
Ketika aku sampai ke medan perang, aku disambut oleh orang orang yang ada di sana dengan wajah yang sangat bingung seakan berkata bagaimana bisa aku berada disini.
Sebenarnya hal itu juga yang menganjal dalam benakku. bagaimana tidak, seingatku aku mengalami luka yang sangat parah bahkan membuatku hampir mati, namun sekarang aku telah sembuh total dan terlihat seperti orang yang tidak pernah terluka sebelumnya, sayangnya sekarang bukan saatnya untuk mencari tau tentang hal tersebut, untuk sekarang aku harus fokus mencari cara untuk mengalahkan mahluk yang ada didepanku dan menyelamatkan semua yang ada di sini.
Ketika aku berhenti tepat di dekat lubang yang aku buat dengan busurku pada dinding Space Of Eternity, aku dikejutkan ketika melihat Alana yang sudah sampai di tempat itu Lebih dahulu dan menungguku tak jauh dari sana.
“Alana? Bagaimana Bisa?” Ucapku yang terkejut setengah mati.
Alana menggunakan sihir Teleportasi untuk sampai ke tempat itu, karen itulah dia berhasil sampai lebih dulu dariku. Alana sempat memanggilku dan mengatakan padaku bahwa sebaiknya kami menggunakan sihir teleportasi milik Alana saja agar bisa sampai lebih cepat ke medan tempur, sayangnya aku terlalu panik dan tidak memperhatikannya sehingga aku pergi begitu saja.
“Aku menggunakan sihir teleportasi, aku sempat memanggilmu tapi kau pergi meninggalkanku begitu saja.” Ucap Alana dengan muka sedikit cemberut.
Aku hanya bisa tertawa kecil sembari meminta maaf pada Alana karena telah meninggalkannya.
“Hehe maaf yah.” Ucapku singkat.
Tepat setelah aku meminta maaf pada Alana, Ziz telah berada tepat disampingku dan menyerangku dengan pukulan yang dilapisi sihir ledakan yang cukup dahsyat, hal itu sempat membuat orang orang disana berteriak keras karena kaget. Untunglah aku sempat mendengar gerakan Ziz berkat pendengaranku yang sangat tajam dan anehnya aku berhasil menahan pukulan Ziz, hanya saja ketika aku menahan pukulan Ziz dengan kedua lenganku, pukulannya langsung meledak dan membuatku terpukul mundur beberapa meter dengan bekas pukulan yang memar di kedua lenganku.
“Ah sial, Apa yang aku lakukan.” Ucapku yang baru menyadari kelengahanku yang bisa berakibat Fatal.
__ADS_1
Ketika aku sedang asyik berbincang dengan Alana, Ziz sudah melepaskan busur sihir yang tertancap pada dadanya dan langsung membakarnya dengan sihir api hitam miliknya, setelah membakarnya Ziz langsung menyerangku dengan kecepatan penuh dan hampir saja membuatku kembali ke ruang perawatan. Aku sedikit bingung karena berhasil menahan serangan Ziz, rasanya seperti tubuhku bergerak sendiri seakan telah terlatih untuk menahan serangan dadakan, tapi berkat hal itu aku berhasi selamat meskipun kedua lenganku terasa sakit.
“Hooh, kau bisa menahannya yah.” Ucap Ziz setelah berhasil memberikan serangan padaku.
Dalam hati Ziz cukup kaget karena aku berhasil menahan serangannya, padahal serangannya tidak berbeda jauh dari serangan yang membuatku terluka parah sebelumnya.
“Apa maksudnya ini, kenapa dia bisa menahan seranganku, padahal sebelumnya dia bukanlah apa apa bagiku.” Gumam Ziz dalam hati.
Setelah menerima serangan dari Ziz, aku sempat terdiam karena bingung harus berbuat apa, aku merasakan tekanan luar biasa datang dari Ziz dan membuatku sedikit tertekan, disisi lain orang orang disana terlihat sangat ketakutan karena merasakan tekanan aura dari Ziz, hal itu membuat hampir semua orang yang ada disana hanya terpaku diam tanpa bisa berkata apa apa.
“Sial, padahal seranganku berhasil memberikan luka yang cukup fatal baginya, tapi dia masih saja memiliki kekuatan sebesar ini, sebenarnya ada apa dengan monster ini.” Gumamku dalam hati.
Ketika aku melihat bekas seranganku pada dada Ziz, terlihat Api hitam sedang membakar Luka Ziz dan menghentikan pendarahannya, walaupun api hitam itu tidak bisa menyembuhkan lukanya, tapi setidaknya api itu berhasil membuat lukanya menjadi lebih ringan. Ditengah kekacauan fikiranku yang tidak tahu harus berbuat apa, aku kembali dibingunkan oleh sesuatu yang tidak bisa ku fahami sama sekali. Ketika aku melihat kedua lenganku yang tadinya memar karena menahan serangan Ziz, kini tidak terlihat sedikitpun luka goresan pada lenganku.
Di sisi lain Ziz juga ikut terkejut ketika melihat lenganku telah sembuh sepenuhnya, hal itu membuatnya langsung menjadi waspada terhadapku.
“Apa maksudnya ini, apa dia mempunyai regenerasi cepat? Gawat seingatku hanya ada dua mahluk yang mempunyai regenerasi seperti itu bahkan aku sendiri tidak memiliki kemampuan itu. Aku tidak boleh melepaskan bocah ini, aku harus memastikan kematiannya, aku mempunyai firasat bahwa dia akan menjadi ancaman bagi kami kedepannya.” Gumam Ziz dalam hati ketika melihat lukaku yang sembuh seketika.
Sejauh yang diketahui oleh Ziz hanya ada dua mahluk yang mempunyai kemampuan regenerasi yang kecepatannya diluar nalar yaitu Azazel sang jenderal terkuat dan yang satunya adalah Kaisar iblis, hal itu membuat Ziz berfikir bahwa aku benar benar akan menjadi ancaman besar bagi bangsa Iblis.
__ADS_1
“Kelihatannya kau bertambah kuat Bocah.” Ucap Ziz padaku.
Di sisi lain Ricardi sangat terkejut ketika melihat lukaku yang sembuh dengan sangat cepat, ditambah energi sihir yang terpancar dariku terasa tidak asing baginya.
“Tidak mungkin, tapi tidak salah lagi.” Gumam Ricardi dalam hati.
Ditengah kebingungannya, Ricardi segera memanggil Alana karena ingin menanyakan sesuatu padanya.
“Alana, kemarilah Aku ingin berbicara sesuatu denganmu.” Ucap Ricardi memanggil Alana.
Disisi lain Alana sudah tahu bahwa ayahnya akan menyanyakan sesuatu padanya, Alana telah memperkirakan bahwa tentunya Ayahnya akan sadar dengan apa yang telah terjadi ketika dia melihat lukaku yang sembuh dengan cepat serta merasakan aura sihir yang terpancar dariku.
Ditengah keteganganku dengan Ziz, Ricardi, Alana, Anwar Marco Tian dan beberapa bangsa Elf lainnya sedang membicarakan tentang apa yang sebenarnya telah terjadi padaku, namun aku tidak memperdulikan hal itu karena jika aku lengah sedikit saja maka kemungkinan besar aku akan mati.
Di sisi lain Erik merasa sedikit lega karena melihat kedatanganku dan melihatku mampu mengimbangi Ziz, walaupun Erik juga sangat bingung tentang bagaimana bisa aku berada disini dan bagaimana bisa aku sembuh secepat itu, namun hal itu tidaklah penting saat ini. Disisi lain Fals langsung terjatuh Lemas setelah Ziz menjauh darinya, seketika fikirannya langsung kosong yang ada dalam benaknya sekarang hanyalah dia telah terselamatkan.
Erik yang melihat Fals terjatuh lemas langsung terpikirkan pada Riku dan Dolf yang sebelumnya terkena seranga telak oleh Ziz, karena Erik sadar bahwa saat ini Fals tidak akan bisa berpikir jernih, Erik pun segera berinisiatif untuk mencari bala bantuan untuk segera mengobati Riku dan Dolf yang saat ini sedang terluka parah.
“Siapapun yang mempunyai keahlian medis, tolong bantu paman Riku dan Paman Dolf.” Teriak Erik pada orang orang yang ada disana.
__ADS_1
Karena Ziz telah berada di Luar area sihir Space of Eternity, Bangsa Elf yang ada disana pun membatalkan sihir tersebut dan segera memberikan pertolongan pada Riku dan Dolf.
Bersambung...