Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 52 BERHADAPAN DENGAN KEMATIAN


__ADS_3

Setelah berhasil Mengecoh Riku dan Dolf, Ziz dengan sangat cepat bergerak ke arah Erik dan Fals untuk menyerang mereka berdua, karena tujuan utama Ziz adalah untuk menumbangkan yang paling lemah terlebih dahulu untuk mengurangi daya tempur lawannya, maka Fals dan Erik adalah sasaran yang paling tepat untuk di jatuhkan terlebih dahulu.


Untunglah Fals sudah bersiap untuk menyambut serangan Ziz sehingga kemungkinan terburuk dapat di hindari olehnya. Ziz yang menyerang Fals dengan Kepalan tangan kanannya yang dilapisi dengan sihir ledakan tingkat tinggi itu pada akhirnya berhasil ditepis oleh Fals, walaupun Fals tidak bisa menepis serangan Ziz dengan sempurna.


Walaupun Gagal menepis serangan Ziz dengan sempurna, namun Fals berhasil membuat Pukulan Ziz meleset dan hanya menggores wajah Fals saja, hanya saja Fals terluka cukup parah akibat Ledakan dari serangan tersebut. Wajah kiri Fals Terkena Sihir ledakan yang menjadi pelapis pada kepalan tangan Ziz, tepat setelah tangan Ziz menggores wajah Fals, Pukulannya ikut meledak dan menghantam Fals Secara langsung.


Akibatnya Fals terpental cukup jauh dari Erik, Kening Fals juga mengeluarkan darah dan membuat Fals terpaksa memejamkan sebelah matanya karena rasa sakit keningnya membuatnya tidak bisa membuka sebelah matanya. Walaupun area Space Of Eternity mempunya efek penyembuhan yang luar biasa pada Luka fisik, tetap saja Luka yang di terima oleh Fals terlalu berat untuk disembuhkan dengan cepat.


Karena Fals sudah berhasil disingkirkan oleh Ziz, artinya Erik sedang tidak mempunyai perlindungan sama sekali, tentu saja Ziz tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membunuh Erik, Ziz dengan Cepat mengayunkan kakinya untuk menghantam Erik. ketika melihat Fals terpental, Erik sangat yakin bahwa sasaran selanjutnya adalah dirinya dan karena Erik cukup yakin Bahwa Ziz akan mengincar kepalanya, Erik sudah meletakkan kedua lengannya untuk melindungi kepalanya tepat setelah Fals terpental. Sayangnya perkiraan Erik meleset, bukannya menendang kepala Erik, Ziz justru menendang rusuk kiri bawah Erik dengan menggunakan sihir Full Enhance. Walaupun hanya menggunakan sihir Full Enhance, namun tendangan Ziz cukup kuat untuk membuat dua Rusuk bawah milik Erik patah seketika. Karena serangan Ziz sangat cepat, Erik bahkan tidak bergerak dari tempatnya berdiri saat ini, bahkan setelah Ziz mematahkan dua Rusuknya. Erik hanya sempat terdiam sebelum akhirnya memuntahkan darah akibat serangan Ziz. sangking parahnya, Erik bahkan tersungkur ke tanah dengan sendirinya, Erik hampir saja kehilangan kesadarannya ketika terjatuh ke tanah, namun tepat sebelum Erik menyentuh tanah. Ziz langsung memegang dan mencekik leher Erik dengan tangan kirinya lalu mengankatnya ke udara.


Dolf sempat menyerang Ziz dari belakang tepat setelah Ziz mengangkat Erik ke udara, hanya saja Ziz sudah menyadari hal tersebut dan langsung berbalik untuk menyerang Dolf dengan tangan kanannya, untunglah Dolf berhasil menepis Pukulan Ziz sehingga Dolf tidak terluka, walaupun kedua tangannya terasa sangat sakit setelah menahan serangan Milik Ziz.

__ADS_1


Setelah Dolf terhempas, Riku terlihat Melompat dan berniat menyerang Ziz dengan tendangan yang dilapisi Sihir Api merah tua miliknya, hanya saja Ziz dengan mudah menghindari serangan Riku. Setelah Riku dan Dolf berada di dua sisi yang sama, mereka berdua berencana menyerang Ziz bersamaan dari dua sisi, namun setelah mereka berdua berada tepat di dekat Ziz, sebuah Energi sihir yang sangat dahsyat meledak dari arah Ziz dan membuat mereka berdua Terpental, sihir itu adalah sihir Aura Burst milik Ziz, Sihir yang membuat Ziz bisa meledakkan Area yang berada di sekelilingnya dengan jangkauan satu meter. Sihir itu memakan banyak sekali energi sihir, hanya saja sihir itu bisa menjadi pertahanan mutlak yang akan menghempaskan apapun yang berada dalam jangkauannya.


Erik yang sudah tidak bisa melawan karena organ Vitalnya rusak akibat serangan Ziz hanya bisa memegang tangan Ziz tanpa bisa melakukan perlawanan sedikitpun, sesegera mungkin Ziz ingin melenyapkan Erik dengan mencekiknya hingga kehabisan nafas, Pemandangan menakutkan itu hanya bisa disaksikan oleh Marco, Tian, Anwar, Ricardi dan seluruh bangsa Elf tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Erik, bahkan ketiga Jenderal Elf hanya bisa pasrah karena tidak bisa bergerak sementara akibat luka yang diberikan Oleh Ziz.


Perlahan Erik Mulai kehabisan nafas karena cekikan Ziz, Tangannya yang tadinya berusaha memegang lengan Ziz perlahan terlepas, Tubuhnya menjadi Lemas dan matanya perlahan tertutup. Sakit yang Erik rasakan membuatnya tidak bisa berkata apa-apa ataupun bergerak sedikitpun, kini kematian benar benar akan menjemput Erik.


“Sial, Hanya sampai disini saja yah.” Gumam Erik dalam Hati.


Erik mulai berpikir bahwa jika memang benar dia memiliki kekuatan besar yang masih terkunci dalam tubuhnya, maka sekaranglah saatnya untuk membangkitkan kekuatan tersebut.


“Jika kekuatan itu benar benar ada, maka aku harus mengeluarkannya sekarang atau tidak sama sekali.” Gumam Erik dalam Hati.

__ADS_1


Erik mulai mengalirkan Energinya keseluruh tubuhnya, pertama Erik menggunakan Sihir Full Enhance, lebih terpatnya Erik berfokus pada Sihir itu saja dengan menggunakan Semua Energi sihir yang iya miliki saat ini agar bisa menggerakkan tubuhnya. Berkat hal itu, Erik berhasil bertahan dari cekikan Ziz, Sihir Space Of Eternity Juga telah berhasil mengobati sebagian besar organ Vital Erik yang terluka, berkat kedua hal tersebut, Erik pun berhasil menggerakkan tangannya.


Erik mulai memegang tangan Ziz dengan kedua tangannya, berusaha meronta untuk membuatnya terlepas dari genggaman Ziz.


Sebuah Aura sihir Api mulai mengelilingi tubuh Erik, Kali ini Erik benar benar bisa mengerahkan Seluruh kekuatan yang dia miliki untuk melawan Ziz. Admosfer disekeliling Erik juga mulai memanas, diikuti dengan Cengkraman Ziz yang mulai melemah dan membuat Erik berhasil menarik nafas. Erik mulai berteriak sekuat mungkin sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman Ziz, namun Ziz tidak membiarkan hal tersebut begitu saja. Ziz sempat terkejut ketika Erik mulai melawan. dalam hati, Ziz mulai berpikir bahwa Erik adalah orang yang benar benar hebat dengan tekad yang sangat kuat.


“Hebat sekali anak ini, dia bahkan masih sanggup melawan walaupun sudah berhadapan dengan kematiannya. sungguh tekad yang sangat kuat, aku mungkin terlalu meremehkannya. Keputusanku sudah tepat untuk membunuhnya terlebih dahulu, karena mungkin dia adalah orang yang akan sangat merepotkan.” Gumam Ziz yang heran melihat Erik.


Karena Ziz tidak bisa membunuh Erik dengan Cekikan saja, Ziz mulai mengalirkan Sihir Ledakan untuk meledakkan kepala Erik. walaupn Ziz ingin menghemat Energi sihirnya sebisa mungkin, tapi Ziz tidak punya pilihan lain selain menggunakannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2