Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 43 RUANG PERAWATAN


__ADS_3

Halo PTB Lovers jangan lupa pencet tombol Like yah, karna itu akan memberikan semangat untuk para Author untuk terus berkarya dan jangan lupa pencet tombol Favorit juga yah, Agar kalian Tidak ketinggalan bab selanjutnya Ketika Karya ini Update, selamat membaca.


LEADER Mempersembahkan


*Pangeran Tanpa bakat*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sebuah tempat di tengah hutan yang baru saja hancur, Ziz sedang melayang cukup jauh di udara dan memandangi hutan yang baru saja dia hancurkan beserta seluruh manusia yang berada di sana.


Hutan yang tadinya lebat dengan pepohonan raksasa itu sekarang hanya terlihat seperti sebuah tempat yang tandus tanpa adanya tanda tanda kehidupan di sana.


sebuah lubang raksasa seluas tiga puluh hektar terbentang akibat serangan sihir yang di lancarkan oleh Ziz untuk memusnahkan sekelompok manusia yang mengganggu istirahatnya.


“Lumayan lah, untuk mengisi waktu, tapi sepertinya kekuatanku belum pulih sepenuhnya.” Gumam Ziz dengan wajah cukup senang.


“Seperti biasanya, Tuan Ziz memang hebat.” Ucap Red yang baru saja tiba


“Red yah, kenapa kau lama sekali?.” Tanya Ziz santai.


“Maafkan aku tuan, tapi aku tidak mungkin bisa mengimbangi Kecepatan tuanku, karna itu aku baru tiba sekarang.” Ucap Red sangat menghormati Ziz


“Ya sudah, urusanku di sini telah selesai, ayo kita Kembali.” Ucap Ziz lalu mengepakkan sayapnya


“Baik.” Sahut Red kemudian mengikuti Ziz


di sisi lain Erik, Marco, Tian, kepala desa dan seluruh pasukan yang harusnya sudah musnah oleh serangan ZIz tiba tiba berada di sebuah tempat yang terlihat sangat asing.


Mereka berada di dalam ruangan besar yang sedikit gelap, ruangan itu seperti sebuah Panggung berbentuk lingkaran yang cukup besar yang terletak dalam sebuah bangunan yang berada satu lantai di bawah tanah.


“Di mana ini.” Ucap Erik kebingungan


Karena di pindahkan ke suatu tempat yang sangat asing, Erik dan seluruh pasukan yang di pimpin oleh kepala desa Cemara menjadi sangat bingung.


Di sisi lain mereka menjadi lemas dan lega setelah mengetahui bahwa mereka semua telah selamat dari kematian yang hampir saja menjemput mereka, wajah mereka pucat dan terlihat seakan tidak memiliki semangat hidup lagi, bahkan berbicara saja mereka sudah tidak sanggup.

__ADS_1


Walaupun kejadian mengerikan itu telah lewat, tapi Seluruh pasukan masih terlihat terduduk lemas dan gemetar karna takut, tekanan yang di berikan oleh Ziz serta ketakutan setelah berhadapan dengan kematian membuat mereka seakan tidak sanggup berdiri lagi.


Tabi Berbeda dengan pasukan lain, walaupun Erik masih merasakan rasa takut akan kejadian yang baru saja dia alami, dia tidak pernah lupa akan satu hal, yaitu AL sedang membutuhkan pertolongannya.


“Aku harus segera menolong AL.” gumam Erik sembari mencari AL


Setelah melihat tubuh AL yang terbaring di lantai dengan tubuh babak belur dan darah di mulutnya yang masih belum kering membuat Erik bergegas mendekati AL.


“Siapapun yang mempunyai kemampuan Medis, cepatlah tolong AL.” Teriak Erik dengan wajah pucat


Setelah berteriak cukup keras, sayangnya tidak ada satupun pasukan yang merespon teriakan Erik, mereka hanya terlihat pucat karna rasa takut, seakan tidak memperdulikan apapun lagi saat ini.


Marco yang tadinya ikut lemas ketakutan, tiba tiba berdiri dan marah setelah melihat kelakuan para prajurit yang tidak merespon perkataan Erik.


“Woy, kalian dengar tidak?, orang yang telah menyelamatkan kalian sekarang membutuhkan bantuan kalian, tpi apa yang kalian lakukan?.” Ucap Marco yang termakan oleh emosi


Keadaan dalam ruangan itu tetap saja sama Walaupun Marco sudah marah dan Erik terlihat ingin menangis melihat kondisi AL yang sudah sekarat.


Hampir semua orang di sana hanya terdiam pucat dan gemetar sanking takutnya akan kejadian yang membuat mereka hampir saja kehilangan nyawanya.


Tak lama Setelah Marco berteriak marah, dia tiba tiba Mengingat bahwa salah satu bawahannya memiliki skill medis, dia pun mendekatinya lalu memegan kerah baju dan memaksanya untuk berdiri.


“Kau, bukankah kau seorang Healer, cepat sembuhkan dia.” Ucap marco geram


Tapi apalah daya, bahkan tatapan mata rekannya itu hanya terlihat kosong tak berdaya, hal itu membuat Marco sangat marah dan ingin memukulnya.


Ketika Marco hendak memukul rekannya yang terlihat tidak berdaya itu, tiba tiba dia di cegat oleh seseorang.


“Sebaiknya kau hentikan sikap mu itu.” Ucap sesorang yang tiba tiba muncul


Seorang pria berambut Panjang berwarna perak tiba tiba muncul dari lantai atas bangunan itu, dia mengenakan pakaian yang dominan berwarna hijau, telinganya Panjang dan runcing, serta memiliki kulit putih pucat.


“Ikutlah denganku dan bawa temanmu itu, Aku akan mengobatinya.” Ucap Orang itu sekali lagi


Tanpa berfikir Panjang, Marco langsung mendekati Erik dan membantunya membawa tubuh AL dan mengikuti orang itu.

__ADS_1


“Saat ini Kesembuhan AL adalah yang paling utama.” Ucap Marco lalu membantu mengangkat tubuh AL


Kepala desa Dan Tian sontak ikut membantu untuk membawah tubuh AL setelah mendengar perkataan orang berambut perak itu, kemudian mereka ber empat mengangkat tubuh AL lalu mengikuti orang yang bahkan Namanya belum mereka ketahui.


Sebenarnya Banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak Erik,


“Di mana kita sekarang.”


“siapa Orang itu.”


“apa dia bisa di percaya atau tidak.”


Pertanyaan pertanyaan itu terus mengganjal di benak Erik, tapi menurutnya saat ini yang paling penting adalah keselamatan AL sendiri.


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai ke sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah ruang perawatan, di dalam sana terlihat tiga orang yang terluka sangat parah sedang terbaring pingsan, walaupun kondisi mereka tidak lebih parah dari kondisi AL saat ini.


Ketika sampai ke dalam ruangan itu, orang yang tadi mengatakan Untuk membawa AL ikut bersamanya mengarahkan beberapa orang perawat untuk segera memberikan perawatan penuh pada AL.


“Cepatlah, kerahkan kemampuan kalian untuk menyelamatkan orang itu.” Ucap Orang berambut perak itu.


Beberapa perawat di sana pun segera menyiapkan peralatan medis yang sangat asing di mata Erik, Marco, Tian dan kepala desa, peralatan yang mereka gunakan terlihat lebih canggih daripada peralatan yang selama ini pernah di lihat oleh Erik, Marco, Kepala desa dan bahkan Tian yang tinggal di ibu kota saja belum pernah melihat peralatan medis seperti itu.


Awalnya mereka sedikit ragu Ketika melihat ruang perawatan yang sedikit aneh itu, Tapi tiga pasien yang ada di ruangan itu terlihat mendapatkan perawatan yang benar benar baik, dan itu membuat mereka berempat yakin bahwa orang berambut perak itu benar benar akan merawat AL dengan Baik.


-Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yo halo kalian para Readers apa kabar semua, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan yah, dan jangan lupa bahagia :D


Oh iya, Author juga ingin mengucapkan terima kasih banyak buat kalian yang udah ngasih suport dan membuat Author makin semangat untuk Update


See You


-Leader

__ADS_1


__ADS_2