
Di sebuah hutan, dekat dari desa yang berada di ujung selatan kerajaan mangrove, tepatnya desa Jerami.
Seorang kakek sedang bertarung melawan monster raksasa yang bernama “Troll”. Orang itu adalah kakek Roy.
“Hoh, sudah sadar yah?,” ucap kakek Roy setelah melihat monster yang sebelumnya terbaring karna terkena serangan telak dari nya kembali berdiri.
Setelah bangkit kembali, troll yang sedang berhadapan dengan kakek Roy itu meraung dengan sangat keras, sampai sampai raungannya terdengar oleh Arsyil dan Erik yang sedang melawan tiga ekor Serigala raksasa di Desa Jerami.
(* Sementara itu di desa jerami.)
Setelah sampai ke desa jerami, Arsyil dan Erik di Kepung oleh Tiga ekor monster serigala, termasuk salah satu serigala yang sebelumnya berhasil di hempaskan oleh Arsyil.
“Suara apa itu,” ucap Erik sambil bersiaga di belakangku.
“Entahlah, jangan pedulikan suara itu, kita hanya perlu melawan monster yang ada di sini, biarlah kakek yang mengurus sisanya.” Ucapku pada Erik.
“Baiklah,” sahut Erik.
Karna kami di kepung oleh tiga ekor monster serigala, aku dan Erik mengambil posisi saling membelakangi untuk melindungi titik buta kami.
“Erik, mendekatlah sedekat mungkin, aku akan membuat ledakan angin untuk membuat kita terlempar ke udara, itu bisa membuat kita keluar dari kepungan mereka.” Ucapku agak pelan.
Setelah Erik berjalan mundur untuk mendekat padaku secara perlahan, aku pun mulai membuat angin yang akan mengempaskan kami ke udara, agar kami berdua bisa keluar dari kepungan mereka.
Tiba tiba mereka menyerang kami secara bersamaan.
Tanpa fikir panjang, aku langsung meledakkan sihir yang telah ku persiapkan tadi.
“Sekarang Rik, lompat.” Ucapku pada Erik
Untunglah rencanaku berhasil dan membuat ke tiga monster serigala itu saling bertabrakan.
Ketika kami masih melayang di udara, Erik menyusun sebuah rencana untuk melakukan serangan gabungan.
“AL, apa kau bisa menyerang mereka dengan sihir angin yang cukup kuat.” Tanya Erik padaku.
“Ya, aku bisa, beberapa hari yang lalu aku sudah menguasai sihir yang cukup kuat, namanya Wind Fortex,” jawabku pada Erik.
“Kalau begitu ayo kita gabungkan serangan sihir kita untuk membakar mereka dengan satu serangan kuat.” Lanjut Erik.
“Ide bagus,” ucapku sambil bersiap untuk menyerang.
Kami yang sedang melayang diatas monster monster itu kemudian menggabungkan sihir kami lalu menyerang ke arah mereka.
“Sihir gabungan ,Inferno Fortex.”
__ADS_1
Ketika aku menggabungkan sihir Wind Fortex milikku dengan Sihir Inferno milik Erik, terciptalah sebuah tornado yang sangat besar yang mengarah pada tiga monster serigala yang bertabrakan itu.
Sihir kami yang awalnya hanya tergolong sihir tingkat menengah, berubah menjadi sihir api tingkat tinggi yang tentunya mempunyai daya serang yang jauh lebih kuat.
Tornado api yang sangat dahsyat pun menghantam ke tiga monster serigala itu secara langsung, bahkan aku dan Erik hampir saja terkena dampak dari sihir gabungan kami.
Untunglah aku segera memegang tangan Erik dan menghempaskan tubuh kami dengan ledakan angin kecil, sehingga kami terlempar menjauh dari tornado api itu.
(* Di sisi lain.)
Setelah Troll yang sempat terkena serangan telak dari kakek Roy meraung keras, dia pun mulai menyerang kakek Roy.
Tapi alih alih menghindar, kakek Roy justru menahan serangan Troll itu dengan pedang yang sedari tadi hanya menjadi hiasan di pinggangnya.
(* Sebelum berangkat ke gunung untuk menyelamatkan para korban, Arsyil Erik dan kakek Roy mempersiapkan perlengkapan mereka terlebih dahulu, termasuk pedang).
Agar pedang yang di gunakan kakek Roy tidak patah setelah menahan serangan dari Troll itu, kakek Roy melapisi pedangnnya dengan sihir angin miliknya, itu membuat pedangnnya menjadi jauh lebih kuat dan tajam.
Kakek Roy juga menggunakan sihir Full Enhance Untuk mengimbangi kekuatan fisik Troll itu.
Di saat yang sama, Tiba tiba terdengar suara ledakan dari arah desa Jerami.
“BOOOOM”
Suara itu berasal dari sihir gabungan milik Arsyil dan Erik.
Sanking besarnya tordano api yang kami ciptakan, bahkan Yue dan Ellie yang sudah dekat dengan kediaman kakek Roy juga bisa melihatnya, walaupun tidak terlalu jelas.
“Lihat,” ucap Hana sambil menunjuk ke Tornado api itu.
Para warga yang melihat tornado api itu kaget dan menjadi khawatir dengan keadaan kami.
“Apa mereka baik baik saja yah,” ucap Razel agak ragu.
“Jangan khawatir, Sepertinya tornado itu adalah perbuatan AL dan Erik,” ucap Yue sambil menenangkan mereka.
“Bagaimana kau tau,?” Tanya Ellie.
“Karna api itu muncul bertepatan setelah AL mengeluarkan sihir yang lumayan banyak,” Jawab Yue.
“Semoga saja itu benar.” Ucap Ellie sedikit khawatir
(* Yue sempat menceritakan ke Ellie bahwa seorang roh berbagi sihir dengan orang yang membuat kontrak dengannya, karna itu Ellie tidak bertanya mengapa Yue bisa Tau)
Mendengar perkataan Yue, warga desa menjadi sedikit tenang dan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman kakek Roy.
__ADS_1
(* Sementara itu di desa jerami.)
“Whoa, Hebat.” Ucapku yang tercengang melihat hasil gabungan sihir kami.
“Dengan ini Selesai sudah, mereka tidak mungkin selamat dari serangan gabungan kita.” Ucap Erik sambil membersihkan debu di pakaiannya.
Tornado api yang tercipta dari sihir gabungan kami perlahan mulai menghilang.
Betapa terkejutnya kami setelah melihat ketiga monster serigala itu ternyata masih hidup walaupun mereka sudah mendapatkan luka yang sangat parah.
“Ini bohong kan,” ucapku yang terpaku kaget.
“Sial, bagaimana bisa, Apa mereka kebal terhadap api?.” ucap Erik sambil mengelap keringatnya.
(* Monster serigala Mempunya energi sihir elemen api, karna itu mereka memiliki sedikit kekebalan terhadap api.)
Kami yang cukup lelah karna mengeluarkan sihir yang sangat banyak, tidak menyadari bahwa ada serigala lain yang sudah berada di dekat kami.
Saat aku menoleh, Serigala itu sudah mengayunkan cakarnya untuk menyerang Erik.
berkat pendengaranku yang sangat tajam, aku menyadari serangannya yang mengarah pada Erik.
“Erik, awas.” Teriakku sambil menarik baju Erik dan melemparkan nya menjauh dari monster serigala itu.
Karna posisi kami berdekatan, serangan monster serigala yang harusnya mengenai Erik justru malah berbalik mengenaiku.
“Sial, aku tidak bisa menghindar.” Gumamku dalam hati.
Karna sihirku sudah terkuras banyak, Walaupun aku sempat membungkus tubuhku dengan energi sihir, serangan monster serigala itu tetap berhasil merobek dadaku.
Serangan itu juga membuatku terlempar sangat keras dan menghancurkan salah satu rumah warga.
Untunglah luka cakar di dadaku tidak terlalu dalam sehingga tidak membuatku mati di tempat.
Tapi Beberapa tulang rusukku patah akibat serangan itu, dan aku pun pingsan setelah muntah darah.
(* Sementara itu)
Troll yang sedang berhadapan satu lawan satu dengan kakek Roy, berhasil di buat kewalahan olehnya.
“Mungkin sudah saatnya aku mengakhiri pertarungan ini.” Ucap kakek Roy.
Kakek Roy menyerang Troll itu dan berhasil memotong kaki kirinya.
Troll itu pun tersungkur ke tanah setelah kakinya terpotong.
__ADS_1
Tepat setelah Troll itu tersungkur, kakek Roy langsung memotong leher Troll itu, Pertarungan pun di menangkan oleh kakek Roy dengan mudah.