
(* Kediaman kakek Roy)
“Apa kak Arsyil dan Kak Erik baik baik saja yah,” Ucap Hana Sambil Menatap keluar jendela.
“Jangan Khawatir, Mereka berdua kuat kok, pasti mereka akan baik baik saja” Sahut Ellie sambil mengelus Rambut Hana.
“Oh iya kak, apa kakak menyukai kak AL?” ucap hana dengan nada polos.
Mendengar ucapan itu, Ellie mulai salah tingkah, wajahnya pun mulai memerah.
“A’apa Maksudmu hana.?” Ucap Ellie yang tersenyum Malu.
Karna perjalanan yang cukup melelahkan, Yue dan Azalie sudah tidur duluan sebelum Hana menanyakan itu pada Ellie.
“Yah, maksudku apa Kak Ellie Mau jadi Istrinya Kak AL.?” Lanjut Hana.
“Hah, Bukannya itu masih terlalu cepat untukku.” ucap Ellie yang mukanya semakin memerah.
“Benarkah,? Kalau begitu apa aku boleh menikahi kak AL” lanjut Hana.
“Haaah.?” Teriak Ellie yang amat kaget dengan perkataan Hana.
“Sssstt, jangan teriak teriak kak, nanti mereka bangun.” Ucap Hana sambil menempelkan jari telunjuknya ke mulutnya.
“K.kenapa kau berkata begitu.?” Ucap Ellie sambil memelankan suaranya.
“Yahh, soalnya kak AL ganteng, baik hati juga. Kak Erik juga ganteng sih, Tapi aku lebih suka Kak AL.” Ucap hana polos.
“Mmmmm ribut ribut apa sih.? Ganggu orang tidur aja.” Sahut Yue yang terbangun akibat teriakan Ellie
Karna tahu karakter Yue yang gesit ketika menyangkut tentang AL, Ellie Pun segera menutup mulut Hana Yang hendak mengajak Yue berbicara.
“E’enggak, nggak ada apa apa kok, kami hanya menunggu kakek datang aja, gak lebih.” Ucap Ellie yang menutup mulut Hana dengan tangannya.
“Oh, kirain ada sesuatu.” Ucap Yue lalu melanjutkan tidurnya.
Hana dan Ellie pun saling memandang lalu tertawa kecil.
(* Beberapa menit yang lalu)
Warga desa yang di pandu oleh Ellie dan Yue menuju kediaman kakek Roy akhirnya sampai.
Karena warga desa yang kekurangan makanan sejak insiden yang menimpa mereka, Ellie terlebih dahulu menyiapkan makanan untuk mereka sebelum mereka istirahat.
“Yue, Tolong antar Hana dan Azalie ke kamar AL, aku akan menyiapkan makanan terlebih dahulu.” ucap Ellie.
“Baiklah, aku juga akan membantu setelah mengantar mereka.” Sahut Yue.
Yue mengantar Hana dan Azalie ke kamar Arsyil karna kamar Ellie terlalu kecil untuk menampung empat orang, karna itu mereka memilih kamar Arsyil yang lebih besar untuk tempat istirahat.
__ADS_1
Setelah Mengantar Hana dan Azalie Ke kamar AL, Yue bergegas membantu Ellie menyiapkan makanan untuk para warga. Kemudian Yue ke kamar duluan untuk membawakan pakaian ganti untuk Azalie.
Setelah para warga makan, mereka pun istirahat di ruang tamu.
“Paman Razel, kalau paman butuh sesuatu, silahkan cari kami ke atas yah. Aku dan Yue akan istirahat di atas bersama Hana dan Azalie.” Ucap Ellie pada Razel.
“Baiklah nak, maaf sudah merepotkan.” Sahut Razel.
“Tidak apa paman” jawab Ellie Lalu berjalan menuju kamar Arsyil.
Ellie membawakan Hana dan Azalie makanan, mengingat mereka juga pasti sangat kelaparan karna insiden ini.
“Tok tok”
“Ini aku Ellie” ucap Ellie sambil mengetuk pintu kamar.
“Iya bentar,” sahut Yue dan membuka pintu untuk Ellie
“Kalian makanlah lebih dahulu sebelum istirahat.” Ucap Ellie sambil menaruh makanan yang dia bawa ke meja.
Setelah mereka berdua makan, mereka pun istirahat sambil menunggu kabar dari Kakek Roy.
(* Di hutan tempat kakek roy bertarung melawan Troll.)
“Di fikir fikir lagi, bagaimana bisa monster yang harusnya menghuni dunia iblis muncul di sini,” gumam kakek Roy yang baru saja mengalahkan Troll.
Setelah membereskan perlengkapan yang ia gunakan, kakek Roy berangkat menuju desa jerami untuk membantu AL dan Erik.
“Sebaiknya aku menyusul AL dan Erik terlebih dahulu, semoga mereka baik baik saja.” Ucapnya dalam hati.
(* Di desa Jerami)
Erik yang terlempar menjauh sempat melihat kejadian yang menimpa Arsyil.
“AL” teriak Erik yang terlempar sebelum tersungkur ke tanah.
Erik yang tersungkur ke tanah segera berdiri dan menghampiri Arsyil yang baru saja menghantam dan menghancurkan salah satu rumah warga.
“AL, Kau baik baik saja.? Jawab AL,” Teriak Erik sambil mencari Arsyil di antara reruntuhan rumah.
Tak lama mencari, Erik pun melihat Arsyil yang pingsan setelah terhenti di tembok, Arsyil mengalami luka sayatan yang cukup parah di bagian dada, dan terlihat darah keluar dari mulutnya.
Segera Erik menghampiri Arsyil.
“AL, Bertahanlah,” ucap Erik sambil mendekati Arsyil.
Sebelum sempat menyentuh Arsyil, Tiba tiba monster serigala yang menyerang Arsyil berlari ke arah mereka dengan niat ingin menyerang.
“Sial, bagaimana ini.” Gumam Erik yang kebingungan.
__ADS_1
Ketika serigala itu hampir sampai ke tempat mereka, Erik tiba tiba keluar dan menyerang monster serigala itu dengan sihir kecil.
“Akan ku pancing monster itu menjauh dari arsyil terlebih dahulu.” Ucap Erik dalam hati.
Erik berlari menjauhi rumah tempat Arsyil pingsan, dia berlari sambil mengalihkan perhatian monster serigala itu.
(* Erik menggunakan sihir api kecil yang di tembakkan ke mata monster serigala, agar dia terpancing dan mengikuti erik.)
Usaha Erik tidak sia sia. Setelah menembakkan beberapa bola api kecil ke arah monster serigala itu, dia pun mulai mengejar Erik.
“Teruslah mengejar ku, dasar kucing bau” teriak Erik sambil berlari,
Setelah berhasil memancing monster itu agak jauh dari AL, Erik yang tadinya berlari menjauh tiba tiba memutar haluan dan berlari ke arah serigala itu.
“Ini adalah sihir terakhirku, semoga saja aku bisa melukainya.” Gumam Erik dalam hati.
Monster serigala yang melihat Erik berlari ke arahnya, langsung menyerang Erik dengan cakarnya.
Erik berhasil menghindari cakar monster itu dan meluncur ke bawah perut monster serigala itu.
“Inferno” teriak Erik yang menyerang monster serigala itu tepat di perutnya.
Serangan Erik berhasil menghempaskan monster serigala itu sejauh beberapa meter, dan membuat tubuhnya terbakar.
“Berhasilkah.” Ucap Erik yang sudah sangat kelelahan.
Tak lama kemudian, api yang membakar serigala itu akhirnya padam, tapi tidak melukai monster serigala itu sedikitpun.
“Sial, sudah ku duga mereka mempunyai kekebalan terhadap api.” Ucap Erik
Tiba tiba sebuah bola api yang cukup besar mengarah pada Erik, untunglah Erik cepat sadar dan berhasil menghindari bola api itu.
Serangan bola api itu berasal dari salah satu monster serigala yang sempat terkena serangan gabungan milik Arsyil dan Erik.
Ketiga monster serigala yang mengalami luka cukup parah akibat serangan gabungan AL dan Erik mulai pulih dan bergabung dengan rekannya untuk mengepung Erik.
“Gawat, apa yang harus ku lakukan, sihirku hanya tersisa sedikit dan tubuhku sudah sangat kelelahan.” Gumam erik dalam hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author:
"Emang kamu suka sama AL?"
Ellaine:
"Kan aku suka nya sama kamu"
Author: >///<
__ADS_1