Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 31 KONTRAK KE DUA


__ADS_3

Di dalam kamar, tempat dimana energi sihir Milik Arsyil mengamuk, Aqua tiba tiba muncul dihadapan Kakek Roy dan yang lainnya.


(* yang mau nanya Aqua itu siapa baca bab sebelumnya bambankk, yang pasti bukan merk air mineral. Maap nge gass, oke lanjut)


Setelah Yue memperkenalkan Aqua secara singkat dan padat, Mereka pun bertengkar dan menghiraukan yang lain.


Karna penasaran Blaze memotong reuni mereka dan Bertanya pada Aqua.


“Sudah sudah, bukan waktunya bertengkar. Jadi apa yang kau lakukan di sini Putri Aqua?” tanya Blaze memotong pertengkaran Aqua dengan Yue.


“Oh, aku juga kan pengen jalan jalan ke dunia manusia.” Ucap Aqua singkat.


“Terus, bagaimana Caramu agar bisa sampai ke dunia manusia.?” Lanjut Blaze bertanya.


Aqua meletakkan jari telunjuk di dagunya kemudian melihat sekeliling seakan sedang mencari seseorang.


“Ha’, aku membuat kontrak dengan pria tampan itu”. Ucap Aqua menunjuk Arsyil yang masih mengapung di Udara.


“H”hah?, apa maksudmu.?” Ucap Blaze terlihat sangat panik.


“Kan sudah ku Bilang, aku membuat kontrak dengan Pria itu, kak Blaze gimana sih.?” Sahut Aqua.


“Memangnya ada apa kak Blaze, kenapa muka kakak terlihat pucat.?” Tanya Yue yang berdiri di dekat Aqua.


“Astaga, kalian kan calon Ratu, pernah belajar tentang kontrak Roh dan manusia gak sih?” Blaze menggerutu sembari menepuk dahinya.


Melihat Yue dan Aqua saling memandang bingung dengan perkataan Blaze, dia pun mulai menjelaskan tentang peraturan kontrak yang tidak boleh di langgar oleh manusia.


Peraturan yang pertama, Roh dan manusia harus memiliki kecocokan dari segi sihir dan jiwanya untuk membentuk kontrak, agar kontrak itu tidak membuat jiwa keduanya bertolak belakang dan menghancurkan jiwa mereka.


Peraturan kedua, seorang manusia tidak boleh menjalin kontrak dengan Ratu atau Raja Roh karna itu akan membuat manusia itu dimakan dan hancur oleh kontrak tersebut.


Peraturan ke tiga, Seorang manusia tidak boleh membuat kontrak dengan lebih dari satu orang Roh karna itu bisa membuat jiwa manusia itu terbelah dan hancur karna kontrak nya akan saling tarik menarik.


“Hah? Apa maksud kakak.?” Tanya Yue dan Aqua serentak.


“Makanya, kalo kak Ray lagi ngajarin kalian, kalian jangan malah main gak jelas.” Ucap Blaze Sedikit kesal.


(* Ray adalah nama Roh Halilintar, nama lengkapnya Rayden, pemegang tahta Raja Roh untuk sementara ini)

__ADS_1


“Yah, mau gimana lagi kan, yang diceritain cuman sejarah mulu, kan bosan, iya kan Aqua.?” Ucap Yue Cemberut.


Aqua pun membenarkan perkataan Yue dan melakukan tos ala ala saudari.


“Betul banget, padahal kan aku ama kak Yue masih muda, harusnya nikmati hidup dulu dong”. Sahut Aqua yang ikut protes.


“Dan lihat sekarang. Kalian sadar gak sih, kalian sudah membahayakan nyawa AL, peraturan pertama di langgar oleh Yue dan peraturan kedua oleh Aqua, kalian faham gak sih sama yang sudah kalian lakukan.?” Blaze terlihat sedikit serius.


Melihat raut wajah Kakek Roy, Erik, Ellie dan yang lainya terlihat cemas, Yue dan Aqua yang tadinya ceria langsung menunduk sedih karna rasa bersalah.


Untunglah Blaze tidak meledak dan memarahi kedua adik nya itu, Blaze bisa mengontrol emosinya dan mulai menghibur Mereka.


“Semoga saja AL bisa mengatasi larangan itu. tidak, sama seperti kontraknya dengan Yue, AL pasti bisa melewati larangan membuat dua kontrak itu. Aku percaya dia bisa.” Ucap Blaze dengan keyakinan penuh.


Setelah Blaze mengatakan itu, semua orang dalam ruangan itu sedikit tenang dan semangat. mereka sangat berharap agar AL bisa melewati larangan itu.


Beberapa menit kemudian, cincin Sihir air dan angin yang mengelilingi Arsyil mulai menghilang, Arsyil yang sedari tadi melayang di udara, perlahan turun ke lantai.


Semua orang yang ada di sana sontak langsung mendekati Arsyil.


“AL bangun AL,”ucap Erik menggoyangkan pundak AL.


“Erik, apa yang terjadi?” Ucap Arsyil lalu bangun


Setelah bangun, arsyil melihat sekelilingnya yang terbangun di sebuah kamar yang hampir hancur. Karna baru bangun Arsyil tidak tahu bahwa Erik sudah mengalahkan Monster serigala itu dan kamarnya hancur karna perbuatannya.


\=\=\=\=\=\=


Setelah terbangun, tiba tiba terlintas di benakku tentang pertarungan kami.


“Rik, Bagaimana Rik kau menang kan?.” Ucapku panik setelah terbangun.


“Iya menang kok hehe,” sahut Erik tersenyum lebar sambil menyodorkan dua jarinya berbentuk “V”.


“Lalu kenapa kita berada di ruangan yang hancur seperti ini?, apa seluruh desa telah hancur?” ucapku sedikit bingung.


Mendengar ucapanku barusan, orang orang di dekatku malah tertawa kecil dan tidak menjawab pertanyaanku sma sekali.


“Ada apa sih.?” Aku kebali bertanya.

__ADS_1


“Sudah sudah, sebaiknya kita bicarakan ini di ruang tamu.” Sahut kakek Roy memotong pembicaraan.


Walaupun masih sedikit sakit, tapi luka di tubuhku sudah membaik dan aku sudah bisa berjalan.


Kami pun menuju kamar tamu untuk pembicaraan lebih lanjut seperti kakek Roy,tapi ada sedikit keganjalan.


Dalam hati aku bertanya tanya kenapa kamar tadi bisa hancur sedangkan rumah ini terlihat baik baik saja?.


Bagaimana bisa hanya bagian dalam kamar tadi hancur sedangkan bagian luarnya baik baik saja, bahkan ruang tamu rumah ini terlihat tidak tersentuh sama sekali.


Tapi aku menahan semua pertanyaanku itu sampai kami semua berkumpul di ruang tamu, setelah itu barulah aku akan menanyakannya pada mereka.


Setelah tiba di ruang tamu, aku pun mulai menanyakan kejadia saat aku pingsan.


“Oh iya, apa kau bisa mencertakan apa yang terjadi ketika aku pingsan Erik?” Ucapku setelah kami duduk.


Erik pun menceritakan ketika aku pingsan setelah terkena serangan monster serigala dan kehilangan banyak darah.


Erik melawan empat monster seigala sekaligus setelah aku pingsan, untungnya Erik dan Blaze membuat kontrak agar bisa mengalahkan Monster serigala itu.


(* Arsyil Langsung tau bah orang yang duduk di dekat Yue adalah Roh yang bernama Blaze, karna hanya dia yang terlihat asing Buatnya)


Setelah itu, kakek roy datang dan membawa kami berdua untuk di rawat ke rumah Kepala desa, dan Yue mendonorkan darah untukku setelah di rawat.


Kemudian mereka menceritakan tentang kamar yang hancur tadi. Mereka mengatakan bahwa itu bukanlah perbuatan monster serigala, akan tetapi dampak dari sihirku yang mengamuk saat aku tertidur.


Aku pun menatap kepala desa yang duduk tak jauh dariku kemudian meminta maaf padanya.


“Maaf sudah menyebabkan banyak masalah om”. Ucapku sambil membungkuk.


“Tidak apa AL, kami justru harus berterimakasih padamu karna telah menyelamatkan nyawa kami.


“Maaf memotong pembicaraan kalian, tpi apa kau bisa menceritakan pa yang terjadi ketika kau tertidur? Maksudku apa ada yang terjadi di alam bawah sadar mu yang membuat energi sihirmu mengamuk?” Ucap Blaze penasaran.


Aku pun menceritakan tentang apa yang terjadi padaku di alam bawah sadar ku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa Like, Coment, Dan rekomendasiin ke temen kalian yah.

__ADS_1


-Leader


__ADS_2