PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
26. Deg-degan.


__ADS_3

"Rak... Anak kecil tampan yang kau gendong tadi siapa?" Tanya Zea penasaran, kala dia mengingat Raka mengendong anak kecil, saat di pesta papanya tadi.


"Dia Ricky adikku, tampan sepertiku kan dia?" ucap Raka terkekeh sambil memedang bahu Zea dari samping.


"Mana ada, dia jauh lebih tampan berkali-kali lipat dibanding darimu menurutku!" cibir gadis itu sambil membayangkan wajah tampan Ricky, membuat Raka iri dan kesal.


...



Ricky Zaidan Vernando.❤...


Raka menghembuskan nafasnya kasar. "Benarkah?! Kenapa kamu menerimaku sebagai pacarmu kalau begitu?" sungut Raka cemburu.


"Nggak tau..." jawab Zea jujur, sambil tertawa tanpa dosa.


"Ayolah sayang!! Jangan membuatku kesal seperti ini. Atau aku akan men-," ucapnya menatap Zea dengan tatapan sulit di artikan.


"Apa?!" Zea memundurkan badannya karena Raka terus mendekatkan tubuhnnya.


"Katakan sejujurnya apa yang kau rasakan saat ini!" pinta Raka dingin.


"Aku merasakan kamu terus saja mendekat ke arahku, dan membuat jantungku berdegup sangat kencang. Jadi aku takut jika kamu menciumku lagi!!" ucap Zea dengan memegangi dadanya membuat Raka yang tadinya ingin marah tidak jadi, dia malah tertawa sambil memegangi perutnya.


"Aku mencintaimu." Celetuk Zea dan langsung membungkam mulutnya sendiri.


"Aku juga mencintaimu nona."


Dengan gerakan cepat Raka menangkup pipi Zea, dan mendekatkan pada wajahnya. Membuat Zea gelagapan, karena jarak antara keduanya sangat dekat sekali. Mata Hitam Raka menatap mata Zea tepat di kedua iris gadis itu.


Raka tersenyum dan mendekatkan wajahnya kembali. Hingga jarak mereka saling mendekat, Zea ancang-ancang mengepalkan tangannya.


Dan!


PLAAAAK!!


"Jangan dekat-dekat aku takut!!"


"Awwwww!!" Raka memegangi pipinya yang terasa panas, mendapat tampolan dari Zea, "kenapa kamu memukulku sayang? sakit tau?" geruntu Raka sambil mengusap-usap pipinya.


"Kamu kam-kamu pasti mau menciumku lagi kan?"


Raka tertawa geli, "tidak tuh," Zea melotot dan berhenti bernafas sesaat, membuat ekspresinya lucu.

__ADS_1


"Lalu?" tanyanya malu.


Raka mengambil bulu mata yang jatuh di pinggir mata Zea, membuat gadis itu salah tingkah, "bulu hidungmu rontok."


Zea mendengus, "bulu hidung kok di mata, jelas bukan bulu hidung lah."


Raka tertawa, "lalu bulu apa?"


"Bulu ketiak!!" keduanya tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya masing-masing.


"Maaf mengangu, ini pesanannya sudah jadi kak." seorang wanita pelayan toko kue itu datang sambil menyerahkan kue berukuran besar.


Setelah membayar kue ulangtahun itu, keduanya keluar dari toko.


Namun langkah Zea terhenti, saat melihat Alda dan Susanti keluar dari sebuah Cafe mewah dekat toko itu, pandangan Zea terjatuh pada laki-laki seumuran papanya. Dia memiliki badan yang kekar dan tinggi, memakai kaca mata hitam, dan dagunya di penuhi rambut halus. Membuat kesan menyeramkan bagi Zea, Raka yang membawa roti pun memperhatikan Zea dia langsung mengkiuti arah pandangan gadisnya itu.


"Bukanya itu Alda ya?" Raka menyernyitkan dahinya.


"Iya, dia Alda dan ibunya. Pertanyaanku, kenapa mereka bersama seorang pria? Siapa dia?" tanya Zea menarik Raka supaya bersembunyi di balik mobil.


"Pamannya Alda mungkin."


"Tidak mungkin, mereka tidak punya siapapun lagi."


Selama perjalanan Zea terus saja berfikir keras, sampai Raka yang berbicara dari tadi tidak di gubris olehnya.


"Sayang!!" Panggil Raka.


"..." Zea melamun.


"Alfa Zea Adiputra?!"


"..."


Dengan kesal, Raka menyentil dahi gadis itu dan membuatnya tersadar.


"Ih, dasar ya kamu!" Zea memukul lengan Raka yang sedang mengemudi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, hem?"


"Aku benci mereka, Rak!!" jawab Zea sendu.


"Alda dan mamanya?"

__ADS_1


"Iya!! Biarpun papa nggak sayang aku, aku nggak ingin dia di hianati siapapun. Aku sayang papaku, hanya dia orangtua satu-satunya yang aku punya." Ucap Zea sendu dengan menundukan kepalanya, membuat Raka iba dan tidak sangup melihat gadisnya itu bersedih.


Zea sedih, Raka juga ikut merasakannya. Raka mengusap pundak Zea, mencoba menguatkannya.


"Jangan bersedih, ada aku." Ucap Raka tulus, dan mendapat angukan dari Zea, "aku yakin kamu bisa melewatinya sayang dan aku akan menemanimu."


...----------------...


Di depan rumah megah Zea, tampak indah di malam hari. Dengan lampu yang indah menambah kesan mewah rumah itu, jangan tanyakan halaman depan rumahnya. Yang jelas sangat luas sekali dan ada air mancur tepat di depan pintu utama rumahnya, dengan tambahan kolam kecil yang indah mengelilinginya, di dalamnya ada berbagai macam ikan hias yang sangat cantik dan mahal.


Mobil Raka berhenti di depan gerbang hitam yang menjulang tinggi itu, pak Irawan selaku satpam membukakan gerbangnya dengan cekatan.


"Terimakasih pak Irawan, selamat malam."


"Selamat malam juga non Zea. Dia siapa, non?" tanya Pak Irawan ramah sambik melirik Raka.


Dengan tersenyum ramah, Raka menjawab. "Nama saya Raka, pacar Zea pak!" ucap Raka sopan, membuat pipi Zea merah merona.


"Waah ganteng banget, kok kesini malem-malem to Den?"


"Hari ini ulangtahun bang Kelvin pak Irawan, jadi Raka juga mau ikut kasih surprise." satpam itu mengangguk paham.


"Mari pak!" Ajak Raka sopan.


"Monggo Den, silahkan masuk."


Mobil Raka segera berlalu, menyisakan Pak Irawan berdiri mematung melihat mobil Raka.


Setelah itu, Raka dan Zea mengendap-endap memasuki kamar Kelvin, kebetulan sekali kamarnya tidak pernah di kunci. Selama menuju kamar Kelvin, Raka tak henti-hentinya kagum melihat isi rumah Zea yang sangat mewah dan megah. Dia melewati kamar paling besar dan luas sendiri, Raka menduga bahwa ini adalah kamar Baskara.


Langkah Zea terhenti, dan meraih Korek api di sakunya, untuk menyalakan lilin kue yang Raka pegang sendari tadi.


"Jangan bilang kamu membawa rokok juga?!" selidik Raka, membuat gadis itu cengegesan.


"Pasti bawa dong." jawabnya nyengir kuda.


"Kam-," Zea membungkam mulut Raka yang hendak mengomelinya, dia takut abangnya mendengar.


Keduanya masuk kedalam kamar Kelvin, kebetulan lampu di kamarnya mati. Hanya ada cahaya laptop yang menerangi sosok laki-laki yang memangkunya.


...BERSAMBUNG....


Terimakasih sudah membaca, see you next time❤.

__ADS_1


__ADS_2