
Halo PTB Loovers jangan lupa pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya, jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah biar kalian dapat notifikasi jika karya ini Update, selamat membaca.
LEADER Mempersembahkan
*Pangeran Tanpa bakat*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Apa kau yakin AL?. maksudku kita bisa menolak permintaan Kepala Desa karna harus ke ibu kota bukan” tanya Erik padaku
Setelah Aku, Erik dan kepala desa berbincang di ruang tamu, kami kembali ke kamar yang telah di siapkan oleh kepala desa untuk istirahat, aku dan Erik sempat berbincang sebelum Tidur.
“Tidak apa Erik, lagipula kita tidak sedang buru buru juga bukan.” Jawabku singkat.
“Yah, kalau kau bilang begitu ya sudah.” Ucap Erik lalu menarik selimutnya
Keesokan harinya, kami kembali membahas rencana untuk membasmi Kawanan kelelawar raksasa itu sebelum mereka menyerang desa dan menimbulkan banyak korban.
Mengingat Kelelawar adalah hewan nokturnal, kami memutuskan untuk menyerang mereka ketika matahari sedang berada di puncak, lebih tepatnya di siang hari.
(* Hewan Nokturnal adalah hewan yang aktif di malam hari dan tidur di siang hari)
Kepala desa mengumpulkan beberapa warga desa yang mampu bertarung untuk ikut andil dalam misi pembasmian ini, namun sayangnya jumlah kami sangat sedikit. Aku, Erik, Kepala desa dan beberapa warga hanya berjumlah dua belas orang saja.
“Bagaimana ini pak, jika memang benar bahwa jumlah monster itu berkisar ratusan, maka kita juga membutuhkan pasukan yang cukup besar untuk membasmi mereka. jika tidak itu sama saja dengan kita mengantarkan nyawa kita pada mereka.” Ucapku pada warga desa yang telah berkumpul.
Walaupun aku dan Erik sudah lebih kuat sekarang, tapi aku masih belum yakin bahwa kami bisa mengalahkan monster kelelawar yang menurut informasi jumlahnya sampai ratusan itu.
“Tenang saja AL, Jauh jauh hari kami sudah meminta bantuan pada kerajaan, dan mereka berkata akan mengirim beberapa pasukan dan akan tiba hari ini, kami juga menyewa beberapa pasukan bayaran untuk membantu penyerangan ini.” Sahut Kepala Desa.
Mendengar perkataan kepala desa membuatku sedikit tenang karna bisa mengimbangi jumlah mereka, tapi di sisi lain berita itu juga membuatku juga sedikit khawatir.
Pasalnya Ayahku akan mengirimkan bala bantuan dari kerajaan untuk membantu membasmi kelelawar kelelawar raksasa itu, itu artinya mereka adalah tentara kerajaan dan sudah pasti banyak di antara mereka yang telah mengenal ku.
__ADS_1
Aku pun mendekati Erik dan berbisik padanya untuk meminta pendapatnya.
“Hei Erik, bagaimana ini, aku takut tentara kerajaan akan mengenaliku.” Bisik ku pada Erik
“Kalau begitu kau hanya perlu menutupi wajahmu kan, kayak ninja gitu.” Sahut Erik yang terlihat sedikit bercanda.
“Ini Bukan saatnya bercanda Rik, tapi yah, Ide mu boleh juga.” Ucapku agak ragu
Untuk menutupi wajahku, aku meminta tolong pada kepala desa untuk mencarikan ku sebuah baju yang mempunyai penutup kepala dan kebetulan aku mempunyai syal untuk menutup sebagian mukaku.
“Memangnya untuk apa kau menutupi wajahmu AL.” Tanya Kepala desa penasaran
“Tidak ada hal yang istimewa paman, aku hanya ingin saja.” Ucapku yang tidak ingin membuat alasan
Tak lama setelah kami berbincang, sekelompok orang yang di sewa oleh Kepala Desa datang dan bergabung dengan kami.
Agar kami bisa bekerja sama dengan baik, aku berniat mendekati mereka dan menjalin hubungan emosional agar bisa lebih akrab dengan mereka.
“Apa kalian tentara bayaran yang di sewa oleh Kepala Desa?. Perkenalkan aku AL, aku akan ikut berpartisipasi dalam Misi pembasmian ini.” Ucapku pada pemimpin kelompok mereka
“Apa maksudnya ini Kepala desa?, Kenapa kau membiarkan anak anak ikut bersama kita dalam kasus berbahaya ini?.” Ucap Pemimpin Pasukan bayaran itu setelah mendekati kepala desa
Memang benar, dari segi usia aku dan Erik masih bisa di anggap anak anak. Tapi dari segi kemampuan, aku rasa aku dan Erik masih lebih kuat dari mereka.
Erik sempat marah dan ingin memprotes orang itu, tapi aku menahannya karna itu hanya akan menimbulkan masalah baru dan membuat tim penyerang ini justru terpecah.
“Mungkin kau benar, mereka memang terlihat seperti anak anak. Tapi ku rasa mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan yang melebihi ku.” Sahut kepala desa
Mendengar perkataan kepala desa barusan, orang itu hanya terdiam lalu memandang sinis terhadap ku.
Sepertinya kepala desa Cemara adalah orang yang sangat hebat, bahkan para tentara bayaran itu terlihat sangat menghormatinya.
“Sudahlah Marco, Kau hanya perlu percaya pada rekanmu, aku tidak akan memasukkan orang yang akan menjadi beban dalam misi ini.” Ucap kepala desa meyakinkan Orang itu
__ADS_1
(* Marco adalah nama dari pemimpin pasukan bayaran yang di sewa oleh kepala desa)
Marco kemudian memalingkan pandangan sinis nya terhadapku lalu beranjak pergi dan memanggil pasukannya untuk menunggu di depan gerbang masuk desa Cemara
“Kau masih menunggu tentara kerajaan bukan?, Aku dan orang orang ku akan menunggu di depan gerbang.” Ucap Marco pada kepala desa
Lalu Marco memanggil pasukannya untuk mengikutinya menuju gerbang masuk desa Cemara.
“Kalian ikutlah denganku.” Seru Marco memanggil Pasukannya
Beberapa menit kemudian, pasukan kerajaan yang kami tunggu akhirnya tiba, dan kami membiarkan mereka istirahat terlebih dahulu sebelum memulai penyerangan.
Tentara kerajaan yang di kirim oleh Ayah ku berjumlah lima puluh orang, sedangkan pasukan bayaran itu sendiri berjumlah Lima Belas orang termasuk Marco, Artinya kami sudah mempunyai pasukan sebanyak tujuh puluh tujuh orang
Menurutku jumlah kami masih kurang banyak, tapi semoga saja kami bisa memenagkan pertempuran ini.
Untung saja aku menggunakan Syal dan baju tebal dengan tudung untuk menyembuyikan wajahku, karna benar saja. Seingatku Hampir seluruh tentara yang di kirim oleh ayahku telah mengenalku, dan itu membuatku harus lebih berhati hati dalam bertindak.
Tentara kerajaan di pimpin oleh kepala prajurit yang bernama Tian, dia adalah salah satu prajurit terbaik yang berasal dari keluarga bangsawan, dia juga cukup ahli dalam bidang sihir.
Setelah membiarkan para tentara beristirahat sejenak, Kepala desa pun mengambil alih komando dan memimpin penyerangan itu.
“Baiklah, karna kita sudah berkumpul semuanya, kita akan memulai serangan yang bertujuan untuk membasmi kelelawar raksasa yang telah mengganggu ketentraman desa Cemara, dalam penyerangan ini aku sangat berharap kita semua pulang dengan selamat, karna itu jangan satupun diantara kalian ada yang mati, itu adalah perintah dariku. Semuanya ayo kita berangkat.” Seru kepala desa memimpin pasukan
Dengan komando dari kepala desa Cemara, kami pun berangkat ke gunung untuk membasmi kawanan kelelawar raksasa yang telah membuat resah warga desa
-Bersambung...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan oke, dan jangan lupa bahagia :D
See You
__ADS_1
-Leader