Pangeran Tanpa Bakat

Pangeran Tanpa Bakat
BAB 51 DALAM BAHAYA


__ADS_3

Seluruh bangsa Elf yang menyaksikan pertarungan ketiga jenderal Elf melawan Ziz dikejutkan oleh kekuatan Ziz yang jauh lebih besar dari sebelumnya, bahkan Ricardi sempat merasa putus asa dan sudah yakin bahwa saat ini mereka sudah berada di ambang kehancuran. Walaupun hal itu adalah sebuah kebenaran, namun Riku tetap ingin bertempur sampai titik darah penghabisan dan tetap memberikan dorongan pada Ricardi untuk tidak menyerah begitu saja.


“Jangan menunjukkan wajah menyedihkan seperti itu Kakak, Kami tidak akan kalah semudah itu.” Ucap Riku untuk menyemangat Ricardi.


Walaupun berkata demikian, Riku paham betul dengan kondisi yang mereka alami saat ini, kondisi yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk meraih kemenangan. Dalam hati, Riku sangat cemas karena tidak mempunyai kesempatan menang, namun Riku tidak ingin menyerah begitu saja. Lagipula, saat ini mereka juga mempunyai rekan baru yaitu Erik. Ketiga jenderal Elf bisa melihat kekuatan Luar biasa yang terpendam di dalam tubuh Erik, kekuatan yang berasal Dari Kontrak Erik dengan Blaze, hanya saja para Elf tidak mengetahui hal itu.


“Sungguh menyedihkan, tapi kami hanya bisa berharap pada anak itu.” Guman Riku dalam hati.


Dolf yang terpental ke belakang karena serangan Ziz sempat muntah darah karena serangan Ziz mengenai organ Vitalnya, hal itu membuat Riku dengan sigap mendekati Dolf untuk melindunginya, Sebisa mungkin Riku ingin menjaga keutuhan mereka berempat agar bisa bertarung secara maksimal maksimal untuk melawan Ziz.


“Maaf aku malah merepotkanmu.” Ucap Dolf pada Riku.


“Tidak apa, Level Mahluk ini memang berada jauh di atas kita, setidaknya aku tidak ingin ada yang tumbang diantara kita berempat agar kita bisa bertarung secara maksimal.” Ucap Riku yang terus berfokus pada Ziz.


Setelah asap akibat ledakan ketika Ziz Riku dan Dolf saling bentrok mulai menghilang, Ziz terlihat masih berdiri kokoh tanpa Luka sedikitpun, hal itu membuat Riku semakin cemas dan hanya bisa mengekang rahangnya.

__ADS_1


“Yang benar saja, bahkan ledakan dari sihirnya sendiri tidak mampu menggoresnya sedikitpun.” Gumam Riku dalam hati.


Di sisi Lain, Erik yang baru saja bangkit dari keterpurukannya meminta saran dari Fals agar bisa membantu dalam pertempuran ini. dalam hati, Erik terus menanamkan tekad bahwa dia harus bertambah kuat dan memenangkan pertempuran ini apapun yang terjadi agar Erik bisa menyelamatkan Negerinya yang ia cintai.


“Nama Anda Fals Bukan, aku ingin meminta saran dari anda agar aku bisa berguna dalam pertempuran ini.” Ucap Erik sembari mendekati Fals.


Fals menjawab pertanyaan Erik secara perlahan sembari tetap Fokus pada Ziz agar bisa berekasi dengan cepat ketika Ziz melakukan serangan. Fals Mengatakan pada Erik bahwa jauh dalam tubuhnya terdapat energi sihir yang sangat besar, energi sihir itu bahkan lebih besar daripada Energi sihir yang dimiliki oleh ketiga Jenderal Elf, dalam pertempuran ini, Erik harus bisa membangkitkan kekuatan itu agar mereka bisa mengimbangi Ziz sembari mengulur waktu untuk menghabiskan energi sihir milik Ziz.


“Dengar anak Muda, aku hanya akan menjelaskannya sekali, jadi dengarkan baik baik.” Ucap Fals Sembari menjelaskannya pada Erik.


Dalam pertempuran ini, mereka mempunyai satu keuntungan, yaitu mereka memiliki cadangan energi sihir yang cukup banyak untuk melawna Ziz berkat sihir Space Of eternity Milik bangsa Elf. mereka bisa memanfaatkan keuntungan tersebut untuk menguras habis Energi sihir Milik Ziz, hal yang sama dilakukan oleh ketiga Jenderal Elf pada pertarungan sebelumnya dan berhasil memukul mundur Ziz. hanya saja dengan kemampuan mereka saat ini, mereka tidak akan mampu bertahan dari serangan Ziz sampai Ziz kehabisan energi. Oleh karena itu, Erik harus bisa membangkitkan Energi sihir yang terkunci dalam tubuhnya agar mereka berempat bisa mengimbangi Ziz dan menguras energi sihir Milik Ziz secara perlahan hingga habis.


Erik sangat bingung dengan saran yang diberikan oleh Fals. memang benar, Blaze juga pernah mengatakan bahwa jauh didalam tubuh Erik terdapat sebuah kekuatan yang luar biasa, hanya saja saat itu Erik masih belum mampu melepaskannya, saati itu Blaze tidak mengatakan apapun tentang cara melepaskan kekuatan itu, karena itulah Erik menjadi sangat bingung ketika Fals mengatakan bahwa Erik harus bisa melepaskan kekuatan itu, sayangnya Fals sendiri tidak mempunyai cara atau solusi untuk membantu Erik melepaskan kekuatan itu, Ketiga Jenderal Elf hanya bisa bergantung pada Erik sendiri. Erik harus bisa mengeluarkan kekuatan itu dengan caranya sendiri.


“Entahlah, kau harus menemukannya sendiri.” Ucap Fals tanpa menatap Erik.

__ADS_1


Fals mengatakan hal tersebut dengan wajah yang sangat serius dan Fokus yang tidak buyar sama sekali, bahkan suaranya terdengar berat dan sama sekali tidak terdengar seperti orang yang sedang bercanda, hal itu membuat Erik sadar bahwa Fals memang tidak mempunyai cara untuk membuat Erik bisa melepaskan kekuatan tersebut dan Erik harus mencarinya sendiri.


“Sial, aku benar benar tidak mengerti, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?” Gumam Erik dalam Hati.


Saat ini Ziz sedang dikepung dari arah depan dan belakang, Riku dan Dolf berada beberapa meter di belakangnya, Fals dan Erik berada beberapa meter di depannya. Ziz sempat bingung untuk menyerang ke arah mana terlebih dahulu, hingga akhirnya Ziz memutuskan untuk menyerang Fals dan Erik. Tujuan utama Ziz masih belum berubah, Ziz masih berniat menyingkirkan yang paling lemah terlebih dahulu untuk mengurangi penghalang dalam pertarungan, karena itulah Ziz memutuskan untuk menyerang Fals dan Erik karena kelompok mereka lah yang paling Lemah saat ini.


Sebelum menyerang Erik dan Fals, Ziz menatap tajam ke arah Riku untuk mengecohnya. benar saja, ketika Ziz menatap tajam ke arah Riku, Riku dengan cepat mengambil posisi bertahan dan bersiap untuk serangan Ziz selanjutnya.


“Bersiaplah, dia akan datang.” Ucap Riku pada Dolf.


Di sisi Lain Fals tidak mengendorkan penjagaannya, Fals berpikir bahwa apa saja bisa terjadi dalam pertempuran, bisa saja Ziz menyerang mereka terlebih dahulu. Dan benar saja, Mereka berdua lah yang menjadi target utama bagi Ziz.


Sebelum menyerang mereka berdua, Ziz sempat melangkah ke arah Riku untuk memberikan gertakan dan mengecoh agar Riku mengira bahwa Ziz akan menyerangnya, lalu akhirnya dengan sangat cepat mengubah gerakannya untuk menyerang Fals dan Erik. Riku dan Dolf sontak kaget karena langkah Ziz ternyata hanya sebuah tipuan untuk mengecoh mereka.


“Sial.” Ucap Riku dan Dolf bersamaan.

__ADS_1


Dengan sigap Dolf dan Riku berusaha menyusul Ziz untuk membantu Fals dan Erik. Sayangnya, walaupun mereka berdua berhasil bergerak untuk menyusul Fals dan Erik, Namun Riku dan Dolf tidak akan sempat menyusul mereka karena jarak mereka lebih jaudh dibandingkan Ziz dan Reaksi mereka terlambat karena gertakan Ziz. Akibatnya Ziz berhasil sampai kehadapan Fals dan Erik jauh sebelum Riku dan Dolf berhasil menyusul mereka.


Bersambung...


__ADS_2