
Kembali ke hari hariku yang seperti biasanya.
setelah aku mencari bahan makanan dan kebutuhan sehari hari.
Aku pun kembali berlatih dengan bola besi raksasa itu.
Sudah satu bulan berlalu sejak aku mulai berlatih dengan bola itu.
“Kali ini kita akan mengubah pola latihannya,” ucap kakek roy sambil memegang bola besi itu.
“kali ini kau harus mengangkat bola ini, jangan menggelindingkannya.” Lanjut kakek roy
“baik kek” jawabku agak ragu.
Setelah melemparkan bola itu ke hutan, aku pun pergi untuk mencari bola itu.
Seperti biasa, bolanya tenggelam ke tanah sampai hanya terlihat setengahnya saja.
Tapi karna aku sudah terbiasa, mengeluarkannya dari tanah bukanlah hal yang sulit lagi.
Tapi tetap saja, mengangkatnya akan jauh lebih sulit daripada menggelindingkannya.
Setelah mencoba, ternyata aku sudah bisa mengangkat bola itu.
Walaupun sangat kesulitan, tapi aku sudah berhasil mengangkatnya.
Aku pun memindahkan bola itu sedikit demi sedikit.
Ternyata mengangkat bola itu jauh lebih sulit daripada hanya menggelindingkannya.
Walaupun aku sudah bertambah kuat, tetap saja aku butuh beberapa hari agar bisa membawanya sampai ke rumah.
(* di percobaan pertama, Arsyil membutuhkan waktu selama lima hari agar dapat membawa bola besi itu sampai ke rumah.)
Dan yap, seperti biasa, kakek roy melemparkan bolanya kembali ke hutan.
Tanpa sadar, jalan yang biasanya membutuhkan waktu selama dua jam agar aku bisa melewatinya, sekarang hanya membutuhkan waktu setengah jam saja.
“Hebat banget loh efek latihan ini” gumamku yang sedang mencari bola besinya.
Walaupun kali ini sangat berat, Setelah melakukan hal yang sama berulang kali, aku pun bisa membawa bolanya dalam kurun waktu satu hari saja.
Selama dua bulan ini aku hanya berlatih membawa pulang bola besi raksasa itu, tapi aku bisa merasakan kekuatan yang belum pernah aku rasakan.
“hey AL kemarilah” kakek roy memanggilku.
“coba robohkan pohon itu dengan hanya menggunakan pukulan.” Ucap kakek roy sambil menunjuk pohon yang lumayan besar.
__ADS_1
“hah.?, mana bisa kek.?” Aku agak bingung dengan perintah kakek.
“sudahlah lakukan saja, kau hanya perlu membalut tinjumu dengan sihir penguat yang sudah kau pelajari selama ini,”
Dan aku pun melakukan apa yang kakek perintahkan, setelah memukul beberapa kali, aku berhasil membuat beberapa lobang pada pohon itu, walaupun masih jauh agar pohon itu bisa tumbang.
“ini sangat aneh” ucap kakek dengan nada kebingungan,
“ selain pemulihanmu itu, perkembanganmu selama latihan hanya berada di level biasa bisa saja. Kemana semua sihirmu yang luar biasa itu.?” Tanya kakek roy
“sudah ku bilang bukan, aku bukanlah orang yang berbakat seperti yang kakek katakan.” Ucapku sambil meyakinkan kakek roy.
“ tapi tidak mungkin bola kristal itu salah mendeteksi, aku sudah memastikanbahwa bola nkristal itu masih berfungsi dengan baik.” Lanjut kakek roy
“Mmmmm. Mungkin karna aku mempunyai kontrak dengan roh angin kek.”
“Hah.? Roh angin katamu.? Kau tidak sedang bercanda kan.?” Kakek roy sangat terkejut setelah aku mengatakan itu.
“ entahlah kek, aku belum yakin sepenuhnya, hanya saja ketika aku terjatuh kejurang, aku seperti sedang bermimpi, dan disana aku bertemu dengan wanita cantik yang berpakaian serba hijau, dia mengaku sebagai roh angin. Dan dia berjanji akan menyelamatkanku, jika aku membuat kontrak dengannya.”
Aku pun menceritakan semua yang terjadi ketika aku bertemu dengan roh angin pada kakek roy.
“begitu rupanya, jadi itulah alasan kenapa kau bisa mempunyai energi sihir yang sangat besar. dan kenyataan bahwa kau masih hidup setelah jatuh dari jurang itu sudah cukup membuktikan bahwa kau benar benar mempunyai kontrak dengan roh angin.” Ucap kakek roy sambil menganggukkan kepalanya.
“oh iya kek, apa kakek mengenal roh angin itu,?”
“Mmmm, kalau dibilang kenal, mungkin tidak. Tapi aku pernah mempelajarinya waktu masih di akademi sihir.” Jawab kakek roy
Dahulu dalam perang besar, masing masing raja dari lima negara mempunyai kontrak dengan masing masing satu roh, dan itu membuat mereka menjadi orang yang paling hebat dalam sejarah.
Tapi seiring berjalannya waktu, keberadaan ke lima roh elemen itu sudah tidak di ketahui lagi, bahkan banyak orang yang sudah menganggapnya hanya dongeng semata.
(* 5 elemen dasar, angin, api, tanah, air dan petir)
“ngomong-ngomong, apa kau pernah berbicara dengan roh angin setelah kejadian itu,?” tanya kakek roy.
“ oh, tidak kek. Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi,”
“Kalau begitu kau harus bisa berbicara dengannya lagi. mungkin kontrak kalian belum sepenuhnya sempurna, Itulah mengapa kau belum bisa menggunakan sihir besar yang tertanam pada tubuhmu itu. Baiklah, sekarang kau harus berlatih untuk memasuki alam roh, harusnya itu bisa di lakukan oleh orang yang menjalin kontrak dengan seorang roh.”
“tapi bagaimana caranya kek,?” tanya aku kebingungan
“kau harus mengosongkan fikiranmu, duduklah aku akan membantumu.” Ucap kakek roy sambil mengambil kursi.
Aku pun duduk di kursi itu, dan kakek roy menyuruhku untuk menutup mataku.
Setelah beberapa lama, aku mulai kehilangan kesadaranku.
__ADS_1
Yang kurasakan hanyalah ruang hampa, dingin dan gelap. Tapi entah mengapa aku tidak takut sama sekali.
Tiba tiba aku mendengar suara memanggilku
“Bangunlah AL” ucap suara itu
Ketika aku terbangun, aku melihat sosok yang sama seperti waktu itu. Aku berhasil memasuki alam roh dan bertemu kembali dengan roh angin.
“yahhaloo, tak kusangka kau ternyata jahat juga yah AL, Kau menghilang setelah merenggut ciuman pertamaku, hiks,” ucap roh angin yang sedang mempermainkanku.
“bukannya kau yang tiba tiba menciumku,” ucapku dengan nada malu malu.
(* BTW Arsyil itu masih polos dan suci yah gan ><)
“Ngomong, ngomong, apa yang kau lakukan di sini,? Apa kau Ingin melanjutkan hubungan kita ke tahap selanjutnya.?” Ucap roh angin sambil menyingkap sedikit bajunya.
Sontak aku menutup mataku karna malu.
“apa yang kau lakukan bodoh.” Ucapku dengan wajah yang sudah memerah.
“Bercanda kok,” ucap roh angin sambil tertawa kecil.
“kata kakek, kontrak yang kita jalin belum sempurna, dan itu membuat kekuatanku tidak bisa keluar, karna itu, aku ingin menyempurnakan kontrak itu,” ucapku yang sudah mulai tenang.
“Ooooh, jadi bukan karna kangen.?” Jawab roh angin.
“Oh, tidak, sebenarnya aku juga ingin berterima kasih, karna telah menyelamatkanku.”
“heee, padahal aku lebih senang jika kau bilang kangen.” Ucap roh angin dengan mimik kecewa
“oh iya, memangnya kenapa kau menginginkan kekuatan,? Untuk balas dendam.?” tanya roh angin padaku
“ Oh Tidak, aku hanya berharap bisa melindungi hal-hal berharga yang kumiliki jika aku mempunyai kekuatan.” Jawabku sambil menggelengkan kepalaku.
“heeeee, bukannya adikmu berusaha membunuhmu yah.? Harusnya kau dendam padanya, dan ingin membalasnya bukan,?” roh angin kembali bertanya padaku.
“jujur saja, aku memang sakit hati dengan kejadian itu. Tapi selama ini aku memang hanya aib bagi keluargaku, dan aku tidak ingin menambah beban mereka lagi.” Ucapku dengan nada berkecil hati.
“Heee, menurutku kau terlalu baik pada mereka, kau bisa saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga jika kau terlalu baik loh,!”
“karna itu, aku ingin menyempurnakan kontrak denganmu, agar aku mempunyai kekuatan yang cukup untuk melindungi hal yang berharga milikku.” Ucapku agak memohon.
“baiklah, mendekatlah padaku.” Ucap roh angin.
Roh angin pun memegang kedua tanganku, lingkaran sihir mulai terbentuk mengelilingi kami. perlahan lingkaran sihir itu bergerak keatas, dan menghilang setelah melewati kepala kami.
Ketika aku tersadar, aku merasakan kekuatan yang luar biasa, angin di sekelilingku berhembus. Pakain dan rambutku pun bergerak karenanya.
__ADS_1
Tiba tiba aku mendengar suara roh angin “baiklah kau harus belajar menekan sihir itu,”
Aku terkejut ketika melihatnya duduk di pundakku, dia berwujud seperti peri kecil yang sangat imut. Setelah mengajariku untuk menekan aura sihir, aku pun akhirnya bisa melakukannya, dan keadaan sekitarku pun kembali normal.