
Ketika Erik dan yang lainnya berhasil keluar dari dugeon dengan menggunnakan sihir teleportasi milik Alana, Mereka sempat dikejutkan oleh tiga buah tornado raksasa yang sangat mengerikan, Tornado itu berasal dari sihir Tempest milikku, Alana sengaja memindahkan mereka ke tempat yang agak jauh dariku karena hawatir jika mereka terkena serangan yang tidak disengaja dari pertempuran itu, dan tentu saja hal itu adalah keputusan yang sangat tepat karena mereka bisa saja langsung terhempas oleh sihir Tempest milikku jika mereka melakukan teleportasi langsung di dekatku.
“Ap- Apa apaan angin itu, untunglah kita tidak berpindah kesana.” Ucap Erik yang dikagetkan oleh pemandangan di depannya.
Di sisi Lain, Alana, Anwar, Marco, Ricardi dan Tian hanya bisa terdiam sambil meneguk liurnya karena tidak bisa berkata kata setelah melihat tornado yang sangat mengerikan itu.
Setelah keluar dari Area sihir pelindung milik Alana, Alana pun segera mengatakan para Ray bahwa mereka telah keluar Dari dugeon dan Blaze bisa membuka Gerbang Roh.
“Tuan Rayden, Aku telah membawa Erik keluar dari area yang terlindungi oleh sihirku.” Ucap Alana singkat.
Mendengar perkaaan Alana membuat Ray tersenyum dan langsung mengucapkan terima kasih pada Alana lalu mengatakan pada Blaze agar segera membuka gerbang rohnya.
“Benarkah Terima Kasih Nona.” Sahut Rayden.
Setelah Ray mengatakan pada Blaze untuk mencoba membuka gerbang Roh, akhirnya Blaze berhasil, Yue yang sudah tidak sabar ingin menyusulku langsung memasuki Gerbang itu dan dengan sangat cepat melompat kedalamnya.
“Terima kasih kak Ray.” Ucap Yue sembari melompat kedalam gerbang Roh.
Ray hanya tersenyum sembari melambaikan tangannya ketika Yue melakukan itu, Ray sudah terbiasa dengan tingkah bodoh dan tidak sopan Yue dan Aqua, Ray sudah menyayangi dan menganggap mereka sebagai adik kandungnya, begitupun dengan mereka berdua yang sudah menganggap Ray dan Blaze seperti kakak kandung mereka sendiri sehingga mereka berbuat seenaknya tanpa berpikir.
Setelah melihat Yue melompat kedalam Gerbang Roh, Aqua pun segera menyusulnya dan juga mengucapkan terima kasih kepada Ray sambil berlari, melihat kelakuan Yue dan Aqua hanya bisa membuat Blaze menepuk jidatnya sambil mengusap wajahnya.
__ADS_1
“Astaga, ada apa dengan kedua anak ini.” Ucap Blaze sembari menepuk jidatnya.
Blaze segera membungkuk dan meminta maaf pada Ray karena kelakuan Yue dan Aqua yang sangat tidak sopan kemudian mengucapkan terima kasih karena telah membantu mereka sekaligus pamit untuk menyusul Erik.
“Aku minta maaf atas kelakuan mereka kak dan aku ingin pamit untuk menyusul mereka, terima kasih karen telah membantu kami.” Ucap Blaze sembari membungkuk pada Ray.
Ray hanya Tersenyum lebar sembari memegang pundak Blaze dan menatakan padanya untuk segera menyusul mereka.
“Tidak perlu di pikirkan, aku sudah menganggap kalian seperti adikku sendiri, pergilah.” Ucap Ray pada Blaze.
Setelah mendengar perkataan Ray, Blaze pun segera menyusul Yue dan Aqua kedalam gerbang Roh, ketika Blaze tiba di dunia manusia, dia sangat terkejut setelah melihat Sihirku, tapi yang membuat Blaze terkejut bukanlah kekuatannya yang dahsyat melainkan sejak kapan aku memiliki kekuatan seperti itu, padahal terakhir kali aku bersama mereka kekuatanku masih sangat jauh dari level saat ini.
“Ap- Sejak Kapan AL bisa menggunakan Sihir tingkat Extrim seperti itu.” Ucap Blaze ketika melihat sihirku.
“Blaze Untunglah kau datang.” Ucap Erik sembari mendekat Blaze.
Alana dan yang lainnya hanya bisa terdiam bingung dan bertanya dalam hati ketika melihat Yue, Aqua dan Blaze muncul, mereka bertanya tanya tentang darimana Blaze muncul dan siapa sebenarnya mereka bertiga, pasalnya mereka bertiga memancarkan aura sihir yang luar biasa dari tubuh mereka bahkan jauh lebih kuat dari bangsa Elf tipe petarung sekaligus.
Tak lama kemudian Sebuah ledakan besar terdengar, Sihir milikku pun lenyap seketika, melihat hal tersebut membuat Blaze tercengang, Yue dan Aqua pun ikut tercengan setelah ledakan itu terjadi, mereka bertiga bisa merasakan sihir dahsyat yang sangat mengerikan baru saja dikeluarkan oleh seseorang untuk menghentikan sihir milikku, energi sihir orang itu juga sangat kuat dan mengerikan, hal itu membuat Blaze menjadi sedikit panik dan mengatakan pada yang lain untuk segera menyusulku.
“Cepatlah kita harus menyusul AL, Aku merasakan energi sihir yang sangat mengerikan.” Ucap Blaze sembari mengajak yang lainnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Blaze membuat yang lain tersadar bahwa sekarang bukan saatnya untuk terdiam bingung, walaupun banyak sekali pertanyaan yang bermunculan di benak mereka, tapi mereka menghiraukannya dan mereka pun langsung bergerak untuk membantuku yang sedang berhadapan dengan Ziz.
Setelah cukup Dekat, Blaze, Yue dan Aqua langsung Sadar bahwa energi sihir yang sangat menakutkan itu berasal dari orang yang berjalan ke arahku, Yue pun segera mengeluarkan sihir angin kemudian menggabungkan serangannya dengan serangan api milik Blaze untuk menciptakan Sebuah Sihit tornado api yang sangat besar
“Yue serang mereka dengan dengan sihir anginmu, aku akan menggabungkannya dengan sihirku.” Ucap Blaze pada Yue.
Setelah Blaze mengatakan itu, Yue pun segera mengeluarkan sihir angin miliknya dan mengarahkannya pada Ziz, di saat yang bersamaan Blaze juga mengeluarkan sihir miliknya dan menggabungkannya dengan sihir milik Yue.
“Giga Inferno Fortex.”
Sihir gabungan itu adalah sihir yang mempunyai tingkatan yang sama dengan Tempest milikku, sihir itu tergolong kedalam sihir Extrim dimana tingkatan sihir ini adalah tingkatan yang hanya bisa dicapai oleh beberapa manusia saja.
Ketika sihir mereka bergabung dan menciptakan sebuah tornado api, Alana dan yang lainnya langsung tersenyum lega, pasalnya bala bantuan yang baru saja bergabung dengan mereka ternyata sangatlah kuat, bahkan kekuatan mereka bisa dibandingkan dengan Ziz sekalipun.
Walaupun begitu, musuh yang mereka hadapi saat ini mempunyai pertahanan tinggi ketika melawan sihir tipe Api dan angin, hal itu membuat Sihir gabungan Blaze dan Yue tidak terlalu berpengaruh pada mereka.
Tak lama setelah terkena serangan itu, Ziz langsung mengangkat tangannya dan mengeluarkan serangan sihir ledakan untuk menghentikan serangan gabungan milik Blaze dan Yue, seketika tornado apinya langsung terhenti.
“Cih, muncul lagi orang yang merepotkan.” Decak Kesal Ziz setelah melihat bala bantuan untukku telah datang.
Di sisi lain Blaze sangat terkejut ketika Ziz berhasil menghentikan serangan gabungan mereka dengan sangat mudah, saat itu Ziz menyadari penyebab Erik tidak bisa berfikir jernih karena saat ini dia sedang dilanda ketakutan karena kekuatan mahluk yang dihadapinya benar benar sangat mengerikan.
__ADS_1
Ziz sangat kesal setelah melihat kedatangan 3 orang Roh sihir itu, Ziz tahu betul bahwa Blaze, Yue dan Aqua adalah Roh Sihir setelah melihat energi sihir yang menyelimuti tubuh mereka, pasalnya mahluk yang bisa mengimbangi energi sihir bangsa Iblis hanyalah bangsa Roh sihir, hanya saja mereka memiliki fisik yang lemah sehingga mereka secara perlahan akan dihancurkan oleh energi sihir mereka sendiri.
Bersambung...