
Di sebuah kamar luas dengan dominan berwarna Putih yang telah di dekorasi terdengar suara riuh dua gadis yang bersorak sorai mengerubungi seorang pengantin wanita cantik.
Kedua sahabat Zea melihat rambut panjang Zea di gelung cantik menggunakan hiasan bungga-bungga kecil yang tertata rapi di kepalanya, jangan lupakan mahkota cantik seperti putri bangsawan di kenakan Zea, gadis tampak sangat mengagumkan bak tuan putri, pasti Raka akan sangat bahagia memiliki istri secantik Zea.
“Alfa Zea Adiputra selamat sayang, akhirnya elo akan nikah juga. Luar biasa elo cantik banget ya ampun!” Teriak Vina ketika memasuki kamar Zea, membuat sang empu kesusahan bernafas.
“Ya jelas cantik, orang gue ciptaan tuhan yang paling indah gituloh.” Vina mencebikkan bibirnya, "hehe."
"Tapi beneran Ze, elo cantik banget sekarang, Raka pasti bangga menjadikan lo istri, penantian dia tidak sia-sia selama ini."
"Semoga saja, terimakasih ya Vin." Zea memeluk Vina dan di balas gadis itu erat.
Dari tadi Dira hanya diam mengamati keduanya yang nampak heboh seperti biasanya, gadis itu tersenyum melihat dua sahabat baiknya saling menyayangi seperti saudara. Semoga persahabatan mereka adbadi sampai tua.
“Dir... Kok lo diam aja? Lagi marahan sama Bian ya?” tegur Zea, Dira langsung menggelengkan kepala.
"Tidak, gue hanya teringat beberapa tahun yang lalu membuat gue terharu saja sama kisah hidup lo Ze. Gue tidak menyangka atas banyak hal yang terjadi, namun sekarang gue sangat bahagia melihat lo kembali sebahagia ini. Gue dan Vina sayang banget sama lo, kita bertiga adalah saudara.” Dira langsung memeluk Zea erat, sambil menangis membuat Vina ikutan menangis.
Dua bumil itu hatinya sekarang mudah tak menentu, membuat Zega dan Bian sering di buat bingung terhadap mood istrinya.
“Gue juga sayang sama kalian berdua, terimakasih sudah selalu ada buat gue dulu sampai sekarang, maaf buat yang kemarin pergi tanpa bilang-bilang dulu ke kalian, jujur gue juga berat hati melakukan hal itu.” Jelas Zea membuat kedua sahabatnya semakin menangis.
“Berjanjilah sama kita berdua Ze, bahwa elo tidak akan pergi-pergi lagi!" isak Dira dengan suara parau.
“Iya, gue janji." Zea tersenyum bahagia dan memeluk kedua sahabatnya, "udah dong nangisnya, make up kalian luntur." ledek Zea membuat Vina dan Dira langsung menghentikan tangisnya dan segera menolehkan wajahnya ke lemari rias.
"AAAAAAAA!!"
Zea menutup kedua telinganya, mendengar teriakan kedua sahabatnya yang melihat wajah masing-masing dengan Eyeliner dan Mascara yang sudah luntur, membuat Zea tertawa terbahak-bahak.
"Udah kalian berdua jangan hawatir, nanti gue akan menyuruh Make up bokingan gue untuk merias kalian lagi dan mengganti baju kalian agar senada."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kurang lebih setengah jam, gaun serta make up Zea benar-benar Seratus persen telah selesai, begitu juga dengan kedua sahabatnya yang tampak anggun menggunakan baju sama berwarna Abu-abu cantik.
KHEEEEM!!
ketiga gadis itu menoleh ke arah Pintu, telihat Kelvin menggunakan stelan jas hitam dan rambut yang tertata rapi membuatnya terlihat sangat tampan melebihi biasanya.
“Gue mau ngomong sama adek gue bentar, tolong kalian berdua keluar dulu!” titah Kelvin sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Dira dan Vina mengangguk dan segera keluar dari kamar Zea.
__ADS_1
Kelvin tersenyum melihat adik kecilnya yang sangat cantik, dia ikut lega melihat Zea tersenyum bahagia seperti ini. Biarpun cuma sebagai kakak tiri, tapi Zea adalah orang yang paling berharga di hidupnya.
“Boleh Abang peluk? Sebelum adik kecilku ini menjadi milik suaminya?” tanya Kelvin membuat gadis itu hendak menangis, Zea langsung berhambur ke pelukan Kelvin lalu memeluknya sangat erat sekali seolah takut kehilangan.
"Apa kamu bahagia sekarang?"
Zea mengangguk di dalam pelukan, "sangat bahagia, terimakasih banyak. Ini semua berkatmu yang selalu menjaga Zea Bang, maafkan Zea yang selalu merepotakanmu, melanggar laranganmu, dan membuatmu hawatir setiap hari. Jika ada yang melukai abang, Zea pasti lebih sakit."
Kelvin memejamkan matanya dia takut mengeluarkan air mata di hari bahagia adiknya.
"Dan jika ada juga yang melukaimu abang jauh lebih sakit, kedapan jangan ada air mata kesedihan lagi, sekarang kamu harus bahgia bersama orang yang kamu cintai dan kamu pilih sendiri. Walaupun besok kamu sudah memiliki suami, kamu tetap menjadi tanggung jawab abang juga sampai kapanpun. Abang sangat bangga terhadapmu."
"Thank you, I'm grateful that you live in this world and be my brother."
"I also thank god you are alive in this world and being my sister."
“Eh, kok Papa tidak di ajak pelukan, sih? papa juga mau peluk kalian berdua tau nak!” Baskara tersenyum lebar, lalu menghampiri dua anaknya dan memeluk mereka.
"Anak papa dan mama Gia ini cantik banget sih, kamu itu mirip mamamu tau Ze? semuanya yang ada di kamu persis mamamu, papa sepertinya tidak ada pada diri kamu." Zea tertawa mendengar keluhan papanya yang nampak sedih.
"Ada dong Pa, kan semua sifat papa menurun pada Zea."
"Ah, iya juga sih. Papa tidak memikirkan sedetail itu."
“Dek... Mex ingin menemuimu sebentar katanya tadi, dia sudah menunggu di luar.”
Zea terhenyak dia langsung memikirkan sosok mantan calon suaminya itu, jujur Zea rasanya sangat malu dengan Mex.
“Sayang... Apa kamu tau? Di balik bahagia kita, ada seseorang yang menderita di bawah kita. Kamu tau mereka itu siapa? Yang pertama adalah Deon Alexsander dan yang kedua adalah putra angkatnya. Takdir mereka sama. Bisa mencintai tapi tidak bisa memiliki.” hati Zea mendadak tertohok.
Benar juga apa yang di katakan papanya, Deon sangat mencintai mamanya sampai rela tidak menikah sampai saat ini, itulah cinta sejati. Sedangkan Mex? Dia berhasil menjadi tunangan Zea selama Lima tahun, walaupun pada akhirnya pernikahan mereka gagal.
Beberapa detik setelahnya, papa dan anak laki-laki itu keluar meninggalkan Zea yang nampak tak kuasa menanti kedatangan Mex.
Tiba-tiba ada seseorang pria gagah yang masuk kedalam kamar Zea. Gadis itu terkesima melihat Mex yang hari ini sangat-sangat tampan berkarisma. Mex menggunakan jas Hitam rapi, dengan menata rambutnya sangat baik. Jangan lupakan Jam tangan super mahal emasnya yang menjadi ciri khasnya di tangan kirinya.
“Ngapain liat-liat sampai segitu? Ganteng ya aku?” Tanya Mex terkekeh dan bodohnya Zea mengangguk.
“Thank you, Mex...” gadis itu menatap Mex sendu.
“Untuk?”
“Se-semuanya dan maafkan semua kesalahanku selama ini padamu, aku sangat berhutang budi padamu Mex. Jujur aku malu padamu.”
__ADS_1
Mex mengalihkan pandangannya tak kuasa menatap wajah orang yang sangat dia cingai, raut wajahnya berubah drastis seolah sangat sakit dan sedih tak terkira.
“Selamat ya... Akhirnya kamu sekarang bisa tersenyum bahagia, jangan lupakan aku, ingatlah bahwa seorang Mex Alexsander adalah garda terdepan saat kamu membutuhkanku kapan saja dan di mana saja.” Ucapnya tulus membuat Zea semakin bersedih, “Asal kamu tau Ze, aku sudah cinta sama kamu sejak dari kecil. Semenjak kamu sering dateng ke Panti Asuhan bersama papa dan mamamu.”
Gadis itu membelalakan matanya lebar, apakah Mex adalah anak kecil yang di temuinya di panti dulu di taman? Zea mengingat kejadian itu, karena setelah dari panti hari setelahnya mamanya harus meninggal karena menyelamatkan dirinya.
“Kamu benar Ze. Ternyata kamu memang lebih cocok sama Raka, masuk akal jika kamu memilihnya daripada aku. Jika kamu bertanya apa yang paling membuatku bahagia, maka jawabannya ketika aku menjadi calon suamimu meskipun pada akhirnya aku kalah dengan orang yang ada di hatimu.” gadis itu merasa di remat hatinya, Mex sangat menderita di atas bahagianya.
“Tidak usah di pikirkan, itu masalalu kita berdua. Sekarang kamu harus bahagia, karena bahagiamu juga bahagiaku.” Jelasnya tersenyum lalu berdiri mendekati gadis itu tepat di hadapan Zea, “bagiku kamu selalu terlihat cantik tapi hari ini kamu jauh berkali-kali lipat lebih cantik Ze. Kamu anak yang baik, pemberani, tidak lemah, punya pendirian, tegas, cerdas dan yang pasti kamu sangat istimewa di mataku, itulah yang membuatku selalu jatuh cinta padamu selamanya."
"M-Mex..." Zea menunduk sedih rasanya tidak kuasa mendengar pengakuan lelaki di hadapannya ini.
"Boleh aku minta satu hal padamu kali ini saja?”
“Apa?”
"Ayo kita nikah lari, kamu akan jauh lebih bahagia menikah denganku Ze daripada bersama Raka."
"Mex!" pekik Zea tertahan, bola matanya bertemu dengan mata fokus Mex yang nampak serius.
"Kenapa?"
"Raka dan semua orang menungguku di bawah Mex jangan bercanda seperti ini."
"Mobil dan anak buahku juga sudah menunggu kita di bawah sana."
Mex menunjuk jendela kamar Zea yang nampak transparan menghadap luar, telihat jelas banyak pria berseragam rapi yang siap dengan mobil mewah berwarna Merah yang sudah terbuka pintunya.
"Mex please stop!" Zea ketakutan dan mundur perlahan sambil menarik Gaunnya.
"Stop apa?"
"Raka menungguku di bawah sana Mex! dia sedang memperjuangkan cinta kita berdua!"
"Aku juga sedang memperjuangkan cintaku."
"Kamu gila Mex!" parau gadis itu sambil memukuli pundak Mex, sedangkan sang empu hanya diam tidak menghentikan.
...BERSAMBUNG....
Gimana part ini? kepo tidak dengan kelanjutannya🤣😂😆.
Ah, atau jangan-jangan Zea dan Mex akhirnya menikah😆🙀.
__ADS_1
Komen dulu aku pengen tau pendapat kalian❤.