
(* Di hutan, rumah kediaman kakek Roy)
Setelah menempuh perjalanan dengan mengendarai kuda selama kurang lebih tiga puluh menit, kepala desa jerami akhirnya sampai ke rumah kediaman kakek Roy.
Ellie yang duduk di dekat jendela kamar AL sempat melihat kedatangannya, lalu Ellie pun bergegas menemui Kepala desa.
“Tolong panggil Ellie kemari.” Ucap Kepala desa yang baru sampai pada warga yang berjaga di halaman rumah.
“Ada apa kepala desa,? Apa yang terjadi.?” Tanya Razel yang juga sedang berjaga.
“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan situasinya, cepatlah panggil Ellie ke sini.” Ucap kepala desa yang tergesa gesa.
Ellie pun membuka pintu dan berkata, “Aku di sini paman, ada apa.?”
“Cepatlah Ellie ikutlah denganku, AL sedang membutuhkan Pertolongan.” Ucap kepala desa yang masih diatas kuda.
Karna panik setelah Mendengar perkataan Kepala desa, Ellie pun bergegas naik ke kuda kepala desa tanpa menyiapkan perlengkapan apapun.
“ Oh iya, Keadaan desa sudah aman, kalian sudah bisa kembali.” Ucap kepala desa sebelum memacu kudanya kembali ke desa.
Mendengar perkataan kepala desa, Razel menyuruh warga desa yang lain untuk bersiap berangkat menuju desa jerami.
“Kalian bersiaplah, kita akan berangkat ke desa jerami, aku akan membangunkan Azalie dan yang lainnya, semoga saja kita bisa sampai ke desa sebelum malam hari.” Ucap Razel sebelum pergi untuk membangunkan Azalie dan yang lainnya.
(* waktu tempuh antara kediaman kakek Roy dan desa jerami adalah sekitar dua jam jika berjalan kaki, dan setengah jam jika berkuda.)
Tok.tok.tok
“Azalie Bangunlah, ini ayah” ucap Razel sambil mengetuk pintu.
Tak lama kemudian, Azalie pun membuka pintu kamar.
“Ada apa ayah.?” Tanya Azalie tang terlihat baru bangun.
“Bersiaplah, kita akan berangkat ke desa sekarang, kami akan menunggumu di depan rumah.” Ucap Razel singkat.
Setelah menyuruh Azalie bersiap, Razel pun pergi menuju halaman rumah dan menunggu Azalie.
“ada apa Azalie.” Ucap Yue yang terbangun karna keributan itu.
“Yue, ayahku menyuruh kita bersiap, katanya kita akan berangkat ke desa sekarang juga.” Ucap Azalie sambil mengemas tas nya.
Setelah mendengar itu, Yue pun ikut bersiap.
__ADS_1
“Hana, bangun, kita akan pulang.” Ucap Azalie lembut
Setelah Hana terbangun, mereka pun menemui ayahnya yang menunggu di halaman rumah.
“Oh, kalian sudah selesai, ayo kita berangkat.” Ucap Razel yang hanya menunggu seorang diri.
“di mana yang lain ayah,?” tanya Azalie.
“aku menyuruh mereka berangkat duluan, ayo kita susul mereka.” Ucap Razel pada mereka.
Mereka pun berangkat menuju desa jerami.
(* tiga puluh menit kemudian, di rumah kepala desa)
Keadaan AL yang kehilangan banyak darah semakin memburuk, dia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, untunglah Ellie datang tepat waktu.
“Kakek, apa yang terjadi dengan AL.” Ucap Ellie yang baru saja sampai.
“Syukurlah kau sudah sampai, golongan darahmu O bukan, AL kehilangan banyak darah.” Ucap kakek Roy sambil menyiapkan peralatan.
“Iya kek, silahkan ambil darahku.” sahut Ellie tanpa ragu.
Ellie pun berbaring di dekat AL untuk mendonorkan darahnya.
“Syukurlah, kita bisa melakukannya tepat waktu.” Ucap kakek Roy dengan nafas lega.
“Memangnya apa yang terjadi kek, kenapa Mereka bisa terluka separah itu,?” tanya Ellie penasaran.
“Entahlah, ketika kakek sampai kemari, keadaan mereka sudah seperti itu.” Ucap kakek kebingungan.
“Oh iya Ellie, sebaiknya kau istirahat dulu, jangan terlalu banyak bergerak.” Lanjut kakek Roy.
Ellie pun duduk dan istirahat di sofa yang ada di depan kakek Roy.
Tak lama kemudian, Kepala desa datang ke ruangan mereka dan membawa makanan.
Setelah menaruh makanan itu di meja, kepala desa duduk dan meminta maaf pada mereka berdua.
“Kakek Roy, Ellie, kami benar benar minta maaf pada kalian, karna kami, mereka berdua hampir kehilangan nyawanya.” Ucap Kepala desa sambil menundukkan Kepalanya.
“Sudahlah Ibas, angkat kepalamu, jangan menyalahkan dirimu, mereka bertarung karna keinginan mereka sendiri, jadi ini bukan salah siapa siapa.” Ucap kakek Roy
“Iya betul Paman, mereka juga pasti tidak akan menyalahkan kalian. Lagipula mereka akan baik baik saja, percayalah pada mereka.” Ucap Ellie menyemangati kepala desa.
__ADS_1
“Sebenarnya kami melihat beberapa kejadian saat itu,” lanjut kepala desa.
“Benarkah?. Apa kau bisa menceritakannya pada kami.?” Ucap kakek Roy agak terkejut.
Kepala desa pun menceritakan semua kejadian yang mereka lihat.
Ketika AL dan Erik datang, mereka menyuruh kepala desa dan yang lainnya untuk pergi menjauh dari desa.
Tapi kepala desa dan beberapa warga lainnya berniat ingin kembali dan membantu AL.
Setelah mereka sudah berada cukup dekat, mereka Melihat AL yang terlempar karna menyelamatkan Erik.
“Bagaimana ini? bahkan murid kakek Roy bisa di kalahkan dengan mudah.” Ucap salah seorang warga.
“Jika kita pergi ke sana, kita hanya akan menjadi beban bagi mereka.” Ucap warga yang lainnya.
Setelah beberapa lama berbincang, mereka memutuskan untuk tidak maju karna memang mereka hanya jadi beban saja.
Ketika Erik sedang di keroyok, mereka sempat memutuskan untuk membantu Erik walaupun harus mengorbankan nyawanya.
Tapi saat mereka mulai mendekat, tiba tiba keadaan sekitar berubah, udara mulai terasa panas dan membakar tenggorokan.
Mereka melihat tubuh Erik di kelilingi oleh api yang sangat besar dan panas.
Karna tidak sanggup mendekat, warga yang tadinya ingin membantu Erik justru menjauh kedalam hutan agar mereka tidak mati konyol karna api yang di keluarkan oleh Erik.
Setelah udara mulai kembali normal, warga desa kembali mendekat.
Saat itulah kakek Roy datang dan meminta bantuan mereka.
“lalu apa kau tidak melihat saat Erik mengalahkan monster monster itu?” tanya kakek Roy pada kepala desa.
“Tidak, saat kami kembali, monster monster itu sudah tidak ada.” Jawab kepala desa.
Banyak pertanyaan yang terlintas di benak kakek Roy, kenapa Erik mempunyai kekuatan yang sangat besar, bagaimana cara Erik mengalahkan empat monster sekaligus, apa pusaran api raksasa itu adalah perbuatan Erik dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengganjal di pikiran kakek Roy.
“Untuk sekaran kita istirahat dulu dan menunggu mereka berdua sadar.” Ucap kakek Roy pada Ellie dan kepala desa.
Ketika matahari mulai tenggelam, Razel, Yue, Azalie, Hana dan Warga yang mengungsi ke rumah kakek Roy akhirnya sampai ke desa.
Mereka datang bersamaan dengan warga yang berencana mengungsi menuju ibu kota.
Tepat setelah kepala desa kembali dari kediaman kakek Roy, dia menyuruh salah satu warganya untuk menyusul pengungsi yang menuju ibu kota, dengan tujuan untuk menyampaikan berita bahwa desa sudah aman kembali.
__ADS_1
seluruh warga desa pun sudah kembali ke desa Jerami, karna beberapa rumah warga desa sudah hancur, banyak yang menginap di rumah kepala desa dan rumah keluarga mereka.