
Penampilan Zea yang tomboy dan sangar mantan jongki sekaligus ketua Geng yang hebat sekarang sudah tidak ada lagi. Kisah kelam gadis itu telah selesai bersama semua penderitaanya.
“Papa, kapan kita libulan ke Bali?”
Pertanyaan itu membuat jemari Kelvin terhenti di leptopnya, dan menatap sang putra kesayangan.
“Sebentar lagi sayang, kenapa kamu ingin sekali liburan ke Indonesia sih, umm?” Tanya Kelvin mengecup pipi putranya.
Iya... Kelvin sudah menikah dengan Nadia Tiga tahun yang lalu, dan kini umur Kenzo sudah dua tahun setengah.
“Karena kita sudah bersekongkol sayang, hehe.” Nadia muncul dari dapur cengengesan.
“kata Mama, Indonesia itu negala yang hebat dan indah. Kenzo bangga jadi anak Indonesia,” seru bocah itu gembira, dengan menyedot ingusnya yang naik turun. Padahal dia di lahirkan di Ibu kota Belanda.
Kelvin menatap putra dan istrinya bergantian, lalu menarik tubuh Nadia duduk di sampingnya.
“Baikalah kalau begitu, tapi tunggu waktu yang tepat dulu.” jawab kepala keluarga itu sambil tersenyum masam.
Sedetik kemudian Kelvin tersenyum genit pada Nadia. “Tapi kau harus membayarnya mahal sayang.” Bisik kelvin membuat Nadia melebarkan matanya, pasti suaminya memiliki rencana nakal.
“Kenzo sayang apa kamu mau kalau papa bikinin adek?” Kelvin semakin menjadi-jadi mengoda istrinya yang cantik itu.
“Mau mau mau... Yang banyak ya pa, Kenzo mau Empat eeeyyy Sepuluh lagi deng, bial bisa bikin club bola cendili,” Kenzo cengengesan dengan ber tos ria dengan papanya.
“BIKIN AJA SENDIRI SANA PAKAI TANAH LIAT!!” kesal Nadia langsung memukul suaminya habis-habisan membuat sang empu tertawa terbahak-bahak.
Kira-kira seperti itu perbincangan keluarga kecil Kelvin, mereka sangat bahagia bisa membina rumah tangga hampir Lima tahun lebih.
Di negara yang besar ini Kelvin benar-benar meniti karirnya, dia rehat menjadi CEO muda dan beralih menjadi aktor Hollywood film terkenal. Dia sekarang sedang mengarap Flm yang akan di tayangkan global akhir tahun. Kelvin menjadi pemeran utama film tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, seorang gadis berparas cantik berambut panjang sedang menikmati hangatnya panas pagi hari di balkon Mansion besarnya, bersama seorang pria yang selama Lima tahun ini setia bersamanaya, dan menyandang sebagai tunangan gadis itu.
Siapakah mereka?
Dia adalah Zea dan Mex, gadis itu sekarang sangatlah cantik dan menawan. Rambutnya kini di rawat hingga panjang dan penampilannya feminim dan jauh lebih dewasa. Membuat Mex selalu terpesona melihatnya, dan dia bangga menjadi calon suami Zea.
Di balik semua penderitaan masalalunya, Zea menjelma menjadi gadis yang memiliki karir cemerlang di kota Amsterdam ini. Akan tetapi, canda tawanya bahkan senyumnya tidak pernah dia perlihatkan lagi, Zea menjadi dingin dan sangat tegas.
Gadis itu mewujudkan mimpinya sebagai model brand kosmetik ternama yaitu Shu Uemura. Tak sampai di situ, dia juga menjadi artis Hollywood papan atas seperti Kelvin, akan tetapi keduanya membintangi film berbeda yang akan tanyang internasional akhir tahun.
Jangan tanyakan berapa banyak uang yang di miliki Zea sekarang. Kalau dia mau, gadis ini bisa bergaya hidup glamor namun dia tidak mau.
Walaupun dia sudah menjadi tunangan dari seorang Mex Alexsandee secara resmi, namun masih banyak pria yang mencoba mendekatinya terang-terangan, namun gadis itu tidak pernah merespon sedikitpun.
“Katakan padaku, kau membawa berita apa hari ini?!” tanya Zea dingin kepada orang kepercayaannya.
“Sesuai perintah Nona, saya menyelidiki perusahaan papa anda. Dan ternyata sekarang perusahaan itu, sedang di ambang kebangkrutan, terlebih lagi Tuan Baskara Adiputra sekarang sakit-sakitan keluar masuk rumahsakit, dia tampak menyedihkan.”
Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar, sedangkan Mex hanya bisa duduk di samping gadis itu sambil diam mendengarkan.
“Cepat suntik dana yang besar di perusahaan papaku, dan jangan sampai perusahaan keluargaku hancur.” Perintah gadis itu tegas di angguki anak buahnya, “apa lagi berita yang kau dapat?” tanya Zea lagi dengan menyeruput Coffe latte kesukaannya.
__ADS_1
“Sekolah SMA Nona dan Tuan dulu, akan mengadakan reuni satu Minggu lagi."
"Bagaimana dengan Raka?" Mex bertanya sambil melirik calon istrinya, yang nampak terkejut dan menatap dirinya gelagapan.
"Untuk Tuan Raka, kini beliau sudah menjadi seorang CEO di perusahaanya sendiri, bukan milik papanya dan dia juga telah bekerjasama dengan Perusahaan-perusahaan besar bahkan menjalin kontrak kerjasama dengan papa Nona Zea.” Pria itu menjelaskan secara detail terperinci membuat raut wajah Zea sulit di tebak.
Dia tau kalau Raka sering merawat papanya saat sedang sakit, bahkan menemaninya.
"Apakah kamu mencintaiku?" Tiba-tiba Mex bertanya, bola matanya fokus menatap wajah cantik Zea membuat gadis itu menelan ludahnya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Lirih Zea sambil membuang wajahnya menatap objek lain.
"Aku akan melakukan apapun asal kamu bahagia dan kembali ceria, Ze... Jika kamu tidak bahagia bersamaku aku siap jika kamu membatalkan rencana pernikahan kita. Bahagiamu lebih utama daripada kebahagiaanku."
Zea merasa sedih mendengar ucapan Mex yang begitu tulus dan sabar padanya selama ini, biar bagaimanapun Mex sangatlah berarti di kehidupan Zea.
"Bolehkah aku bertanya?" Zea mengangguk pelan, matanya masih tak kuasa menatap pria tampan di sampingnya itu.
"Jika seandainya kamu tidak menikah denganku, apakah kamu akan melupakanku?"
Zea menggeleng kuat, matanya berkaca-kaca menatap Mex. Bahkan pria itu sedikit terkejut melihat Zea yang hendak menangis, padhal selama ini dia sudah tidak pernah lagi menangis.
"Ki-kita sudah tunangan Mex, sudah jelas kamulah calon suamiku dan pasti aku akan menikah denganmu." kata Zea parau, nada suaranya terdengar gemetar menatap Mex penuh keberanian.
"Aku mungkin adalah orang yang paling bahagia di dunia jika itu terjadi. Tapi, apakah kamu sangup hidup dengan seseorang yang tidak kau cintai?"
"MEX!!" Sentak Zea dengan lelahan air mata di kedua pipinya.
"Raka mencintaimu Ze! sampai sekarang bahkan dia terus mencarimu tanpa lelah dan aku tau, kamu juga masih mencintainya kan?"
Mex menghela nafas berat kemudian berucap, "aku bisa bersaing dengan orang yang mencintaimu, tapi tidak dengan orang yang kamu cintai."
"AKU BENCI MENDENGAR ITU MEX!! HENTIKAN!" Zea semakin terisak dan memukul-mukul tangan Mex.
Tanpa banyak bicara Mex mengusap lelahan air mata Zea penuh kasih sayang, lalu menyelipkan anak rambut di belakang telinga gadis itu. Perlahan dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
“Ambilah!! Ini akan membuatmu senang.” Mex menyodorkan sebuah amplop coklat ke Zea.
Dengan perlahan tapi pasti, gadis itu mulai membuka amplop coklat itu yang berisikan sebuah surat.
......................
^^^Dear, Zea Zonk.^^^
^^^Hallo, apa kabar sayang?^^^
^^^Becanda Ze, wkwk.^^^
^^^Entah kenapa kita, iya kita xixi. Gapapa biar makin akrab aja ya kan, hehe. Lanjut ah, keburu lupa mau nulis apa.^^^
^^^Ze... Lo tau gak?^^^
^^^Entah kenapa walaupun kita sudah berbeda dunia, aku masih mencintaimu sedalam ini. Walaupun aku tau, bahwa aku ataupun Mex tidak akan pernah bisa memiliki hatimu, benar kan?^^^
__ADS_1
^^^Sebelumnya jangan marah ya, aku nggak pernah cerita penyakitku sama kamu. Bukan maksudku tidak terbuka denganmu, tapi aku tidak mau menambah beban pikiranmu. Hidupmu sudah cukup rimit dan sangat berat. Membuatku selalu salut padamu, dan ingin selalu di sisimu. ^^^
^^^Jangan bersedih ya Ze... karena hidupku tidak akan berhenti kok, walaupun ragaku yang genteng ini telah mati. Karena Jantungku selalu berdetak di dalam wanita yang aku cintai. ^^^
^^^Aku hari ini tersenyum bahagia mengingat pelukan terakhir kita di bukit malam itu dan semua kenangan indah saat kita bersama. Jantung yang sekarang berpindah di tubuhmu itu adalah kado terakirku atas kelulusanmu SMA dan semua pencapaian masa depan yang akan kau dapatkan, karena aku tidak akan pernah bisa menemuimu lagi dan memberikan hadiah. ^^^
^^^Oh iya, aku mau bilang sesuatu lagi.^^^
^^^Si Raka sering dateng ke area balapan, dia sering menunggumu seperti orang gila setiap malam. Katanya dia sangat putus asa mencarimu yang hilang seperti di telan bumi satu bulan lamanya. Dia sangat mencintaimu Ze, dan aku sangat tau bahwa kamu pun juga mencintainya. Kalian berdua serasi dan cocok, aku harap kamu bahagia dengannya. Maafkan kesalahan dia, jangan membohongi hatimu sendiri dan pergi menjauh darinya. Maafkan juga papamu wlaupun itu sulit, aku yakin dia akan menyesali perbuatannya dulu seumur hidup. orangtuamu tinggal satu, jaga dia baik-baik ya anak baik.^^^
^^^Jika kelak kamu bersama Mex, aku mohon jangan. Selain aku cemburu berat plus tidak ikhlas, aku yakin bahwa kamu akan lebih bahagia bersama Raka. Jangan pernah memaksakan diri, hidup itu sekali. kamu jangan pernah takut kehilangan Mex, karena dia tulus menyayangimu. Dia akan selalu mengutamakan bahagiamu daripada bahagianya sendiri.^^^
^^^Sudah dulu ya, kepalaku sakit berat sekarang...^^^
^^^Peluk erat dari mas Gugun dulu 1000 kali, muaaaaah. Aku menyayangimu Alfa Zea Adiputra, I Love You so much. ^^^
^^^Gugun^^^
^^^Jakarta, 12 Mei 2020.^^^
......................
Zea menangis pecah membaca surat itu, tubuhnya melemas kala mengetahui Gugun rela mendonorkan Jantung untuknya. Kelvin dari tadi mendengar itu secara sembunyi-sembunyi juga merasa sedih, apalagi saat melihat Mex yang seperti sangat tegar walaupun hatinya sakit selama ini.
“Mex, kita harus pulang, hiks... Kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?”
Mex hanya diam, dia sebenarnya sudah lama ingin memberikan surat itu. Namun Gugun dulu berpesan, supaya Zea mencari jati dirinya terlebih dahulu dan sembuh dari trauma masalalunya.
“Maafkan aku Mex... Mungkin aku wanita brengsek, tapi aku tidak bisa melanjutkan pernikahan kit-,” ucapnya dengan air matanya berlinang di pipinya.
Mex menghembuskan nafasnya perlahan, menatap dalam gadis yang selama ini menjadi pujaaan hatinya. Gadis itu telah dewasa, dan sekarang umurnya dua puluh empat tahun lebih.
Mex bergerak meraih tangan Zea, dan tangan satunya megangkat dagu gadis itu ke atas. “Mari kita pulang... Dan temukan bahagiamu bersama dua cintamu, aku ikhlas kok melihatmu bahagia dengan pilihanmu sendiri.” Ucap Mex lembut dengan tersenyum sangat manis, lalu mengusap air mata Zea sayang.
Hati Zea merasa sesak dan sedih, mengingat kebaikan Mex selama ini.
“Maafkan aku Mex, maaf apakah kamu akan membencik-,” telunjuk Mex mendarat sempurna di bibir Zea, lalu tersenyum sangat tulus kemudian menggeleng kuat.
“Jangan menangis lagi, hatiku tidak sangup melihatnya.” Mex memeluk Zea erat, membiarkan wanita itu menangis menumpahkan segala rasa sedihnya di pundak Mex.
Dengan lembut pria itu mengelus surai hitam Zea, lalu melepaskan pelukannya dan membersihkan air mata menggunakan telapak tangannya.
"Pergilah!"
Gadis itu mengangguk dan segera melepas cincin di jari manisnya lalu di kembalikan pada Mex, setelah itu dia berlari pergi meninggalkan Mex yang menatap gadia itu hingga menghilang.
Dari tadi Kelvin mendengarkan pembicaraan mereka, kemudian dia mendekat ke arah Mex yang sangat sedih melihat cincin di gengaman tangannya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk kuat, mau bagaimanapun juga, Zea tidak pernah memiliki perasaan padanya dan dia harus menerima fakta itu.
“Makasih banyak Mex... Aku berharap kamu mendapatkan wanita yang lebih baik, dari adikku.” Kelvin menepuk pundak Mex pelan, dan tersenyum tipis, "perjuanganmu selama ini tidak akan pernah di lupakan Zea, tenang. kamu tidak akan pernah kehilangan dia."
“Tidak dengan Zea tidak dengan wanita manapun. Tidak ada wanita yang membuatku jatuh cinta kecuali Zea.” Ucapnya serius lalu berdiri meningalkan Kelvin.
...BERSAMBUNG....
__ADS_1
Hey... aduh kangen banget aku sama kalian semua😭😖. Ada yang kangen aku tidak?😢.
Btw, maaf lahir batin ya gais. Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan❤.