PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
23. Jadian.


__ADS_3

DI bawah terangnya cahaya Rembulan, Raka menyatakan cintanya lagi, membuat hati Zea berdebar-debar tak karuan. Di tatapnya mata Raka yang  masih sama seperti tadi pagi.


Raka masih berjongkok di depan gadis itu, dengan kedua tangannya masih memegang sebuh dompet berwarna coklat terang, entah apa isinya. Biarpun bukan setangkai bunga Mawar. Tapi cara Raka berbeda dalam mengungkapkan cintanya, menurut Zea dia sangat luar biasa dan dirinya diperlakukan sangat istimewa.


“Gimana, Ze?” tanya Raka tanpa memudarkan senyumannya.


“M-maafin gue, Rak...”


JLEEEB!!


Seketika hati Raka menjadi kecewa dan sedih dengan jawaban Zea, dia menunduk lemas sambil meluruhkan tangannya. Pandangannya menunduk kebawah, dia tak kuasa melihat pujaan hatinya menolaknya.


Tanpa ragu-ragu Zea memegang kedua pundak cowok itu dengan lembut, dan menarik Raka yang masih setia berjongkok. Lalu tersenyum menatap Raka, yang sudah sangat sedih.


"Sekali lagi maaf ya?"


Mata Raka tak kuasa menatap Zea, dia sangat sedih sekali. Dia tidak menjawab dan memutar tubuhnya hendak pergi meninggalkan gadis tersebut.


“Maaf, gue tidak bisa menolak.”


Ucapnya lagi, Raka langsung berbalik lagi menghadap Zea kilat, dia kebingungan dan mengerjabkan matanya beberapa kali. Tangannya gemetar, begitu pula hatinya yang hendak melorot jatuh saking tidak bisa di gambarkannya.


“Ul-ulangi sekali lagi!!” pinta Raka gugup masih tidak percaya, sambil mengguncang-guncang tubuh Zea kencang secara tidak sadar.


“Gue mau jadi pacar lo, Raka Zaidan Vernando.” Jawab Zea sambil tersenyum sangat tulus.


“Cubit aku sekarang!! ini bukan mimpi kan?”


BUAGGH!!


Bukanya mencubit, Zea malah meinju bahu Raka sangat keras, membuat cowok itu meringis kesakitan.


“Aw sakit!! kamu ini tidak ada lembut-lembutnya sama sekali.” Geruntu Raka mengelus pundaknya yang terhuyung.


Zea hanya nyengir Kuda membuat Raka gemas, "ini apa Rak?” tanya Zea saat menerima Dompet pemberian Raka.


“Jangan di buka di sini sayang!!” perintah Raka menghentikan tangan Zea yang mau membuka dompet itu, mendengar kata "sayang" dari Raka membuat Zea salah tingkah.


“Oke deh, terserah lo aja.” jawab Zea memasukkan dompet itu kedalam saku celana.


“Sekarang tidak ada lo gue lagi, karena kita sudah menjadi ikatan dan harus pakai pakai aku kamu.”


“Iya-iya bawel!! Ngikut lo, aja deh gue,”


CUP!!


Raka mencium bibir Zea singkat, dan berbisik di telinga gadis itu pelan. “kalo kamu pake lo gue lagi, aku nggak segan-segan cium kamu lagi.” lirih Raka, membuat gadis itu melipat kedua bibirnya sambil melotot.


“RAKA!! Be-berani-beraninya kamu mengambil ciuman pertamaku, AKH!! kamu tau?! Aku menjaga semua martabatku untuk suamiku kelak dan kau malah msngambilnya, jahat kamu Ra-,” belum sempat menyelesaikan bicaranya, Raka membukam mulut Zea dan memeluknya lagi.


“Maaf sayang maaf. Kan aku sudah pernah bilang, aku ini masa depanmu kelak. Aku juga tau kalau kamu itu cewek yang sulit di dekati dan nggak mudah di sentuh sembarangan cowok.”


“Sekarang kamu punya aku dan tidak sendiri lagi, berjanjilah padaku untuk tidak sedih lagi karena itu membuatku terluka. Jikalau kamu menangis karena seseorang, maka aku akan menghabisinya.”


Hati gadis itu menghangat mendengar perkataan Raka, dia tidak tau apa yang di rasakannya saat ini.

__ADS_1


Kalau boleh jujur, dirinya belum sepenuhnya mencintai Raka, kenapa dia menerima cinta Raka? Karena dia tau bahwa cowok ini sangat baik dan penyayang. Meskipun menjengkelkan hatinya setiap hari.


“Rak, udah dulu ya. Aku mau pergi ada urusan, kamu cepatlah pulang.”


“Mau kemana kamu?” tanya Raka menarik tangan Zea, yang hendak pergi.


Aduh, gue kasih tau nggak ya? Kalau gue mau balapan? Gue takut kalau tidak di bolehin, padahal gue butuh uang banget buat kasih kado bang Kelvin. Batin Zea sambil mengigit bibir bawahnya.


“Emm, a-anu,” jawab Zea gugup. “Hei kenapa kalian disana?” teriak Zea tiba-tiba, kepada dua body gurad oma yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.


“Kami disuruh nyonya besar untuk mengawasi non Zea.” Jawab salah satu diantara mereka gugup.


“Kemarilah!” dua body guradd itu mendekat ke arah Zea takut-takut.


“Apa kalian berdiri disana dari tadi?”


“Iya nona...”


“Apa kalian melihatku dengan dia dari tadi?” tanyanya lagi dengan menunjuk Raka.


“Iya nona...” Zea langsung menepuk jidatnya.


“Kalian melihatku ber...” gadis itu menyatukan kedua ujung tangannya selayaknya orang ciuman. Seketika Raka memegangi perutnya sambil tertawa kencang.


“I-iya Non, maafkan kami berdua.” Zea melotot, membuat dua body gurad itu mendunduk.


“Jangan pangil aku nona!! kan kalian sudah aku kasih tau dari dulu. Pangil aku ini Selena Gomes, pacarnya Jung Jaehyun. Dan satu lagi, jangan laporkan apapun pada oma. Mengerti tidak?” ancam Zea panjang kali lebar, membuat Raka cemburu dan ingin menonyor kepalanya seperti biasa.


Tak tahan dengan ocehan Zea, Raka menyeret gadis itu masuk kedalam mobil BMW hitam miliknya. Ingin sekali Raka memasukan gadis ini kedalam karung, dan melemparkannya kedalam Sungai.


“KUA,” jawab Raka singkat.


“Gila ya kamu?”


“Biarin, biar kamu nggak sebut nama cowok lagi selain aku,”


“Kamu cemburu sama oppa-oppa Korea yang tidak bisa aku gapai?” tanya Zea gemas sambil tertawa melihat ekspersi Raka yang begitu lucu.


“Cemburu dong, udah ya ganteng aku kok daripada mereka.” Raka jumawa sambil mengasak rambut pendek Zea gemas.


Raka yang sudah duduk di kursi kemudi langung mendekat ke arah Zea, semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Zea. Wajah Zea mendadak menjadi merah dan gugup, detak jantungnya berpacu dengan cepat. Wajah Raka semakin mendekat lagi, hingga jaraknya hanya sesenti, kali ini Zea menutup matanya, membuat Raka menahan tawanya.


“Aku cuman mau pasangin sabuk pengaman, kamu mau kucium lagi?” berbisik Raka lembut di telinga Zea.


“Ti-tidak. Awas ya kamu kalau berani macam-macam, kupotong bulu hidungmu!!” Ancam Zea gugup sampai tak mencerna ucapannya yang membuat Raka tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“kamu mau kemana? biar aku antar."


“Area balapan,” jawab Zea langsung mememandang keluar cendela karena malu menatap Raka yang menurutnya sangat tampan dengan setelan jas hitam itu.


“Aku tidak membolehkan, kamu tidak boleh balapan lagi. Aku tidak suka, dan aku juga nggak mau kamu kenapa-napa.” Ucap Raka tegas, tanpa menoleh Zea.


"Kenapa begitu? pokoknya aku mau balapan TITIK!!"

__ADS_1


"Tidak Zea."


"Aku akan hati-hati Rak!!"


"Nyawamu hanya satu, jangan mengambil resiko sayang." jelas Raka lembut, sesekali menoleh Zea.


“Aku tau tapi aku butuh uang, Rak. Pliss, bolehin ya.” Pinta Zea dengan menunjukan smile eyesnya.


DEG!!


Jantung Raka seperti tercubit mendengar ucapan Zea.


Ada apa dengan ini semua, apa yang tidak gue ketahui? padhal dia anak om Baskara yang sangat kaya. Tapi aneh rasanya ketika Zea membutuhkan uang, dan kenapa hanya Alda yang hidup bermewah-mewah setelah gue sadari? Batin Raka sambil memegang erat setir mobilnya kuat.


“Rak...”


Seketika Raka tersadar. “Uang untuk apa sayang? Kamu tau? Pacarmu ini mempunyai tabungan yang sangat banyak, aku bisa kok memberimu uang berapapun yang kamu butuhkan.” Raka mengelus kepala Zea sayang, membuat gadis itu bersedih mendengarnya.


“Sebelumnya terimakasih, karena kamu baik. Aku suka. Tapi tolong izinin aku. Kali ini saja, pliss... Aku ingin mencari uang sendiru.” Zea memohon pada Raka memelas.


Ini yang Raka suka dari Zea, dia memang sengaja betul mengungkapkan cintanya dengan cara sederhana. Karena dia tau betul, Zea adalah gadis yang menyukai kesederhanaan. Tapi bukannya Raka bukan cowok yang romantis. Tunggu saja keromantisan Raka besok.


“Iya deh, tapi aku anterin dan aku tunggu.”


“Iya, terimakasih.” Zea berucap malu-malu, membuat Raka tertawa.


“Kenapa kau tertawa?”


“Aku hanya nggak habis fikir, kenapa pacar bar-bar ku ini sekarang menjadi lembut.”


Zea mengerucutkan bibirnya kemudian melengos menatap keluar jendela mobil, hatinya berdebar-debar.


Kini mereka telah samapai di area balapan, jam sudah pukul 10:00 malam. Para penonton sudah siap menunggu kedua rifal yang akan segera bertanding, banyak pasang mata melihat kedatangan Raka dan Zea.


Terutama cewek-cewek berteriak histeris melihat ketampanan Raka, namun Raka hanya cuek tidak mau menangapinya. Tak kalah juga para cowok-cowok bersorak memangil nama Zea, memang betul Zea itu sangat terkenal, mereka semua sudah hafal dengan ketua geng motor disini.


Raka yang melihat Zea menjadi pusat perhatian para cowok langsung menggandeng tangan Zea, sehinga mereka semua langung memudarkan senyumanya.


“Ini yang tidak aku suka, kamu itu selalu jadi pusat perhatian para cowok.” Bisik Raka di telinga Zea kesal.


“Kamu juga, kamu nggak mau apa punya cewek yang bodynya kayak yang baju merah itu?” tanya Zea berbisik, sambil menunjuk cewek yang di maksudnya mengunakan dagu.


Raka melihat cewek yang di maksud Zea, cewek itu menggunakan pakaian sangat seksi dan memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan sempurna. Raka seketika merinding, dia tidak suka sama sekali dengan cewek yang seperti itu, cewek yang selalu umbar body sana sini, yang ada dia merasa jijik.


"Sayang, kamu jangan membuatku terhina. Aku ini bukan pecinta wanita murahan seperti itu."


"Masa sih? Padahal semoknya kayak gitar Sepanyol milik bang Kelvin. Haha." Raka hanya memutar bola matanya malas, mendengar penuturan Zea.


Tiba-tiba


...BERSAMBUNG....


Komen dong gais, gimana menurut kalian ceritanya. please😢.


NOTE: Ada kabar baik nih😊. Sebenarnya cerita ini udah END loh wkwk, cuma tinggal di revisi saja karena banyak typo yang harus di benerin. Walaupun begitu aku tidak akan tergesa-gesa, karena aku akan berusaha membuat Cerita dan susunan kalimat yang enak dibaca. Btw, thank you bgt yang udah mampir❤. See you next part.

__ADS_1


__ADS_2