iya benar.” Jawabku padanya


Tak lama kemudian, Erik pun sampai ke tempat kami.


“Kau baik baik saja.?” Tanya Erik yang baru sampai.


“Begitulah.” Jawabku pada Erik.


“kalian bantulah para warga untuk berlindung, aku dan temanku akan melawan mereka.” Ucapku pada warga desa.


“Baiklah aku mengandalkan kalian”. Ucap kepala desa pada kami.


Kepala desa dan warga yang tadi berusaha melawan monster serigala, mundur dan membantu para warga untuk berlindung ke dalam hutan.


(* Sementara itu di dalam hutan)


Monster yang berhasil di jatuhkan oleh kakek Roy sudah bangkit kembali.


“Yo, kau sudah sadar yah.?” Canda kakek Roy pada monster itu.


Setelah berhadapan kembali, kakek Roy mengeluarkan pedang di pinggangnya, kemudian meningkatkan kekuatan serta kinerja tubuhnya dengan menggunakan sihir Full Enhance.


Monster itu mulai menyerang kakek Roy dengan menggunakan senjata di tangannya.


Alih alih menghindar, kakek Roy lebih memilih untuk menangkis serangan monster itu dengan pedang miliknya, yang sedari tadi hanya menjadi hiasan di pinggang kakek Roy.


Pertempuran antara kakek Roy dan monster itu pun semaki memanas.


 


Author:


" halo PTB lovers aku mau ucapin makasih udah udah mampir yah, aku do'ain semoga sehar selalu dan rezekinya di lancarkan, aamiin"


Ellie:


"sayaang, makan malemnya udah siap"


Author:


" iya bentar sayang"


"oh iya, jangan lupa like, tinggalin juga jejak di komentar. jangan lupa rekomendassiin juga ke temen kamu yah😉, seeyou"

__ADS_1


__ADS_2