PAPA SAYANGILAH AKU

PAPA SAYANGILAH AKU
53. Ancaman Kelvin.


__ADS_3

Baskara tersenyum merkah ketika mendapati Kelvin yang sedang berdiri di ambang pintu, “kemarilah Kel, papa juga rindu padamu nak.” Kelvin tersenyum lalu memeluk Baskara.


“Maafin Kelvin ya pa? Kelvin membawa pergi Zea sangat lama.” Baskara mengeleng kuat dan mendadak sedih kembali, hatinya trenyuh.


“Seharusnya papa yang minta maaf padamu, terimakasih ya karena kamu telah menjadi Abang yang baik untuk adikmu, meskipun kalian berdua tidak ada ikatan darah.” Baskara tidak peduli kalau Kelvin anak tirinya, dia sangat menyayanginya dari dulu sampai kapanpun.


“Sama-sama pa."


"Kenalin ini istriku. Namanya Nadia, Pa.” Nadia tersenyum dan menjabat tangan Baskara lalu mencium tangan pria paruh baya itu sopan.


Zea yang melihat dari tadi tersenyum haru, Seandainya mama Gia masih ada di sini. Pasti akan lebih bahagia.


“I-ini putra kalian?” Tanya Baskara ketika ada anak kecil bergelantungan di kakinya.


“Iya Papa, bang Kelvin dan kak Nadia mencetaknya di Belanda beberapa tahun yang lalu...” Jawab Zea dengan melipat kedua tangannya di dada, lalu mendapatkan sentilan dari Kelvin di jidatnya.


“Tidak perlu di perjelas juga kali Dek!” mereka semua tertawa, selain Raka yang cangung pada Kelvin.


Dia teringat Lima tahun yang lalu, bagaimana Kelvin sangat marah sekali padanya ketika Zea di sakiti olehnya. Namun dia sadar, jika Raka yang berada di posisi Kelvin dia juga akan melakukan hal yang sama untuk melindungi sang adik.


“Benarkah? Wah, jadi aku sekarang sudah menjadi seorang kakek? Namamu siapa cucuku sayang?” Tanya Baskara langsung memeluk kembali Kenzo, hatinya sangat senang sekali.


“Kenzo Kanebo Putratama...”


Ejek Zea membuat Nadia dan kelvin menghembuskan nafasnya berat, sedangkan Kenzo menatap tantenya itu kesal sembari mengacungkan kepalan tangan.


"Bukan loh, namaku itu yang benar Kenzo putratama." Kesal anak itu dengan mengerucutkan bibirnya.


“Kakek tau tidak? Tante Zea itu sangat-sangat galak melebihi mama. Dia sering marahin aku, kalau Kenzo tidak sengaja ngompolin kasurnya.” Baskara tertawa renyah mendengar Kenzo mengadu dan mengasak rambut cucunya tampannya itu gemas.


“Makanya jangan ngompol lagi ya? Kamu udah besar.” pesan Baskara lembut, dan mendapat anggukan dari anak kecil itu.


“Kalau kamu masih ngompol lagi, tante jahit burung kamu!!” ancam Zea menunjuk Kenzo yang sedang bersembunyi di balik tubuh kakeknya.


“Enak saja, burung Raka noh yang harus kamu pelihara mulai saat ini.”


Tujuk Kelvin pada Raka, membuat sang empu mukanya memerah menahan malu. Sedangkan Zea melototkan matanya, sambil meneguk ludahnya.


“Rak... Kita harus berbicara empat mata sebentar!”

__ADS_1


Ajak Kelvin dengan muka dingin dan datar. Raka mengangguk dan mengikuti Kelvin dari belakang, namun tangan Raka di tarik oleh Zea.


“Mau kau apakan calon sumiku, bang?” selidik Zea membuat Raka merona, hatinya berbunga-bunga ketika Zea mengatakan ‘calon suami'.


“Mau Abang liat Burungnya.”


Nadia dan Baskara menepuk jidatnya masing-masing, Kelvin sama Zea memang sama-sama kompak kalau soal adu kegoblokan.


“Pa... Kenzo juga mau dong, liat burung Om Raka.” Kenzo hendak melangkah mengikuti papanya, namun langsung di tarik Nadia.


Zea tertawa terbahak-bahak memegamgi perutnya, dan mencondongkan tubuhnya lalu berbisik di telinga Kenzo.


“Kaneboku sayang, kamu kan udah punya burung sendiri. Tapi belum di sunat pelatuknya.” Zea cekikikan dengan melihat Kenzo sangat serius berfikir keras.


“...” kenzo hanya bisa mengerjabkan matanya beberapa kali, otaknya berfikir cepat.


Apa yang di maksud tante Zea?


“Zea!! Kamu bisiki apa Kenzo?!” kesal Nadia memukul pundak gadis itu.


“Tante Zea, bisikin burung Kenzo yang belum di sunat pelatuknya, Ma.” Jawab Kenzo nyengir dengan wajah tanpa dosanya.


Zea tertawa dengan keras, tidak mempedulikan Nadia yang menatapnya tajam, lalu menyeret Kenzo keluar. Anaknya ini sudah terkontaminasi dengan sifat Zea yang random kadang di luar BMKG.


Setelah itu, Baskara bermain dengan cucunya. Sedangkan di bagian dapur Zea dan Nadia sedang memasak sesekali Nadia meneriaki Zea yang sembarangan melempar ikan ke wajan yang panas. Sebelum itu mereka tadi sangat syok melihat dapur yang seperti gudang. Maklum Baskara tidak pernah memasak. Apalagi tidak ada pembantu sama sekali di rumah sebesar ini.


“Gimana kabarmu?” tanya Kelvin dimgin yang duduk di kursi dekat Kolam belakang rumah.


“Alhamdulillah, baik bang.” Raka tersenyum simpul ikut duduk di Kursi tak jauh dari Kelvin.


“Bang, sebelumnya maafin aku yang dulu, mungkin aku nggak pantes buat Zea, tapi satu hal yang perlu bang Kelvin tau. Aku sangat mencintai Zea, bang.” Jujur Raka sendu dengan menunduk, dia seperti tidak pantas mendapatkan cinta Zea.


“Bagus kalau kamu sadar diri. Alasan terkuatmu, menikahi Zea apa?! Asal kamu tau, dia lebih cocoj sama Mex, bukan sama pria brengsek sepertimu!! Selama ini Mex selalu menjaga Zea sangat baik, dia tidak pernah membuat Zea sedih sedikitpun.” Ketus Kelvin menatap pria tampan di sampingnya nyalang itu yang penuh penyesalan.


Hati Raka tidak sakit, mendengar kalimat pedas dari Kelvin. Dia memang brengsek, karena lebih mempercayai omongan Alda dari pada pacarnya sendiri.


“Aku tidak punya alasan bang, bukankah cinta itu tidak butuh alasan?" Jawabnya mantap dengan menatap Kelvin dalam. “Aku mohon bang, restui kami berdua.”


“Kalau aku tidak sudi merestui kalian, kamu mau apa?!” tantang Kelvin, membuat situasi semakin tegang.

__ADS_1


“Semua keputusan ada di tangan Zea dan sekarang dia telah resmi menjadi calon istriku. Aku tidak akan pernah melepaskannya lagi, sekalipun tanpa restu dari bang Kelvin, aku tetap akan menikahinya.” Jelas Raka dengan mengertakkan giginya kuat, dan mengepalkan kedua tangannya.


“Kamu tidak pantas dengan Zea, apa kamu tau itu? kamu adalah cowok brengsek yang membuat sedih tak terkira, apa kamu pikir perlakuanmu dulu tidak membuatnya trauma, hah?!” sinis Kelvin tak kalah sengit mencerca Raka.


“Bang aku mengakui kesalahanku di masalalu... Aku juga lebih muda darimu dan aku sangat menghormatimu sebagi seorang kakak. Tapi kali ini, aku adalah Raka Zaidan Vernando calon suami Zea. Bukan Raka yang bregsek di masalalu!!” tatapan keduanya semakin tajam membuat situasinya semakin memanas.


Bisa saja keduanya baku hantam sekarang juga, Raka kali ini tidak segan-segan membalas pukulan Kelvin, karena ini menyangkut masa depannya bersama Zea.


Raka sudah menderita, bahkan hampir gila di tinggal Zea, setelah bertemu kembali dia bersumpah pada dirinya sendiri akan memiliki Zea seutuhnya.


“Tapi bagaimana caramu mengobati luka hati Zea di masa lalu saat kau menyakitinya dulu?” Tanya Kelvin lagi dengan menaikkan satu alisnya.


“Bagaimana caraku menyembuhkan luka hati Zea tidak perlu Bang Kelvin tau, dia sendiri yang akan merasakan bahagianya menikah denganku. Aku akan menjaganya walaupun nyawa taruhannya.” Kelvin hanya nyengir, seolah meremehkan.


“Jangan pikir, karena dia calon istrimu maka kamu tidak ada urusannya denganku! Aku adalah nafas Zea, jika dia terluka karenamu, maka nafasmu yang akan hilang di tangannku! Aku tidak main-main Rak, dulu aku masih membiarkanmu hidup.” ancam Kelvin tak main-main dengan mimik muka yang sangat serius.


“Aku siap mati asalkan Zea bersamaku, jika itu adalah resikonya aku terima dengan senang hati. Aku tidak peduli nyawaku!!” tegas Raka tak kalah serius membuat Kelvin melebarkan matanya.


Anak ini benar-benar nekat dan berani.


Kelvin menepuk pundak Raka dua kali, lalu tersenyum lebar membuat Raka menjadi kebingungan karena Kelvin berubah menjadi santai dan bahagia.


“Menikahlah dengan Zea, haha. Dia juga sangat mencintaimu, aku tidak akan memisahkan kalian lagi dan aku merestui kalian. Gimana aktingku bagus tidak? Gini-gini aku dan Zea adalah mantan pemain film Hollywood asal kamu tau.” Kelvin tertawa memegangi perutnya melihat ekspresi Raka yang masih tegang.


“...” Raka terdiam mencerna susah payah.


“Apa kamu tau? Zea diam-diam mengintaimu?”


“Maksudnya? Jadi Zea mengirim seseorang untuk memata-mataiku selama ini?” Tanya Raka tak menyangka.


“Iya dan Papa juga... Kita hebat kan, menghapus semua jejak sampai kalian hampir gila mencari keberadaan kami?” goda Kelvin dengan menaik-turunkan alisnya tengil.


“Menyebalkan sekali kau ini bang, sungguh! Besok-besok lagi jangan begitu, aku hampir gila selama ini.” Raka menekuk wajahnya kesal memarahi calon kakak iparnya itu.


"Hampir gila kan? besok setelah menikah dengan Zea pasti kamu gila." ejek Kelvin tertawa renyah, sedangkan Raka hanya mengkat bahu acuh tidak membalas apapun.


Hingga perdebatan yang menegangkan tadi di akhiri dengan canda ria keduanya, mereka membicarakan dunia masing-masing selama ini. Kelvin juga menceritakan banyak hal yang di lakukan oleh Zea, hingga gadis itu bisa sukses tanpa bantuan orang lain.


“Tapi. Walupun tadi Cuma akting doang, bukan berarti kamu bisa menyepelekan ancamanku tadi! Paham tidak?” Raka tersenyum lebar kemudian mengacungkan jempolnya pada Kelvin semangat.

__ADS_1


Zea yang melihat keduanya dari balik pintu sejak tadi, menjadi penasaran tak terkira. Kenapa Raka dan Abangnya yang tadinya saling sentimen berubah saling tertawa terbahak-bahak? Sepertinya sangat seru sekali, apakah mereka berdua sedang mengosip tentang dirinya?


...BERSAMBUNG DUYUUU YAAAAAQ🔥....


__ADS_2